Blog / Seruan Pastoral Kepada Orang Kristen Di Malaysia

 

Cukup sudah! Komunitas Kristen di Malaysia yang biasanya lemah lembut, ramah dan pemaaf sudah tiba dibatas kesabaran, dan telah meledak dalam kemarahan terhadap apa yang mereka pandang sebagai, hak azasi manusia, hak sipil dan konstitusional mereka telah disangkali dan dipandang hanya sebagai ilusi, dengan terjadinya penyitaan 30.000 Alkitab berbahasa Melayu dari Pelabuhan Kuching di Sarawak.

 

Beberapa insiden yang terjadi selama beberapa tahun terakhir tidak lebih dari suatu penganiayaan terhadap hak mereka untuk beribadah yang diberikan Tuhan, dan untuk mempraktekkan serta menyebarkan keyakinan mereka dalam bahasa nasional mereka sendiri, tanpa adanya larangan legal atau tekanan politis apapun. 

 

Seharusnya tidak ada tempat untuk diskriminasi dan penolakan yang jahat seperti ini terhadap keyakinan apapun di negara kita yang didirikan atas dasar hak azasi manusia untuk bebas beribadah dan mempraktekkan serta menyebarkan keyakinan seseorang tanpa halangan, seperti yang ditetapkan dalam Konstitusi Federal. 

 

Artikel 8 dalam Konstitusi Federal menyatakan bahwa “Semua orang setara di hadapan hukum dan mempunyai kesamaan hak untuk mendapat perlindungan hukum”, dan “tidak boleh ada diskriminasi terhadap warga negara hanya berdasarkan agama, ras, keturunan, tempat kelahiran atau jender dalam hukum apapun...” 

 

Artikel 11 mengatakan setiap orang “berhak untuk memilih dan mempraktekkan agamanya”, dan bahwa setiap kelompok keagamaan berhak untuk (a) mengurus urusan-urusan kegamaannya, (b) mendirikan dan memelihara institusi-institusi untuk tujuan-tujuan religius atau amal, dan (c) memperoleh dan memiliki properti dan mengelolanya sesuai dengan hukum.

 

Menolak mengijinkan orang-orang Kristen di negara ini menggunakan kata-kata Bahasa Malaysia tertentu dalam publikasi mereka adalah pelecehan secara langsung terhadap hak konstitusional mereka untuk beribadah dan mempraktekkan agamanya. Sebagai warga negara yang patriotik dari bangsa ini, orang-orang Kristen di Malaysia secara otomatis memiliki akses total untuk menggunakan perbendaharaan kata yang lengkap dalam bahasa nasional. Tidak boleh ada apa yang disebut sebagai monopoli kata-kata tertentu oleh suatu kelompok tertentu. 

 

Penyitaan Alkitab Bahasa Melayu dengan alasan karena memuat beberapa kata dalam Bahasa Malaysia yang dipandang tidak boleh digunakan oleh orang Kristen adalah pelanggaran terhadap hak konstitusional mereka sebagai warga negara yang sah, dan sebuah pelanggaran terhadap hak azasi manusia yang universal seperti yang disebutkan oleh Deklarasi Universal Hak Azasi Manusia oleh Perserikatan Bangsa-bangsa pada 10 Desember 1948. 

 

Sangatlah salah, tidak konstitusional, bahkan tidak bermoral, apabila suatu bagian tertentu dari kewarganegaraan disangkali dan dilucuti hak-hak konstitusional dan kemanusiaan berdasarkan tindakan unilateral segelintir pelayan-pelayan sipil yang yang rasis, ekstrimis dan bias.   

 

Federasi Kristen Malaysia (CFM), adalah sebuah badan yang memayungi lebih dari 90% gereja di negara ini, dan yang dibenarkan di hadapan publik menantang Barisan Nasional pemerintahan federal untuk menjelaskan penyitaan yang baru-baru ini terjadi atas Alkitab Bahasa Melayu di pelabuhan Kuching, dan mempertanyakan ketulusan dan integritasnya dalam berhadapan dengan kegagalan ini dan isu-isu serupa selama beberapa tahun terakhir ini.  

 

Lalu apa yang harus dilakukan orang-orang Kristen di Malaysia ketika tirani penindasan politik, dimana kebebasan mereka untuk mempraktekkan keyakinan mereka diinjak-injak? 

 

Pertama-tama, sebagai orang Kristen, kita percaya pada kuasa intervensi ilahi, jadi kita harus bersatu dalam doa yang tidak hentinya di hadapan tahta anugerah untuk mencari pertolongan Tuhan. Doa tidak henti secara nasional dengan bertekun harus diorganisir oleh berbagai gereja untuk mendoakan bagsa ini dan para pemimpinnya. Setiap orang Kristen pun harus menyisihkan satu hari dalam seminggu untuk berpuasa dan berdoa. 

 

Kedua, orang Kristen harus bersatu untuk mempertahankan hak dan azasi dan konstitusi mereka, mengontrol dan mencegah kebocoran atau menipisnya hak-hak fundamental semacam itu. Mereka harus memberikan dukungan teguh dan kuat kepada CFM dan para pemimpin gereja dalam negosiasi dengan pihak yang berwenang berkenaan dengan hal ini. Pada saat yang sama, CFM dan kepemimpinannya harus teguh dan berketetapan hati berkaitan dengan sikap mereka, tidak takut atau berusaha menyenangkan pihak lain. Mereka yang takut dan tidak bersedia untuk mengambil resiko kemungkinan penahanan karena mempertahankan keyakinan harus mengundurkan diri dari posisi-posisi kepemimpinan.   

 

Ketiga, gereja-gereja harus mulai menyelenggarakan perbincangan-perbincangan dan forum-forum untuk menginformasikan dan mendidik para anggotanya mengenai isu-isu yang berdampak pada mereka. Para Pendeta harus berkhotbah dan mengajarkan materi-materi alkitabiah seperti tanggung-jawab orang Kristen dalam masyarakat. Sudah terlalu lama orang-orang Kristen, termasuk para pendeta dan pemimpin gereja hanya bersenang-senang dalam zona nyaman mereka, di dalam keempat tembok gereja mereka, tanpa memperdulikan hak-hak mereka yang semakin dikikis atau diinjak-injak. Waktunya sudah tiba bagi orang-orang Kristen untuk bangkit dari ketertiduran spiritual mereka, untuk bersuara lebih vokal dan memainkan peran nyata sebagai anggota-anggota masyarakat yang loyal kepada bangsanya. Mereka harus memobilisasi diri mereka sendiri untuk mengkampanyekan dan memilih orang-orang yang benar, jujur, adil, rendah hati, berkompeten dan tidak korup – supaya orang-orang seperti itu melayani sebagai perwakilan mereka di parlemen dan di berbagai dewan perwakilan daerah.

 

Akhirnya, orang-orang Kristen yang berkualitas dan mempunyai kerelaan untuk melayani bangsa dalam arena sosial-politik, harus menawarkan diri mereka sebagai calon anggota untuk pemilihan parlemen dan dewan perwakilan daerah. Kita membutuhkan Yusuf yang menjadi perdana menteri Mesir dan menyelamatkan negara dari kelaparan dan bencana ekonomi; Musa yang berperang demi pembebasan mereka yang mengalami penindasan perbudakan di Mesir, Daniel yang berdiri teguh untuk imannya di tengah-tengah penganiayaan religius, Daud yang melayani sebagai Raja dan mempersatukan bangsanya, Nehemiah yang melayani sebagai seorang pejabat tinggi pemerintah dan menggunakan posisinya untuk membantu pembangunan kembali Yerusalem, Yohanes Pembaptis yang dipenggal kepalanya karena mengekspos dan mengecam imoralitas Herodes, dan rasul Paulus yang menggunakan hak-haknya sebagai warga negara untuk tetap mempertahankan imannya. Tentu saja, teladan utama bisa kita peroleh dari Tuhan Yesus yang menantang dan menegur keras kemunafikan para pemimpin agama Yahudi dan penguasa Roma yang opresif, dan akhirnya disalibkan.

Panggilan yang keras hari ini bagi orang-orang Kristen Malaysia untuk bergabung bersama semua orang Malaysia lainnya – seumpama visi dan misi untuk berpartisipasi dalam sebuah pelayanan nasional yang aktif untuk mentransformasikan bangsa menjadi sebuah Malaysia yang baru dan lebih baik.

MySinchew 3-11-2011

 

Judul asli: "A clarion call to the Christians in Malaysia"

 


Add a Comment
| 14
chariswan
Reply| 09 May 2012 04:12:16
ASAL ANDA SEMUA TAHU FAKTA : AL QURAN 75% NYONTEK DARI ALKITAB. DAN SEMOGA NABI ISA AL MASIH MASIH MENGAMPUNI KALIAN YANG COMENT TIDAK BENAR. KARENA KEDATANGAN NABI ISA BUKAN LAGI SEBAGAI NABI TAPI SEBAGAI HAKIM DAN ORANG YANG MUNAFIK, SADIS, DAN SUKA MENGHINA AGAMA, SERTA KEPALSUAN DALAM HIDUPNYA TIDAK AKAN LUPUT DARI HUKUMAN KEKAL. WAHAI KAUM DAJJAL BEROBATLAH
Hamadi
Reply| 03 Dec 2011 00:34:41
Maju terus, beritakan kabar baik bagi semua orang. Semoga ada banyak pertobatan di Malaysia. Kabarkan bahwa Isa Almasih adalah yang akan menjadi hakim umat manusia pada akhirzaman. Kabarkan bahwa Isa Almasih juga tercatat dalam Alquran.
makan beras
Reply| 19 Aug 2011 08:53:13
aku tidak dapat berkata-kata bila membacanya posting kelian. melainkan rasa geli tapi terhibur juga. aku membayangkan ada dua team sedang berkungfu dengan jurus-jurusnya. aku tunggu saja keputusannya siapakah diantara team kaliar yang jadi juara dapat tropi.
Kendis
Reply| 11 Jun 2011 02:31:35
Islamer dunia begitu TAKUT dengan para kristener di penjuru dunia, bahkan dengan ALKITAB saja para islamer begitu takutnya sehingga berusaha keras untuk menghancurkan/memusnahkan baik itu ALKITAB maupun orang-orang Kristen di negara yg mayoritas beragama islam dengan cara halus: pembatasan ibadah umat kristen scr legal (kaki tangan di pemerintahan) maupun dg cara ekstrim=Jihad.

fakta : mayoritas negara dunia yg dipimpin oleh muslimer adalah negara terkorup dan tersadis.
dnhenhen
Reply| 27 Apr 2011 00:05:37
Setelah menbaca berbagai komentar dari orang-orang kristen yang begitu hebat-hebat,bagus-bagus,dan berwawasan luas,ahirnya saya berkesimpulan bahwa saya harus,...mengatakan:
RASANYA BENAR_BENAR SUDAH TIDAK SABAR LAGI INGIN MELIHAT ORANG_ORANG KRISTIANI SALIBIS BERBONDONG_BONDONG DIMASUKIN KE Neraka dalam keadaan yang penuh sesal lagi terhina!!!!
Wahai KAFIRIN,bertobatlah kalian kepada AWLOH,TUHAN sejati yg kalian makan rezekinya tapi kalian lupakan.
Sungguh,kalian telah terpedaya oleh Syetan,tapi kalian tak menyadarinya !
joko bodho
Reply| 12 Apr 2011 13:20:50
@Saya: sepertinya mereka memang ketakutan.... quran memang menakutkan ya, sampai-sampai semua ketakutan membaca dan mendengar allah swt yg haus darah orang kafir.
Saya
Reply| 12 Apr 2011 01:12:08
@ Max Tohe :
Ga kbalik yah, bukannya orang kristen yang takut ma Al-Qur'an???

Mkanya, klo ikut suatu agama, jd orang yang taat, jd ga bego...

Bisanya cm mnghina agama lain doang sih...

Oh iya, wlwpun d ina, saya ttp bangga sbg MUSLIM...

Whatever U say...
joko bodho
Reply| 18 Mar 2011 15:57:07
Mari berandai-andai bagaimana jika diterapkan hal yg sama ke quran utk tidak memakai nama Adam, Daud, Musa, Yunus, dll.
Roy Parlin
Reply| 17 Mar 2011 10:21:04
newsdesk@thesundaily.com
PETALING JAYA (March 15, 2011):
The government has decided to release the consignment of 35,000 bibles in Bahasa Malaysia that have been withheld at Port Klang and the Kuching port, some since 2009.

HOREEE! KALAH YANG MEMALUKAN:
"Minister in the Prime Minister's Department Datuk Seri Idris Jala, who announced this in a statement today, said the decision follows confirmation by the attorney-general (AG) that it would not prejudice the ongoing court case on the use of the word "Allah", by Catholic weekly The Herald in its publications".
DASAR KEADILANNYA KEADILAN YANG SATANIK.
louisang
Reply| 16 Mar 2011 22:00:53
SERU!! SAYA DAPAT INFO BAHWA WWW.BUKTIDANSAKSI AKAN SEGERA TAYANGKAN APA BEDA QURAN VS. ALKITAB DI WEBPAGE "WHAT-IF...Dua Kitab Suci Terbesar Dalam Skema Perbaningan".
BERJAGA-JAGALAH!
Soewarno
Reply| 15 Mar 2011 21:20:48
Tak heran, banyak mantan Muslim seperti Hamran Ambrie (tokoh Muhammadiyah dari Banjarmasin), Yusuf Roni (Tokoh Pergerakan Islam yang asli Palembang, dan sebelum jadi Kristen sangat getol membakari gereja di Bandung), Junaidy Shalat, Lidya Nursaid, Dr. Ben Suradi, Mark Gabriel (mantan guru besar bidang Sejarah Islam di Al Azhar University, Kairo-Mesir, Ibnu Warrag, Mohammed Ghazoli, Ali Sina, dan jutaan mantan Muslim lainnya, menjadi KRISTEN, justru setelah membaca Alkitab dan memperbandingkannya dengan isi Qur'an.

Herannya, Muslim biasanya justru menjadi Kristen setelah membaca isi Alkitab...

Firman Tuhan memang sangat berkuasa mengubahkan hati manusia...

Praise The Lord
gusty tenihawu
Reply| 15 Mar 2011 09:56:22
ibarat kata..kekristenan semakin dihambat semakin merambat,.dukung terus saudara2 seiman di berbagai belahan dunia..malaysia,indonesia,singapura,india,afganistan dan di negara2 yang belum menerima injil keselamatan agar terang Tuhan bersinar atas mereka dan mereka mengenal kebenaran yang datangnya dari Tuhan Yesus sendiri,,Amin...
Gun Gun Supardi
Reply| 15 Mar 2011 08:01:27
Pemerintahan di negara-negara Arab bahkan sampai mengeluarkan dana jutaan dollar untuk membeli Alkitab dari berbagai bahasa - kemudian memusnahkannya.
Nah...pemerintah Malaysia menggunakan jurus yang lebih mudah dan murah yaitu: SITA AJA ALKITABNYA kemudian...musnahkan.

Setan memang tidak pernah takut terhadap apapun, kecuali terhadap FIRMAN TUHAN!!!!
Max Tohe
Reply| 14 Mar 2011 22:05:53
Sudah menjadi rahasia umum, betapa orang-orang Muslim sangat ketakutan dengan kehadiran Alkitab di tengah-tengah mereka.

Sebab hanya Alkitablah yang bisa MEMBONGKAR kepalsuan Al Qur'an.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top