Blog / Muhammad Tersesat Oleh Karena Kesalahannya Sendiri’?

Quran memperjelas bahwa orang yang menyesatkan orang lain akan dianggap bertanggung-jawab atas penipuan mereka, namun pengikut mereka masih juga harus menanggung hukuman karena keputusan mereka sendiri untuk mengikuti penipuan itu.

 

Nampaknya pada suatu titik dalam perjalanan karier kenabiannya, Muhammad kuatir akan dampak kekal jika ia menyesatkan orang. Oleh karena itu ia memasukkan ke dalam Quran klaim pembatalan untuk memperjelas bahwa jika ia keliru maka dialah yang harus menanggung konsekuensi atas kesalahan-kesalahannya:

“Katakanlah: "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat” (Quran sura Saba 34:50).

Renungkan sejenak betapa absurd dan tidak logisnya pernyataan ini. Muhammad mengklaim diri sebagai utusan Allah agar membawa orang kepada-Nya. Jika ia keliru (tersesat), orang akan percaya segala sesuatu yang keliru mengenai Allah dan akan sangat menderita di akhirat. Bagaimana Muhammad dapat mengatakan bahwa dialah satu-satunya pecundang dalam kasus ini? Ayat ini juga berkontradiksi dengan beberapa ayat lainnya dalam Quran, sebagai contoh:

  • “Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (Quran 3:32)
  • “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Quran 33:21)

Ayat-ayat ini, dan banyak ayat lainnya seperti ini, menekankan bahwa mengikuti pengajaran dan perilaku Muhammad adalah penting untuk menyenangkan Allah. Jika ia keliru, maka yang tersesat bukan hanya dia tetapi juga semua orang yang mengikuti pengajaran dan teladannya.

Lebih jauh lagi, Quran memperjelas bahwa orang yang menyesatkan orang lain akan dianggap bertanggung-jawab atas penipuan mereka, namun pengikut mereka masih juga harus menanggung hukuman karena keputusan mereka sendiri untuk mengikuti penipuan itu (bdk. Quran 29:12[1]dan 16:25[2]).



[1] Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: "Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu", dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta. (Qs Al Ankabuut 29:12)

[2] (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. (Qs An Nahl 16:25)





Add a Comment
| 1
celikmuslim.wordpress.com
Reply| 08 Mar 2018 11:08:13
@Admin
Mohon ijin mengutip artikel ini.
https://celikmuslim.wordpress.com/2018/03/08/inti-dari-inti-kesesatan-islam-kontradiksi-diri-terhadap-diri-quran-sura-saba-3450/

Terima ksaih
GBU
Fetching more Comments...
↑ Back to Top