Blog / Menguji Ajaran-Ajaran Islam Yang Spesifik

“Diriwayatkan Abu Huraira: Rasul Allah berkata, ‘Jika seekor lalat jatuh ke dalam bejana salah seorang di antaramu, biarlah ia membenamkannya ke dalam bejana itu lalu membuangnya, karena di salah satu sayapnya ada penyakit dan di sayap lainnya ada kesembuhan” (Sahih Bukhari 7:673)

Dasar historis Islam, seperti yang dipaparkan secara tradisional, sangat jauh berbeda dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah. Perhatian besar juga ditujukan pada kebenaran Quran dan karakter Muhammad. Keduanya terlihat sangat bercacat. Pengajaran Islam berkenaan dengan berbagai isu akan diuji. Dalam prosesnya akan ditunjukkan bahwa beberapa keyakinan mendasar Islam sangat bertentangan dengan nilai-nilai modern dan mengikuti keyakinan-keyakinan ini akan mendatangkan konsekuensi yang sangat negatif sehubungan dengan kebahagiaan umat manusia dan hidup berdampingan yang damai.

Sekali lagi, harus ditekankan bahwa semua yang dibahas disini akan didasari pada sumber-sumber islami yang berstandar tinggi, terutama Quran dan kumpulan-kumpulan hadith yang sangat dihormati. Oleh karena itu, mereka yang hendak menuduh seseorang sebagai telah menghina agama Islam, pertama-tama harus menguji apakah tulisan orang itu mengutip sumber-sumber tersebut secara akurat. Bila ia telah melakukannya, dan kita sangat yakin bahwa inilah kasusnya, maka masalah mereka bukanlah dengan orang yang menulis, melainkan dengan Islam itu sendiri.

Bidang pertama yang akan mendapat fokus perhatian kita adalah dunia hadith yang mengejutkan dan mengherankan.

 

Dunia Hadith yang aneh dan menakjubkan

Hampir tidak mungkin melebih-lebihkan pentingnya Hadith (tradisi) dalam pembentukan iman islami dan praktik-praktiknya. Tanpa hadith, orang Muslim tidak akan memiliki Lima Pilar Islam, Syahadat (pengakuan iman), peraturan-peraturan tentang bagaimana melaksanakan Ibadah haji ke Mekkah, peraturan mengenai berpuasa, dan sebagainya. Singkatnya, tanpa hadith praktik islami seperti yang kita kenal sekarang adalah mustahil. Beberapa orang Muslim, yang dikenal sebagai “orang-orang yang tunduk” (sebuah gerakan yang terdiri dari kurang 1% dari semua orang Muslim) memang sangat berusaha untuk hidup sebagai Muslim tanpa hadith. Namun demikian, versi Islam mereka sangat ringkas dan mereka dipandang sebagai orang-orang yang murtad oleh lebih dari 99% orang Muslim yang menerima otoritas hadith.

Bahkan kaum ortodoks murni dan orang-orang Muslim yang bertakwa akan mengakui bahwa mayoritas besar hadith adalah rekaan/fabrikasi. Dengan berjalannya waktu, seluruh kumpulan hadith yang dianggap sahih dikompilasi untuk memberi orang-orang beriman akses yang mudah kepada tradisi-tradisi yang lebih sahih. Di dalam Islam Sunni, enam dari kumpulan ini pada akhirnya dipandang paling sahih:

  • Sahih Bukhari dikompilasi oleh Imam Bukhari (wafat 870 M)
  • Sahih Muslim dikompilasi oleh Muslim bin al Hajjaj (wafat 875 M)
  • Sunan al-Sughra dikompilasi oleh Al-Nasa’i (wafat 915 M)
  • Sunan Abu Dawood dikompilasi oleh Abu Dawood (wafat 888 M)
  • Jami al-Tirmidhi dikompilasi oleh Al-Tirmidhi (wafat 892 M)
  • Sunan ibn Majah dikompilasi oleh Ibn Majah (wafat 887 M)

Dua kumpulan pertama (Sahih Bukhari dan Sahih Muslim) sangatlah penting dan isinya secara umum dipandang sahih oleh mayoritas orang Muslim Sunni.

Orang Muslim Syiah tidak menerima koleksi yang sama dengan kaum Suni. Di dalam Islam Syiah, yang disebut “Empat Kitab” dipandang paling sahih. Kitab-kitab tersebut adalah:

  • Kitab al-Kafi dikompilasi oleh Muhammad ibn Ya’qub al-Kulayni (wafat 941 M)
  • Man la yahduru al-Faqih dikompilasi oleh Muhammad ibn Ali ibn-e Babuyeh (wafat 991 M)
  • Al-Tahdhib dan Al-Istibsar dikompilasi oleh Abu Jafar Muhammad Ibn Hassan Tusi (wafat 1067 M)

Dalam arah diskusi ini, telah ditunjukkan bahwa semua hadith itu ditulis sekitar 200 tahun setelah terjadinya peristiwa yang dikisahkan. Oleh karena itu cakupan pemalsuan dan proyeksi balik sangatlah masif. Sebagai contoh, fakta bahwa semua hadith itu sangat jauh dari kehidupan Muhammad secara historis dapat dilihat dalam fakta bahwa hadith-hadtih tersebut menggambarkannya sebagai pembuat mujizat yang besar sedangkan Quran pada dasarnya menyatakan bahwa ia hanyalah seorang yang memberi “peringatan”. Hadith-hadith yang dianggap sahih juga secara langsung saling berkontradiksi ketika tiba pada peristiwa-peristiwa penting dalam hidup Muhammad.

Beberapa apologis Muslim akan meresponi pertanyaan mengenai kesahihan hadith-hadith tersebut dengan menyatakan bahwa setidaknya hadith-hadith tersebut secara akurat memelihara pengajaran-pengajaran mendasar Muhammad (jika tidak setiap peristiwa historis). Jika kita menyelidikinya, harus dikatakan bahwa Muhammad memiliki beberapa gagasan yang sangat aneh dan tidak lazim. Pernyataan-pernyataan berikut dapat ditemukan dalam halaman-halaman Sahih Bukhari dan Sahih Muslim:

Doa-doa Mencungkil Mata: “Abu Huraira meriwayatkan Rasul Allah berkata: ‘Orang tidak boleh mengangkat matanya menatap langit ketika memohon dalam doa, jika tidak maka mata mereka akan dicungkil’” (Sahih Muslim 1:863)

  • “Obat” Yang Dapat Membunuh Anda: “Diriwayatkan Abu Huraira: Rasul Allah berkata, ‘Jika seekor lalat jatuh ke dalam bejana salah seorang di antaramu, biarlah ia membenamkannya ke dalam bejana itu lalu membuangnya, karena di salah satu sayapnya ada penyakit dan di sayap lainnya ada kesembuhan” (Sahih Bukhari 7:673)
  • Ada Yang Mau Minum Kencing Unta? “Nabi memerintahkan mereka untuk pergi ke kawanan unta dan minum susu dan kencing unta” (Sahih Bukhari 1:234)
  • Perbedaan-perbedaan Anatomis Antara Orang Muslim Dengan Non Muslim: “Ibn Umar meriwayatkan Utusan Allah mengatakan bahwa seorang non Muslim makan dalam tujuh usus sedangkan seorang Muslim makan dalam satu usus”  (Sahih Muslim 3:5113). Orang akan bertanya-tanya apakah akan terasa sakit jika orang yang memeluk Islam kemudian tiba-tiba ususnya berkurang dari tujuh menjadi satu?

Hadith-hadith yang dikutip di atas hanyalah beberapa dari banyak pernyataan gila sehubungan dengan Muhammad. Bahkan, hadith-hadith tersebut bukan berasal dari koleksi marjinal, melainkan semuanya berasal dari kumpulan dua hadith yang paling dihormati, diterima secara universal oleh Muslim Sunni. Orang Muslim mempunyai dua pilihan ketika berhadapan dengan perkataan-perkataan yang sangat aneh ini yang berasal dari jantung dokumen-dokumen yang sangat penting berkaitan dengan iman mereka. Mereka tidak dapat mengakui bahwa Muhammad memiliki ide-ide gila dan berbahaya, juga tidak dapat mengakui bahwa mereka harus menyatakan hadith-hadith yang dianggap sahih ini benar-benar tidak dapat dipercayai. Dalam prosesnya, mereka juga harus mengakui bahwa hadith-hadith (bahkan yang termasuk dalam kumpulan yang sahih) tidak berharga dalam mengajar kita segala sesuatu mengenai historisitas Muhammad.

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top