“Ini benar-benar murni kejahatan yang harus sama-sama kita ungkapkan agar kita bisa membersihkan dan membenahi penistaan-penistaan yang ada, terutama untuk anak-anak yang diharapkan akan menjadi anak-anak yang soleh, anak-anak yang berguna tapi dirusak masa depannya,” jelas Mariam.

Korban pelecehan seksual Habib Hasan bersama orang tua - melaporkan kasusnya ke KPAI
Jakarta Tidak hanya melapor ke polisi dan meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), korban pencabulan Habib Hasan juga menyambangi Komnas Perlindungan Anak. Mereka berharap semakin mendapat banyak dukungan untuk mengungkap tindakan bejat yang pernah dialaminya.
Seorang pemuda belasan tahun yang mengaku korban pencabulan Habib Hasan datang didampingi ibunda korban lainnya dan seorang perempuan yang mengaku sebagai saksi. Mereka datang ke kantor Komnas PA, Jl TB Simatupang No 33, Jakarta Timur, Selasa (21/02/2012) sore.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut perwakilan korban yang juga merupakan saksi, Mariam, menjelaskan bahwa kedatangannya adalah untuk menceritakan kondisi anak-anak korban Habib Hasan.
“Saya melaporkan dari beberapa anak yang memang jadi korban pencabulan yang kita memang sama-sama prihatin. Jadi ini bukan masalah agama, sekali lagi bukan masalah agama. Tapi ini mutlak masalah pencabulan anak-anak di bawah umur di mana generasi muda kita harus diselamatkan,” kata Mariam kepada wartawan.
Dia juga mohon agar berbagai pihak dari kalangan ulama, pejabat, masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong untuk menolong anak-anak tersebut.
“Tolonglah, kasihan! Sudah berbagai macam cara dilakukan oleh para korban itu untuk memperjuangkan kasus mereka. Kasihan mereka itu. Saya mohon sekali bantuannya. Ini anak kita, ini warga kita, mereka semua adalah bagian dari kita. Kasihan anak-anak generasi muda kita mau jadi apa kalau dibiarkan begitu saja,” ungkapnya sambil meneteskan air mata.
Dia menjelaskan, semua bukti sudah diserahkan kepada polisi. Sedangkan para korban saat ini mengalami trauma dan butuh dukungan. Bahkan untuk bicara saja sepertinya sulit. Meski demikian, para korban terus dimotivasi agar tidak menyerah. Karena yang diperjuangkan adalah kebenaran.
“Ini benar-benar murni kejahatan yang harus sama-sama kita ungkapkan agar kita bisa membersihkan dan membenahi dari pada penistaan-penistaan yang ada, terutama anak-anak yang berharap menjadi anak-anak yang soleh, jadi anak-anak yang berguna tapi dirusak masa depannya,” jelas Mariam.

Habib yang dituduh melakukan pedofilia - Meneladani Sunnah Rasul?
Sementara Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, membenarkan kedatangan rombongan itu untuk melaporkan tindakan yang diduga pencabulan atau kekerasan seksual. Perlakuan itu dihadapi anak di bawah umur oleh salah seorang yang seharusnya bisa menjadi panutan.
“Mereka datang ke sini untuk konsultasi tapi tentu konsultasi itu perlu menghadirkan korban,” kata Arist.
Dalam waktu dekat Komnas PA berniat menghadirkan para korban untuk mendengar langsung kesaksiannya. Bagi Arist, informasi yang diterima dia dari rombongan pelapor itu sangat mengerikan.
“Karena seharusnya-kan seorang habib, seorang ulama, apakah dia pastur, pendeta atau kiai itu, harus menjadi garda terdepan untuk melindungi anak," tuturnya.
Arist menilai penegak hukum sangat berhati-hati merespons laporan pencabulan yang dilakukan Habib Hasan. Sebab kasus kekerasan seksual harus dibuktikan.
"Kasus kekerasan seksual kan tidak ada orang yang bisa menyaksikan. Itu pasti tersembunyi tetapi bisa digunakan dengan pengakukan korban dan saksi-saksi di antara korban. Langkah yg harus kita lakukan adalah mencari informasi semaksimal mungkin dari korban, baru kita lakukan langkah-langkah penyelamatan korban dari praktik-praktik dugaan kekerasan seksual," tutupnya.
(vit/nwk)
Sumber: detik.com






(All fields are required)