Blog / Membuka Nalar Muslim: Islam Itu Sudah Pasti Salah

Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

                               Gambaran surga Muslim menurut ajaran Muhammad

Di dalam agama lain kita mengenal ajaran trimurti, dosa waris, penebusan, inkarnasi, hukum karma, trinitas, dsb. Di dalam agama kita pun ada ajaran seperti tauhid, tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, tuhan semacam robot yang dikontrol oleh 99 sifat, tuhan adalah alien yang tidak serupa dengan apapun, haji dapat menyucikan dosa, puasa Ramadhan dapat menyucikan dosa, rajin membaca sholawat nabi dijamin masuk surga, hafal 99 asmaul husna dijamin masuk surga, orang yang sebelum meninggal mengucapkan syahadat dijamin masuk surga, dst…dst... Itu semua merupakan dogma yang menuntut keimanan dan kebenarannya baru dapat kita buktikan setelah kita memasuki alam baka.

Herannya, kita yang muslim kerap mempersalahkan agama lain hanya karena kita tidak setuju dengan dogmanya, sementara itu, ajaran bejat dalam agama kita sendiri malah dianggap benar?

Sering saya mendengar kesaksian para mualaf yang bercerita kenapa mereka murtad dari agamanya yang lama, yaitu hanya karena mereka bingung atau tidak mengerti dengan dogmanya. Coba dipikir, dapatkah suatu agama divonis bersalah hanya karena suatu alasan yang tidak masuk akal, yaitu karena ajarannya membingungkan? Ibaratnya kita menuntut Einstein ke pengadilan karena dia telah mengajarkan teori relativitas dan alasan kita menuntutnya adalah “karena saya bingung oleh teorinya itu. Einstein layak dimasukkan ke penjara karena dia telah mengajarkan suatu teori yang membingungkan saya.” Dapatkah bingung dijadikan alasan? Para mualaf yang bodoh itu, hanya karena mereka tidak mengerti, hanya karena bingung, mereka menganggap agama yang dianut sebelumnya itu salah. Sebenarnya siapa yang pantas dipersalahkan? Orang yang tidak mengerti atau agamanya? Bukankah kalau kita tidak mengerti tandanya kita masih perlu banyak belajar? Dan kalaupun kita sudah banyak belajar tapi masih belum mengerti juga, ada 2 kemungkinan: (1) Kita memiliki IQ terbatas, atau (2) Kita sebenarnya dapat mengerti tapi ada sesuatu yang menghalangi kita untuk menerimanya.

Seorang anak SD ketika diajarkan rumus-rumus reaksi kimia oleh kakaknya yang sudah SMA, dia bingung, dan walaupun sudah seharian dia mikir tetap saja bingung. Akhirnya dia memvonis kakaknya “SALAH”, “BODOH”, “ORANG YANG MEMBINGUNGKAN”. Seperti itulah kita, bila kita meributkan masalah dogma suatu agama, dan memvonis agama itu salah hanya karena kita tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkannya.

Agama yang dogmanya membingungkan tidak bisa dianggap SALAH. Dogma menyangkut keimanan, dan pembuktiannya nanti setelah kita meninggal.

Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.

Itulah kenapa saya katakan, bahwa Islam sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah.

Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.

Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.

Nah, Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran:

“Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu.” (QS 23:5-6)

atau,

“Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja.” (QS 4:3)

“Pukullah istrimu” (QS 4:34), 

“Kurunglah sampai mati” (QS 4:15), 

“Merampok itu halal” (QS 8:69, QS 48:20), 

“Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik” (QS 52:17-20, QS 56:22-24), 

“Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu” (QS 9:123, QS 9:5)

Ustad Yahya Waloni - mantan pendeta. Dalam ceramahnya di sebuah kota di JaTim (cd beredar luas di masyarakat), Waloni mengatakan: "Istri saya dua...tetapi saya katakan kepada para pendeta itu... saya tidak berjinah!" Apakah Waloni masuk Islam karena mengalami pencerahan, atau untuk mencari legalitas atas dosa perzinahannya, hanya Tuhan dan dirinya sendirilah yang tahu."

Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu BENAR atau SALAH, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu SUDAH PASTI SALAH…!!!

Seperti yang saya bilang di atas, Islam itu SUDAH PASTI SALAH, karena dengan melihat dari ajaran-ajaran moralnya itu. Kita tidak perlu berandai-andai lagi mengharapkan “jika seandainya Islam benar”. Mustahil Islam benar, karena Islam sudah PASTI SALAH dengan melihat moralitas ajarannya.

Ini masalah MORAL, bukan masalah DOGMA. Dogma bisa saja membuat otak kita bingung dan pusing tujuh keliling, tapi kita tidak bisa serta-merta mengatakan dogma itu salah hanya karena kita bodoh dan sukar untuk menangkap maksudnya. Sementara masalah MORAL adalah masalah NURANI, dan orang yang tidak buta rohani akan dapat menentukan sesuatu itu PANTAS atau TIDAK PANTAS, BAIK atau TIDAK BAIK, BENAR atau SALAH.

Kebenaran Dogma ditentukan nanti setelah kiamat, sementara kebenaran suatu moral ditentukan saat ini juga selama kita masih punya nafas kehidupan. Dan orang yang masih saja menganggap MORAL BEJAT sebagai sesuatu yang benar adalah ORANG ***** yang pantas diludahi, digampar, dikeplak, ditabok, sampai orang itu benar-benar mau menggunakan akalnya. Kalaupun sudah dihajar habis-habisan dan dipermalukan habis-habisan masih tetap saja *****, maka orang seperti itulah yang kita namakan “SAMPAH MASYARAKAT”.

Kalau manusia sudah menjadi SAMPAH, maka apa yang dilakukannya akan selalu merugikan sesamanya, seperti apa yang dilakukan oleh muslim kaffah di berbagai belahan dunia. Apa sih SUMBANGAN POSITIF yang telah Muslim kaffah berikan untuk dunia beradab?

Otak “Sampah” berpikirnya akan terbolak-balik. Yang Bejat dikatakan benar, sementara yang baik dikatakan salah.

Dalam menyorot agama lain, mereka tidak berani melihat ajaran baiknya, tapi hanya menyorot dogmanya. Karena hanya itulah satu-satunya yang dapat mereka serang, sebab MANUSIA SAMPAH tidak dapat menemukan satu pun KESALAHAN YANG BERARTI dalam agama-agama manusia. Coba, siapa di antara kita yang dapat menemukan satu saja ajaran jahat dari AGAMA LAIN? Bukankah yang dianggap salah oleh OTAK SAMPAH adalah dogma-dogma yang mereka sendiri tidak pahami dan membuat OTAK BODOH mereka KEBINGUNGAN & PUSING TUJUH KELILING?

Jangan disangka PARA MUALAF itu adalah orang-orang pintar. Justru mereka itu orang-orang bodoh. Dalam anggapan otak mereka yang bodoh, dogma yang membingungkan itu salah, sedangkan AJARAN MORAL yang BEJAT itu tidaklah salah.

Karena itulah saya katakan bahwa para mualaf itu bodoh. Coba kalau mereka mengerti, mereka pasti tidak akan jadi mualaf.

Ada yang berpendapat: “Tidak masalah walaupun bejat, asalkan menyembah Tuhan yang benar.”

Orang Farisi dan Ahli Taurat di jaman nabi Isa pun telah menyembah Tuhan yang benar, tapi mereka dicela oleh nabi Isa. Tahu kenapa? Karena kehidupan mereka kotor dan bejat. Jadi siapa bilang yang penting Tuhannya benar, dan masalah moral tidak penting?

Kita tidak perlu membuktikan apakah Tuhan itu tauhid atau banyak. Cukup dengan melihat ajaran moral yang diajarkannya maka kita tahu kalau Islam itu SALAH, 100% SALAH! Persoalan Tuhan itu tauhid atau jamak barulah dapat kita ketahui kebenarannya nanti setelah kiamat, sedangkan masalah moral ini dapat kita jadikan pegangan bahwa agama yang kita anut ini adalah SUDAH PASTI SALAH. Dan agama yang sudah pasti salah, sudah pasti masuk neraka! Karena ajaran moralnya bejat, otomatis Tuhan yang disembah Islam adalah Tuhan yang palsu.

Untuk dapat menyadarkan muslim, yang dibutuhkan hanya satu: LOGIKA!

 


Add a Comment
| 5937
kuda
Reply| 02 Aug 2014 01:11:32
Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, ALLAHmu, dan HANYA KEPADA DIA SAHAJALAH ENGKAU BERBAKTI!"

Jelas sangat, Jesus berkata: ENGKAU HARUS MENYEMBAH ALLAH, DAN HANYA KEPADA DIA SAHAJA ENGKAU BERBAKTI.

Jika memang Jesus Tuhan, pasti dia cakap: ENGKAU HARUS MENYEMBAHKU, KERANA AKULAH ALLAH & HANYA KEPADAKU SAHAJA ENGKAU BERBAKTI... tapi Jesus tak cakap macam ini.

Apa ummat christian nak ingkari ayat kitabnya sendiri?
WebIdiot
Reply| 30 Jul 2014 21:07:33
@Hun

Masih dongok ya....tafsir itu dibutuhkan untuk orang-orang seperti kamu...dikit aja-lah...hehehe
Bert
Reply| 30 Jul 2014 11:28:26
@Abdul

Anda menulis:
Jika Tuhan Tiga itu benar, maka siapakah pemimpinnya ? Jika Dewi Maryam adalah Istri Tuhan, kapan mereka malam pertama ?

Respons:
Dewi maryam adalah istri tuhan anda dapatkan dari kitab abal-abal yang bernama quran.
Itulah bukti bahwa quran bukan dari Tuhan.

Anda menulis:
Jika nabi Isa hanya bisa menghidupkan orang mati lantas disebut Tuhan ? Maka, banyak wali-wali Allah yang bisa menghidupkan orang mati, seperti Syeich Abdul Qodir Al Jaelani, tolong Anda dakwahkanlah agama Anda secara benar, tanpa menyuguhi kabar dan berita palsu

Respons:
Anda terlalu bangga mempertontonkan kebodohan anda!
Sejak kapan Syeich Abdul Qodir Al Jaelani lebih hebat dari Muhamad sehingga bisa menghidupkan orang mati?
Quran saja sudah menunjukkan tidak ada mujizat yang ditunjukkan oleh Muhamad, padahal Muhamad adalah kekasih alloh.

Jika anda percaya pada kebohongan Syeich Abdul Qodir Al Jaelani lebih hebat dari Muhamad. Sudah dapat dipastikan anda juga percaya pada kebohongan alloh swt seperti;

Surat Al Isra' (tentang Sholat);
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

Fakta kebenarannya adalah Al Masjidil Aqsha belum eksis saat itu.
(alloh ternyata tidak tau kalau mesjid tersebut belum berdiri ataukah kejadian tersebut hanyalah khayalan Muhamad?)

Masjid Aqsha dibangun tahun 685 (konstruksi pertama)
Muhamad mati tahun 632
Artinya masjid tersebut baru ada setelah 53 tahun kematian Muhamad.




Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
Bert
Reply| 30 Jul 2014 11:05:01
@etty

Anda menulis:
dan untuk Islam agama kekerasan atau agama yang salah, itu bukan agamanya yang salah, tetapi manusianya. Islam itu agama yang benar, hanya saja manusia yang menurutkan hawa nafsunya sehingga mereka membuat bermacam-macam aliran Islam sesat sehingga jeleklah nama "Islam" itu sendiri. jika anda benar seharusnya anda berani mengambil cuplikan satu ayat, dan juga ayat-ayat sebelum atau sesudahnya..

Respons:
Untuk mendapatkan keridhoan alloh swt, tentu harus mentaati dan manjauhi larangan alloh swt bukan?
Dan anda sudah tau diluar agama islam, ada saudara, teman ataupun keluarga anda yang tidak menyembah dan bertaqwa, apalagi beriman kepada alloh swt.

Apakah anda sudah mentaati perintah alloh swt seperti;

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(Qs 9:29).

Atau anda menganggap alloh swt begitu bodoh karena ayat tersebut tidak sesuai dengan situasi sekarang sehingga menggantinya dari "perangilah" menjadi "dengan jalan dakwah dan sy'ar"?







Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
Bert
Reply| 30 Jul 2014 10:47:48
@joy

Anda menulis:
Tuhan lah Yang menycabut nyawa manusia,begitu demikian bukan?kalau anda percaya Tuhan anda Yesus atau Isa Al Masih, dan anda percaya kalo nabi Isa disalib dan mati,lalu siapa Yang mencabut nyawa Isa Al Masih?

Respons:
Anda tentu ingintau Kenapa Yesus ada dan kemudian mati, padahal Yesus adalah Tuhan?

Allah (bukan alloh swt ya) adalah Tuhan yang maha kasih.
Karena munusia sudah berdosa dan diliputi oleh dosanya menyebabkan manusia harus dihukum dan upah dosa adalah maut.

Allah maha kasih dan tidak ingin manusia mati karena dosa.
Dibuktikan maha kasihNya dengan terlebih dahulu mengasihi manusia dengan menganugerahkan AnakNya yang tunggal agar manusia tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 3:16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yesus), supaya setiap orang yang PERCAYA kepada-Nya TIDAK BINASA, melainkan beroleh hidup yang kekal”

Yesus mati di kayu salib untuk menggantikan manusia yang seharusnya dihukum karena dosa.
Yesus menyerahkan nyawaNya kepada Allah Bapa.

Matius 27:50
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

Karena jika Yesus tidak menyerahkan nyawaNya maka Yesus tidak bisa mati.

Yesus adalah Tuhan;

Yohanes 13:13
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

Hanya Tuhan yang mampu mengampuni dosa manusia;

Lukas 5:20
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."

I Yohanes 1:7b : “Dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”

Lukas 5:24a: “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.”

Silahkan anda tunjukkan apa maha kasih alloh swt kepada muslim yang setara dengan di atas!
Bert
Reply| 30 Jul 2014 10:05:06
@ded

Anda menulis:
bohong atau bukan hanya Allah SWT yang tahu, seperti yang saya bilang sebelumnya yang jelas ketika seseorang yang ingin beragama sudah beriman (percaya) dengan apa yang ia percayai (agama) maka itulah yang akan dianutnya

Respons:
Amat di sayangkan karena Tuhan sejati sudah menganugerahkan budi pekerti dan hati nurani kepada anda, namun tidak anda pergunakan untuk mencari kebenaran. Sungguh iman yang buta!

Anda menulis:
Mencari-cari kesalahan dari sebuah agama berarti dia memang tidak ingin beriman terhadap agama, mungkin menurut saya ketika seorang atheis melihat sebuah agama ia akan berpendapat agama adalah suata hal yang salah dan tidak masuk akal dan hanyalah kebohongan belaka karena ia sama sekali tidak memiliki iman.

Respons:
Saya hanya mempertanyakan "kewarasan berpikir dan hati nurani" anda mengingat anda beriman pada kebohongan.





Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
Hun
Reply| 30 Jul 2014 07:41:00
@Abdul
Komentar anda standar muslim yang belajar kristen dari ustad. Ustad saja tidak tahu apa-apa tentang ajaran kristen, malah ngajari orang lain, sama saja orang buta menuntun orang buta, masuk juranglah semua.. Jangan malas mas, belajar, tinggal cari saja di internet, biar anda mengerti, dan komentarnya nyambung. Jangan kalah dengan kafir di sini yang sangat hebat membuka ajaran islam lengkap dari sumbernya...
Abdul
Reply| 30 Jul 2014 01:18:17
Tulisan ini ditulis, seolah-olah ini adalah tulisan orang Islam yang sedang menyesali agamanya, padahal ini bukanlah tulisan orang Islam.
Jika Tuhan Tiga itu benar, maka siapakah pemimpinnya ? Jika Dewi Maryam adalah Istri Tuhan, kapan mereka malam pertama ? Jika nabi Isa hanya bisa menghidupkan orang mati lantas disebut Tuhan ? Maka, banyak wali-wali Allah yang bisa menghidupkan orang mati, seperti Syeich Abdul Qodir Al Jaelani, tolong Anda dakwahkanlah agama Anda secara benar, tanpa menyuguhi kabar dan berita palsu
Hun
Reply| 29 Jul 2014 23:13:57
@jagosaputra
Menurut muhammad dia dapat wahyu dari allah swt tapi tidak langsung, tapi melalui jibril. Sementara tafsir, asbabun nuzul dll hanyalah buatan manusia jauh setelah muhammad meninggal. Semua itu hanyalah perkiraan atau "kira-kira" yang bermaksud menjelaskan maksud setiap ayat. Siapa yang bisa menjamin perkiraan itu tepat sesuai dangan kemauan pemberi ayat?? Kebanyakan tafsir dibuat hanya untuk memoles ayat alquran yang jahat, sadis dan biadab supaya kelihatan baik. Lagipula kenapa alquran yang katanya firman Tuhan langsung (konon pula sudah jelas dan mudah dimengerti) harus diperjelas oleh tafsir buatan manusia??
jagosaputra
Reply| 29 Jul 2014 19:38:57
Salam sejahtera..
Mengenai cuplikan ayat-ayat dari Al quran tadi anda salin itu..tidak lah sesuai dengan kosa dan turur katanya anda buat begitu kasar dan jauh dari santun..sebab itu sudah jauh melenceng dari makna dan struktur perbendaharaan kosa kata bahasa al quran yang begitu luas dan jelas..

Dan juga ayat Al Quran itu turun tidak lah serta merta secara kolektif ...ada usur asbab dan turun dari pada ayat per ayat berdasarkan kejadian sebabnya ayat tersebut turun melalui wahyu yang di bawa oleh jibril as...

Demikian dulu sementara...semoga anda tetep mempelajarinya...terus ..berikut dengan asbab turunnya ayat...semoga tuhan mengampuni kekilafan dan keterbatasan kita semua...sehinga kita diberikan olehNyA hidayah Ami..n
Hun
Reply| 29 Jul 2014 18:22:17
@etty menulis;
Bukankah orang yang masuk Islam yang menjadi mualaf adalah orang-orang yang yang kaya, pandai, dan berakal? Sedangkan orang-orang Islam yang murtad kebanyakan adalah orang-orang miskin dengan iman lemah yang tergiur dengan harta dunia atau menukar keimanannya dengan harta dunia.

Respon;
Dari komentmu di atas sudah ketahuan anda hanya muslim yang kurang informasi, tahunya informasi dari ustad saja. Jaman internet ini gampang koq cari informasi kalau mau. Lihat saja berapa alumni al-azhar yang murtad, coba baca kisah anak pendiri Hamas yang murtad, masih banyak lagi yang lain kalau mau cari informasi yang benar, bukan informasi karangan ustad yang bertaqyia. Saya yakin kalau anda cari informasi yang benar, anda akan malu dengan komen anda diatas.
Masalah ayat yang dipotong, tunjuk saja langsung, dan tunjukkan juga sebenarnya, biar jelas. jangan hanya ngomel saja tapi gak bisa membuktikan. Semua tentang Islam dan kebejadan Muhammad yang disajikan di sini, bersumber dari referensi Islam sendiri, alquran, hadis dan sirah. Hanya selama ini ditutupi oleh ustad anda..
etty
Reply| 29 Jul 2014 14:43:53
Anda hanya berani membawa ayat al quran di satu ayat atau sepotong saja. ayat al quran itu antara satu dan lain ayat saling menopang dan menjelaskan. dan untuk Islam agama kekerasan atau agama yang salah, itu bukan agamanya yang salah, tetapi manusianya. Islam itu agama yang benar, hanya saja manusia yang menurutkan hawa nafsunya sehingga mereka membuat bermacam-macam aliran Islam sesat sehingga jeleklah nama "Islam" itu sendiri. jika anda benar seharusnya anda berani mengambil cuplikan satu ayat, dan juga ayat-ayat sebelum atau sesudahnya..

Bukankah orang yang masuk Islam yang menjadi mualaf adalah orang-orang yang yang kaya, pandai, dan berakal? Sedangkan orang-orang Islam yang murtad kebanyakan adalah orang-orang miskin dengan iman lemah yang tergiur dengan harta dunia atau menukar keimanannya dengan harta dunia.

Jika anda berkata para mualaf itu bodoh karena mereka bingung dengan dogma ajaran agamanya, maka anda mengartikan kata "bingung" dengan artian yang dangkal. mereka bingung karena melihat sendiri atau membandingkan ajarannya dengan ajaran Islam. mana yang lebih masuk akal dari kedua ajaran itu? Bukan bodoh karena tidak mengerti dogma ajaran agamanya. bukankah seseorang yang memeluk suatu agama lebih paham dogma ajaran agamanya dibandingkan orang lain yang berbeda agama?? Seharusnya mereka lebih bingung dengan dogma ajaran lain yang tidak diajarkan kepada mereka.
STONE COLD STEVE AUSTIN
Reply| 29 Jul 2014 13:05:19
@Joy

YESUS tidak dicabut nyawaNYA...tetapi DIA menyerahkan nyawaNYA.
seperti sudah ada tertulis:
Yohanes 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
joy
Reply| 29 Jul 2014 09:41:46
@Bert
hai mohon dijawab pertanyaannya,jangan dikoment
joy
Reply| 29 Jul 2014 09:35:10
kalau anda berkata sepeti itu "bodoh ,sampah,dsb" justru saya lebih tidak percaya dengan agama anda .Tuhan lah Yang menycabut nyawa manusia,begitu demikian bukan?kalau anda percaya Tuhan anda Yesus atau Isa Al Masih, dan anda percaya kalo nabi Isa disalib dan mati,lalu siapa Yang mencabut nyawa Isa Al Masih?
joom
Reply| 23 Jul 2014 16:25:59
Hai kafir! Yang jadi muallaf itu orang yang lebih mengerti tentang agama mu . Sedangkan kamu hanya anak bawang. Coba kau pahami dulu agamamu benar apa salah, al-quran kami dalam bahasa arab kuno, kalau anda paham bahasa arab terjemahkan yang benar, bukan dalam bahasa Indonesia. Kamu itu masih awam, pengetahuan lemah, anda pasti kerja nya cuma main judi online kan? Orang bodoh kok nulis artikel yang ga ada manfaatnya. Pelajari dulu Islam baru ente tulis bodoh!
Bismillah
Reply| 23 Jul 2014 11:34:43
artikel ini ngepostnya setengah setengah jadinya pemikiran kalian pada jadi setengah setengah , inshallah islam itu rahmatan lil allamin .gak perlu nunggu hari kiamat untuk tau mana yang benar mana yang salah, di alam barzah pun nanti kita akan tau dengan pasti mana yang benar mana yang salah.
Bismillah
Reply| 23 Jul 2014 11:23:53
@Gangsar
anda sok tau sih
mau koment yg ini : Kenapa pula saat sholat bisa batalkan jika wanita melewati di depan pria yang lagi sholat??? Apa itu juga berlaku jika wanita sholat dan dilewati oleh seorang pria???

yang batal itu wudhunya jadinya sholat tertunda, tapi bukan karena ada laki-laki atau wanita yang lewat di depannya tapi karena mungkin mereka bersentuhan baik disengaja/tidak itu membatalkan wudhu, bisa batal karena yang bersentuhan itu bukan mukrim . tapi ya kalau mereka lewat di depan doang gak sentuhan ya gak batal, makannya untuk menghindari sentuhan itu twmpat wudhu dan sholat pun dipisah antara laki-laki dan wanita untuk memperjelas. kalau wudhunya sudah batal ya tinggal ambil wudhu lagi dan sholat, dengan begitu nggk ada kalimat "sholat batal" adanya "wudhu yang batal"
anha
Reply| 16 Jul 2014 22:04:18
@sandy, Menurut ajaran Islam, kalau kamu masuk surga, kemampuan libido kejantananmu akan ditingkatkan sama si Aulloh, terserah bagaimana si Aulloh meningkatkan libido pria muslim atau mungkin pakai viagra kali. Kenapa libidomu harus ditingkatkan si Aulloh tentunya biar kalian mampu menunggangi 72 bidadari perkepala pria muslim, berarti di surga Islam ada hawa nafsu sex, pernyataan mu yang mengatakan di surga Islam tidak ada hawa nafsu, batal demi ajaran Islam. Semoga kamu semakin pintar mengkaji, jangan hanya pintar mengaji.
ibs
Reply| 15 Jul 2014 04:10:09
Ayat ayat Al-Qur'an terjemahan yang anda masukkan semua nya terputus sehingga mengubah arti secara keseluruhan ayat. Saya seorang penganut kristen dan sangat kecewa dengan apa yang telah anda tulis.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top