Blog / Pelaku Serangan Teror New York Meneriakkan “Allah-hu Akbar” Saat Akan Dibawa ke Tahanan

Dalam aksinya, tersangka juga menabarakkan kendaraannya ke bus sekolah dan kendaraan lain. Beberapa media AS, seperti Fox News dan CNN yang mengutip sumber penegak hukum melaporkan bahwa tersangka berteriak “Allahu Akbar” saat akan dibawa ke tahanan.




Sayfullo Saipov, 29, tersangka tunggal serangan truk pikap di New York City, AS, yang tewaskan 8 orang pada Rabu (1/11/2017) WIB. Foto/The Daily Beast

NEW YORK 1 November 2017 - Tersangka tunggal serangan truk pikap di Manhattan, New York City (NYC), yang menewaskan delapan orang diidentifikasi bernama Sayfullo Saipov, 29, asal Florida, Amerika Serikat (AS). Wali Kota New York Bill de Blasio menyatakan serangan itu sebagai aksi terorisme.

Serangan truk pikap terjadi di jalur sepeda dan pejalan kaki di dekat monument World Trade Center (WTC), Manhattan, pada Selasa waktu setempat atau Rabu (1/11/2017) WIB.

Presiden Donald Trump telah memposting reaksinya di Twitter terkait serangan itu.”Di NYC, terlihat seperti serangan lain oleh orang yang sangat sakit dan gila. Penegak hukum mengikuti hal ini erat-erat,” tulis Trump.

Wali Kota Bill de Blasio menambahkan bahwa insiden tersebut sebagai ”aksi pengecut yang mengerikan” di jalanan New York.

“Ini sebagai tragedi yang sangat besar bagi orang-orang New York,” katanya pada sebuah konferensi pers. ”Kami telah diuji sebelumnya, dan orang-orang New York tidak akan menyerah pada jenis tindakan ini. Kami tidak akan terpengaruh,” ujarnya.
Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan bahwa kota tersebut menjadi sasaran serangan karena merupakan simbol kebebasan dan demokrasi internasional.”Kita tidak akan membiarkan mereka menang,” katanya.

Polisi New York mengatakan, tersangka atau pengemudi truk pikap bersepatu putih itu tersebut bernama Sayfullo Saipov. Dia dipersenjatai dengan pistol dan senjata imitasi yang mirip senjata paintball.

Dalam aksinya, tersangka juga menabarakkan kendaraannya ke bus sekolah dan kendaraan lain. Beberapa media AS, seperti Fox News dan CNN yang mengutip sumber penegak hukum melaporkan bahwa tersangka beteriak “Allahu Akbar” saat akan dibawa ke tahanan.