Blog / Membuka Nalar Muslim: Islam Itu Sudah Pasti Salah

Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

                               Gambaran surga Muslim menurut ajaran Muhammad

Di dalam agama lain kita mengenal ajaran trimurti, dosa waris, penebusan, inkarnasi, hukum karma, trinitas, dsb. Di dalam agama kita pun ada ajaran seperti tauhid, tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, tuhan semacam robot yang dikontrol oleh 99 sifat, tuhan adalah alien yang tidak serupa dengan apapun, haji dapat menyucikan dosa, puasa Ramadhan dapat menyucikan dosa, rajin membaca sholawat nabi dijamin masuk surga, hafal 99 asmaul husna dijamin masuk surga, orang yang sebelum meninggal mengucapkan syahadat dijamin masuk surga, dst…dst... Itu semua merupakan dogma yang menuntut keimanan dan kebenarannya baru dapat kita buktikan setelah kita memasuki alam baka.

Herannya, kita yang muslim kerap mempersalahkan agama lain hanya karena kita tidak setuju dengan dogmanya, sementara itu, ajaran bejat dalam agama kita sendiri malah dianggap benar?

Sering saya mendengar kesaksian para mualaf yang bercerita kenapa mereka murtad dari agamanya yang lama, yaitu hanya karena mereka bingung atau tidak mengerti dengan dogmanya. Coba dipikir, dapatkah suatu agama divonis bersalah hanya karena suatu alasan yang tidak masuk akal, yaitu karena ajarannya membingungkan? Ibaratnya kita menuntut Einstein ke pengadilan karena dia telah mengajarkan teori relativitas dan alasan kita menuntutnya adalah “karena saya bingung oleh teorinya itu. Einstein layak dimasukkan ke penjara karena dia telah mengajarkan suatu teori yang membingungkan saya.” Dapatkah bingung dijadikan alasan? Para mualaf yang bodoh itu, hanya karena mereka tidak mengerti, hanya karena bingung, mereka menganggap agama yang dianut sebelumnya itu salah. Sebenarnya siapa yang pantas dipersalahkan? Orang yang tidak mengerti atau agamanya? Bukankah kalau kita tidak mengerti tandanya kita masih perlu banyak belajar? Dan kalaupun kita sudah banyak belajar tapi masih belum mengerti juga, ada 2 kemungkinan: (1) Kita memiliki IQ terbatas, atau (2) Kita sebenarnya dapat mengerti tapi ada sesuatu yang menghalangi kita untuk menerimanya.

Seorang anak SD ketika diajarkan rumus-rumus reaksi kimia oleh kakaknya yang sudah SMA, dia bingung, dan walaupun sudah seharian dia mikir tetap saja bingung. Akhirnya dia memvonis kakaknya “SALAH”, “BODOH”, “ORANG YANG MEMBINGUNGKAN”. Seperti itulah kita, bila kita meributkan masalah dogma suatu agama, dan memvonis agama itu salah hanya karena kita tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkannya.

Agama yang dogmanya membingungkan tidak bisa dianggap SALAH. Dogma menyangkut keimanan, dan pembuktiannya nanti setelah kita meninggal.

Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.

Itulah kenapa saya katakan, bahwa Islam sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah.

Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.

Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.

Nah, Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran:

“Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu.” (QS 23:5-6)

atau,

“Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja.” (QS 4:3)

“Pukullah istrimu” (QS 4:34), 

“Kurunglah sampai mati” (QS 4:15), 

“Merampok itu halal” (QS 8:69, QS 48:20), 

“Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik” (QS 52:17-20, QS 56:22-24), 

“Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu” (QS 9:123, QS 9:5)

Ustad Yahya Waloni - mantan pendeta. Dalam ceramahnya di sebuah kota di JaTim (cd beredar luas di masyarakat), Waloni mengatakan: "Istri saya dua...tetapi saya katakan kepada para pendeta itu... saya tidak berjinah!" Apakah Waloni masuk Islam karena mengalami pencerahan, atau untuk mencari legalitas atas dosa perzinahannya, hanya Tuhan dan dirinya sendirilah yang tahu."

Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu BENAR atau SALAH, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu SUDAH PASTI SALAH…!!!

Seperti yang saya bilang di atas, Islam itu SUDAH PASTI SALAH, karena dengan melihat dari ajaran-ajaran moralnya itu. Kita tidak perlu berandai-andai lagi mengharapkan “jika seandainya Islam benar”. Mustahil Islam benar, karena Islam sudah PASTI SALAH dengan melihat moralitas ajarannya.

Ini masalah MORAL, bukan masalah DOGMA. Dogma bisa saja membuat otak kita bingung dan pusing tujuh keliling, tapi kita tidak bisa serta-merta mengatakan dogma itu salah hanya karena kita bodoh dan sukar untuk menangkap maksudnya. Sementara masalah MORAL adalah masalah NURANI, dan orang yang tidak buta rohani akan dapat menentukan sesuatu itu PANTAS atau TIDAK PANTAS, BAIK atau TIDAK BAIK, BENAR atau SALAH.

Kebenaran Dogma ditentukan nanti setelah kiamat, sementara kebenaran suatu moral ditentukan saat ini juga selama kita masih punya nafas kehidupan. Dan orang yang masih saja menganggap MORAL BEJAT sebagai sesuatu yang benar adalah ORANG ***** yang pantas diludahi, digampar, dikeplak, ditabok, sampai orang itu benar-benar mau menggunakan akalnya. Kalaupun sudah dihajar habis-habisan dan dipermalukan habis-habisan masih tetap saja *****, maka orang seperti itulah yang kita namakan “SAMPAH MASYARAKAT”.

Kalau manusia sudah menjadi SAMPAH, maka apa yang dilakukannya akan selalu merugikan sesamanya, seperti apa yang dilakukan oleh muslim kaffah di berbagai belahan dunia. Apa sih SUMBANGAN POSITIF yang telah Muslim kaffah berikan untuk dunia beradab?

Otak “Sampah” berpikirnya akan terbolak-balik. Yang Bejat dikatakan benar, sementara yang baik dikatakan salah.

Dalam menyorot agama lain, mereka tidak berani melihat ajaran baiknya, tapi hanya menyorot dogmanya. Karena hanya itulah satu-satunya yang dapat mereka serang, sebab MANUSIA SAMPAH tidak dapat menemukan satu pun KESALAHAN YANG BERARTI dalam agama-agama manusia. Coba, siapa di antara kita yang dapat menemukan satu saja ajaran jahat dari AGAMA LAIN? Bukankah yang dianggap salah oleh OTAK SAMPAH adalah dogma-dogma yang mereka sendiri tidak pahami dan membuat OTAK BODOH mereka KEBINGUNGAN & PUSING TUJUH KELILING?

Jangan disangka PARA MUALAF itu adalah orang-orang pintar. Justru mereka itu orang-orang bodoh. Dalam anggapan otak mereka yang bodoh, dogma yang membingungkan itu salah, sedangkan AJARAN MORAL yang BEJAT itu tidaklah salah.

Karena itulah saya katakan bahwa para mualaf itu bodoh. Coba kalau mereka mengerti, mereka pasti tidak akan jadi mualaf.

Ada yang berpendapat: “Tidak masalah walaupun bejat, asalkan menyembah Tuhan yang benar.”

Orang Farisi dan Ahli Taurat di jaman nabi Isa pun telah menyembah Tuhan yang benar, tapi mereka dicela oleh nabi Isa. Tahu kenapa? Karena kehidupan mereka kotor dan bejat. Jadi siapa bilang yang penting Tuhannya benar, dan masalah moral tidak penting?

Kita tidak perlu membuktikan apakah Tuhan itu tauhid atau banyak. Cukup dengan melihat ajaran moral yang diajarkannya maka kita tahu kalau Islam itu SALAH, 100% SALAH! Persoalan Tuhan itu tauhid atau jamak barulah dapat kita ketahui kebenarannya nanti setelah kiamat, sedangkan masalah moral ini dapat kita jadikan pegangan bahwa agama yang kita anut ini adalah SUDAH PASTI SALAH. Dan agama yang sudah pasti salah, sudah pasti masuk neraka! Karena ajaran moralnya bejat, otomatis Tuhan yang disembah Islam adalah Tuhan yang palsu.

Untuk dapat menyadarkan muslim, yang dibutuhkan hanya satu: LOGIKA!

 


Add a Comment
| 5922
joom
Reply| 23 Jul 2014 16:25:59
Hai kafir! Yg jadi muallaf itu orang yg lebih mengerti ttg agama mu . Sedangkan kamu hanya anak bawang. Coba kau pahami dulu agamu benar apa salah, al-quran kami dalam bahasa arab kuno, kalau anda paham bahasa arab terjemahkan yg benar, bukan dalam bhsa indonesia. Kamu itu masih awam, pengetahuan lemah, anda pasti kerja nya cuma main judi online kan? Orang bodoh kok nulis artikel yang ga ada manfaatnya. Pelajari dulu islam baru ente tulis bodoh!
Bismillah
Reply| 23 Jul 2014 11:34:43
artikel ini ngepostnya setengah setengah jadinya pemikiran kalian pada jadi setengah setengah , inshallah islam itu rahmatan lil allamin .gak perlu nunggu hari kiamat untuk tau mana yang benar mana yang salah, di alam barzah pun nanti kita akan tau dengan pasti mana yang benar mana yang salah.
Bismillah
Reply| 23 Jul 2014 11:23:53
@Gangsar
anda sok tau sih
mau koment yg ini : Kenapa pula saat sholat bisa batalkan jika wanita melewati di depan pria yang lagi sholat??? Apa itu juga berlaku jika wanita sholat dan dilewati oleh seorang pria???

yang batal itu wudhunya jadinya sholat tertunda, tapi bukan karena ada laki-laki atau wanita yang lewat di depannya tapi karena mungkin mereka bersentuhan baik disengaja/tidak itu membatalkan wudhu, bisa batal karena yang bersentuhan itu bukan mukrim . tapi ya kalau mereka lewat di depan doang gak sentuhan ya gak batal, makannya untuk menghindari sentuhan itu twmpat wudhu dan sholat pun dipisah antara laki-laki dan wanita untuk memperjelas. kalau wudhunya sudah batal ya tinggal ambil wudhu lagi dan sholat, dengan begitu nggk ada kalimat "sholat batal" adanya "wudhu yang batal"
anha
Reply| 16 Jul 2014 22:04:18
@sandy, Menurut ajaran Islam, kalau kamu masuk surga, kemampuan libido kejantananmu akan ditingkatkan sama si Aulloh, terserah bagaimana si Aulloh meningkatkan libido pria muslim atau mungkin pakai viagra kali. Kenapa libidomu harus ditingkatkan si Aulloh tentunya biar kalian mampu menunggangi 72 bidadari perkepala pria muslim, berarti di surga Islam ada hawa nafsu sex, pernyataan mu yang mengatakan di surga Islam tidak ada hawa nafsu, batal demi ajaran Islam. Semoga kamu semakin pintar mengkaji, jangan hanya pintar mengaji.
ibs
Reply| 15 Jul 2014 04:10:09
Ayat ayat Al-Qur'an terjemahan yang anda masukkan semua nya terputus sehingga mengubah arti secara keseluruhan ayat. Saya seorang penganut kristen dan sangat kecewa dengan apa yang telah anda tulis.
yuni
Reply| 13 Jul 2014 00:50:00
Yang anda tuliskan semuanya salah.anda bahkan tidak mengerti dari apa yang anda baca.anda hanya membaca dan mencari cari kesalahan padahal maksud dari ayat tersebut anda tidak faham..ANDA SALAH BESAR. ISLAM tidak seperti itu ! ! Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS Al Kafirun: 6)
ded
Reply| 10 Jul 2014 12:45:49
@bert

bohong atau bukan hanya Allah SWT yang tahu, seperti yang saya bilang sebelumnya yang jelas ketika seseorang yang ingin beragama sudah beriman (percaya) dengan apa yang ia percayai (agama) maka itulah yang akan dianutnya. Mencari-cari kesalahan dari sebuah agama berarti dia memang tidak ingin beriman terhadap agama, mungkin menurut saya ketika seorang atheis melihat sebuah agama ia akan berpendapat agama adalah suata hal yang salah dan tidak masuk akal dan hanyalah kebohongan belaka karena ia sama sekali tidak memiliki iman.
thanks.
Bert
Reply| 05 Jul 2014 06:51:19
@ded

Anda menulis:
@nabi menurut saya agama tidak bisa didasari oleh logika melainkan berdasarkan iman(percaya), sehingga tidak bisa berlogika terhadap agama.
sebagai contoh mungkin menurut logika saya ketika seseorang berdo'a di depan patung, maka patung itulah yang diminta untuk mengabulkan. menurut logika patung itu sangat tidak mungkin untuk menjawab do'a tapi karena ada iman (percaya) maka hal itu tetap dilakukan.
thanks

Respons:
Perhatikan Surat Al Isra' (tentang Sholat);
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

Fakta kebenarannya adalah Al Masjidil Aqsha belum eksis saat itu.
(alloh ternyata tidak tau kalau mesjid tersebut belum berdiri ataukah kejadian tersebut hanyalah khayalan Muhamad?)

Bukankah ini merupakan kesalahan yang amat fatal dan menodai hakekat kebenaran?
Bukankah itu sama artinya membangun iman yang berlandaskan kebohongan?






Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
Bert
Reply| 04 Jul 2014 15:16:17
@Gangsar

Anda menulis:
apakah anda pernah tersadar, jumlah wanita sekarang lambat laun nantinya pertambahannya akan lebih banyak dari pada pria?

apakah anda sudah menghitung berapa pria yang mati sebagai korban perang?

bagaimana mengatasi ketidakseimbangan jumlah wanita dan pria ini?

dan,..

Respons:
Anda berpikir bila jumlah wanitanya lebih banyak dari pria. Kemudian mereka akan berterimakasih karena sudah dinikahi untuk menjadi istri kedua, ketiga bahkan ke empat?

Anda keliru, karena itu malah menimbulkan permasalahan-permasalahan baru diantara interen mereka sendiri seperi dengan istri-istri yang lain, belum lagi pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.
Lagipula tidak ada suami yang bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya, bahkan muhamad sendiri juga tidak, karena dia lebih mencintai aisyah dari pada istri-istrinya yang lain.

Banyak saya temui wanita-wanita yang tidak menikah dan mereka tekun dalam pelayanan.

Anda menulis:
apa hubungannya ayat QS An Nisa:4?

tapi, juga disesuaikan dengan kemampuan prianya.

Respons:
Saya tidak mengerti arah pertanyaan anda;











Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
ded
Reply| 04 Jul 2014 14:05:33
@nabi menurut saya agama tidak bisa didasari oleh logika melainkan berdasarkan iman(percaya), sehingga tidak bisa berlogika terhadap agama.
sebagai contoh mungkin menurut logika saya ketika seseorang berdo'a di depan patung, maka patung itulah yang diminta untuk mengabulkan. menurut logika patung itu sangat tidak mungkin untuk menjawab do'a tapi karena ada iman (percaya) maka hal itu tetap dilakukan.
thanks
nabi muhammad
Reply| 04 Jul 2014 11:52:44
@gangsar

Berlaku adil dalam Islam itu versi laki laki, apakah sama berlaku adil untuk versi wanita??? Disinilah letak ketidakadilan karrna Islam melihat dari satu sisi yaitu laki laki, jika dalam Islam laki laki bisa beristri 4, kenapa wanita tidak bisa bersuami 4??? Kenapa pula saat sholat bisa batalkan jika wanita melewati di depan pria yang lagi sholat??? Apa itu juga berlaku jika wanita sholat dan dilewati oleh seorang pria???
Mengenai jumlah penduduk wanita lebih banyak daripada pria, maka bisa dijadikan dalil pria bisa menikahi banyak wanita, bagaimana jika suatu saat populasi pria lebih banyak dari wanita, apa bisa diberlakukan aturan yang sama???

Aturan Islam selalu merendahkan wanita tapi didengung-dengungkan aturan Islam menghormati wanita.

Ajaran Islam wanita itu hanya kerjanya melayani pria di rumah dan di ranjang.....ilmu pengetahuan tidak bisa di up grade setelah menikah, karena wanita dilarang keluar rumah tanpa ijin suami akan tetapi suami bisa keluar rumah tanpa ijin istri....

Kelihatan aturan yang berat sebelah dan cenderung merendahkan wanita, dalam Islam wanita adalah tempat pelampiasan nafsu sex pria saja...tanpa bisa menambah wawasan. Itulah aturan yang sebenar benarnya jaman nabi yang masih kolot dan cenderung berfikiran kerdil dan kolot.

Wanita disuruh menjaga auratnya tapi pria muslim tidak menjaga kelaminnya. Hahaha.

Sungguh aneh bukan??? Itulah ajaran nabi Muhammad yang buta huruf....tapi berhasil membutakan mata hati dan bathin pengikutnya sampai sekarang, karena tak mampu berfikir waras dan berlogika
Gangsar
Reply| 03 Jul 2014 22:34:34
@Bert

tapi, menurut saya, jika prianya tidak mampu, misalnya dalam hal ketidakmampuan berlaku adil, yang ada malah tambah masalah.

jadi, bisa disimpulkan, banyak istri, kalau tidak bisa me-manage ya malah tambah 'mumet'.

tapi, kalo bisa me-manage-nya ya, dalam artian kedua istrinya merasa bahagia, malah diacungi jempol!
Gangsar
Reply| 03 Jul 2014 22:31:31
@Bert
oya, ini ketinggalan:

coba perhatikan juga, apa nasibnya perempuan yang kesulitan mendapatkan jodoh pria?

apakah mereka harus `menggoda` suami perempuan lain?

coba, kalo mereka boleh dinikahi oleh pria tersebut? beres toh...

ngga ada lagi yang namanya selingkuh toh?

tapi, ya juga disesuaikan kemampuan pria tersebut.
Gangsar
Reply| 03 Jul 2014 22:27:19
@Bert
apakah anda pernah tersadar, jumlah wanita sekarang lambat laun nantinya pertambahannya akan lebih banyak dari pada pria?

apakah anda sudah menghitung berapa pria yang mati sebagai korban perang?

bagaimana mengatasi ketidakseimbangan jumlah wanita dan pria ini?

dan, apa hubungannya ayat QS An Nisa:4?

tapi, juga disesuaikan dengan kemampuan prianya.
kafir13
Reply| 02 Jul 2014 22:09:01
@SUNAN KALIJAGA
RUGI kagak dapat 72 bidadari syuuuuurga berdada montok dan bermata jeli ya??

Sesembahannya germo/mucikari, ya pengikutnya adalah pelanggan setianya wkwkwkkwkwkwk

PS : Sorry ya kagak laku dagangan setan germo di mari bung.
Bang arta
Reply| 02 Jul 2014 21:32:12
Yang dimaksud Tuhan adalah sang pencipta. Apa Anda percaya Tuhan menurunkan kitab yang merendahkan ciptaannya sendiri. Kalau ada kitab seperti itu apapun pembelaan terhadap kitab suci agama Anda uda dijamin kitab suci agama Anda bukan kitab yang diturunkan Tuhan sebagai sang pencipta. Kebenaran dogma hanya bisa dibuktikan setelah kita mati dan kebenaran kitab tersebut dapat kita nilai perilaku penganutnya. Itu bisa dibuktikan misalnya mayoritas pemeluk agama di suatu negara. Mana negara yang tenteram dan apa mayoritas agamanya dan mana negara kacau dan apa mayoritas agamanya. Itulah jalan terbaik menilai mana ajaran agama yang benar dan salah!!!!!!!!
Bert
Reply| 30 Jun 2014 11:42:16
@SUNAN KALIJAGA

Anda menulis:
Wahai saudaraku semua, kita sudah benar bahwa Islam adalah Agama yang benar. Janganlah ragu, janganlah kalian semua terhasut oleh rayuan syetan.

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]

Respons:
Jika menurut anda islam sudah benar, tentu anda sudah melaksanakan perintah alloh swt yang ditujukan kepada orang beriman sebagai suatu kebenaran, seperti ayat-ayat ini:

”Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS at-Taubah 123)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.(Qs 9:29).

Atau anda hanyalah muslim pengecut yang mengaku-ngaku beriman sehingga mengelak(tidak taat) melaksanakan ayat tersebut sebagai suatu kebenaran.
Bahkan mengganti kata "perangilah.." dengan kalimat " ..dengan jalan dakwah dan sy'ar" karena menganggap alloh swt begitu tolol karena ayat tersebut sudah tidak cocok dengan situasi dan kondisi saat ini.

Selamat bagi muslim yang dikafirkan alloh karena tidak taat dalam melaksanakan perintahnya;

Qs3:32:
Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."







Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
SUNAN KALIJAGA
Reply| 30 Jun 2014 09:49:22
Wahai saudaraku semua, kita sudah benar bahwa islam adalah Agama yang benar. Janganlah ragu, janganlah kalian semua terhasut oleh rayuan syetan.

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]
Margono
Reply| 27 Jun 2014 20:08:52
@cibidid : Yang dibahas masalah ajaran, bejat atau ajaran benar, kamu malah menanyakan Tuhannya orang lain. Mau Tuhan orang lain beranak, bercucu, bercicit kenapa kamu keberatan, kamu terlihat sangat emosional kepada ajaran Yesus.

Ajaran Yesus tidak pernah mengatakan bunuhlah muslim, pancunglah kepala muslim, jangan kamu jadikan teman atau penolong bagimu, malah Yesus mengatakan sayangilah sesamamu manusia seperti engkau menyayangi dirimu.

Kenapa kamu sangat dendam kesumat kepada Yesus, apakah Dia pernah menyakiti kamu, keluargamu?, menghina agamamu, merendahkan agamamu, atau mengancam hidupmu. Sesuatu yang tidak kamu kenal dan tidak pernah menghina dan mengancam hidupmu kemudian kamu benci dan dendam kesumat, ada yang tidak beres dengan kejiwaanmu, ada bibit penyakit jiwa.
Bert
Reply| 27 Jun 2014 18:16:36
@nisa

Anda menulis:
adakah bukti klo alquran membenarkan zina
klo ada tolong buktikan
islam menghalalkan beristri lebih dari 1 itu benar, asal ada keadilan antara istri 1 dan yang lainnya
klo sama istri apa itu zina

Respons:
Hahahahaha....
Jika saja quran tidak dihubungkan dengan Injil, tentu anda benar kalau quran tidak membenarkan zinah;
Tetapi karena quran mengklaim sebagai "penyempurna kitab-kitab sebelumnya" seperti yang anda katakan. Dan kitab sebelumnya salah satunya adalah Injil.

Tentu semua orang pasti bertanya-tanya, quran menyempurnakan apa dari Injil?
Injil mengajarkan beristri satu (monogami) dan bukan sampai empat. Diluar istri (monogami) berarti zinah.
Apakah masuk akal jika quran disebut sebagai penyempurna kitab sebelumnya (Injil) menghalalkan zinah yang diharamkan Injil?

Yang masuk akal quran sebagai penyempurna adalah menyempurnakan penderitaan istri pertama yang mau tidak mau, suka tidak suka harus rela dimadu.










Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top