Blog / Christian Prince: Apa Yang Allah Katakan Mengenai DiriNya?

Allah menginginkan anak-anak laki-laki, BUKAN anak anak perempuan sebagaimana terlihat di Qur’an 53:19-22

19. Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza,

20. dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)

21. Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
22. Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

Saya belum pernah mendengar ada satu sosok Tuhan yang berkata seperti itu sebelumnya. Pertama, Allah berkata tidak adil baginya jika ia hanya memiliki anak-anak perempuan (Al-Lat, Al-Uzza dan Manat) dan bukan anak-anak laki-laki. Kedua, tidaklah adil apabila orang-orang Arab mendapatkan anak-anak laki-laki – “untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan” – sementara Allah hanya mendapatkan anak-anak perempuan. Sekarang pikirkanlah hal itu. Allah berkeluh kesah karena orang-orang Arab lebih diberkati daripada dia, karena mereka diberkati dengan anak-anak laki-laki, sementara ia hanya mendapatkan anak-anak perempuan. Bukankah Allah adalah sang pencipta? Mengapa ia tidak memberkati dirinya dengan anak-anak laki-laki? Quran 6:101 menjelaskan mengapa:

بَدِيعُالسَّمَاوَاتِوَالأرْضِأَنَّىيَكُونُلَهُوَلَدٌوَلَمْتَكُنْلَهُصَاحِبَةٌوَخَلَقَكُلَّشَيْءٍوَهُوَبِكُلِّشَيْءٍعَلِيمٌ

“Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.”

Qur’an 6:101 adalah sebuah pertanyaan bagaimana Allah dapat memiliki seorang anak laki-laki jika ia tidak memiliki seorang kekasih (istri)! Jadi Allah tak akan pernah memiliki anak-anak laki-laki karena, bagaimana mungkin ia dapat memilikinya jika ia tak memiliki kekasih?

Inilah jawaban yang selalu diberikan oleh orang Muslim kepada orang Kristen mengenai mengapa Allah tidak dapat memiliki seorang putra, dan hal ini hanya memperlihatkan bahwa Allah memiliki sebuah pandangan yang sangat keliru tentang apa yang diyakini oleh umat Kristen. Tak ada orang Kristen yang percaya bahwa Maria, ibu Yesus, adalah kekasih atau istri dari Allah.

Kesalahpahaman yang sedemikian kasat mata seperti ini membuktikan pada saya bahwa Allah tak mungkin merupakan sosok yang sama dengan Tuhan yang disembah oleh umat Kristen; bukan hanya karena Allah tidak tahu apa yang dipercayai oleh orang Kristen, juga karena Allah berpikir bahwa ia sama seperti pria manapun – bahwa ia tak bisa memiliki anak-anak kecuali ia memiliki seorang wanita yang ia dapat berhubungan seks dengannya sehingga wanita itu dapat melahirkan. Hal ini saja memberitahukan kepada saya bahwa orang yang menciptakan Qur’an 6:101 sesungguhnya sedang berbicara dari sudut mentalitas menusia, bukan Tuhan – seorang pria yang yakin bahwa jika ia tidak berhubungan seks dengan seorang wanita, maka mustahil ia dapat memiliki anak-anak. Ia coba berbicara untuk Tuhan, tetapi sesungguhnya ia hanya berbicara dalam keterbatasannya sebagai seorang manusia.


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top