Blog / Membuka Nalar Muslim: Islam Itu Sudah Pasti Salah

Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

                               Gambaran surga Muslim menurut ajaran Muhammad

Di dalam agama lain kita mengenal ajaran trimurti, dosa waris, penebusan, inkarnasi, hukum karma, trinitas, dsb. Di dalam agama kita pun ada ajaran seperti tauhid, tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, tuhan semacam robot yang dikontrol oleh 99 sifat, tuhan adalah alien yang tidak serupa dengan apapun, haji dapat menyucikan dosa, puasa Ramadhan dapat menyucikan dosa, rajin membaca sholawat nabi dijamin masuk surga, hafal 99 asmaul husna dijamin masuk surga, orang yang sebelum meninggal mengucapkan syahadat dijamin masuk surga, dst…dst... Itu semua merupakan dogma yang menuntut keimanan dan kebenarannya baru dapat kita buktikan setelah kita memasuki alam baka.

Herannya, kita yang muslim kerap mempersalahkan agama lain hanya karena kita tidak setuju dengan dogmanya, sementara itu, ajaran bejat dalam agama kita sendiri malah dianggap benar?

Sering saya mendengar kesaksian para mualaf yang bercerita kenapa mereka murtad dari agamanya yang lama, yaitu hanya karena mereka bingung atau tidak mengerti dengan dogmanya. Coba dipikir, dapatkah suatu agama divonis bersalah hanya karena suatu alasan yang tidak masuk akal, yaitu karena ajarannya membingungkan? Ibaratnya kita menuntut Einstein ke pengadilan karena dia telah mengajarkan teori relativitas dan alasan kita menuntutnya adalah “karena saya bingung oleh teorinya itu. Einstein layak dimasukkan ke penjara karena dia telah mengajarkan suatu teori yang membingungkan saya.” Dapatkah bingung dijadikan alasan? Para mualaf yang bodoh itu, hanya karena mereka tidak mengerti, hanya karena bingung, mereka menganggap agama yang dianut sebelumnya itu salah. Sebenarnya siapa yang pantas dipersalahkan? Orang yang tidak mengerti atau agamanya? Bukankah kalau kita tidak mengerti tandanya kita masih perlu banyak belajar? Dan kalaupun kita sudah banyak belajar tapi masih belum mengerti juga, ada 2 kemungkinan: (1) Kita memiliki IQ terbatas, atau (2) Kita sebenarnya dapat mengerti tapi ada sesuatu yang menghalangi kita untuk menerimanya.

Seorang anak SD ketika diajarkan rumus-rumus reaksi kimia oleh kakaknya yang sudah SMA, dia bingung, dan walaupun sudah seharian dia mikir tetap saja bingung. Akhirnya dia memvonis kakaknya “SALAH”, “BODOH”, “ORANG YANG MEMBINGUNGKAN”. Seperti itulah kita, bila kita meributkan masalah dogma suatu agama, dan memvonis agama itu salah hanya karena kita tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkannya.

Agama yang dogmanya membingungkan tidak bisa dianggap SALAH. Dogma menyangkut keimanan, dan pembuktiannya nanti setelah kita meninggal.

Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.

Itulah kenapa saya katakan, bahwa Islam sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah.

Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.

Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.

Nah, Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran:

“Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu.” (QS 23:5-6)

atau,

“Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja.” (QS 4:3)

“Pukullah istrimu” (QS 4:34), 

“Kurunglah sampai mati” (QS 4:15), 

“Merampok itu halal” (QS 8:69, QS 48:20), 

“Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik” (QS 52:17-20, QS 56:22-24), 

“Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu” (QS 9:123, QS 9:5)

Ustad Yahya Waloni - mantan pendeta. Dalam ceramahnya di sebuah kota di JaTim (cd beredar luas di masyarakat), Waloni mengatakan: "Istri saya dua...tetapi saya katakan kepada para pendeta itu... saya tidak berjinah!" Apakah Waloni masuk Islam karena mengalami pencerahan, atau untuk mencari legalitas atas dosa perzinahannya, hanya Tuhan dan dirinya sendirilah yang tahu."

Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu BENAR atau SALAH, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu SUDAH PASTI SALAH…!!!

Seperti yang saya bilang di atas, Islam itu SUDAH PASTI SALAH, karena dengan melihat dari ajaran-ajaran moralnya itu. Kita tidak perlu berandai-andai lagi mengharapkan “jika seandainya Islam benar”. Mustahil Islam benar, karena Islam sudah PASTI SALAH dengan melihat moralitas ajarannya.

Ini masalah MORAL, bukan masalah DOGMA. Dogma bisa saja membuat otak kita bingung dan pusing tujuh keliling, tapi kita tidak bisa serta-merta mengatakan dogma itu salah hanya karena kita bodoh dan sukar untuk menangkap maksudnya. Sementara masalah MORAL adalah masalah NURANI, dan orang yang tidak buta rohani akan dapat menentukan sesuatu itu PANTAS atau TIDAK PANTAS, BAIK atau TIDAK BAIK, BENAR atau SALAH.

Kebenaran Dogma ditentukan nanti setelah kiamat, sementara kebenaran suatu moral ditentukan saat ini juga selama kita masih punya nafas kehidupan. Dan orang yang masih saja menganggap MORAL BEJAT sebagai sesuatu yang benar adalah ORANG ***** yang pantas diludahi, digampar, dikeplak, ditabok, sampai orang itu benar-benar mau menggunakan akalnya. Kalaupun sudah dihajar habis-habisan dan dipermalukan habis-habisan masih tetap saja *****, maka orang seperti itulah yang kita namakan “SAMPAH MASYARAKAT”.

Kalau manusia sudah menjadi SAMPAH, maka apa yang dilakukannya akan selalu merugikan sesamanya, seperti apa yang dilakukan oleh muslim kaffah di berbagai belahan dunia. Apa sih SUMBANGAN POSITIF yang telah Muslim kaffah berikan untuk dunia beradab?

Otak “Sampah” berpikirnya akan terbolak-balik. Yang Bejat dikatakan benar, sementara yang baik dikatakan salah.

Dalam menyorot agama lain, mereka tidak berani melihat ajaran baiknya, tapi hanya menyorot dogmanya. Karena hanya itulah satu-satunya yang dapat mereka serang, sebab MANUSIA SAMPAH tidak dapat menemukan satu pun KESALAHAN YANG BERARTI dalam agama-agama manusia. Coba, siapa di antara kita yang dapat menemukan satu saja ajaran jahat dari AGAMA LAIN? Bukankah yang dianggap salah oleh OTAK SAMPAH adalah dogma-dogma yang mereka sendiri tidak pahami dan membuat OTAK BODOH mereka KEBINGUNGAN & PUSING TUJUH KELILING?

Jangan disangka PARA MUALAF itu adalah orang-orang pintar. Justru mereka itu orang-orang bodoh. Dalam anggapan otak mereka yang bodoh, dogma yang membingungkan itu salah, sedangkan AJARAN MORAL yang BEJAT itu tidaklah salah.

Karena itulah saya katakan bahwa para mualaf itu bodoh. Coba kalau mereka mengerti, mereka pasti tidak akan jadi mualaf.

Ada yang berpendapat: “Tidak masalah walaupun bejat, asalkan menyembah Tuhan yang benar.”

Orang Farisi dan Ahli Taurat di jaman nabi Isa pun telah menyembah Tuhan yang benar, tapi mereka dicela oleh nabi Isa. Tahu kenapa? Karena kehidupan mereka kotor dan bejat. Jadi siapa bilang yang penting Tuhannya benar, dan masalah moral tidak penting?

Kita tidak perlu membuktikan apakah Tuhan itu tauhid atau banyak. Cukup dengan melihat ajaran moral yang diajarkannya maka kita tahu kalau Islam itu SALAH, 100% SALAH! Persoalan Tuhan itu tauhid atau jamak barulah dapat kita ketahui kebenarannya nanti setelah kiamat, sedangkan masalah moral ini dapat kita jadikan pegangan bahwa agama yang kita anut ini adalah SUDAH PASTI SALAH. Dan agama yang sudah pasti salah, sudah pasti masuk neraka! Karena ajaran moralnya bejat, otomatis Tuhan yang disembah Islam adalah Tuhan yang palsu.

Untuk dapat menyadarkan muslim, yang dibutuhkan hanya satu: LOGIKA!

 


Add a Comment
| 6143
Manusia tidak bodoh
Reply| 30 Sep 2014 11:09:24
@Bert

setuju gan!
Bert
Reply| 30 Sep 2014 09:44:34
@Hamba Allah

Anda menulis:
..Tunggu pembalasan dari Allah SWT. Nanti tiba masa nya kalian akan menangis menyesal dan kami muslim tersenyum gembira karena Islam itulah yang Sempurna.

Respons:
Wahai orang bodoh!
Alloh swt hanyalah gambaran mahluk lemah yang tidak berdaya sehingga membutuhkan orang bodoh untuk menolongnya;

QS 47:7
Hai orang-orang yang beriman, "jika kamu menolong Allah", niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

QS 22:40
...Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa

Hanya orang bodoh yang percaya jika menolong alloh swt adalah bukti kalau alloh swt benar-benar maha kuat lagi maha perkasa.

Dan hanya orang bodoh yang tersenyum gembira karena sempurna berakhir di neraka dan kekal didalamnya dikarenakan alloh swt tidak mampu mengampuni dosa muslim dan muhamad seperti yang sudah terjadi pada musa jauh sebelum islam ada;

Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs 28:16)

Musa sudah diampunin dosanya sehingga tidak berakhir di neraka. Dan sudah dibuktikan oleh muhamad ketika israj miraj.

Setelah islam ada, muslim maupun muhamad tidak mendapatkan pengampunan dosa seperti yang sudah terjadi pada musa sehingga muslim maupun muhamad masih dalam keadaan berdosa dan diliputi pleh dosanya dan berakhir serta kekal di neraka;

“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam” (Qs 20:74).

Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs.2:81)

Islam adalah agama sempurna bagi orang bodoh yang berbahagia berakhir di neraka dan kekal di dalamnya sebagai bahan bakar neraka.
Astaghfirullah...







Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
Margono
Reply| 30 Sep 2014 07:07:33
@kebenaran, ini tulisanmu:
Sebenarnya nabi Isa itu belum meninggal, tuhan nabi Isa yaitu Allah SWT, telah mengangkat beliau ke surga, sebelum kejadian salib, dan yang disalib itu bukan nabi Isa melainkan orang yang bersalah karena sudah menghasut dan membuat nabi Isa disalahkan hingga beliau ingin dibunuh, dan Allah dengan maha adil dan baiknya mengilusikan penghasut itu muka nya seperti nabi Isa.

Tanggapan saya:
Sudah berkali-kali saya tulis, kamu malas baca, saya ulangi lagi. Kalau itu memang tertulis Al'quran dan itu adalah kebenaran bagimu, maka analisa saya sebagai berikut:

Berarti si aulloh telah menipu ribuan bangsa Yahudi saat itu, menipu Maryam, menipu murid-murid Yesus. Si aulloh telah melakukan kebohongan publik. Akibat kebohongan si aulloh maka jadi ada pengikut Yesus yang disalib yang saat ini berkisar 2,5 milyar jiwa, berarti jangan salahkan umat Kristen, salahkanlah si aulloh, karena umat Kristen ada akibat tipuan si aulloh.

Si aulloh ternyata pembohong. Manusia pertama jatuh ke dalam dosa adalah korban kebohongan iblis. Siti Hawa tergoda kebohongan iblis, inilah yang menyebabkan dosa awal manusia, si aulloh adalah iblis yang mengaku tuhan.
Hamba Allah
Reply| 30 Sep 2014 01:48:11
Banyak mulut kau heyy kafir. Tunggu pembalasan dari Allah SWT. Nanti tiba masa nya kalian akan menangis menyesal dan kami muslim tersenyum gembira karena Islam itulah yang Sempurna.
Atasannya allah swt
Reply| 29 Sep 2014 21:25:51
@kebenaran
Dari karakter dan perbuatannya yang tercatat di alquran dan hadis, Muhammad lah dajjal itu. Dia (Muhammad) mengarang alquran, meciptakan agama Islam, menciptakan tuhan menurut versinya (allah swt) dan menciptakan malaekat gadungan Jibril (jin goa hira). Semua itu hanya untuk keagungan diri, wanita, harta dan ambisi Muhammad atas kekuasaan.
Allah swt dan Jibril adalah dua sosok fiksi karangan Muhammad untuk menakuti para pengikutnya dan melegalkan perbuatan jahatnya.
alquran kitab tipu muslihat
Reply| 29 Sep 2014 21:24:51
@kebenaran

Lu lagi mimpi ya???? Ngomong aja lu. Skarang tulisbayat alquran siapa saja saksinya saat nabi Isa diangkat ke surga???

Saya juga bisa ngomong nenekku dulu ga mati tapi terangkat ke surga. Kalau cuma ngomong anak TK juga bisa hahaha

Bodoh benar kamu percaya alquran....alquran itu kitab tipu muslihat...semua yang tertulis tidak ada saksinya. Hahaha

DASAR B**O LU !!!
Hun
Reply| 29 Sep 2014 18:52:53
@kebenaran
Yang kamu tulis itu adalah ajaran Islam yang tidak terbukti kebenarannya. Semua juga sudah tahu itu, tidak perlu kamu berdakwah mengatakan itu lagi, bantah saja postingan di sini dan berdiskusi kalau bisa dan berani. Kalau tidak berani mending diam saja, karena kalau hanya berdakwah di sini gak bakal laku..
Buat nambah pengetahuan kamu, allah swt adalah tuhan pagan Arab yang diakui Muhammad sebagai tuhannya dan dipercaya muslim sampai sekarang. Nabi-nabi sebelumnya tidak pernah mengatakan tuhan itu allah swt.
kebenaran
Reply| 29 Sep 2014 16:36:32
Sebenarnya nabi Isa itu belum meninggal, tuhan nabi Isa yaitu Allah SWT, telah mengangkat beliau ke surga, sebelum kejadian salib, dan yang disalib itu bukan nabi Isa melainkan orang yang bersalah karena sudah menghasut dan membuat nabi Isa disalahkan hingga beliau ingin dibunuh, dan Allah dengan maha adil dan baiknya mengilusikan penghasut itu muka nya seperti nabi Isa, dan pada suatu saat nanti kita dajjal datang mengaku-ngaku sebagai tuhan dan menyesatkan umat manusia, akan dibunuh oleh nabi Isa yang turun ke bumi atas kehendak Allah untuk menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi dan beliau akan menjelaskan bahwa agama yang benar adalah Islam dan tuhan beliau adalah Allah dan beliau bukanlah tuhan
Bert
Reply| 29 Sep 2014 13:12:44
@iduy

Anda menulis:
Apaan sih itu artikel nya nggak jelas,belok sana belok sini mending kerja sana cari duit yang banyak.gila loh lama-lama.

Respons:
Bila tidak jelas, bisa bertanya koq..
Betul, anda bisa gila bila mengalami kegelisahan, kebingungan dan marah-marah karena ketidak berdayaan yang berkepanjangan.







Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hari nurani untuk mengetahui kebenaran.
iduy
Reply| 28 Sep 2014 11:57:24
Apaan sih itu artikel nya ngk jelas,belok sana belok sini mending kerja sana cari duit yg banyak.gila loh lama2.
Bert
Reply| 27 Sep 2014 13:12:19
@Aku yang menyayangi ALLAH

Anda menulis:
....dan kami juga tidak akan memaksa anda mengikuti kami...

Respons:
Maaf anda terlihat sangat bodoh sekali karena mengingkari quran yang jelas-jelas mengatakan memerangi orang yang tidak beragama islam;

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar, (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar Jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. At Taubah: 29)

”Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS at-Taubah 123)

Orang-orang yang tidak beragama islam tentu saja tidak menyembah, bertaqwa, apalagi beriman pada alloh swt yang tak lain adalah tuhannya negeri mekah.

Walau anda terlihat sangat bodoh, tetapi masih jauh lebih bermoral anda dibandingkan alloh swt.






Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
Bert
Reply| 27 Sep 2014 12:53:41
@muan

Anda menulis:
kenapa kalian mengghina tuhan kami tapi kami tidak menghina tuhan kalian apakah ini sifat orang orang kristen beginikah? saya kecewa saya kira bahwa orang orang kristen bersikap ramah lemah dan lembut!!!

Respons:
Apakah dikatakan menghina bila menunjukkan kalau alloh swt ternyata hanyalah tuhannya negeri mekah?

Qs27:91
Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Ternyata alloh swt bukanlah tuhan yang sama yang disembah Abraham dan Musa.
Tuhan yang disembah Musa berkuasa mengampuni dosa sehingga dosa Musa sudah diampuni;

Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs 28:16)

Sedangkan alloh swt yang tak lain adalah tuhannya negeri mekah ini tidak berkuasa mengampuni dosa muslim maupun muhamad.
Itulah mengapa di dalam quran tidak ada tertulis kalau dosa muslim maupun muhamad SUDAH diampuni seperti yang sudah terjadi pada musa.

Akibatnya muslim maupun muhamad masih berada dalam keadaan berdosa dan diliputi oleh dosanya sehingga BERAKHIR DI NERAKA DAN KEKAL DI DALAMNYA;

“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam” (Qs 20:74).

"Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs.2:81)

Ingat!, tanpa adanya pengampunan dosa seperti yang sudah terjadi pada musa maka anda tetap dalam keadaan berdosa dan tempatnya adalah neraka dan kekal di dalamnya sebagai bahan bakar neraka.

Untuk apa anda menjadi muslim jika berakhir di neraka dan kekal di dalamnya?






Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
Margono
Reply| 27 Sep 2014 10:53:01
@muan
Ente ngomong sembarangan saja, kamu tidak ada menghina agama kami?, bisa jadi kamu orang baik, tetapi ajaran agama islam itu menghina dan memusuhi kami, baca ayat Al'quran berikut ini.

"Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka ...Maka bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka (QS 8:12;17).

Masih banyak ayat2 senada dengan ayat di atas di dalam Al'quran. Implementasinya adalah apa yg dilakukan ISIS, FPI, Amrozi, Imam Samudra cs, Abu Bakar Baasyir, umat islam di Indonesia yg selalu menghalangi non muslim beribadah, menutup, merobohkan rumah ibadah non muslim, kemana saja kamu selama ini, gak pernah mengikuti berita atau sengaja tutup mata.

Jangan katakan saya fitnah, apa yg tertulis di Al'quran telah dan akan terus dilaksanakan para muslim untuk memerangi kafir, walaupun kalian selalu menggunakan teknologi hasil otak kafir, emangnya kamu bisa mendengar ayat2 Al'quran di hp mu atau di komputermu tanpa otak kafir, emangnya kamu bisa naik haji dengan hitungan jam sampai di Mekah tanpa otak kafir, tetapi kenapa si aulloh selalu dendam kepada kafir.

Dendam aulloh kepada kafir akan selalu ada sepanjang zaman selama ada Al'quran dan akan semakin terbukti bahwa kafir tetap cerdas membuat para muslim semakin menikmati teknologi kafir untuk membuktikan si aulloh telah beromong-kosong.

Jalan satu2nya untuk menghilangkan dendam si aulloh kepada kafir adalah:"buang Al'quranmu kecomberan, musnahkan semuanya".
Aku yang menyayangi ALLAH
Reply| 27 Sep 2014 01:31:05
Maaf.... jka anda tdk suka dengan ajaran agama kami ISLAM anda sebaiknya tdk perlu berkata sprti itu, tinggalkanlah, dan kami juga tidak akan memaksa anda mengikuti kami... Lihat kata-kata anda,,,, apakah sudah benar? apakah sopan? apakah bermoral? Dri sini dapat kita lihat siapa yg sebenarnya salah kalau titik tolak anda adalah kesopanan dan moral... seperti pepatah mengatakan orang bodoh yg tidak tau dengan kebodohannya maka dia tidak akan keluar dari kebodohannya. Hatinya telah tertutup dri kebenaran... Seperti ank sd yg di bicarakan, menganggap kakaknya SALAH sdgkan dia yg yg tidak mengerti. Dia akan mengerti jika dia mencari tau jawabannya dengan ilmu pengethuan yg psti, sesuai fakta, dapat di buktikan, ada referensi, ada rumus, dengan proses pembelajaran,,, baru dia mengerti dan tau kebenaran... tidak asal menebak sesuai logika.... LOGIKA dapat dikalahkan dengan BUKTI... tidak mengarang,,, tidak memotarbalikkan fakta untuk menang, tanpa referensi, tanpa rekaan, ...tanpa memalsukan data.... “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” Al-Ra'd 13:11
muan
Reply| 26 Sep 2014 19:44:44
kenapa kalian mengghina tuhan kami tapi kami tidak menghina tuhan kalian apakah ini sifat orang orang kristen beginikah? saya kecewa saya kira bahwa orang orang kristen bersikap ramah lemah dan lembut!!!
muan
Reply| 26 Sep 2014 19:40:57
sesungguhnya kami orang islam tak pernah mengganggu kalian tapi malah kalian yang mengganggu kami wahai kau orang orang kafir
muan
Reply| 26 Sep 2014 19:37:39
sesungguhnya kami para muslim tak pernah mengganggu kalian tapi malah kalian yg mengganggu kami apakah begini sifat orng kristen
ikben
Reply| 26 Sep 2014 18:49:47
@drick yang menghina itu siapa ?. bukankah pernyataan diatas memang terdapat dalam quran dan hadist anda ?.
drick
Reply| 24 Sep 2014 16:33:31
Blog sampahh gak mutu, kalo mau debat jngn kya begini menghina agama, apakah ini ajaran bible kalian yesuss butut tu
heri
Reply| 23 Sep 2014 10:07:43
jika ingin tau sebuah agama itu benar maka liat lah kitabnya. jika memang kitab itu dari Tuhan, maka TAK BOLEH ada kesalahan
Fetching more Comments...
↑ Back to Top