Blog / Membuka Nalar Muslim: Islam Itu Sudah Pasti Salah

Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

                               Gambaran surga Muslim menurut ajaran Muhammad

Di dalam agama lain kita mengenal ajaran trimurti, dosa waris, penebusan, inkarnasi, hukum karma, trinitas, dsb. Di dalam agama kita pun ada ajaran seperti tauhid, tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, tuhan semacam robot yang dikontrol oleh 99 sifat, tuhan adalah alien yang tidak serupa dengan apapun, haji dapat menyucikan dosa, puasa Ramadhan dapat menyucikan dosa, rajin membaca sholawat nabi dijamin masuk surga, hafal 99 asmaul husna dijamin masuk surga, orang yang sebelum meninggal mengucapkan syahadat dijamin masuk surga, dst…dst... Itu semua merupakan dogma yang menuntut keimanan dan kebenarannya baru dapat kita buktikan setelah kita memasuki alam baka.

Herannya, kita yang muslim kerap mempersalahkan agama lain hanya karena kita tidak setuju dengan dogmanya, sementara itu, ajaran bejat dalam agama kita sendiri malah dianggap benar?

Sering saya mendengar kesaksian para mualaf yang bercerita kenapa mereka murtad dari agamanya yang lama, yaitu hanya karena mereka bingung atau tidak mengerti dengan dogmanya. Coba dipikir, dapatkah suatu agama divonis bersalah hanya karena suatu alasan yang tidak masuk akal, yaitu karena ajarannya membingungkan? Ibaratnya kita menuntut Einstein ke pengadilan karena dia telah mengajarkan teori relativitas dan alasan kita menuntutnya adalah “karena saya bingung oleh teorinya itu. Einstein layak dimasukkan ke penjara karena dia telah mengajarkan suatu teori yang membingungkan saya.” Dapatkah bingung dijadikan alasan? Para mualaf yang bodoh itu, hanya karena mereka tidak mengerti, hanya karena bingung, mereka menganggap agama yang dianut sebelumnya itu salah. Sebenarnya siapa yang pantas dipersalahkan? Orang yang tidak mengerti atau agamanya? Bukankah kalau kita tidak mengerti tandanya kita masih perlu banyak belajar? Dan kalaupun kita sudah banyak belajar tapi masih belum mengerti juga, ada 2 kemungkinan: (1) Kita memiliki IQ terbatas, atau (2) Kita sebenarnya dapat mengerti tapi ada sesuatu yang menghalangi kita untuk menerimanya.

Seorang anak SD ketika diajarkan rumus-rumus reaksi kimia oleh kakaknya yang sudah SMA, dia bingung, dan walaupun sudah seharian dia mikir tetap saja bingung. Akhirnya dia memvonis kakaknya “SALAH”, “BODOH”, “ORANG YANG MEMBINGUNGKAN”. Seperti itulah kita, bila kita meributkan masalah dogma suatu agama, dan memvonis agama itu salah hanya karena kita tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkannya.

Agama yang dogmanya membingungkan tidak bisa dianggap SALAH. Dogma menyangkut keimanan, dan pembuktiannya nanti setelah kita meninggal.

Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.

Itulah kenapa saya katakan, bahwa Islam sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah.

Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.

Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.

Nah, Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran:

“Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu.” (QS 23:5-6)

atau,

“Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja.” (QS 4:3)

“Pukullah istrimu” (QS 4:34), 

“Kurunglah sampai mati” (QS 4:15), 

“Merampok itu halal” (QS 8:69, QS 48:20), 

“Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik” (QS 52:17-20, QS 56:22-24), 

“Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu” (QS 9:123, QS 9:5)

Ustad Yahya Waloni - mantan pendeta. Dalam ceramahnya di sebuah kota di JaTim (cd beredar luas di masyarakat), Waloni mengatakan: "Istri saya dua...tetapi saya katakan kepada para pendeta itu... saya tidak berjinah!" Apakah Waloni masuk Islam karena mengalami pencerahan, atau untuk mencari legalitas atas dosa perzinahannya, hanya Tuhan dan dirinya sendirilah yang tahu."

Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu BENAR atau SALAH, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu SUDAH PASTI SALAH…!!!

Seperti yang saya bilang di atas, Islam itu SUDAH PASTI SALAH, karena dengan melihat dari ajaran-ajaran moralnya itu. Kita tidak perlu berandai-andai lagi mengharapkan “jika seandainya Islam benar”. Mustahil Islam benar, karena Islam sudah PASTI SALAH dengan melihat moralitas ajarannya.

Ini masalah MORAL, bukan masalah DOGMA. Dogma bisa saja membuat otak kita bingung dan pusing tujuh keliling, tapi kita tidak bisa serta-merta mengatakan dogma itu salah hanya karena kita bodoh dan sukar untuk menangkap maksudnya. Sementara masalah MORAL adalah masalah NURANI, dan orang yang tidak buta rohani akan dapat menentukan sesuatu itu PANTAS atau TIDAK PANTAS, BAIK atau TIDAK BAIK, BENAR atau SALAH.

Kebenaran Dogma ditentukan nanti setelah kiamat, sementara kebenaran suatu moral ditentukan saat ini juga selama kita masih punya nafas kehidupan. Dan orang yang masih saja menganggap MORAL BEJAT sebagai sesuatu yang benar adalah ORANG ***** yang pantas diludahi, digampar, dikeplak, ditabok, sampai orang itu benar-benar mau menggunakan akalnya. Kalaupun sudah dihajar habis-habisan dan dipermalukan habis-habisan masih tetap saja *****, maka orang seperti itulah yang kita namakan “SAMPAH MASYARAKAT”.

Kalau manusia sudah menjadi SAMPAH, maka apa yang dilakukannya akan selalu merugikan sesamanya, seperti apa yang dilakukan oleh muslim kaffah di berbagai belahan dunia. Apa sih SUMBANGAN POSITIF yang telah Muslim kaffah berikan untuk dunia beradab?

Otak “Sampah” berpikirnya akan terbolak-balik. Yang Bejat dikatakan benar, sementara yang baik dikatakan salah.

Dalam menyorot agama lain, mereka tidak berani melihat ajaran baiknya, tapi hanya menyorot dogmanya. Karena hanya itulah satu-satunya yang dapat mereka serang, sebab MANUSIA SAMPAH tidak dapat menemukan satu pun KESALAHAN YANG BERARTI dalam agama-agama manusia. Coba, siapa di antara kita yang dapat menemukan satu saja ajaran jahat dari AGAMA LAIN? Bukankah yang dianggap salah oleh OTAK SAMPAH adalah dogma-dogma yang mereka sendiri tidak pahami dan membuat OTAK BODOH mereka KEBINGUNGAN & PUSING TUJUH KELILING?

Jangan disangka PARA MUALAF itu adalah orang-orang pintar. Justru mereka itu orang-orang bodoh. Dalam anggapan otak mereka yang bodoh, dogma yang membingungkan itu salah, sedangkan AJARAN MORAL yang BEJAT itu tidaklah salah.

Karena itulah saya katakan bahwa para mualaf itu bodoh. Coba kalau mereka mengerti, mereka pasti tidak akan jadi mualaf.

Ada yang berpendapat: “Tidak masalah walaupun bejat, asalkan menyembah Tuhan yang benar.”

Orang Farisi dan Ahli Taurat di jaman nabi Isa pun telah menyembah Tuhan yang benar, tapi mereka dicela oleh nabi Isa. Tahu kenapa? Karena kehidupan mereka kotor dan bejat. Jadi siapa bilang yang penting Tuhannya benar, dan masalah moral tidak penting?

Kita tidak perlu membuktikan apakah Tuhan itu tauhid atau banyak. Cukup dengan melihat ajaran moral yang diajarkannya maka kita tahu kalau Islam itu SALAH, 100% SALAH! Persoalan Tuhan itu tauhid atau jamak barulah dapat kita ketahui kebenarannya nanti setelah kiamat, sedangkan masalah moral ini dapat kita jadikan pegangan bahwa agama yang kita anut ini adalah SUDAH PASTI SALAH. Dan agama yang sudah pasti salah, sudah pasti masuk neraka! Karena ajaran moralnya bejat, otomatis Tuhan yang disembah Islam adalah Tuhan yang palsu.

Untuk dapat menyadarkan muslim, yang dibutuhkan hanya satu: LOGIKA!

 


Add a Comment
| 6113
Sadewa
Reply| 16 Sep 2014 14:53:22
Selamat menjelang sore, senang nya bisa kembali ke forum diskusi ini hehehe, tentu saya belajar sejarah Islam, dan perang bukan salah satunya, ada sebuah peristiwa dimana Nabi Muhammad ingin menyampaikan dakwah di kota Thoif, sebelum sempat nabi menyampaikan dakwah, beliau dilempari batu dan diumpat, kemudian datang Malaikat Jibril menawarkan bantuan, Jibril berkata "wahai Muhammad, apa yang kau inginkan dari ku, aku bisa saja menjungkir balikan negeri itu" namun Nabi Muhammad berkata "jangan wahai jibril, aku ingin menyampaikan dakwah secara damai" kemudian sebaggian kaum dari Thoif memeluk aggama Islam dan sebagian nya lagi tidak masuk Islam, inilah bukti peperangan tidak termasuk dalam cara penyebaran Islam, ini lah juga sifat Islam yaitu terbuka, tidak ada paksaan, banyak sekali fitnah yang ditujukan untuk Agama Islam dan Nabi Muhammad, dan jugga Allah SWT, Islam pun mempercayai bahwa semua ajaran Agama entah muslim entah non muslim itu bertujuan baik
ardian
Reply| 15 Sep 2014 19:16:42
saya islam , saya tidak pernah menghina agama mas apalagi membuat blog seperti ini , tolong mas jangan hasuti orang islam dengan perkataan mas yang kurang baik , kalau memang mas benci sama islam silahkan tapi jangan buat blog seperti ini , saya yakin agama lain pasti tidak pernah menghina agama islam . yang kayak gini ini yang membuat indonesia terpecah belah , hanya karena blog ini , tolong mas , anda boleh benci islam , tapi jangan pengaruhi umatnya , kita percaya dengan agamanya masing masing aja , jangan menghina agama lain
Bert
Reply| 15 Sep 2014 11:55:44
@hatfan

Menulis:
kamu jangan mengurusi agama orang lain dulu, urusi dulu tuhanmu itu yang membutuhkan pertolongan...

Respons:
Saya cukup memahami kegalauan anda akibat tidak berdaya melihat islam sudah ditelanjangi habis-habisa di situs ini dan anda tidak bisa berbuat apapun untuk membelanya.

Dan apa yang saya tunjukan ini akan menjadikan kegalauan anda maksimal dan merasa paling bodoh karena beriman pada alloh swt;

Siapakah alloh swt?
Alloh swt hanyalah tuhannya negeri mekah yang jadi sesembahan muhamad;

Qs27:91
Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Masuk akalkah alloh tuhannya negeri mekah ini adalah Tuhan yang sama yang disembah Ibrahim dan Musa?

Alloh tuhnnya negeri mekah ini ternyata sangat lemah sehingga membutuhkan pertolongan;

QS 47:7
Hai orang-orang yang beriman, "jika kamu menolong Allah", niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
QS 22:40
...Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa


Kita bisa membedakannya dari kuasa yang dipunyai;
Tuhan yang disembah Musa berkuasa mengampuni dosa;

Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs 28:16)

Alloh tuhannya negeri mekah tidak berkuasa mengampuni dosa muslim dan muhamad seperti yang sudah terjadi pada Musa dan hanya mampu memberikan "janji gombal" akan, niscaya mengampuni dosa.

Akibatnya muslim dan muhamad dalam keadaan berdosa dan diliputi oleh dosa sehingga berakhir di neraka dan KEKAL didalamnya;

“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam” (Qs 20:74).

"Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs.2:81)
Bert
Reply| 15 Sep 2014 10:56:03
@Sadewa

Menulis:
...dalam mentaati perintah nya pun kita juga harus menggunakan Akal dan ilmu kita, bisa membedakan mana yang dampaknya baik dan mana yang dampaknya buruk, dampak baik itu terjagganya perdamaian, dampak buruk itu terjadinya perpecahan, karena, tugas utama seorang muslimin adalah sebagai khalifah yaitu menjaga bumi

Respons:
Jadi menurut anda, dalam mentaati perintah alloh swt harus dilihat dulu dampaknya, apakah berdampak buruk ataukah berdampak baik?
Bukankah itu menunjukkan kalau alloh swt tidak berakal dan berilmu dalam menurunkan wahyunya sehingga muslim harus bersusah payah menentukan dampak yang diakibatkan jika mentaati perintah alloh?

Menurut anda berdampak baik ataukah buruk jika mentaati perintah alloh swt seperti;

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar, (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar Jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. At Taubah: 29)

Menurut anda berdampak buruk ataukah baik mentaati perintah alloh pada ayat di bawah ini;

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." Qs[2:216]

Untuk apa anda beriman pada alloh yang ayat-ayatnya masih membutuhkan pertimbangan akan dampak yang ditimbulkannya bila ditaati?





Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui kebenaran.
Hun
Reply| 14 Sep 2014 16:28:23
@Sadewa
Terimakasih untuk tanggapan anda, yang walaupun ada sampaikan dengan sopan, tapi tidak sesuai fakta.
1. Jaman jahiliyah yaitu jaman sebelum Islam, digambarkan dengan sangat buruk, tapi jelas tidak sesuai dengan fakta. Salah satunya dikatakan, pada jaman jahiliyah perempuan sangat tidak dihargai, bahkan dibunuh saat baru lahir. Kenyataannya banyak perempuan yang hidup sampai dewasa, bahkan Siti Kadijah, istri Muhammad bisa menjadi saudagar besar. Ini sangat bertentangan dengan penggambaran jaman jahiliyah versi Islam.
2. Penyebaran islam di jajirah Arab sampai Spanyol jelas dengan perang, bukan dengan damai apalagi oleh pedagang. Silahkan pelajari sejarah. Walaupun kaum qurais membahayakan Muhammad, tapi kalau pihak Muhammad sudah berperang sampai keluar Mekkah, bahkan sampai ke seluruh jajirah Arab, namanya bukan defensif lagi tapi sudah ofensif. Apalagi sampai ke Spanyol, jelas dengan perang, bukan oleh pedagang. Silahkan pelajari sejarah.
ikben
Reply| 14 Sep 2014 12:05:56
Shela menulis: Maaf sebelumnya, untuk apa kalian berdebat seperti ini.

Tanggapan: Non-muslim menanggapi tulisan diatas bukan bertujuan untuk mendebat tetapi justru berterimakasih memperoleh pengetahuan tentang bagaimana sebenarnya wajah agama islam. Justru para muslim yang mendebat artikel diatas, hanya sayangnya para muslimin/mah tidak fokus pada apa yang seharusnya didebat, tetapi OOT.

Shela menulis: jika disetiap perdebatan kalian hanya makin saling menyudutkan satu sama lain.

Tanggapan: Para non-muslim saya rasa tidak merasa disudutkan dengan isi artikel diatas. Apakah anda merasa disudutkan ?.

Shela menulis: Toh, dengan perdebatan ini kalian tidak mendapatkan apapun.

Tanggapan: Para non-muslim saya rasa mendapatkan pencerahan bila berdebat dengan para muslimin/mah. Se-tidak2nya saya menjadi tau bahwa terdapat kontradisi dalam quran maupun hadist. Demikian cara para muslimin/mah yang menanggapi setiap artikel ternyata berdasarkan apa yang ustad maupun habib sampaikan, bukan quran atau hadist.

Shela menulis: Yakini saja agama yang kalian anggap benar dan jangan mencampuri agama lain.

Tanggapan: sebenarnya yang mengajari mencampuri agama lain itu siapa?.

Shela menulis: Saling menjelekkan bukan menjadi solusinya, malah akan menambah masalah.

Tanggapan: Menjadi suatu masalah bila menjelekkan tanpa bukti atau lampiran. Artikel diatas tidak bertujuan menjelekkan, tetapi memberi pencerahan bahwa ada sesuatu yang kurang pas dalam ajaran agama islam bagi kehidupan manusia, dan karenanya diperlukan solusi.
Margono
Reply| 14 Sep 2014 09:42:38
@hatfan
Kamu katakan kebenaran suatu agama tidak berbanding lurus dengan kemajuan masyarakatnya, pendapatmu ini sangat tidak masuk akal. Agama yang mengajarkan permusuhan dan kebencian tidak akan pernah bisa berdamai sehingga sangat sulit untuk maju.

Seorang ayah yang baik tidak akan pernah mengijinkan anaknya memegang pisau kalau dia tau anaknya temperamental dan suka berkelahi, demikian juga Tuhan yang sejati.

Hal lain yang menyebabkan muslim tidak bisa maju karena kebebasan berpikirnya dihalangi ajarannya. Kalau USA itu negara muslim, maka kagak akan pernah mereka mau berpikir menginjak bulan. Islam adalah simbol keterbelakangan, bar-bar dan kebodohan.

Kamu katakan lagi, konsep ketuhanan agama Islam itu jelas dan masuk akal. ''tuhan itu satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak satupun yang menyamainya''.{QS.Al Ikhlas 1-3} jelas dan logis.

Lalu Muhammad berkata, "bagaimana mungkin aulloh beranak karena dia tidak mempunyai istri". Muhammad telah menyamakan aulloh dengan manusia...hahahahaha, si aulloh harus coitus dulu baru bisa punya anak, ternayata si aulloh sama seperti Muhammad juga, aulloh memang tidak maha kuasa, bisanya paling nyamar jadi batu.

Tuhan kamu si aulloh tetapi yang kamu sembah batu yang ada di ka'bah sono. Tuhan Islam itu ada 4 yaitu: aulloh, Jibril, Muhammad dan batu hajar aswad, yang nyata dan tauhid hanya batu hajar aswad, aulloh itu tidak nyata itu hanya khayalan Muhammad.

Kalau memang aulloh itu benar-benar tauhid, mulai besok kamu sholat jangan ke arah kiblat, karena aulloh ada di timur dan di barat. Kalau kamu yakin bahwa Al'quran dari aulloh, mulai besok jangan sholat ke arah kiblat karena itu tidak ada tertulis di Al'quran.

Islam sangat tidak jelas, muslim selalu galau dan meraba-raba kebenaran karena mereka hidup dalam kegelapan.
Daviel
Reply| 14 Sep 2014 02:10:59
@Shela
Maaf sebelumnya, untuk apa kalian berdebat seperti ini. jika disetiap perdebatan kalian hanya makin saling menyudutkan satu sama lain.
Toh, dengan perdebatan ini kalian tidak mendapatkan apapun.
======================================================
respon

kata siapa tidak mendapatkan apa2, kami disini ingin berupaya memunahkan ajaran setan yaitu islam, agar pembasmian manusia secara besar2 an tidak terjadi lg, cukup di abad ke 7 saja, dan sekarang (ISIS), kalo ente dr non muslim, upaya kami utk menyelamatkan anak cucu cicit ente nanti nya, klo islam tidak dibuka kedok dan kesalahan nya sekarang, ajaran setan ini akan tetap terus berkembang dan akan membunuh anak cucuk cicit ente, karena ajaran setan ini mengajarkan bangsa kafir harus ditumpas QS 47:4
Daviel
Reply| 14 Sep 2014 00:51:28
@Sadewa
@Hun Selamat Pagi Tuan Hun, semoga semalam mimpi indah, begini, ada zaman di Arab yang disebut zaman Jahiliyah (zaman kebodohan) dimana orang" Arab waktu itu tidak mempunyai agama dan menyembah berhala, dan berbuat maksiat dan sebagainya, dari situlah para Rasul Muncul untuk membenahi semua tingkah laku orang" Arab, untuk membenahi tingkah laku tersebut pun, mereka menyampaikannya secara dakwah, bukan dengan cara paksaan bahwa harus masuk Islam (defensif), Nabi Muhammad menjadi offensif karena, kaum Quraisy sangat inggin Islam hancur dan membinasakan kaum Nabi Muhammad, karena kaum Quraisy berpendapat bahwa dakwah yang dibawa akan mempengaruhi budaya dan tradisi mereka, untuk Islam di Eropa mereka adalah pedagang yang menyebarkan Islam, dan Islam di Eropa dan Spanyol pengaruhnya sangat sedikit
=====================================================
respon

oooo....merubah tingkah laku dr bertoleransi menjadi fanatik, dr baek menjadi pembunuh, hebat rasul2 mu bro....plok...plok...plok....trus emang Kristen, yahudi itu bukan agama...??? trus apaan...? yang ente maksud Islam itu agama...?? dasar setan, ga pernah baca hadits ya...?? sejak kapan suku quraish mau membinasakan muhammad, kalo suku quraish mau membinasakan, nabi ente sdh mati waktu menghina agama sukunya sendiri, tp apa yg dilakukan muhammad saat suku quraish menolak menjadi islam...?? ente kan islam pasti bisa jawab ane, pasti ente ga jawab, kmi disini sdah tau tingkah pola nya kalian para muslim, kalian cmn bisa koar2 dan meracau, tp saat ditanya sama kami, diam seribu bhs, kek di tabok sama tgn nya malaikat ato ga mengalihkan topik....fuck
Ikben
Reply| 13 Sep 2014 23:55:17
Bung Sadewa, apakah anda hendak menyatakan bahwa depag tidak cukup baik memahami bahasa Arab sehingga terjemahannya banyak membuat para pembaca salah menafsirkan ?. Atau mungkin para penterjemah menurut anda bukan sarjana bahasa sehingga terjemahannya menjadi multi tafsir ?.
Mengenai Muslim yang baik, tentu saya setuju bahwa di Indonesia ini masih banyak terdapat. Tetapi Muslim yang baik tersebut bukanlah Islam yang taat mengikuti ajaran Quran dan hadits tapi karena perkataan habib dan ustadnya.
Anda tentu bisa membaca artikel dalam forum ini yang banyak membahas ayat2 Quran maupun haditsnya bahkan dilampirkan link yang juga membahas agama anda, dimana semua itu dapat anda pelajari maupun sanggah bila tidak benar.
Margono
Reply| 13 Sep 2014 22:30:58
@Sadewa, ini tulisanmu:
saya tidak meragukan kemampuan depag soal terjemahan, tapi soal pemahaman, belum tentu pemahaman depag saat menerjemahkan sama dengan pemahamn orang...bla,bla,bla

Tanggapan saya:
Kamu mulai memainkan gaya jungkir balik berakrobat, berarti menurut pendapatmu, Al'quran itu sulit untuk dipahami tetapi kalau pakai bahasa Arab jadi mudah dipahami begitu maksudmu.

Kamu yg salah memahami atau teroris yg salah mengerti dengan Al'quran. Sunni yg benar atau syiah atau malah akhmadyah yg benar. Semuanya tidak ada yg pasti karena kalian para muslim meraba-raba kebenaran karena kalian hidup di dalam kegelapan.
Hun
Reply| 13 Sep 2014 21:05:34
@hatfan
Mau mengalihkan topik ya?? Kebiasaan muslim kalau kepepet, larinya ke; cangcut, tiang jemuran, sempak, tuhan 3 in 1....terlalu gampang ditebak.
Daripada ngalor ngidul, tanggapi saja persoalan yang kamu tinggal, lihat dibawah. Atau kamu sudah menyerah??
hatfan
Reply| 13 Sep 2014 19:27:25
@Bert
kamu jangan mengurusi agama orang lain dulu, urusi dulu tuhanmu itu yang membutuhkan pertolongan dan pinjaman kaos oblong dan celana panjang, biar agak keren sedikit. lebih tidak masuk akal lagi kamu malah menyembah nyembah, memuji muji. dia itu butuh pertolongan kamu dan pinjaman kaos oblong dan celana panjang.
Shela
Reply| 13 Sep 2014 17:57:32
Maaf sebelumnya, untuk apa kalian berdebat seperti ini. jika disetiap perdebatan kalian hanya makin saling menyudutkan satu sama lain.
Toh, dengan perdebatan ini kalian tidak mendapatkan apapun.

Ingat! Di Indonesia ini beragam agama dan beragam pula pandangan. Yakini saja agama yang kalian anggap benar dan jangan mencampuri agama lain. Saling menjelekkan bukan menjadi solusinya, malah akan menambah masalah.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Salam INDONESIA !!
Sadewa
Reply| 13 Sep 2014 12:48:27
@Ikben Selamat siang Saudara Ikben, saya tidak meragukan kemampuan depag soal terjemahan, tapi soal pemahaman, belum tentu pemahaman depag saat menerjemahkan sama dengan pemahamn orang" yangg membaca setelahnya, dimana ayat tentangg perang inilah yang sering disalah fahamkan, bukan saya mengeluh saya hanya ingin menyampaikan pemahaman tentang Islam, agar kita saling memahami, dan kalian juga faham, orang" yang melakukan hal" buruk namun mengatasnamakan Islam mereka bukan Islam, jadi saya mohon, jangan langgsung ambil kesimpulan bahwa mereka Islam, masih banyak Islam yang baik, masih banyak juga non Islam yang baik
Margono
Reply| 13 Sep 2014 11:08:05
@Sadewa, semoga anda ustad yg sering saya himbau untuk diikutkan disini membantu netter2 muslim yg selalu emosional. Kamu mengatakan bahwa aulloh, Muhammad dan para sahabat itu benar, yg salah itu pengikutnya. Saya hormati pendapat anda, tetapi menurut pendapat saya yg salah itu adalah pemicu umat muslim untuk bertindak brutal yaitu si aulloh. Coba kamu perhatikan ayat berikut ini :

QS 47:4 "Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir, maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka"

Nashroni termasuk kafir, perhatikan ayat berikut ini: "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih puter Maryam", padahal Al-Masih sendiri) berkata :"Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" (QS 5:72,73, dll).

Kamu mengatakan untuk dapat memahami Al'quran harus dengan bahasa Arab. Dizaman yg sudah canggih dimana manusia sudah sampai ke bulan, disaat kita sudah bisa berbicara langsung pakai hp dengan orang lain dinegeri yg jauhnya puluhan ribu kilometer, masih adakah halangan untuk memahami suatu bahasa? sungguh tidak masuk akal sehat.

Katanya Al'quran mudah dipahami, saya sangat setuju. Sangat mudah memahami Al'quran. Masalah di muslim adalah karena ada doktrin "Al'quran tidak mungkin salah", ketika terdapat kesalahan yg bertentangan dengan hukum normatif dan hukum absolut, para muslim dengan bersusah payah jungkir balik berakrobat sampai akhirnya mengatakan "Al'quran harus menggunakan bahasa aslinya" seolah sulit benar mehamaminya. Menurut pendapat saya ini bukan "kebenaran" tetapi "pembenaran".

Mohon ditanggapi dengan islami, jangan pakai ayat Bibel karena menurut muslim itu kitab palsu.
Sadewa
Reply| 13 Sep 2014 10:59:17
@Bert Selamat Siang Bert yang dikarunai Berkah, Alquran menjelaskan "Orang" yang selamat di dunia adalah orang" yang berakal dan berilmu" kandungan dalam Alquran sudah pasti jelas, mendetail, tanpa ada keraguan bagi mereka yang berakal dan berilmu, memang Alquran ayat"nya dapat membolak balikan hati, disitulah iman kami diuji, dengan rasa gelisah, rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, sehingga Allah mengetahui siapa" orang yang beriman sesungguhnya, dalam mentaati perintah nya pun kita juga harus menggunakan Akal dan ilmu kita, bisa membedakan mana yang dampaknya baik dan mana yang dampaknya buruk, dampak baik itu terjagganya perdamaian, dampak buruk itu terjadinya perpecahan, karena, tugas utama seorang muslimin adalah sebagai khalifah yaitu menjaga bumi
Sadewa
Reply| 13 Sep 2014 09:29:21
@Hun Selamat Pagi Tuan Hun, semoga semalam mimpi indah, begini, ada zaman di Arab yang disebut zaman Jahiliyah (zaman kebodohan) dimana orang" Arab waktu itu tidak mempunyai agama dan menyembah berhala, dan berbuat maksiat dan sebagainya, dari situlah para Rasul Muncul untuk membenahi semua tingkah laku orang" Arab, untuk membenahi tingkah laku tersebut pun, mereka menyampaikannya secara dakwah, bukan dengan cara paksaan bahwa harus masuk Islam (defensif), Nabi Muhammad menjadi offensif karena, kaum Quraisy sangat inggin Islam hancur dan membinasakan kaum Nabi Muhammad, karena kaum Quraisy berpendapat bahwa dakwah yang dibawa akan mempengaruhi budaya dan tradisi mereka, untuk Islam di Eropa mereka adalah pedagang yang menyebarkan Islam, dan Islam di Eropa dan Spanyol pengaruhnya sangat sedikit
Bert
Reply| 13 Sep 2014 06:54:22
@Sadewa

Anda menulis:
@Bert Selamat siang Bert yang dikaruniai Rahmat, sudah jelas kalo ayat itu sudah disalah artikan, Islam itu sifatnya defensif bukan ofensif, jadi mereka yang mengebom orang" tidak bersalah dan mengatasnamakan Islam mereka bukan Islam, mereka teroris, dalam peraturan perang pun sudah jelas, Islam tidak boleh menyerang duluan kecuali diserang duluan, Islam tidak boleh menyerang tempat peribadahan, Rumah Sakit dan sarana" vital lain

Respons:
Maksud anda alloh tuhannya negeri mekah ini sudah berbohong dengan mengatakan quran adalah “buku yang terang dan jelas” (5:15), “mudah untuk dipahami” (44:58, 54:22, 54:32, 54:40), “dijelaskan secara detil” (6:114), “disampaikan secara jelas” (5:16, 10:15) dan “tanpa ada keraguan” di dalamnya (2:1).

Sehingga muslim salah memahaminya karena mentatati perintah alloh seperti dibawah ini?

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar, (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar Jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. At Taubah: 29)

Coba anda belajar dulu ya untuk memahami apa itu defensif dan ofensif, Ok!




Hanya dibutuhkan kewarasan berpikir dan hati nurani untuk mengetahui Kebenaran.
Ikben
Reply| 13 Sep 2014 03:50:57
@sadewa menulis kepada bung Margono dan menganjurkan agar tidak membaca Alquran dalam terjemahan.
Apakah @sadewa hendak menyatakan bahwa apa yang telah dilakukan depag dalam menterjemahan quran, tidak dapat dibenarkan ?.
Anda merasa lebih pandai dari para penterjemah depag tapi sayangnya anda tidak melakukan sanggahan atas artikel diatas, selain berkeluh kesah.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top