Blog / Inggris: 100,000 Muslim Telah Mendaftarkan Keanggotaan di Situs Poligami

 "...maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (Qs An Nisaa 4:3)

24 Oktober 2017

Apakah poligami masih ilegal di Inggris? Jika ya, maka situs ini harus segera ditutup! Inggris, sama halnya dengan semua negara-negara Barat lainnya harus memutuskan apakah masih tetap memberlakukan dan mempertahankan hukum negara mereka sendiri, atau terus bersikap lunak dan menyenangkan para supremasis Syariah hingga akhirnya Inggris menjadi negara yang seluruhnya berdasarkan Syariah? Jika Inggris tidak ingin mengadopsi Syariah sepenuhnya, pada satu titik para pejabat Inggris harus menarik satu garis. Tetapi semakin lama mereka bertoleransi dengan hal ini, maka kelak akan lebih sulit untuk melakukannya.

“100.000 orang Inggris telah mendaftar di situs Dating Poligami, untuk menolong para pria menemukan beberapa orang isteri,” RT, 24 Oktober, 2017 (terimakasih pada The Religion of Peace):

Sebuah situs yang menolong pria Muslim menemukan “isteri kedua” di Inggris memiliki lebih dari 100.000 anggota, sebagaimana diungkapkan oleh pengelola situs ini. Praktik ini dituduh telah menyebabkan para wanita, seringkali lebih muda dari suami-suami mereka, mengalami siksaan fisik hingga diperdagangkan.

Di Inggris, pernikahan poligami – dimana seseorang memiliki lebih dari satu pasangan – hanya diakui jika pernikahan itu dilaksanakan di negara-negara yang dianggap legal. Namun demikian, hukum Inggris tidak menghentikan atau melarang pelaksanaan seremoni religius yang tidak terdaftar.

Kebanyakan orang Muslim di Inggris tidak mempraktikkan poligami, tetapi Qur’an mengatakan bahwa seorang pria boleh menikahi dua, tiga bahkan sampai empat orang istri, selama ia dapat berlaku adil dengan setiap istri-istrinya itu.

Azad Chaiwala yang menciptakan situs SecondWife.com mengatakan bahwa situs ini muncul dari “kebutuhan” dan “pemikiran” nya yang menganggap ada orang lain yang mengalami situasi yang sama dengan yang ia alami.

“Ada cara-cara tipuan lainnya untuk melakukan hal ini – perselingkuhan, prostitusi, dlsb. – hal-hal itu tidak bagus untuk sebuah hubungan” demikian katanya di BBC.

“Yang ada di sini lebih terhormat”.

Sekitar 100.000 orang telah mendaftar jadi anggota – dengan jumlah pria tiga kali lebih besar daripada wanita, kata Chaiwala. Namun demikian ia menyangkal bahwa situsnya hanya untuk kaum pria.

Diperlukan kedua tangan untuk bertepuk; seorang pria tidak dapat melakukannya sendiri. Kami menyaksikan ada begitu banyak pernikahan-pernikahan yang berhasil dan karena itu banyak wanita yang juga mendaftar ... jadi mereka pun dapat memasuki relasi pernikahan seperti ini. 

Yasmin Rehman dari the Centre for Secular Space berkata pada Daily Mail bahwa situs ini “sangat berbahaya” dan menyerukan agar para politisi segera bertindak.

“Ia sedang mempromosikan ketidaksetaraan dan mengeksploitasi kaum wanita, dan merendahkan makna dari pernikahan. Dan ia juga mendapatkan banyak uang dari situs ini.

Rehman yang juga seorang Muslim menambahkan: “Kupikir ia sedang mengambangkan hukum – setiap orang akan menjadi subyek bagi hukum poligami. Hal ini duduk bersisian dengan situs tersebut seperti pengantin laki-laki dari luar negeri.

“Aku bertemu kaum wanita yang telah menjadi korban perdagangan dan prostitusi. Aku muak karena hal ini diterima. Ada kaum wanita Muslim diseluruh dunia yang memeranginya, beberapa dari mereka bahkan sampai membahayakan nyawa mereka sendiri.”

Chaiwala mengatakan situsnya tidak melanggar hukum, dan mengklaim kalau situs ini “bermanfaat bagi kaum wanita.”

 

Jihadwatch.org


Add a Comment
| 2
hampirmualaf
Reply| 28 Oct 2017 15:43:57
Situs Poligami diadakan di bumi
utk coba2 meniru SITUS POLIGAMI YANG ADA DI SURGA ISLAM.
laki2 dapat 72 istri2, sedang istrinya yg sah dibumi, tapi nanti disurga tidak tergubris dan tidak dijanjijikan apapun oleh Allahnya!
jangan2 allahnya juga ikut ngintip bgmn action umatnya ketika asyik berpoligami?
Si momad69Aisha
Reply| 26 Oct 2017 17:28:26
Inggris: 100,000 Muslim Telah Mendaftarkan Keanggotaan di Situs Poligami

United Kingdom
at birth: 1.05 male(s)/female
0-14 years: 1.05 male(s)/female
15-24 years: 1.04 male(s)/female
25-54 years: 1.04 male(s)/female
55-64 years: 0.98 male(s)/female
65 years and over: 0.81 male(s)/female
total population: 0.99 male(s)/female (2016 est.)
(Sumber data: CIA, https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/fields/2018.html)

Benar sekali situs ini “sangat berbahaya”.
Kaum wanita Muslim diseluruh dunia harus memerangi situs yang “sangat berbahaya” ini.

Kecuali para pecinta permaduan ini, mengambil istri-istri mereka yang berumur minimal di atas 55 tahun atau lebih baik lagi di atas 65 tahun, sebab berdasarkan pada data Sex Ratio United Kingdom di atas, jumlah perempuan Inggris mulai melampaui jumlah laki-laki pada usia 55-64 tahun sebesar 2% dan pada usia 65 tahun ke atas sebesar 19% (meningkat sangat tajam/MEMBLUDAK).

Demi kebaikan bersama situs ini sebaiknya mensyaratkan terhadap keanggotaan perempuan, salah satu dari 2 hal berikut:
1. Harus sudah JANDA 100% atau
2. Harus minimal berusia 55 tahun

Kalau gak, kasihan dong.., nanti ada banyak perjaka muda yang tak bisa memiliki istri, sebab keserakahan sekelompok KAUM HIDUNG BELANG SEPERTI INI.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top