Blog / Quran mengajarkan bahwa kita hidup di alam semesta yang sangat sederhana dimana bumi menjadi pusatnya

 

Menurut Quran, bumi adalah pusat tata surya kita

Jika Quran benar-benar berasal dari Allah, yang semestinya memiliki pengetahuan total akan seluruh alam semesta, maka seharusnya Quran memuat beberapa jejak kebesaran dan kompleksitas alam semesta yang kita diami. Namun apa yang kita dapatkan adalah gambaran mengenai hal-hal yang sudah diketahui dengan sangat baik oleh siapapun yang menatap langit malam di tengah padang gurun Arabia. Alam semesta versi Quran hanya memiliki dua elemen: bumi dan langit. Sebagai contoh kita membaca di Quran sura Al Anbiya 21:30 sbb:

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"

Tidak ada elemen lain lagi dalam alam semesta versi Quran. Ini berulangkali dikonfirmasi dalam banyak pernyataan yang berbicara mengenai totalitas pengetahuan Allah. Sebagai contoh:

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit(Quran sura Ibrahim 14:38).

 

Langit dan bumi digambarkan sebagai berikut: 

  • Bumi itu datar. Lihat bagian sebelumnya

Bumi adalah pusat alam semesta. Quran menggambarkan langit itu keras dan dipegang kuat pada tempatnya oleh Allah agar tidak jatuh ke bumi (bdk. Quran 35:41[1]dan 34:9[2]). Dalam massa yang keras ini, bulan dan matahari memiliki tempat dan orbit mereka yang sudah ditetapkan. Orbit-orbit ini saling mengikuti satu sama lain untuk menjamin matahari dan bulan tidak saling bertabrakan (bdk. Quran 36:36-40[3]).

  • Di pusat semua orbit ini adalah bumi, yang merupakan tempat asal ‘arah/pergerakan’ orbit matahari di sekelilingnya dan dapat diamati:

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

  • Pandangan mengenai alam semesta semacam ini dengan bumi sebagai pusatnya berulangkali dikonfirmasi sebagai pandangan yang benar dan merupakan pandangan ortodoks oleh kumpulan hadith. Yang berikut ini dapat ditemukan dalam Sahih Bukhari sebagai tafsiran terhadap ayat di atas:

“Berkisahlah Abu Dharr: Nabi bertanya padaku pada waktu matahari terbenam, ‘Tahukah engkau kemana matahari pergi (pada waktu terbenamnya)?’ Aku menjawab,’Allah dan Nabi-Nya tahu lebih baik’. Ia berkata, ‘Matahari pergi (yaitu melakukan perjalanan) hingga ia bersujud di bawah Tahta dan meminta ijin untuk terbit lagi, dan ia diijinkan dan kemudian (waktunya akan tiba ketika) ia akan bersujud lagi tetapi sujudnya tidak diterima, dan ia akan meminta ijin untuk melanjutkan perjalanannya tetapi tidak diijinkan, namun ia akan diperintahkan untuk kembali darimana ia datang maka ia akan terbit di barat. Dan itulah penafsiran terhadap pernyataan Allah: ‘Dan matahari melakukan perjalanannya yang telah ditetapkan untuk suatu ketetapan (perintah). Itulah Ketetapan (Allah)Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mengetahui’” (Sahih Bukhari 4:54-421).

 

  • Ada tujuh langit, yang memuat tujuh planet, dan bintang-bintang lebih dekat dengan bumi daripada bulan. Menurut Quran ada 7 langit:

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?” (Quran 71:15-16).

Di dalam langit-langit ini ada 7 planet atau ‘bumi-bumi’ (bdk. Quran 65:12[4]). Sudah jelas ini adalah kesalahan yang serius karena ada jauh lebih banyak planet dalam tata surya kita sendiri. Yang lebih buruk adalah Quran memaparkan bintang-bintang lebih dekat dengan bumi daripada bulan. Perhatikan dalam ayat di atas bulan digambarkan “ada di tengah-tengah” langit. Namun bintang-bintang ada di “langit terdekat”, yaitu lebih dekat dengan bumi daripada bulan:

Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang” (Quran 37:6).

Siapapun, bahkan orang yang kurang faham dengan natur alam semesta, akan menyadari betapa ini adalah sebuah kesalahan besar.

Jagat Raya Berdasarkan Pandangan sains modern

 


[1] Sura Faathir 35:41, “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

[2] Sura Az Zumar 39: 4, “Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”

[3] Sura Yasin 36:36-40, “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”

[4] Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.


Add a Comment
| 3
Mufasa
Reply| 11 Mar 2018 19:48:25
Padahal Muslim selalu ngebanggain bahwa banyak informasi tentang sains modern yang disebut dalam Qur;an, dan ngeklaim bahwa itulah keajaiban Qur'an.
Ternyata penjelasan sains nya ngawur semua
Si momad69Aisha
Reply| 11 Mar 2018 17:21:58
https://i1.wp.com/celikmuslim.files.wordpress.com/2018/03/mo.png?ssl=1&w=450
murtadin abdi YAHWAH
Reply| 10 Mar 2018 19:41:59
Shalom Aleihem Admin BuktidanSaksi.COM , Adonay Ha Shem ELOHYM Abi YAHWAH Adonay (Tuhan) yang disembah oleh Abraham-Sarah,ELOHYM nya Yitshak-Ribkah,ELOHYM nya YishraEL-Leah-Rahel memberkati senantiasa. HaleluYAH amen.
Gambar ilustrasi diatas yg mencoba menggambarkan letak posisi dunia ini planet tempat kita bermukim sebenarnya adalah gambar kluster galaxy Andromeda yg diambil dari teleskop Luar Angkasa Hubble 400 km diatas permukaan tanah.
Secanggih-canggihnya teknologi kamera buatan manusia MASIH BELUM BISA DAN MAMPU MENGAMBIL gambar galaksi Milky Way tempat dimana kita berada karena misi voyager 1 dan misi voyager 2 yang dilaunching sejak 1976 walaupun saat ini sudah diluar solar systems namun masih belum mampu mencapai Awan Oort .
Sedangkan gambar diatas seakan-akan kameranya sudah berada jauh diluar system galaksi milky way padahal ASLINYA HANYALAH GAMBAR galaksi Andromeda yang diambil dari Hubble Space Telescope.
Syukron Admin.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top