Blog / Berhijab Terbukti Bukan Hukum Dari Allah – Tetapi Akibat Kebiasaan Umar Bin Khattab Ngintip Istri-Istri Nabi Saat Buang Hajat

Isteri-istri nabi kita biasanya pergi ke lapangan terbuka pada malam hari untuk memenuhi panggilan alam (buang air besar dan kecil) tanpa kerudung atau hijab. Umar bin Khattab pernah memergoki dan mempermalukan Sauda, salah satu isteri Nabi Muhammad, ketika sedang buang air. Kenapa ya Umar bin Khattab ngurusin isteri orang buang air? Karena ini dia meminta Muhammad untuk menurunkan ayat tentang jilbab. Awal pertama Muhammad menolak, namun karena Muhammad takut kalau-kalau Umar ketagihan mengintip aurat istri-istrinya, akhirnya ia menurunkan ayat jilbab juga.

Walaupun ayat mengenai jilbab telah diturunkan, tapi kelihatannya Nabi Muhammad masih mempunyai masalah dengan fungsi jilbab. Walaupun Sauda sudah menggunakan jilbab, tetapi tetap saja Umar bin Khattab bisa mengenali Sauda ketika sedang buang air karena memang postur tubuhnya yang tinggi besar.

 

 

QS Al Ahzab 33:59

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ibn Kathir dalam tafsirnya atas surah Al-Ahzab 59 menyebutkan bahwa ayat mengenai jilbab keluar dari ucapan Muhammad agar orang-orang bisa membedakan mana muslimah, dan mana wanita kafir serta para budak. Ibn Kathir memberikan definisi jelas bahwa jilbab yang dimaksud adalah kain yang menutupi seluruh tubuh dan hanya diperbolehkan nampak matanya saja, dan tidak diperbolehkan menampakkan wajah. Serupa dengan Ibn Kathir, tafsir al-Jalalayn juga menyatakan bahwa jilbab yang benar adalah yang hanya menampakkan mata saja, tidak diperbolehkan menampakkan wajah.

Beberapa hadist disisi lain menceritakan sebab musabab ayat mengenai jilbab diturunkan. Salah satunya adalah dikarenakan Umar bin Khattab yang merasa risih melihat isteri-isteri Nabi Muhammad melaksanakan “panggilan alam” di lapangan terbuka pada malam hari. Coba simak beberapa Hadist berikut

Sahih Bukhari 4, Number 148:

Dikisahkan oleh Aisha: Istri-istri nabi biasa pergi ke Al-Manasi, sebuah lapangan terbuka (dekat Baqia di Medina) untuk buang hajat di malam hari. Umar meminta nabi, “Suruh istri-istrimu mengenakan kerudung.” Tapi rasulullah tidak melakukan itu. Suatu malam saat Isha, Sauda binti Zama, istri nabi keluar untuk buang hajat, dia adalah wanita yang tinggi. Umar melihatnya dan berkata; “Aku tahu itu kamu, wahai Sauda!”. Dia ('Umar) berkata begitu karena dia ingin ada perintah illahi tentang pemakaian Al-Hijab (jilbab bagi wanita). Maka Allah menurunkan ayat pengerudungan.

Sahih Bukhari 74, Number 257:

Dikisahkan oleh 'Aisha: 'Umar bin Al-Khattab sering berkata kepada Rasul Allah, "Suruhlah istri-istrimu mengenakan kerudung." Tapi Sang Rasul tidak melakukan hal itu. Istri-istri Nabi biasa buang hajat hanya di waktu malam saja di Al-Manasi.' Suatu kali, Saodah, anak perempuan Zam'a keluar dan dia adalah wanita yang tinggi. 'Umar bin Al-Khattab melihatnya dan berkata, "Aku tahu itu kamu, wahai Sauda!" Dia ('Umar) berkata begitu karena dia ingin ada perintah illahi tentang pemakaian kerudung (jilbab bagi wanita). Maka Allah menurunkan ayat pengerudungan. (Al-Hijab; seluruh tubuh ditutupi termasuk mata). (Lihat Hadis nomer 148, volume 1).

Lihat juga Sahih Muslim Book 026, Number 5397

Isteri-istri nabi kita biasanya pergi ke lapangan terbuka pada malam hari untuk memenuhi panggilan alam (buang air besar dan kecil) tanpa kerudung atau hijab. Umar bin Khattab pernah memergoki dan mempermalukan Sauda, salah satu isteri Nabi Muhammad, ketika sedang buang air.

Kenapa ya Umar bin Khattab ngurusin isteri orang buang air? Karena ini dia meminta Muhammad untuk menurunkan ayat tentang jilbab. Awal pertama Muhammad menolak, namun karena Muhammad takut kalau-kalau Umar ketagihan mengintip aurat istri-istrinya, akhirnya ia menurunkan ayat jilbab juga.

Walaupun ayat mengenai jilbab telah diturunkan, tapi kelihatannya Nabi Muhammad masih mempunyai masalah dengan fungsi jilbab. Walaupun Sauda sudah menggunakan jilbab, tetapi tetap saja Umar bin Khattab bisa mengenali Sauda ketika sedang buang air karena memang postur tubuhnya yang tinggi besar.

Coba simak hadis berikut:

Sahih Muslim 5395:

Aisha melaporkan bahwa Sauda pergi ke luar untuk menjawab panggilan alam, dimana penggunaan kerudung telah ditentukan untuk wanita-wanita muslim. Dia adalah perempuan bertubuh besar, sangat tinggi dibandingkan kebanyakan wanita, dan dia tidak bisa merahasiakan dirinya dari siapapun yang telah mengenalnya. Umar bin Khattab melihatnya dan berkata: Sauda, demi Allah, kamu tidak bisa merahasiakan dirimu dari kami (meski telah memakai jilbab). Oleh karena itu, berhati-hatilah ketika kamu keluar. Dia (Aisha) menceritakan: Dia kembali kepada Rasulullah dimana waktu itu beliau ada di rumahku menikmati makan sore nya dan ketika itu beliau sedang memegang sebuah tulang di tangan nya. Dia (Sauda) datang dan berkata: Rasulullah dan aku pergi ke luar dan Umar berkata kepada ini dan itu. Dia (Aisha) melaporkan: Saat itu turunlah wahyu kepadanya (nabi) dan setelah wahyu selesai; dimana tulang tadi masih digenggaman tangan rasul dan tanpa melemparkannya, ia langsung berkata:" Ijin telah diberikan kepada kamu di mana kamu boleh keluar untuk kebutuhanmu."

Qs Al Ahzab 33:59 tersebut diatas sebenarnya diturunkan dengan tujuan untuk melindungi kepentingan yang berhubungan dengan keperluan kaum wanita, terutama isteri-isteri Nabi Muhammad, dalam buang hajat. Dengan adanya jilbab yang menutupi dari ujung rambut sampai ujung kaki (burqa atau jilbab versi Arab Saudi) diharapkan para isteri dapat dengan mudah dikenali sebagai kelompok “para isteri Nabi” tanpa diketahui identitas masing-masing individu dan tidak terganggu atau merasa risih saat menjalankan panggilan alam, karenanya hijab juga tidak diperbolehkan menampakkan wajah.

Tetapi kenyataannya, Saudah, salah seorang isteri Nabi, yang sudah mengenakan jilbab sesuai ayat 33:59 saat sedang buang air di lapangan terbuka masih tetap saja dapat dikenali oleh Umar dengan mudah karena sosok tubuhnya yang besar, dan masih tetap dipermalukan.

Jadi jika kita mengacu pada Hadits Sahih Bukhari dan Muslim mengenai alasan diturunkannya ayat jilbab (33:59) tersebut diatas, maka jelas ayat tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya, malah sebaliknya hanya menjadi “penjara berjalan” bagi kaum wanita di masa kini. Kalo saja saat itu diturunkan wahyu mengenai pembuatan WC umum, maka tujuan utama untuk melindungi para isteri Nabi dan para wanita saat buang air dapat tercapai dan menjadi lebih manusiawi bagi kaum wanita sampai masa kini.

Ada beberapa point yang bisa kita petik disini:

1. Peristiwa ini menunjukkan bahwa ayat-ayat Quran yang katanya kopian dari buku abadi disurga (Lauh Mahfuz, QS 85:22) bisa diminta oleh manusia (Umar contohnya). Ini hanyalah salah satu bukti yang menguatkan bahwa ayat Quran yang keluar dari ucapan Muhammad itu bukan wahyu Allah!

Sahih Bukhari 8, Nomer 395:

Dikisahkan oleh 'Umar (bin Al-Khattab): Allah setuju denganku akan tiga hal dan Dia mewahyukan ayat-ayat tentang hal itu, satu diantaranya adalah ayat kerudung bagi wanita (Q 33:59).

2. Ayat-ayat Quran itu sifatnya kontekstual (tempat dan jamannya), sudah tak dapat lagi diterapkan pada jaman sekarang. Apalagi dikatakan untuk semua masa dan semua bangsa.

3. Muslimah pun tak bisa konsisten mengenai bagaimana jilbab itu seharusnya, jika kita mengacu pada Quran dan hadis, maka jilbab yang benar adalah yang menutupi seluruh bagian tubuh dan hanya menampakkan mata seperti Abbayah di Saudi dan Burqa di Afganistan.

 


Add a Comment
| 3
Si momad69Aisha
Reply| 21 Nov 2017 13:27:00
Berhijab Terbukti Bukan Hukum Dari Allah – Tetapi Akibat Kebiasaan Umar Bin Khattab Ngintip Istri-Istri Nabi Saat Buang Hajat

Senyum pada orang tua pertanda sayang,
Senyum pada anak-anak pertanda kasih,
Senyum pada kekasih pertanda cinta,
Senyum pada HP pertanda sakit jiwa, udah tau, masih tetap senyum lagi, ya memang sakit...

Namun SEBALIKNYA,
Bagi para muslimin yang 'TETAP TIDAK TERSENYUM DAN MERASA WAJAR' setelah membaca ayat QS Al Ahzab 33:59:
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka"....
Yang nota bene "katanya ayat SUCI quran" untuk menutupi aurat muslimah sebagai respon terhadap "KEBIASAAN MEMALUKAN Umar Bin Khattab Ngintip Istri-Istri Nabi Saat Buang Hajat", berarti kalian (muslimin) MEMANG SAKIT JIWA.

Jadi khusus dalam 'perkara memalukan satu ini', KETIDAKMAMPUAN KAUM MUSLIMIN UNTUK TERSENYUM, MEMBUKTIKAN MEREKA MEMANG SAKIT JIWA..!
Mimie
Reply| 20 Nov 2017 19:59:12
@Roni

Ha Ha Ha...
Islam ajaran Koplak!
Berhijab terbukti bukan aturan surgawi

Benar, kalo masuk swalayan yg pakai jilbab dikawasan Kanada, pasti dicurigain.....bisa2 bawa bom panci......
Roni
Reply| 13 Nov 2017 20:47:41
Ha Ha Ha...
Islam ajaran Koplak!
Berhijab terbukti bukan aturan surgawi
Fetching more Comments...
↑ Back to Top