Blog / Christian Prince: Siapakah Yang Mengangkat Muhammad Menjadi Nabi?

Jika ini soal pengucapan, mengapa malaikat itu menggunakan kata “Iqra’a” yang berarti ‘membaca’? Ingatlah, bukan malaikat itu yang memilih kata “Iqra’a”, melainkan Allah. Allah memulai dengan memilih kata yang salah dan itu membuat Muhammad menjadi bingung! Apa maksud dari mencekik Muhammad? Apakah itu membuat Muhammad mengerti apa yang sedang dikatakan si malaikat?

Perkataan pertama Muhammad yang mengklaim bahwa ia menerima (wahyu) dari sesembahannya, melalui perantaraan malaikat Jibril, dicatat dalam Quran 96:1. Jibril berkata kepada Muhammad, “Baca!” Muhammad berkata, “Membaca apa?!” Orang Muslim mengatakan bahwa ia berkata, “Aku tidak dapat membaca”. Sahih Bukhari Buku I, Hadith 3 berbunyi (lihat juga Quran 96:1-3):

“Malaikat datang kepadaku dan berkata kepadaku, Malaikat berkata, “Iqra’a” (baca). Aku berkata kepadanya, “Aku tidak dapat membaca”. Ia mencekikku dan ia berkata lagi, “Baca”. Aku berkata, “Aku tidak dapat membaca”. Kemudian ia mencekikku lagi, dan berkata, “Baca”. Aku berkata, “Aku tidak dapat membaca”. Lalu ia mencekik untuk ketiga kalinya dan berkata, “Bacalah demi nama Tuhanmu”.

Kisah ini sama sekali tidak masuk akal. Marilah kita memikirkannya bersama-sama. Malaikat itu memerintahkannya untuk membaca? Bukankah seharusnya saya memberi anda secarik kertas atau buku untuk dibaca sebelum saya menyuruh anda untuk membaca sesuatu? Orang Muslim, demi menutupi kesalahan ini, mengklaim bahwa perintah itu berarti mengucapkan. Bagaimanapun, jika artinya adalah mengucapkan, mengapa Muhammad tidak berkata, “Aku tidak dapat mengucapkannya”? Anak berusia lima tahun dapat berucap. Pastilah ini berkenaan dengan membaca, karena bahasa Arab yang digunakan disini jelas berarti membaca. Hal ini menunjukkan beberapa hal yang membuktikan bahwa Islam keliru sejak permulaan kisah tersebut.

·         Jika Muhammad tidak dapat membaca dan ia buta huruf, mengapa malaikat tersebut menggunakan kata yang salah, yakni “baca”?

·         Jika Tuhan mengatakan pada manusia untuk membaca, sedangkan ia buta huruf, bukankah seharusnya kemudian ia dapat membaca sebagai hasil dari mujizat Tuhan?

Untuk menjelaskan hal ini lebih jauh, bayangkan Yesus kepada orang buta, “Lihat!” Tetapi orang buta itu berkata, “Aku tidak dapat melihat”. Dan Yesus berkata lagi, “Lihat!” Tetapi orang buta itu berkata sekali lagi, “Aku tidak dapat melihat!” Kemudian Yesus berkata sekali lagi, “Lihat!” Akhirnya orang buta itu berkata lagi, “Aku tidak dapat melihat!!!”

Ini pastilah lelucon! Untuk apa mengatakan hal itu sebanyak tiga kali dan sama sekali tidak ada perubahan? Muhammad masih saja tidak dapat membaca!

·         Jika ini soal pengucapan, mengapa malaikat itu menggunakan kata “Iqra’a” yang berarti ‘membaca’? Ingatlah, bukan malaikat itu yang memilih kata “Iqra’a”, melainkan Allah. Allah memulai dengan memilih kata yang salah dan itu membuat Muhammad menjadi bingung!

·         Apa maksud dari mencekik Muhammad? Apakah itu membuat Muhammad mengerti apa yang sedang dikatakan si malaikat? Sama sekali tidak!!!

1.   Mengapa tiga kali? Ini soal jumlah/angka. Sejak awal Islam mulai dengan trinitas yang sempurna! Satu kali “Baca” tidaklah cukup, tetapi kali yang ketiga adalah puncaknya!

2.   Setiap hal di dalam Islam berdasarkan angka 3. Mengucapkan nama Allah sebanyak 3 kali sebelum (melakukan) segala sesuatu. Suatu tindakan berdasarkan 3 agar benar-benar bersih! Membuang nafas 3 kali, mengusap tangan 3 kali, menggoyangkan organ tubuh pribadi 3 kali ... segala sesuatu dilakukan 3 kali. Mengapa?

3.   Menurut saya ada wahyu mendalam yang mendasari kisah buatan ini. Faktanya adalah, Muhammad mendapatkan kisah buatan ini dari majikannya, Waraqa Ibn Naufal. Untuk memahami siapa sesungguhnya yang menciptakan Islam, bacalah bersama saya Yesaya 40:5-6 berikut ini:

“Dan akan disingkapkan kemuliaan YAHWEH, dan semua manusia akan melihat bersama-sama, karena mulut YAHWEH telah mengatakannya. Ada suara yang berkata, “Berserulah!” Dan dia berkata, “Apakah yang harus aku serukan?” “Semua manusia adalah rumput, dan semua kemuliaannya seperti bunga di padang”.

 

Sudah jelas Muhammad berusaha menjadi Nabi Yesaya dengan mengubah kisah tersebut, namun berpikir ia dapat memberi kisah yang masuk akal. Namun demikian, faktanya kisah karangannya membuktikan bahwa ia palsu. Semua drama ini tidak diperlukan. Kisah tersebut menunjukkan bahwa sesembahan palsu ini tidak dapat membuat mujizat, karena seandainya Yesus yang berkata kepada Muhammad, “Baca”, saya yakin ia pasti akan dapat membaca, sekalipun ia buta huruf seperti yang diklaim orang Muslim.

Perintah Allah

Jawaban Muhammad

Tindakan malaikat

Jumlah total untuk membaca dan mencekik

Baca

Aku tidak dapat membaca

Mencekik

1

Baca

Aku tidak dapat membaca

Mencekik

1

Baca

Aku tidak dapat membaca

Mencekik

1

 

AKIBATNYA:

Setelah tiga perintah untuk membaca dan tiga cekikan, Muhammad masih tidak mengerti apa yang diperintahkan malaikat kepadanya. Malaikat yang menyampaikan perintah Allah tidak sanggup membuatnya dapat membaca – atau mengerti!

 

BANDINGKAN DENGAN TINDAKAN YESUS:

Berkata kepada si buta, “Lihat”

Ia melihat

Kepada si lumpuh, “Berjalan!”

Ia berjalan

Kepada orang mati, “Bangkit dari kubur!”

Ia bangkit

 

Mengapa tiga kali Allah memerintahkan Muhammad untuk membaca, tetapi ia masih tetap tidak dapat melakukannya dalam kisah rekayasa ini? Apa gunanya?

 

 

 

 


Add a Comment
| 3
hunter
Reply| 12 Nov 2019 14:30:59
Parah nih si M
Steven007
Reply| 20 Sep 2019 20:06:24
Muhammad itu manusia koplak
khadijah
Reply| 26 Aug 2019 10:07:31
KESIMPULAN KERAS:
tAK ADA YANG MENGANGKAT mUHAMAD JADI NABI ALLAH,
1.yang mengunjungi Muhamad bukan Allah, tapi siAnu Roh yg tak perkenalkan dirinya, apalagi dari Allah
2.SiAnu hanya ruhyg menteror Muhamad, mencekik 3x
3. SiAnu tidak tahu Muhamad itu buta huruf
4. Kalaupun tahu, toh dia tak berkuasa ilahi. Buktinya 3 x dia perintah IQRA dlm kuasa Allah, tapi iqra nya sia2 3x. Berlainan dg Yesus atau nabi2 lain yg sekali perintah dlm kuasaNya, maka kun fayakun
5. Tak ada kata2 dari siAnu disitu yang mengangkat Muhamad jadi nabi. kok sejak itu para Muslim menyatakan dia sudah jadi nabi? Karena sdh menerima wahyu awal? hahaha...
Fetching more Comments...
↑ Back to Top