Blog / Menguji Sejarah Islam: Mekkah? Saya belum pernah mendengarnya sama sekali!

Lukisan kota Mekkah kuno

Berdasarkan narasi tradisi Islam, Mekkah adalah kota penting di jazirah Arab. Kota ini mendapat posisi tersebut karena merupakan pusat vital bagi perdagangan juga ziarah. Sehingga, sangatlah mengejutkan mendapati bahwa kota yang secara historis ini besar, yang adalah ‘Ibu semua kota’, sama sekali absen dari catatan sejarah hingga lama setelah kemunculan Islam. Pikirkanlah yang berikut ini:

  • Dokumen pertama yang menyebutkan Mekkah (sebagaimana yang akan kita lihat, selain dari Quran, dan referensi Quranik sama sekali tidak menolong sehubungan dengan informasi geografis) adalah Continuatio Byzantica Arabica pada tahun 740 M (atau 130 tahun setelah Muhammad diklaim menerima wahyu di Gua Hira). Biarkan fakta ini tenggelam sejenak. Disini kita memiliki sebuah kota yang dipandang sebagai kota yang penting di jazirah tersebut, tetapi tidak ada referensi yang menyainginya selama lebih dari 100 tahun setelah dugaan kematian Muhammad. Ini adalah bagian dunia dimana geografi, orang-orang dan lanskap secara intens didokumentasi oleh para pedagang, para pejabat pemerintahan dan para pengembara. Absennya Mekkah dari catatan sejarah semakin mengherankan jika melihat pentingnya Mekkah sebagai pusat perdagangan yang kaya. Para pedagang seringkali menulis secara terperinci deskripsi rute-rute perdagangan, tetapi tidak satupun dari mereka yang nampaknya pernah mendengar sebuah tempat yang bernama Mekkah di tengah gurun pasir Arabia hingga lama setelah kedatangan Islam.
  • Ketika kita memerhatikan peta jazirah Arab, situasinya menjadi semakin lebih membingungkan jika kita mengikuti catatan tradisi Islam. Peta pertama yang memunculkan Mekkah bertanggal dari sekitar tahun 900 M, atau sekitar 300 tahun setelah Muhammad diperkirakan hidup disana. Mohon maafkan saya jika nampaknya seakan saya terlalu memaksa, tetapi ini sama sekali bukan untuk membingungkan! Mekkah sama sekali absen dari catatan kartografis kuno hingga lama setelah kemunculan Islam.
      

  • Lebih jauh lagi, faktor-faktor historis dan geografis dasar yang membuat eksistensi sebuah tempat perdagangan dan keagamaan kuno di lokasi kota Mekkah modern sama sekali tidak meyakinkan. Bahkan hanya dengan sekilas melihat peta akan mendemonstrasikan bahwa Mekkah tidak terletak di persimpangan jalan natural. Oleh karena ini, bepergian kesana akan menempuh jalan lain melalui padang gurun sepi. Itu adalah hal yang pada masa itu tidak akan dilakukan oleh para pedagang yang hendak mencari untung. Kedua, peran Mekkah sebagai sebuah pusat religius juga tidak memungkinkan. Semua situs religius Arab yang kita ketahui terletak di wilayah yang netral, yaitu yang tidak dikontrol oleh satu suku saja. Ini dikarenakan ibadah di situs-situs seperti itu memerlukan gencatan senjata di antara suku-suku yang ada. Gencatan-gencatan senjata itu akan lebih mudah dipelihara di tempat-tempat netral dimana tidak ada suku yang memiliki akses lebih ke tempat itu daripada suku-suku lainnya. Hal ini sudah tentu akan menyingkirkan Mekkah (dari kriteria tempat netral – Red) oleh karena catatan Islam dengan jelas menyatakan bahwa Mekkah dikontrol kaum Quraysh.

  • Bukti arkeologis (atau kurangnya bukti tersebut) untuk sebuah kota besar di situs yang kini dikenal sebagai Mekkah hanyalah hal yang memalukan. Kota yang dipandang penting di jazirah Arab sudah tentu akan meninggalkan jejak arkeologis yang signifikan, namun ini sama sekali absen dari catatan arkeologis.

Semua yang telah disebutkan di atas harus membawa kita pada konklusi bahwa Mekkah yang ada sekarang bukanlah tempat yang menjadi asal muasal Islam dan bahwa jutaan orang Muslim bersujud ke arah kota itu, yang kemungkinan besarnya tidak eksis hingga lama setelah kemunculan Islam. Fakta mengejutkan ini dikonfirmasi ketika kiblat (arah sembahyang) mesjid-mesjid mula-mula ditetapkan. Sebelum kita mempelajari bukti ini, fokus kita akan kembali ke pertanyaan mengenai reliabilitas sumber-sumber utama untuk penulisan sejarah Islam.

 

 


Add a Comment
| 3
Erik Samoa
Reply| 08 Apr 2018 02:38:48
Sudahlah, terima fakta bahwa agama islam itu cuma bohongan.
islam din jin allah
Reply| 13 Mar 2018 10:26:23
ummat muslim yang cerdas dan berakhlak mulia mesti juga kritis dengan din jin allah (din jin islam) yang mereka yakini.
Dari penggalian arkeologi ditemukan fakta mengejutkan bahwa arah posisi qiblat mesjid-mesjid mula-mula SAMA SEKALI BUKAN MENGHADAP ke arah mekkah saat ini yang ada di tanah berhala dzat(batu)bernama jin allah,arab saudi sana melainkan SEBENARNYA MENGHADAP KE ARAH kota berhala PETRA tanah berhala YORDANIA.
Menjadi masuk akal perjalanan dagang yang dilakukan oleh kakek moyang si muhammad yang kafir,syirik,musyrik,pagan murni si qusay ibn qilab ke tanah ma’ab (tanah moab) karena memang tinggalnya dekat situ juga karena kaum primitive,barbar,biadab penyembah berhala dzat(batu) bernama jin allah tanah berhala yordania modern saat ini dahulunya adalah wilayah 3 kaum musyrik,syirik,kafirun,penyembah berhala murni,yakni gerombolan ammon,gerombolan ma’ab,dan gerombolan edom.
Dari ke 3 tanah berhala diatas tsb sudah posisinya dekat wilayah arabu utara yang banyak dusun-dusunnya sehingga menjadi masuk akal bahwa serbuan gerombolan kafirun muslim syirik,musyrik,pagan murni dimulai dari yordania ke Khaybar turun ke selatan ke Yathrib karena diantara jalur darat wilayah tersebut banyak tempat persinggahan (dusun-dusun kecil) kafilah-kafilah dagang buat beristirahat
Dibandingkan dimulai dari mekkah arabu selatan naik ke utara ke Yathrib yg menempuh wilayah gersang gurun pasir panas terik membara ratusan kilometer yg sama sekali tidak efektif dalam ekspedisi perampokan penjarahan gerombolan din jin allah (islam) yg dipimpin oleh napinya kaum berhala pagan murni si napi muhammad sow napi djinn allah.
islam din jin allah syaiton
Reply| 12 Mar 2018 15:52:47
ummat muslim yang cerdas dan berakhlak mulia mesti juga kritis dengan din jin allah (din jin islam) yang mereka yakini.
Dari penggalian arkeologi ditemukan fakta mengejutkan bahwa arah posisi qiblat mesjid-mesjid mula-mula SAMA SEKALI BUKAN MENGHADAP ke arah mekkah saat ini yang ada di tanah berhala dzat(batu)bernama jin allah,arab saudi sana melainkan SEBENARNYA MENGHADAP KE ARAH kota berhala PETRA tanah berhala YORDANIA.
Menjadi masuk akal perjalanan dagang yang dilakukan oleh kakek moyang si muhammad yang kafir,syirik,musyrik,pagan murni si qusay ibn qilab ke tanah ma’ab (tanah moab) karena memang tinggalnya dekat situ juga karena kaum primitive,barbar,biadab penyembah berhala dzat(batu) bernama jin allah tanah berhala yordania modern saat ini dahulunya adalah wilayah 3 kaum musyrik,syirik,kafirun,penyembah berhala murni,yakni gerombolan ammon,gerombolan ma’ab,dan gerombolan edom.
Dari ke 3 tanah berhala diatas tsb sudah posisinya dekat wilayah arabu utara yang banyak dusun-dusunnya sehingga menjadi masuk akal bahwa serbuan gerombolan kafirun muslim syirik,musyrik,pagan murni dimulai dari yordania ke Khaybar turun ke selatan ke Yathrib karena diantara jalur darat wilayah tersebut banyak tempat persinggahan (dusun-dusun kecil) kafilah-kafilah dagang buat beristirahat
Dibandingkan dimulai dari mekkah arabu selatan naik ke utara ke Yathrib yg menempuh wilayah gersang gurun pasir panas terik membara ratusan kilometer yg sama sekali tidak efektif dalam ekspedisi perampokan penjarahan gerombolan din jin allah (islam) yg dipimpin oleh napinya kaum berhala pagan murni si napi muhammad sow napi djinn allah.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top