Blog / Jihad Muhammad Tersandung Anjing!

Fitrah kodrati yang paling alami dari hubungan yang sedemikian indah antara manusia dengan anjing, telah berjalan beribu-ribu tahun tanpa ada orang yang meributkannya. Namun sayang bahwa akhirnya di suatu masa, muncul satu orang Arab, Muhammad, yang karena pribadinya memang tidak suka kepada anjing, lalu menafikan fitrah indah ini dan memerintahkan kepada seluruh pengikutnya untuk melakukan pemutusan hubungan kasih dengan pet dog. Bahkan mengusahakan agar spesies anjing kalau bisa dipunahkan sama sekali dari muka bumi. Apa pasal?

 

By Penyayang Binatang

 

Mari kita baca-baca Hadis. Tentu saja yang terpercaya dan diakui benar dan shahih, dari Bukhari dan Muslim.

 

Kali ini tentang binatang yang disayangi oleh setiap manusia yang berhati nurani dan berakal sehat, yaitu DOG. Kenapa anjing disayangi? Ya, karena anjing itu adalah spesies binatang yang paling “bernurani”, tahu berterima kasih dan mampu menyatakan KASIH, kasih kepada tuan-rumahnya yang telah memelihara dan mengasihinya!

 

Itu sebabnya anjing merupakan pet (binatang peliharaan) yang paling bisa intim kepada manusia. Dog pet itu unik. Ia adalah satu-satunya binatang di dunia yang bisa hidup tanpa perlu bekerja, melainkan cukup MENGEKSPRESIKAN rasa kasihnya kepada tuannya! Dan sebagai hadiahnya, anjing ini mendapat tempat khusus di hati tuannya, yang mengasihi dia balik, dan menafkahinya setiap hari…

 

Fitrah kodrati yang paling alami dari hubungan yang sedemikian indah ini, telah berjalan beribu-ribu tahun tanpa ada orang yang meributkannya. Namun sayang bahwa akhirnya di suatu masa, muncul satu orang Arab, Muhammad, yang karena pribadinya memang tidak suka kepada anjing, lalu menafikan fitrah indah ini dan memerintahkan kepada seluruh pengikutnya untuk melakukan pemutusan hubungan kasih dengan pet dog. Bahkan mengusahakan agar spesies anjing kalau bisa dipunahkan sama sekali dari muka bumi. Apa pasal?

 

Mari kita ikuti sepak terjang sosok Muhammad, yang walau berhasrat memunahkan anjing-anjing, namun hatinya mendua, tidak jelas perintahnya, salah tingkah, tumpang tindih dan inkonsisten sendiri, tercampur mistis, sehingga perintahnya kehilangan otoritas dan diabaikan banyak Muslim sebagai pengikutnya!   

 

BACA HADIS SHAHIH BUKHARI (HSB) dan MUSLIM (HSM):


1. Muhammad meminjam otoritas dari malaikat untuk mendiskreditkan rumah yang memelihara anjing dan/atau menggantungkan gambar lukisan:

 

“Suatu waktu Jibril berjanji kepada Nabi (bahwa ia akan mengunjungi Nabi, tetapi ternyata Jibril tidak jadi datang) dan kemudian Jibril baru berkata (kepada Nabi), “Kami, malaikat-malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar lukisan atau anjing”. (HSB Buku no. 54, Hadis no. 450)

 

2. Muhammad menegaskan penajisan anjing-anjing dan pemusnahannya, padahal Allah-lah yang sengaja menciptakannya dan memberinya naluri cinta-kasih yang besar terhadap tuannya. Siapa yang bersalah?

 

“Rasul Allah memerintahkan bahwa anjing-anjing harus dibunuh”. (HSB Buku no. 54, Hadis no. 540)

 

Anjing harus dibunuh dan tidak boleh dijual. Kenajisan uang anjing sama dengan uang maksiat pelacuran dan uang syirik dukun:


“Nabi melarang mengambil uang dari (penjualan) seekor anjing, penghasilan dari seorang dukun peramal, dan uang yang diperoleh dari hasil pelacuran”. (HSB Buku no. 63, Hadis no. 258)

 

3. Tetapi Muhammad ragu-ragu dan tidak konsisten menajiskan anjing, lalu terperosok ketika memberikan pengecualian:

 

Ia (Jibril) berkata, (kepada Muhammad):  “… kami tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar lukisan”. Sejak pagi itulah ia (Nabi) memerintahkan untuk membunuh anjing-anjing, hingga (kemudian) ia mengumumkan bahwa anjing yang menjaga taman harus juga dibunuh, tetapi ia mengecualikan anjing yang menjaga padang yang sangat luas”. (SHM Buku no. 24, Hadis no. 5248)

 

Dalam Hadis lain dikatakan bahwa Nabi mengecualikan anjing- pemburu dan anjing-jaga ternak karena hal itu ditanyakan oleh Abu Huraira yang memiliki ladang luas (SHM Buku 10, Hadis 3812).

 

“Ia (Nabi Suci) memberi izin untuk memelihara anjing-anjing untuk menjaga ternak, untuk berburu, dan untuk menjaga tanah pertanian”. (HSM Buku no. 010, Hadis no. 3814)

 

Nabi lupa atau kurang jeli, dan fatal, bahwa proses untuk dididik menjadi anjing jaga/pemburu harus melewati masa-masa ‘anjing–najis’ yang seharusnya sudah dibunuh duluan! Hukum Allah agaknya telah dikacaukan Muhammad dengan selera pribadinya yang memang tidak menyukai anjing (dan gambar lukisan, lonceng, dan musik dll)!

 

4. Matematika Muhammad anomali, terbalik dan salah secara teologis!

Nabi berkata, “Barangsiapa memelihara anjing (peliharaan) yang bukan anjing- jaga dan bukan anjing berburu, akan mendapatkan pengurangan 2 Qirat setiap hari dari perbuatan-perbuatan baiknya”. (HSB Buku no. 67, Hadis no. 289)

 

Allah yang Kasih dan Benar tidak pernah menghukum orang dengan cara terbalik, yaitu mengkorting perbuatan baik dari seseorang (sekalipun ia yang terjahat sekalipun). Perbuatan baik adalah perbuatan baik, dan itu adalah fakta, dan Allah tak perlu menggelapkan atau mengecil-ngecilkannya.  Namun Allah cukup menambahkan porsi azab kepada seseorang yang jahat menurut keadilan-Nya.


“Matematika anomali” ini turut mengukuhkan pendapat para ahli bahwa Islam sesungguhnya hadir tanpa Teologi.

 

Rumusan Muhammad: “Pelihara anjing jaga/berburu tidak masalah; pelihara anjing biasa tergerus 2 Qirat setiap hari”. Matematika  Muhammad ini salah kaprah, karena bagaimanapun kehidupan anjing dimulai dengan anjing biasa sebelum bisa dilatih jadi anjing jaga/berburu. Katakanlah misalnya diperlukan latihan selama 6 bulan sejak usia 6 bulan. Maka si pemilik anjing-jaga bagaimanapun akan otomatis terkuras 2 qirat sehari selama setahun = 730 qirat! Dan anjing jaga yang dihasilkan itu toh tidak bisa mengembalikan qirat yang terkuras karena Allah juga tidak mempahalakannya. Jadi kenapa Muhammad memberi kemudahan bagi seseorang untuk terkena pengurangan sekian Qirat yang tak bisa ditebus lagi?

 

5. Muhammad serba salah sehingga lebih jauh memberi konsesi terhadap kenajisan anjing.

 

Orang Muslim merasa sangat terganggu dengan kehadiran anjing pelacak


Rasul Allah berkata, “Jikalau anjing menjilat/ minum dari piring/mangkok kalian, maka perlu untuk mencucikannya 7 kali”. (HSB Buku no. 4, Hadis no. 173)

 

Muhammad berbicara tentang anjing biasa, yang makan dari piring tuan rumah. Kenajisan kehadiran anjing sudah mengurangi qirat tanpa bisa ditebus. Tetapi kini ada lagi semacam allowance (pembolehan) untuk tidak harus membunuh anjing tersebut menurut point-2 diatas, melainkan ia bisa dibiarkan karena sudah dipersiapkan “penebusan” terhadap kenajisan baru yang diakibatkan oleh anjing tersebut bilamana terjadi jilatan najisnya terhadap piring makan tuan rumahnya. Tebusannya cukup dengan mencuci barang yang dijilatnya sebanyak 7 kali!

 

6. Muhammad antagonis dengan diri sendiri dan dengan Allah.
Anjing yang najis tapi sekarat karena kehausan, rupanya mendapat belas kasihan Allah. Pada saat biasa anjing ini (najis menurut Muhammad) harus dibunuh. Tetapi pada saat anjing menderita, Allah malahan melimpahkan berkatNya bagi siapa saja yang menolong anjing tersebut. Dosa setingkat pelacuran pun Allah hapuskan! Dan ini diketahui oleh Muhammad.

 

Nabi berkata, “Ketika seekor anjing berjalan berputar-putar di sebuah pinggiran sumur dan sepertinya hampir mati kehausan, maka seorang pelacur bani Israel melihatnya kemudian membuka sepatunya dan mengisinya dengan air (dan memberi minum anjing itu). Maka Allah mengampuni wanita itu, sebab perbuatan baiknya”. (HSB Buku no. 56, Hadis no. 673)


Aneh, Allah memang mengasihi anjing yang Dia ciptakan sendiri, khususnya yang menderita. Ini tentu masuk akal. Tetapi Muhammad diperintahkan untuk membunuh anjing yang Allah ciptakan (oleh siapa?). Sebaliknya orang yang najis (pelacur Yahudi) bahkan mendapat pahala dari Allah ketika ia menyelamatkan (bukan membunuh) anjing najis yang sedang sekarat. Dua kenajisan diampuni Allah seketika disini! Jadi ada yang salah secara antagonistis disini: Muhammad terhadap dirinya, atau terhadap Allahnya, atau salah kaprah semuanya?  Sahabat-sahabat Nabi dan Muslim kini ikut-ikut salah tingkah, karena tidak berani bertanya: “Sesudah itu so what?” Haruskah – sesudah anjing itu tidak haus lagi – ia lalu dibunuh?

 

7. Akhirnya, semua “bentuk jihad” terhadap anjing hanyalah sebuah kepercayaan mistis pribadi dari seseorang Rasul Allah yang memaksakan dirinya harus dikunjungi para malaikat:

 

Rasul Allah berkata: “Malaikat-malaikat tidak menemani para traveller (orang-orang yang bepergian) yang mengikut sertakan anjing dan juga lonceng”. (HSM Buku no. 24, Hadis no. 5277)

 

“Kami, malaikat-malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar lukisan atau anjing”. (HSB Buku no. 54, Hadis no. 450)

 

“Anjing warna hitam adalah setan”. (HSM Buku no. 004, Hadis no. 1032)

 

 

JIHAD MISTIS MUHAMMAD YANG MISTERIUS TIDAK TERJAWAB SELAMANYA

 

  • Ada urusan HAKIKI apakah maka para malaikat surga itu hanya mau menemani traveller yang steril dari lonceng dan anjing? Apa yang bisa dipersalahkan pada sebuah anjing, apalagi lonceng?
  • Malaikat hanya mau masuk ke rumah yang polos tanpa gambar lukisan? dan mengharamkan alat musik? (HSB Buku no. 69, Hadis no. 494;  Ibnu Majah no.4020)
  • Anjing hitam dikatakan setan? Sungguh vulgar dan absurd!

Bagaimana anjing bisa menjadi setan semata karena bulunya warna hitam? Allah tidak menciptakan satu setan pun. Setan menjadi setan karena ia memberontak terhadap Allah. Tetapi anjing hitam yang Allah ciptakan tidak pernah memberontak terhadap Allah. Kasih anjing kepada pemiliknya justru jauh lebih mulia dan sekaligus mempermalukan kasih antar manusia yang sering egoistis menarik keuntungan sepihak! 

 

Jadi siapa yang menjadikan anjing setan? Apakah hanya karena anjing itu hitam maka ia  bisa didaulat para iblis dan menjadikannya setan? Kalau begitu semua orang dan binatang kulit hitam bisa jadi setan, dan memang adalah setan? Pertanyaan dan renungan bisa diteruskan yang tidak mampu dijawab oleh setan sekalipun!

 

Wanita Muslim yang membawa kuda diijinkan masuk ke dalam bus … tetapi pria buta yang membawa anjing tidak diijinkan.



Periwayatan Hadis-hadis Muhammad sungguh telah menjadi ocehan yang  melampaui batas akal sehat serta mendiskreditkan kenabiannya. Dimanapun, anjing adalah mahkluk yang paling mampu bersahabat tulus dengan manusia. Dimanapun, anjing hitam bukanlah setan, sama halnya seperti anjing putih, cokelat, atau separuh hitam dan putih!

 

Dan malaikat-malaikat sungguh tidak ada urusan apapun dengan puluhan ribu pet-dogs yang telah dibawa secara aman oleh para traveller ke dalam pesawat setelah dikarantina. Malahan berdasarkan analogi periwayatan diatas, Allah dalam kasih-Nya justru akan turut hadir di pesawat (tanpa memerlukan malaikat) ketika-mana ada anjing didalamnya yang terkurung hampir mati kekurangan air atau oksigen!

 

Dan Muslim quo vadis? Bagaimana mereka bisa hidup tanpa boleh menghadirkan gambar lukisan dan musik dalam rumah mereka? Muslim mana yang sudah taat? Tidak cukup dengan itu, Muhammad kembali menista anjing dan wanita dengan cara menyamakan kenajisan keduanya dalam dayanya memutuskan sebuah shalat kudus:

 

“Yang dapat memutuskan shalat adalah anjing, keledai dan wanita.’ Maka ‘Aisyah pun berkata, “Sungguh kalian telah menganggap kami (kaum wanita) sebagaimana anjing” (HSB Buku 9, Hadis 490)

 

Ya, Muslim terpasung disimpang jalan kebenaran. Tetapi Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”. Dia-lah yang mampu dan mau menawarkan terobosan yang sejati,


“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yohanes 14:6, 8:32)

 

 

Sumber: www.answering-islam.org (indonesian section)


Add a Comment
| 53
mohmedtol
Reply| 14 Feb 2015 10:53:21
muhamad memang antek iblis, makanya ajarannya ngaco, ajaran setan, dan isis adalah 100% pengikut yang mengamalkan ajaran nabi setan muhammad
jesus
Reply| 05 Jul 2013 15:12:24
@jangkrik

kita ketemu di neraka
@hajar
Reply| 30 Jun 2013 01:36:41
heyyyy slimers.....kalian itu wow....goblok poolll, ya gak mungkinlan Tuhan mengharamkan ciptaanya sendiri !!! itu berarti Tuhan mengharamkan dirinya sendiri goblok !!!!! Tapi aku kok kasihan ya lihat kalian itu, kliatannya aja berlagak pinter......kalau di ajak dialog mesti kebakaran jenggot...dasar penganut setan !!!!
Bert
Reply| 15 Jun 2013 21:51:09
@kosaki

Anda menulis:
Yang menimbulkan polemik ialah:
Umat Islam percaya adanya malaikat kematian yang bertugas menjemput arwah orang yang mati, nah kalau orang piara anjing harusnya gak bisa mati donk? Kan malaikat takut sama anjing? Kok beda dengan kenyataan yang ada ya?

Respons:
Sebetulnya itu akal-akalan muhamad saja, karena muhamad sangat-sangat dipermalukan karena anjing lebih bernurani dari si muhamad.
kosaki
Reply| 15 Jun 2013 18:52:59
Ia (Jibril) berkata, (kepada Muhammad): “… kami tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar lukisan”. Sejak pagi itulah ia (Nabi) memerintahkan untuk membunuh anjing-anjing, hingga (kemudian) ia mengumumkan bahwa anjing yang menjaga taman harus juga dibunuh, tetapi ia mengecualikan anjing yang menjaga padang yang sangat luas”. (SHM Buku no. 24, Hadis no. 5248)
-----------------------
Yang menimbulkan polemik ialah:
Umat Islam percaya adanya malaikat kematian yang bertugas menjemput arwah orang yang mati, nah kalau orang piara anjing harusnya gak bisa mati donk? Kan malaikat takut sama anjing? Kok beda dengan kenyataan yang ada ya?
no name
Reply| 23 Jan 2013 13:10:53
@Agum
masalhnya bukan fitnah memfitnah. hina menghina ato dendam masalah utamanya islam tidaklah mungkin agama yang dari TUHAN SEMESTA ALAM
KENAPA BISA BEGITU????

BACA SEMUA BUKU DI RESEARCH, BACA SEMUA ARTIKEL DI ARCHIVES DAN BACA JUGA ALQURAN DAN HADIST. KALO ANDA DAPET PENCERAHAN, SYUKUR KALO ANDA MAKIN YAKIN DG KEIMANAN ISLAM ANDA YA MONGGO, TAPI PESAN SY JGN BUNUH KAFIR SEPERTI SY, JGN BUNUH MURTADIN DAN JGN BUNUH JUGA ANJING DAN BABI
OKE GBU
Agum
Reply| 23 Jan 2013 09:50:30
permisi.... numpang koment dong .... Sdr2, anda muslim atau bukan seyogyanya menghargai pendapat orang lain, selama pendapat itu tidak bermaksud untuk menebarkan fitnah. Cobalah lebih bijak dalam memahami sebuah transkrip terutama tentang masalah yang bukan pokok keyakinan. Kami yakin masing-masing punya dalih penyokong. Jalankanlah saja amaliah masing-masing sesuai keyakinan anda, toh Tuhan Yang Maha Tahu tidak akan salah untuk menilai amalan anda. Kita kembaliakn saja kepada-Nya. Hakikat kebenaran itu tidak ada yang sempurna, tunggu sajalah nanti ada saatnya anda2 melihat sendiri apa yang anda tuangkan. Ingatlah "Jika Anda berdebat kusir dan saling menghunjat. Maka berarti Engkau telah menyia-nyiakan umur. Menyia-nyiakan umur lebih buruk dari pada kematian. Karena mati memutuskan Anda dari dunia. Sedangkan menyia-nyiakan waktu, berarti memutuskan Anda dari akhirat." Untuk kalian agama kalian dan untuk kami agama kami....
guardian
Reply| 24 Sep 2012 00:39:13
kalo dirumah ada likisan kaligrafi Allah atau ayat2 quran dosa donk?
candle light
Reply| 12 Mar 2012 09:02:06
@sultan:
quote:
Allah yang maha pengasih dan maha penyayang tak pernah mengajarkan manusia untuk menjadi musuh, jadi pasti kita berteman :) kita bersahabat, Saudaraku!
-----------------------------------------
ne quran yg "mendukung" statement anda

“Janganlah orang-orang beriman mengambil orang-orang kafir sebagai
sahabat atau penolong dan bukannya orang-orang beriman: jika kamu
melakukannya maka tidak ada pertolongan dari Allah: kecuali kamu
menjaga dirimu sepenuhnya terhadap mereka”.
Sura 3:28

dilengkapi catatan kaki dari ibn Kathir:
“Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman agar tidak menjadi
penyokong orang-orang kafir, atau mengambil mereka sebagai
sahabat dan membangun persahabatan dengan mereka...Allah
memperingatkan tingkah-laku seperti itu ketika Ia berkata, ‘Wahai
kamu yang beriman! Janganlah mengambil musuh-musuh-Ku dan
musuh-musuhmu sebagai sahabat, menunjukkan kebaikan kepada
mereka. Dan barangsiapa melakukannya, maka sesungguhnya ia telah
tersesat dari jalan yang lurus’. Dan, ‘Wahai kamu yang beriman!
Janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan orang Kristen sebagai
sahabat, mereka adalah sahabat bagi satu sama lain. Dan barangsiapa
bersahabat dengan mereka, maka sesungguhnya, ia adalah salah-satu
dari mereka’. Allah kemudian berkata, ‘Kecuali kamu takut akan
bahaya dari mereka,’ artinya, kecuali mereka (orang Muslim) yang ada
di wilayah-wilayah atau di suatu waktu mengkuatirkan keamanan
mereka terancam oleh orang-orang kafir. Dalam hal ini, orang beriman
semacam itu diijinkan untuk menunjukkan (di permukaan)
persahabatan kepada orang-orang kafir, namun tidak dengan tulus
hati(=munafik). Sebagai contoh, Al-Bukhari mencatat bahwa Abu Ad-Darda’
berkata, ‘Kami tersenyum di hadapan orang sedangkan hati kami
mengutuki mereka”.
Ibn Kathir’s Tafsir – Surah 3:28 www.tafsir.com

inilah Islam anda saudaraku.. renungkan
pencerah
Reply| 05 Mar 2012 01:37:14
@ Soeltan

Allah yang maha pengasih dan maha penyayang tak pernah mengajarkan manusia untuk menjadi musuh, jadi pasti kita berteman :) kita bersahabat, Saudaraku!

Amsal 17:17 "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran"

Waalaikumsalam Wr Wb
SOELTAN
Reply| 05 Mar 2012 01:01:50
@pencerah

Ok brother,
maaf bila ada yang tak berkenan, tapi sungguh saya bermaksud baik, supaya kamu beroleh keselamatan dunia akherat.

smoga kamu dapat segera menemukan kasihNya yang rahmani dan cemerlang, yang tidak memerintahkan manusia untuk saling membunuh melainkan mengajarkan manusia untuk saling mengasihi supaya damai sejahtera surgawi ada di bumi.
---------------------------------
yah tak apalah hehee

yah trimah kasih.. mudah2an kita dapat berjumpa sbgai teman bukan musuh:)
wassalamualaikum Wr Wb
SOELTAN
Reply| 05 Mar 2012 00:59:14
@pencerah

yah saya akan saya akan merenungkan kembali ayat2 tersbut. dan juga mencari pemahaman yang lebih lagi.. trimah kasih kembali yah kawan.

yah saya ga menutup mata atas pemboman2 yang ada di brita2 kog, saya tau memang mereka orang islam yang melakukan, tapi cara mereka yang salah mas, sperti yang mas ungkapkan dari ayat2 sbelumnya.. Mereka lupa menafsirkan dahulu dan tergesa-gesa untuk mengatakan JIHAD..'
pencerah
Reply| 05 Mar 2012 00:58:18
ups salah ketik

Saya sakin Soeltan orang yang baik, yg menjalankan agama damai.

maksudnya
Saya yakin Soeltan orang yang baik, yg menjalankan agama damai.

Ok brother,
maaf bila ada yang tak berkenan, tapi sungguh saya bermaksud baik, supaya kamu beroleh keselamatan dunia akherat.

smoga kamu dapat segera menemukan kasihNya yang rahmani dan cemerlang, yang tidak memerintahkan manusia untuk saling membunuh melainkan mengajarkan manusia untuk saling mengasihi supaya damai sejahtera surgawi ada di bumi.
SOELTAN
Reply| 05 Mar 2012 00:55:55
ayat2 yang anda beri itu, merupakan sebuah perlawanan mas, ga langsung kita berperang stelah mendengar ayat tersebut.. inilah ketika manusia lalai menafsirkan ayat al-qur'an.. sehingga timbulah permusuhan dari kalangan agama selain umat islam..

anda pasti orang yang berpendidikan cobalah cari maksudnya.. atau minjam kitab al-qur'an.. disana sudah di jelaskan maksud2nya kog..

jgan gampang berfikiran negatif mas, sbelum kita cari BUKTInya , jgan gampang menghakimi sesama sbelum anda mengetahui kebenarannya..
mohon anda mengerti :)
pencerah
Reply| 05 Mar 2012 00:54:21
Baiklah, ada baiknya merenungkan ayat2 itu dengan melihat konteksnya. Supaya lebih paham, baca pula sirah dan hadits dan lihatlah benang merahnya.

Saya sakin Soeltan orang yang baik, yg menjalankan agama damai.

tapi janganlah menutup mata terhadap berita2 seputar jihad dan terorisme karena kelak pada waktunya, kamu akan mengerti, bahwa merekalah yg sungguh-sungguh melaksanakan islam yg sebenarnya.

Saya berdoa untukmu, semoga Allah yg maha pengasih dan maha penyayang memberimu hikmat/kebijaksanaan untuk mengerti ajaranNya.

Salam penuh cinta kasih. Allah yang esa menyertaimu.
SOELTAN
Reply| 05 Mar 2012 00:43:04
pencerah says
Sekarang mohon renungkan ayat2 ini, apakah ini benar dari Allah yg maha pengasih?
QS 9:14
(Tuhan berfirman kepadaku:) Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

QS 9:29
(Tuhan berfirman kepadaku:) Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
---------------------------------------
Untuk memahami ayat sebaiknya kita baca ayat tersebut sebelum dan sesudahnya sehingga tahu konteks perintah tersebut
.perintah perang tersebut adalah perintah yang bersyarat mas.. jgan hanya copas tapi baca dlu dan pahami dlu maksudnyaaaa.. di kitab kami juga di maksudkan artinya ga langsung membunuh trus cari mangsa lagi hohoho
pencerah
Reply| 05 Mar 2012 00:17:36
QS 3:10
(Tuhan berfirman kepadaku:) Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak siksa Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

QS 33:57
(Tuhan berfirman kepadaku:) Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan mela`natinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

QS 5:33
(Tuhan berfirman kepadaku:) Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

QS 9:28
(Tuhan berfirman kepadaku:) Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis

QS 48:29
(Tuhan berfirman kepadaku:) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.
pencerah
Reply| 05 Mar 2012 00:16:49
QS 2:161-162
(Tuhan berfirman kepadaku:) Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.
Mereka kekal di dalam la`nat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.

QS 2:178
(Tuhan berfirman kepadaku:) Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash (=pembalasan setimpal) berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.

QS 3:4
(Tuhan berfirman kepadaku:) Sebelum Al Qur"an, menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan siksa.


QS 3:56
(Tuhan berfirman kepadaku:) Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

QS 6:49
(Tuhan berfirman kepadaku:) Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

QS 9:39
(Tuhan berfirman kepadaku:) Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
pencerah
Reply| 05 Mar 2012 00:12:33
QS 9:123
(Tuhan berfirman kepadaku:) Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

QS 2:191
(Tuhan berfirman kepadaku:) Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

QS 4:89
(Tuhan berfirman kepadaku:) Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

QS 4:91
(Tuhan berfirman kepadaku:) Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman daripada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu menemui mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.

QS 8:12
(Tuhan berfirman kepadaku:) Ingatlah, ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yg telah beriman”. Kelak aku akan jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka PENGGALLAH KEPALA MEREKA dan PANCUNGLAH TIAP-TIAP UJUNG JARI MEREKA
pencerah
Reply| 05 Mar 2012 00:11:14
he...he...
aneh!
perlu dicermati: pohon natal tidak dibuat untuk menjadi "tuhan" lain, pohon natal BUKAN patung. Mana ada hiasan yg dijadikan berhala? berpikirlah yg jernih!

Anda mengatakan islam ajaran yg diridhoi Allah?
Hey, coba bandingkan ajaran agamamu dengan agama2 lain. Hindu, budha, nasrani selalu mengajarkan perdamaian dengan orang lain tanpa memandang agama! Hindu, budha, nasrani, dan agama2 lain selain islam tak pernah mengkotak2kan manusia menjadi 2 yaitu manusia kafir dan mukmin. Bahkan dalam kristen, Isa melarang menganggap orang lain kafir, kita hrs mengasihi/berbuat baik pada sesama manusia seperti Allah yg menerbitkan matahari bagi semua orang, tanpa membeda2kan apakah orang itu baik atau jahat.

Sekarang mohon renungkan ayat2 ini, apakah ini benar dari Allah yg maha pengasih?
QS 9:14
(Tuhan berfirman kepadaku:) Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

QS 9:29
(Tuhan berfirman kepadaku:) Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top