Blog / Ruyati, Orang ke-28 yang Dipancung di Arab Saudi Tahun Ini

 

 


 Ruyati, TKW asal Indonesia, adalah orang ke-28 yang dihukum pancung di Arab Saudi. Hukuman pancung tersebut mendapat protes. (afp)
 

JAKARTA (LampostOnline): Pemancungan pada TKW Ruyati binti Sapubi, versi lain menyebut Ruyati binti Saboti Saruna, melahirkan duka mendalam di Tanah Air. Ruyati adalah orang ke-28 yang dihukum pancung di Arab Saudi.

"Pemancungan (Ruyati) di provinsi bagian barat Makkah membawa jumlah eksekusi di kerajaan ultra-konservatif tersebut pada tahun ini menjadi 28, menurut hitungan AFP berdasarkan laporan kelompok HAM," tulis AFP, Sabtu (18-6).

Kelompok HAM yang memantau hukuman pancung di Arab SAudi itu adalah Amnesty International. Lembaga pemantau yang berpusat di London ini menyebut, tahun lalu Saudi memancung 27 orang. Tahun ini, belum termasuk Ruyati, 27 orang juga telah dipancung. Sebanyak 15 orang dipancung pada bulan Mei sendiri.

Sedangkan pada tahun 2009, jumlah yang dieksekusi mencapai 67 orang, sedangkan pada 2008 sebanyak 102 orang. Amnesty International mendesak pemerintah Saudi menghentikan hukuman mati. Sementara tahun 2007, 158 orang menghadapi tajamnya pedang.

Pemerkosaan, pembunuhan, pengingkaran pada agama/murtad, perampokan bersenjata dan perdagangan narkoba, semua dihukum mati berdasarkan penafsiran yang ketat pemerintah Arab Saudi yang menggunakan hukum syariah Islam.
Pernyataan dari Kemendagri Arab Saudi sebagaimana dilansir kantor berita Arab Saudi, SPA, menyatakan, Ruyati dinyatakan bersalah membunuh Khairiya Hamid binti Mijlid, dengan memukul berkali-kali di kepala dengan sebuah alat pemotong daging dan menusuknya di leher.

Kemendagri tidak merinci motif peristiwa itu dan tidak menyebutkan kaitan kedua perempuan itu. Namun berita yang berkembang, wanita yang dibunuh itu adalah majikan Ruyati. Sebanyak 1,2 juta WNI bekerja sebagai TKI di luar negeri. Dari jumlah itu, 70 persen berada di Arab Saudi.DTC/L-1

http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=25802
 

 

Suami Istri Akan Dihukum Potong Tangan di Arab Saudi

Pamekasan, CyberNews. Sepasang suami istri Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pamekasan, Madura dimasukan dalam penjara gelap dan terancam hukuman potong tangan, di Arab Saudi.

Ancaman hukuman potong tangan itu lantaran pasangan suami istri bernama Hasin Taufik bin Tasid (40) dan Sab'atun binti Jaulah (30) ini dituduh mencuri perhiasan emas milik Said Bamusak, majikannya.

Kejadian ini terjadi 4 tahun lalu. Hingga kini pasangan tersebut diwajibkan untuk membayar ganti rugi senilai Rp 250 juta.

Selama belum melunasi ganti rugi Rp 250 juta, pasutri itu wajib menjalani hukuman penjara sejak peristiwa tuduhan perampokan itu terjadi pada September 2006 lalu. (dtc / CN32)

 

Video terkait: Disini!

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/06/20/88798/Suami-Istri-Akan-Dihukum-Potong-Tangan-di-Arab-Saudi


Add a Comment
| 42
nimbrung
Reply| 07 Jul 2011 15:20:39
bung revealer gak bisa baca bahasa indonesia ya??? kok cuma paham sebagian makna kalimatnya?? kebanyakan bahasa arab jadi malah gak ngerti cerita utuhnya kah??
The Revealer of Truth
Reply| 29 Jun 2011 09:52:25
SETYAWAN

YANG VAMPIRE/DRAKULA BUKANNYA KALIAN YANG SERING MAKAN DAGING DAN MINUM DARAH YESUS KETIKA MENGADAKAN PERJAMUAN KUDUS.HEHEHE...
setyawan
Reply| 29 Jun 2011 00:11:45
Muhammad tidak membawa pengaruh terhadap ahklak bangsa Arab, buktinya zaman Jahilliyah tetap di praktekan sampai saat ini seperti Zaman Perbudakan.Dasar Muhammad Vampire Haus darah kafir.
Masa nabi nidurin bocah berusia 9 tahun Aisyah. Dasar nabi Cabul otak Mesum nggak jauh beda dengan bangsa Arab barbar.
jerry
Reply| 27 Jun 2011 19:03:54
saya gk terim klo ruyati d'hukum pancung.

untuk kluarga ruyati: sabar iklaskanlah smua ini pada yg mah kuasa.
jerry
Reply| 27 Jun 2011 18:59:14
saya gk terima hukuman pancung itu. d'negara indo saya gk da yg nama ny hukum pancung......
Josh
Reply| 27 Jun 2011 00:28:55
@Pembela mati2an>
itu kan cerita tentang imam husein.., gimana dengan cerita tentang si germo Muhammad?
pembela mati2an
Reply| 26 Jun 2011 01:20:22
apapun kata nasrani soal islam agam sadis, itu kan versimu sendiri,,walaupun org yg bragama islam melakukan pemancungan, dengan mengatas namakan hukum islam,pada dasarnya mereka menghalakan cara mereka sendiri,,,. di Al Quran sudah jelas2 banyak ayat yg memaparkan darah tidak harus dibayar dengan darah...bisa juga kita lihat dari riawayat para syuhada,,seperti imam husein saat sedang salat, disabet pedang oleh sang kafir, imam husein sendiri tidak menuntut balas atas musuh kafir tesebut, malah imam husein memaafkan nya...jadi jikalau ada org yg mengatas namakan hukum islam dengan menghalalkan caranya sendiir, bisa jdi mereka tidak jauh berbeda dengan orang2 nasrani kafir jaman dulu...................
Nabi Sinting
Reply| 25 Jun 2011 12:25:14
Kenapa ya rakyat indonesia ga ada yg berani menuntut pemerintah indonesia utk memutuskan hubungan diplomatik dgn arab saudi?
moo ham mad
Reply| 24 Jun 2011 05:34:14
muslim yang bela arab saudi bukan islam berarti memang bener2 udah "kebo dicucuk hidung".

bendera arab saudi apa coi? kalimat syahadat! (dan pedang terhunus)

sadarlah slim, segeralah murtad dari agama iblis, mending musyrik daripada percaya sama iblis!
satria Baja Hitam
Reply| 23 Jun 2011 10:13:56
Pembunuh dipancung itu tentu wajarlah, Pendeta yg tdk berdosa di tusuk /di bunuh itu yg seharusnya sesali.Dan itulah pembalasan dari Tuhan utk perbuatan yg melecehkan umat pilihan Allah. Dan semua itu akan terus berlanjut hingga muslim sadar dan bertobat
Josh
Reply| 23 Jun 2011 09:43:41
Ya aku juga nonton...
mereka tidak mau mengakui bahwa Pemancungan merupakan hukum Syariat Islam

Mereka mencoba berkilah, berdusta, dan membodoh2i penonton muslim, tapi jadi bahan tertawaan non muslim
abdul gozali thalib
Reply| 23 Jun 2011 09:42:36
Kasihan para tki...tak bisa membedakan mana 'ranah rezeki' dan mana 'ranah setan'
Penonton
Reply| 23 Jun 2011 04:20:32
Lihat Diskusi tadi Malam di TV One, Jakarta Lawyers Club, sungguh memalukan dan miris dengan Para Pejabat kita.... tidak ada yang mau disalahkan dan mengaku salah... Hati Nurani terhadap Nyawa satu rakyat Indonesia sudah TUMPUL....
Ini bukan salah Ajaran ISLAM, demikian kata beberapa orang, namun mereka sangat LUPA, bahwa Arab Saudi negeri SYARIAH, negeri yang PALING ISLAMI dan jadi panutan negara-negara Syariah lainnya.... so, Jelas, yang SESAT dan SALAH itu AJARAN ISLAM. Tanya kenapa?>?
The Revealer of Truth
Reply| 23 Jun 2011 03:56:06
Josh

Protestan
Katholik
Advent
pantekosta
semuanya adalah budak2 Iblis
semuanya adalah agama pagan
semuanya adalah Musyrik
semuanya adalah orang2 bodoh
semuanya adalah orang2 yg gak punya logika
Josh
Reply| 23 Jun 2011 01:19:58
FPI
PKS
Hizbut Tahrir
HMI
Majelis Mujahidin Indonesia
FUI

Semua mereka adalah Budak2 Arab
tambara
Reply| 22 Jun 2011 14:59:05
inilah negara yang sangat beradab itu.kalau arab saudi yang memancung bangsa indonesia tidak ada yang demo besar besaran dan fpi diam saja .coba kalau as yang menghukum bangsa indonesia pasti fpi dan antek anteknya sudah ribut.yang jihadlah yang penyisiran warga as lah .tapi itulah karena segala perbuatan arab adalah halal termasuk tidak membayar gaji.juga memperkosa tki.
The Revealer of Truth
Reply| 22 Jun 2011 10:28:51
Dita Indah Sari bukan berubah tapi sudah mengetahui dan bisa menempatkan suatu masalah secara proporsional.
Bertha
Reply| 22 Jun 2011 01:20:28
Sudah berubah rupanya Dita Indah Sari, ya. Menyedihkan. Sama seperti M.Jamnur Hidayat, Ketua BNP2TKI skrg, mantan aktivis buruh yg dulu bikin SBY tak bisa tidur itu karena kemampuannya mengerahkan buruh 1000 org utk demo.
victor
Reply| 22 Jun 2011 01:18:09
Dita Indah Sari, aktivis buruh, aktivis Partai Rakyat Demokratik (bersama Budiman Sujatmiko).
Oh.. dia bilang begitu ya? Pantaslah, kan sudah bekerja untuk Pemerintah (Depnakertrans). Apakah dapat disimpulkan, wadah (instansi) di mana kita bekerja/beraktivitas sangat menentukan sikap (politik) kita? Dalam kasus Dita, itu terbukti. Juga dalam kasus temannya Dita di PRD dulu, yakni Andi Arief, yang kini jadi staf khusus presiden bidang bencana.
Entahlah dalam kasus yang lain. Yang jelas, konsistensi dalam bersikap itu memang tak mudah.
Sondang
Reply| 22 Jun 2011 01:16:44
Pagi ini saya dengar wawancara Dita Indah sari kalo tidak salah namanya dan dia ini dulunya aktivis perempuan,juga masalah hak buruh dan sekarang kalo tidak salah PRnya Depnaker and Trans.Dia bilang masalah TKW(ibu Ruyati) kita yang di pancung kepalanya beberapa hari lalu itu hanya segelintir ( tdk seberapa )kalo melihat dan dibandingkan dengan banyak TKW yang berhasil bekerja di Saudi Arabia krn masih banyak majikan-majikan yang baik jadi perss terlalu berlebihan menyoroti hal ini kepermukaan.Ibu Dita ini lupa mungkin akan pribahasa karena nilai setitik rusak sebelanga dan dia juga lupa kalau masih banyak lagi kasus yang serupa sudah di eksekusi dan akan di eksekusi bahkan dia juga lupa kalau harga 1 nyawa tidak bisa di bandingkan dengan harga material keberhasilan TKW yang lainnya atau mungkin ibu kita ini sudah lupa akan perjuangan yang dahulu dia kobarkan dan gebambar-gemborkan akan hak buruh karena sudah keenakan duduk di tempat yang empuk.Mari kita tetap berusaha menciptakan lapangan pekerjaan di dalam negeri kita dan kita menghargai pekerja-pekerja kita terlebih kita anak-anak Tuhan krn lewat itu semua nama Tuhan di permuliakan,Gb all.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top