Blog / Masalah Besar Dengan Kredo Islam, "Tiada Tuhan Selain Allah". Yang Mana Tuhan Yang Mana Allah?

“Tak ada Tuhan yang bisa sejahat tuhan-nya (Allah swt) yang diberitakan oleh Muhammad. Allah bukanlah Tuhan (seperti yang di syahadatkan Islam). Ia awalnya dikenal sebagai Dewa Bulan yang disebut Hubaal (Ha Baal dalam bahasa Ibrani). Muhammad kemudian membentuk ilah ini sesuai dengan gambarnya sendiri. Sama seperti yang menciptakannya (yaitu Muhammad), Allah juga adalah sosok yang narsistik.

 

By RAM KAMPAS

 

Banyak hal yang bisa dibicarakan disini, dan akan membawa kepada kupasan akademis dan teologis yang sangat jauh. Tetapi Tuhan yang benar selalu bisa dikenal secara sederhana oleh semua anak-anakNya, bukan hanya monopoli para ahli agama seperti yang sering dipahami oleh Muslim kebanyakan. Tuhan Semesta ingin diriNya dapat dikenal oleh umat-Nya secara bersahaja, dan telah menyajikan sarana yang cukup agar Dia-lah yang disembah dan bukan tertipu oleh sosok tiruanNya. Ia pertama-tama telah memberikan kepada kita batin nurani terdalam untuk mampu membedakan setan yang Maha Jahat dengan diriNya yang Maha Baik, betapapun itu disamarkan oleh setan. Juga beberapa ciri pokok, sederhana dan universal tentang BEING, DOING, dan JATIDIRINYA yang tidak bisa didustakan oleh setan se-lihai manapun. Kejelian, keheningan, dan keterbukaan batin yang lurus diperlukan untuk merasakan beda kehakikian hakekat Tuhan dibandingkan dengan kepalsuan dan akal-akalan yang dimainkan setan.

 

Apabila Tuhan berkata Ia Mahabenar dan Mahakudus, maka Ia tidak berkata asal-asalan, atau mereduksikan maknanya dengan “sekedar benar” dan “baik-baik dan soleh”, atau berslogan-ria, melainkan sungguh mutlak kudus tanpa cacat dan dusta. Dan itu diperlihatkannya lurus lewat setiap ayat, perilaku dan janji-Nya tanpa bermain dalam perkecualian, bahkan terhadap Nabi-Nya sendiri. Dan manakala Tuhan mengatakan diri-Nya Mahakasih, Ia tidak mereserve-kan anak-emas dan anak-tiri untuk dispekulasikan oleh umat-Nya, melainkan universal untuk semua anak manusia. Ia menurunkan panas, hujan, embun dll yang sama kepada anak baik dan anak jahat. Tetapi awas, itu saja bukan bukti dari MahakasihNya yang universal. Melainkan bukti bahwa Ia adalah Tuhan yang bertanggung jawab secara baik atas segala karya ciptaanNya. Itu adalah sarana dasar menunjang kehidupan yang Ia adakan. 

 

Jadi apakah bukti Mahakasih Tuhan? Ya, jawab dulu apakah bukti sejati Anda mengasihi anakmu? Memanjakan dan memberi dari kelebihan uangmu? Hanya sayang kepadanya tatkala ia baik-baik dan manis-manis terhadap Anda? Tidak! Itu belum habis-habisan menguras “resources” Anda. Tetapi lain halnya tatkala Anda tetap mengasihinya SEKALIPUN Anda prihatin bahwa ia jadi perampok dan pemberontak terhadap Anda. Bahkan ketika sang anak terancam, Anda rela berkurban jiwa baginya! Itulah! Kasih Tuhan yang MAHA bukan ajangnya slogan kosong pada mulutNya. Juga bukan sekedar menurunkan berkat bagi segolongan manusia yang hanya baik-baik melakukan rukun ibadah atau taat kepadaNya. Tuhan belum Mahabaik ketika Dia memberi Anda berkat dari kelebihan kuasaNya yang memang melimpah tiada tara. Ia belum “habis-habisan” memberi. Tuhan hanya (only and only) terbukti Mahabaik bilamana Ia sendiri rela berkurban nyawa bagi manusia berdosa yang hukumannya adalah mati! (Roma 6:23). Itu sebabnya Ia “menuzulkan Firman dan RuhNya” menjadi manusia Yesus (4:171) yang berkurban nyawa (tersalib) demi menebus nyawa kita semuanya yang diharuskan mati! Azaz Qisas yang berkeadilan “nyawa ganti nyawa” hanya bisa dipenuhi sendiri oleh Tuhan dalam membela kasih-Nya. Dan itulah yang Dia berikan/tawarkan kepada umat manusia yang dikasihiNya.

 

Jadi, setiap kita – bodoh atau berilmu, soleh atau najis – sesungguhnya mampu merasakan, menyaksikan dan mencernakan sifat-sifat dari Tuhan Semesta. Ia bukan Tuhan yang semu, acak dan kontradiktif, yang hanya sekenanya membunyikan tong kosong (baca: tak waras) tanpa sungguh hati memperlihatkan substansi dari apa yang diklaimNya.

 

Misalnya seperti yang dikatakan Ali Sina, tak ada Tuhan yang waras yang akan mengirimkan sebuah agama untuk memecah-belah manusia. Tak ada Tuhan sejati yang akan memberikan instruksi pada sebuah kelompok untuk membenci kelompok lainnya hingga kepada penumpasannya sepanjang sejarah. Tak ada Tuhan yang setelah mengizinkan hadirnya pelbagai kepercayaan/agama untuk bebas dianut orang (dan perangkat batin dan akal untuk memilahnya), lalu serentak memerintahkan pembunuhan kepada yang ingkar dan murtad dari salah satu agama…

 

Tetapi Ali Sina berkata: itulah yang terjadi pada Allahnya Islam!


Ia akhirnya memilih menjadi murtad dan berkata sebagai berikut:
“Tak ada Tuhan yang bisa sejahat tuhan-nya (Allah swt) yang diberitakan oleh Muhammad. Allah bukanlah Tuhan (seperti yang di syahadatkan Islam). Ia awalnya dikenal sebagai Dewa Bulan yang disebut Hubaal (Ha Baal dalam bahasa Ibrani). Muhammad kemudian membentuk ilah ini sesuai dengan gambarnya sendiri. Sama seperti yang menciptakannya (yaitu Muhammad), Allah juga adalah seorang yang narsistik. Muhammad mengatakan bahwa Allah adalah:

 

khairul mâkerin, (Penipu daya terbesar)  3:54,

al mutakabbir (Yang sombong, takabur) 59:23 ,

al jabbâr (Yang memaksa, penindas, tiran) 59:23,

al qahhâr (Yang menaklukkan) 13:16, 14:48, 38:65, 39:4, 40:16 ,

al khâfid (Yang merendahkan) 95:5,

al mudhell (Yang menghina) 3:26,

al mumit (Yang mematikan) 3:1567:15815:2357:2,

al muntaqim (Pembalas dendam) 32:2243:4144:16,

al mua’khkhir (Yang menangguhkan) 71:4 dan

ad-dârr (Yang menimpakan kemudharatan) 6:17.

Tidakkah semua itu adalah gelar dan zat yang bersifat satanik?”

 


Tetapi awas, setan itu sejuta kali lebih hebat dari Anda dan saya. Ia yang dicap oleh Tuhan sebagai “Bapak Segala Penipu” mudah sekali membantah dan membelokkan gelar-gelar satanik ini seolah menjadi bersifat “kehebatan dan keagungan” dari Allah Ta’alah. Akan tetapi jikalau begitu, Muslim seharusnya melihat sifat-sifat dan zat Allah yang dualistis ini sebagai bagian dari duplikat (atau yang sudah terlumur) dengan sifat dan zat Setan itu sendiri!? Ya, tidak heran ada “ayat-ayat setan” yang diakui sempat tersusupi ke dalam Quran, sekalipun Muslim percaya bahwa ayat-ayat setan itu akhirnya dibersihkan oleh Allah SWT (padahal Allahnya sendiri tetap masih Khairul Maakiriin yang per definisi tidak perlu meralat apapun) dengan berkata: “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu” (22:52). 

 

Namun wahyu ini jelas bermasalah sendiri! Ia justru merupakan bukti ekstra dari ayat yang telah tersusupi setan, yang mana dipakai Muhammad untuk membela dirinya (yang kesusupan) dengan mengeneralisasikan bahwa semua nabi dan rasul sebelumnya juga kena susupan ayat-ayat setan. No! Tak ada nabi Abraham, Ishak, Yakub, Musa hingga Yahya yang pernah kesusupan ayat-ayat setan, apalagi Yesus yang justru paling ditakuti setan, penengking si Penghulu Setan Beelzebul (Lukas 11:14 ff). Ke-mahakudusan Firman tidak akan tercampur dengan kenajisan setan dimanapun ia ditempatkan, apalagi dihati nabi-nabi ketika mereka sedang ternuzul Kalimat-KudusNya! Tuhan tidak perlu bekerja detektif untuk membersih-bersihkan kotoran sisipan setan disepanjang era kenabian.


“TIADA TUHAN SELAIN ALLAH”, SYAHADAT YANG MENYUSUPKAN RUH SETAN KE DALAM TUHAN?

Pada prinsipnya, manusia tidak mempunyai kapasitas untuk membedakan mana Tuhan dan mana Setan yang menyamar sebagai tuhan-tuhanan. Setan adalah mahkluk roh yang paling berkuasa setelah Tuhan. Pada kenyataannya, setan punya sejuta cara untuk bersiasat. Setiap manusia akan dikalahkannya dengan gampang bilamana orang tersebut tidak disertai Tuhan. Tetapi dihadapan Tuhan Yang Sejati, semua usahanya itu sangat mudah disudutkan dan ditelanjangi. Sesungguhnyalah, beberapa perangkat sederhana telah Tuhan siapkan bagi kita untuk membongkar petak-umpet penyamaran setan dan iblis. Itu adalah kepentingan Tuhan yang Mahapeduli kepada kita menyangkut kehidupan kekal kita di dunia dan akhirat. Muslim memang telah belajar cukup banyak tentang “Allah”nya, namun terus terang saja, mereka belajar alangkah sedikitnya dan dangkalnya tentang oknum ruh setan. Salah satu kendalanya adalah bahwa Muhammad dan Muslim telah di-discouraged/dihambat oleh Allah sendiri untuk belajar masalah yang berurusan tentang ruh: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit." (17:85).

 

Akan tetapi Alkitab justru sangat mendorong manusia yang sombong dan sering lengah itu agar lebih rajin menguji setiap ROH, demi tidak tertipu kelicikan setan dan iblis:

“Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Tuhan”…

“Sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang” (1Yohanes 4:1; 2Kor 11:14).

 

Maka mari kita berendah hati dan menyimak beberapa pokok ujian yang telah Tuhan siapkan dalam Kitab-kitab-Nya untuk memilah Tuhan Sejati dengan Setan dalam ujud tuhan jadi-jadian:

 

1. Setan mencoba mengganti atau mengaburkan nama dan jatidiri Tuhan, sehingga manusia tidak mengenal siapa Dia-Nya. Carilah itu oknum penyesat yang menggantikan nama pribadi Tuhan Sejati!

 

Benar, nama dan sosok pribadi Tuhan tak pernah akan dikenal oleh mahluk-Nya jikalau Dia sendiri tidak memperkenalkannya. Ini rumus dan aksoma mati. Alkitab berkata: “YAHWEH telah memperkenalkan diriNya” (Mazmur 9:17). “Aku adalah Aku…YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub… itulah nama-Ku untuk selama-lamanya…”  

 

Tuhan Elohim yang bernama Yahweh, telah diperkenalkan dan dicantumkan oleh Tuhan sendiri hampir sebanyak 7000x diseluruh Alkitab. Ini tidak pernah dibantah oleh siapapun sebelumnya. Namun tiba-tiba Muhammad datang dan mengubahnya menjadi ALLAH. Padahal dia pula yang berkata, “Allahku dan Allahmu adalah satu?” Tentu ini penyesatan yang luar biasa. Dapatkah Tuhan ujuk-ujuk diganti nama-Nya? Dengan menggantikan nama Sang Pencipta Yahweh yang satu-satunya, kini setan dapat leluasa mengklaim “Allah” yang dimirip-miripkan Yahweh itu sebagai apa saja, karena yang dibicarakan adalah Tuhan yang berbeda!

 

Itu sebabnya nama pribadi allah baru ini dimunculkan Quran secara misterus tanpa melalui perkenalan khusus dari mulut Tuhan sendiri kepada kaum Arab.

 

Jadi siapakah itu Allah yang nama-pribadinya muncul mendadak di Quran, tanpa diketahui kapan dan dimana NAMA itu pertama kalinya dimunculkan dalam Quran: surah mana dan ayat berapa? Setan – mau tidak mau—memang harus menyamarkan/mengganti nama YAHWEH secara total, agar manusia bisa ditipu dengan Ilah yang dimirip-miripkan sifatnya dengan Yahweh. Toh semua sifat-sifat  Ilah didunia ini praktis sama (atau bisa diarahkan sama) sehingga setan leluasa memilih Ilah yang akan diorbitkan sebagai tuhan, tanpa usah mengusik sosok yang ditakutinya: YAHWEH. Sebab setan pasti akan dilabrak habis apabila ia berani menghujat nama Yahweh yang Mahakudus dan Benar itu sebagai: “Yahweh itu ‘Khairul Maakiriin’ (Penipu Terlicik, Qs.3:54). Para ahli tahu bahwa pada awalnya  Muhammad sempat bingung tentang nama pribadi Sesembahan-nya. Semula, dalam semua Surah-surah yang paling awal, Muhammad hanya menggunakan sebutan RABB (978 x) bagi Tuhannya (a.l. Surat 54, 55, 56, 68, 75, 78, 83, 89, 92, 93, 94, 99, 100, 105, 106, 108, 113, 114, termasuk 5 ayat pertama dari wahyu pertama di gua Hira dll). Kemudian baru diselingi nama AR-RAHMAN (376x menyontek nama Ilahnya orang Yemen, Yang Mahapengasih/Pemurah, lihat al.13:30; 21:36; 21:42 dll). Dan baru kemudian Muhammad memunculkan nama ALLAH (2697x). Namun tak ada sarjana Muslim yang sanggup mencari urutan kronologisnya di Quran! Maka kapan persisnya nama “Allah” disebutkan pertama kalinya dalam pewahyuan Quran (dari mulut Allah sendiri) menjadi hal yang termisteriuskan selamanya!

 

2. Setan, harus menyodorkan satu oknum yang bukan Tuhan sebagai allah betulan. Itu sebabnya setan menslogankan secara tepat: “Tiada Tuhan selain Allah” (La illaha ilallah). Namun dimanapun, hadirat Allah yang satu ini tidak bisa ditampakkan hadir dalam sejarah manusia, kecuali hanya dalam klaim!

 

Karena hanya sebuah mahkluk, setan hanya bisa mengandalkan klaim kosong sepihak (bukan bukti) untuk menjadikan dirinya tampak seperti Allah betulan. Lihat, semua ayat Quran juga hanyalah hasil tuturan berantai dimana satu orang Muhammad dibuat mengklaim Jibril yang mengklaim Allah, tetapi baik Jibril maupun Allah tidak menyertakan bukti-dirinya dengan saksi mata. Muhammad ketika ditantang tentang saksi ilahiahnya, ia kalah dengan si penantangnya. Ia hanya mampu mengatas namakan Allah yang bisa diucapkan oleh orang siapa saja: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu” (29:50). Tetapi pernahkah Allah SWT sendiri berwahyu verbatim dan  langsung dengan Muhammad?

 

Allah SWT tidak tampak bermanifestasi untuk dikenal oleh Nabi maupun umat-Nya: “Tidak ada bukti dan dokumentasi apapun tentang eksistensi ALLAH ini dan memang mustahil bisa membuktikan Allah”, demikian surat pengakuan sertifikasi Al-Azhar Al-Sharif Islamic Research Academy di Cairo, 27 Des. 1998.  

 

Ini tentu pengakuan yang putus asa, mengingat Allah SWT pernah berkata tentang kehadiran-Nya yang begitu intim kepada umat-Nya: “… dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (50:16).

 

Sebaliknya, Tuhan Elohim Sejati tampak hadir dalam nyala api ketika bercakap-cakap berhadapan muka dengan Musa. Bukan klaim hantu yang menyamar “allah”. Yahweh mengutus Musa dengan sebuah tongkat Yang mewakili Mahakuasa-Nya. Begitu pula Ia hadir dalam bentuk tiang awan dan tiang api untuk melindungi umatNya keluar dari Mesir. Bahkan ketika Yesus dibaptis, langit yang terbelah, suara Tuhan yang bermaklumat, dan turunnya Rohkudus, semuanya dinyatakan terbuka kepada dunia dengan para saksi mata.

 

Keabsenan Allah SWT dalam seluruh perjalanan sejarah manusia Muslim, sejak Muhammad hingga sekarang, menjadikan tanda tanya besar yang makin valid bahwa Allah SWT itu memang fiktif (rekaan setan Jibril yang mengatas-namakan Allah) hingga Islam tidak sanggup menunjukkan keberadaan Allahnya!

 

3. Dihadapan Tuhan, setan tak berkuasa adikodrati apapun, baik mukjizat maupun nubuat Ilahi. Akibatnya setan hanya sanggup menyodorkan kuasa -mediocre yang semu dengan pelbagai klaim dan akal-akalan dramatisasi. Tangkaplah gejala itu!

 

Lihatlah jeli-jeli yang satu ini. Dimanapun diseluruh Quran, Allah, Jibril, maupun Muhammad tidak pernah sekalipun tampil membuktikan kuasa-mukjizat adikodrati-Nya diantara kaumnya di Arabia. Mereka berdalih cukuplah Quran membuktikan semuanya. Dramatis. Tetapi bukankah Taurat dan Injil juga bagian dari Induk Kitab, dan mereka tidak pernah dikategorikan sebagai kuasa mukjizat oleh Muhammad? Malahan Kitab-kitab tsb tetap perlu diteguhkan dengan kuasa adikodrati–extra dari nabi-nabi SEJATI yang membawakannya? Bagaimana kalau Mirza Gulam Ahmad memproklamirkan diri dan Tadzkiroh-nya sebagai nabi dan wahyu terakhir yang mengungguli Islam? Bagaimana dengan Salamullah Lia Aminuddin dll nabi mutakhir nanti yang dianggap sesat? Apakah mereka dapat dianggap sesat padahal Muhammad sendiripun SAMA (!) dianggap sesat oleh kaum yang membaca Kitab-kitab sebelumnya karena tidak bisa membuktikan kenabiannya? Kekurangan yang tak ter-reparasi adalah bahwaAllah SWT dan semua utusan yang diklaim (Jibril dan Muhammad ataupun Gulam Ahmad, Lia Eden) tidak punya kuasa supra natural untuk mendukung dan membenarkan suara mulutnya. Tidak tampak kedaulatan dan manifestasi Allah yang meneguhkannya.

 

Mereka bisa sama mengklaim dirinya sendiri sebagai Utusan Surgawi. Tetapi Yesus mengingatkan kita (Muslim khususnya): “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar” (Yohanes 5:31), padahal setiap perkataan Yesus adalah wahyu dan Injil. Ini menampar ayat-ayat yang keluar dari mulut Muhammad yang berulang-ulang menabikan dirinya sendiri. Itu belumlah wahyu bilamana itu disaksikan oleh Muhammad sendiri tanpa ada saksi-mata dan kuasa Tuhan yang turut menyaksikannya. Tidak ada Nabi terdahulu yang mengurapinya. Tidak ada otoritas Tuhan yang menyaksikan kerasulan dirinya…

 

Ini kontras dengan Yahweh, Gabriel, dan Yesus, bahkan para nabi Tuhan sebelumnya! Lihatlah, betapa kuasa Tuhan dicurahkan kepada utusan-Nya untuk mendukung keabsahan kata-kata yang disampaikan. Apa kuasa ditangan Malaikat Gabriel yang dikisahkan di Injil (sampai-sampai juga dicatat Quran) ketika menemui Zakaria dan Maria? Gabriel memberi maklumat bahwa dua perempuan yang mustahil dapat beranak -- yang satu mandul tua , yang lain gadis perawan-- akan langsung hamil! Dan diatas semua kemustahilan, terjadilah kuasa mukjizat itu persis sesuai dengan yang dinubuatkan-nya!  Pelajari pula betapa Tuhan Elohim selalu bermukjizat kepada bani Yahudi via Musa dan Yesus dll.

 

Ditengah absennya pembuktian adikodrati yang hanya dimiliki Tuhan Semesta, apa yang setan lakukan untuk menyiasati bahwa Allah SWT dan Jibril juga bermukjizat ilahi? Ya, setan menampilkan “kuasa-semu dalam Quran” dengan mendongengkan pelbagai ragam mukjizat Allah lewat Nabi-nabi dan Jibril, seolah-olah itu milik Allah SWT. Padahal itu semua samasekali bukan milik Allah SWT abad ke-7, melainkan milik Yahweh sebelum abad ke-2! Alkitab Yahweh dijadikan rujukan “retelling stories” bagi Quran guna penyesatan. Merasa itu tidak cukup meyakinkan, maka belakangan dimunculkanlah banyak Hadis Muhammad yang tidak malu-malu mengklaim kehebatan Muhammad dalam bermukjizat yang tidak kalah dari Yesus!

 

Zaky Rawdat berkata: “Tunjukkanlah kuasa mukjizat Allah Swt, Jibril As dan Muhammad Saw kepadaku, maka aku akan menunjukkan kepadamu siapa gerangan mereka!”

 

4. Bagaimanapun, setan yang jahat dan haus darah harus ditampilkan sebisa-bisanya sebagai wajah Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Ya, setan harus “berwajah” Allah, jikalau ia ingin menduduki kursi Allah. Namun ia gagal menyembunyikan naturnya yang maha pokok, yaitu pembunuh manusia:
“Ia (Iblis) adalah pembunuh manusia sejak semula” (Yohanes 8:44). Ini berbahaya untuk diketahui oleh manusia. Oleh karena itu Iblis menjaga betul agar jatidiri-asali ini jangan sampai tampak telanjang terbuka. Ia membungkusnya dengan kata bersayap: “Janganlah membunuh, kecuali/ tetapi….” (2:191; 4:92; 25:68; 5:32; 8:17 dll), Tetapi pepatah mengatakan:”The devils are in the details” (setan bersembunyi dibalik perkara-perkara kecil), dan perkecualian yang tampak dikecil-kecilkan  inilah yang selalu dibelokkan Islam menjadi pembunuhan yang dihalalkan, asal demi Islam!

 

Sebagai Ilah yang berlabel Mahapengasih dan Penyayang, iapun harus ada “tampak tampil” di Quran, walau terseok-seok. Akibatnya ditambahilah 112 statement pembukaan di setiap Surah, teks yang berbunyikan kasih sayang: “Bismillaahir rahmaanir rahiim”. Sayangnya 112 “basmallah” itu bukan ayat dari mulut Allah, melainkan “buah-tangan kotor ilah” yang turut diizinkan berkibar dan masuk ke dalam pelataran Quran. Cek kasih-sayang yang kosong?

 

Kita sudah tahu bahwa Kasih, apalagi Mahakasih, harus dibuktikan dengan pengorbanan diri yang universal dari sang Pengasih, bukan secuil kasih disana atau tebang-tebang pilih kasih disini. Dan inilah yang menjadi tolak ukur yang ditakuti oleh setan karena dia tidak bisa melakukannya dengan konsisten, sebab  natur-nya memang terbalik. Sejak kapan Muslim menyaksikan Allahnya mengurbankan sesuatu diriNya bagi Muhammad, atau Muhammad mengurbankan dirinya bagi umatnya atau bagi semua isteri-isterinya?

 

Allah SWT bertubi-tubi mengklaim diriNya Mahapengasih dan Penyayang. Nyatanya Ia hanyalah sesosok  Ilah yang justru tidak peduli. Ia berkata: “Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki” (14:4). Ia justru tidak mengasihi para kafir, musyirik, Yahudi dan Nasrani, melainkan memprovokasi agar mereka HARUS dimusuhi/ dikerasi/dilaknati /diperangi/ ditawan/ dipancung/ dibunuh [4:76, 89, 91, 144; 2:190-3; 5:51; 8:12, 39, 60, 67, 73, 123; 9:5, 14, 29, 30; 22:19-22; 33:61; 47:4; 66:9; 98:6 dll]. Bacalah ayat-ayat besi dan darah yang disamar-samarkan itu. Apa yang terjadi diseluruh dunia saat ini memperlihatkan betapa setan dan jin Islamik sedang menuai-darah kematian dimana-mana, baik dikalangan “musuh-musuh Allah” maupun “sesama kawan-kawan Allah” yang dianggap kafir oleh pihak yang lebih berkuasa! Dan pembunuhan ini diputar-balikkan sebagai “Demi Islam, agama Allah yang penuh kasih sayang!”

 

5. Setan bercirikan total-penipuan!

Tuhan Alkitab mutlak berkata, dan berulang kali memutlakkan pernyataan-Nya:
“Elohim yang tidak berdusta”.

“Elohim tak mungkin berdusta”

“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya.

Jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.

Apa yg lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Mat.5:37).

 

Dalam Alkitab, tidak ada seorangpun yang pernah didustakan oleh Elohim! Tetapi aneh dan mengusik dalam Quran, bahwa semua orang Yahudi, yang jahat maupun yang baik (termasuk para murid Yesus dan Maryam sekalipun) telah ditipu oleh llah yang terus terang menyatakan bahwa Allah SWT adalah OKNUM sebesar-besar penipu daya, Khairul Maakiriin (3:54, 8:30). Allah secara diam-diam telah mendustakan semuanya secara luas dan dalam: dalam kehidupan social sehari-hari(!). Dalam rumah tangga (!) Dalam medan perang (!) Sungguh mengerikan, dan sekaligus konyol!

“‘Aku tidak menganggap seorang pembohong jika tujuannya untuk menyatukan orang, dan tidak pula terhadap mereka yang berbohong selama perang, atau mereka yang berbohong pada istri atau suaminya dengan tujuan untuk tetap bersatu.” (Muslim, Birr 101; Musnad Ahmad Ibnu Hanbal 6:403, 404, 459, 461).

Muhammad mengikuti “Allah”nya dengan berkata: “war is deception.' Perang adalah tipu-daya (Tabari VIII:23).

Tetapi Allah mana yang berdusta dan meng-endors pendustaan? Jawabnya hanya satu dan sungguh sederhana saja logikanya. Bahwa yang perlu berdusta hanyalah seseorang yang tidak mahatahu, dan yang ketekoran sumber-dayanya. Itu pasti  bukan Tuhan yang Mahakuasa dan Mahatahu!

 

TIPUAN SETAN DISEPANJANG ZAMAN

Sama sederhananya, jikalau dulu Setan telah mendustakan Adam dengan berwujudkan seekor  ular, dan setan sukses. Lalu Maryam dan semua para Hawariyyin pengikut Yesus juga telah didustakan lewat Isa-isaan yang diserupakan Yesus, dan kembali penipuannya sukses menurut Islam. Lalu kembali setan menipu Muhammad dalam kisah termasyhur dengan nama “ayat-ayat setan” yang diakui sukses dan absah oleh para ulama terbesar spt. Ibn Ishaq, Ibn Sa’ad Muhammad ibn Jarir al-Thabari, bahkan sebagian Shahih Bukhari dll!

[Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah (The Life of Muhammad), pp. 165-167.
[Ibn Sa'ad, Kitab Al-Tabaqat Al-Kabir, vol. 1, pp. 236-239.

[ Al-Tabari, The History of al-Tabari, vol.6, "Muhammad at Mecca", pp. 107-113.
[ Shahab Ahmed, "Ibn Taymiyyah and the Satanic Verses", Studia Islamica, no. 87, pp. 67-124. [Sahih al-Bukhari: vol. 2, book 19, no. 177]

 

Sekalipun ini dibantah mati-matian oleh Muslim modern saat ini dengan melawan jalur sejarah yang paling obyektif dan logis. Maklum Musnad Ahmad Ibnu Hanbal membolehkan bohong, demi kesatuan Islam.

 

Jadi sekarang, tidakkah Setan yang sama juga 99.9% akan bisa (atau telah) sukses mendustakan Muhammad? Muhammad tidak sekalipun menguji siapa ruh Jibril yang mencekiknya di gua Hira, melainkan percaya buta saja bahwa itu adalah OTOMATIS utusan Allah? (yang bukan Ilah?)

 

6. Setan paling gelisah bilamana ucapan, perilaku, dan manuver-nya diteropong dengan microscope kebenaran. Dia tidak akan tahan menghadapinya. Itu sebabnya setan tidak happy atas pertanyaan Anda yang banyak dan kritis tentang dirinya dan karyanya. Tidak seperti Maryam yang diberi peluang untuk berdialog dan bertanya bebas dengan Roh Malaikat yang menemuinya, Muhammad di gua Hira telah dicegat oleh satu sosok  ruh-ilah, dengan cara  yang tidak memungkinkan dia untuk bertanya apapun.


Bayangkan dengan sense yang tepat:

Tanpa bersalam-sapa dan memperkenalkan diri, ruh yang entah dari mana datangnya ini (yang malah dikira hantu oleh Muhammad sendiri), tiba-tiba masuk ke dalam gua dan memaksa Muhammad untuk membaca sesuatu. Paksa membaca? Itu saja sudah merupakan vonis yang menghunjam langsung ke jantungnya orang yang buta huruf. Muhammad kaget semaput. Tapi ruh misterius ini bukannya menenangkannya, malahan mencekik dan men-teror Muhammad lebih dahsyat. Buyarlah seluruh kewarasannya sehingga mustahil bertanya balik seperti halnya Maryam. Sejak itu Muhammad pun dikuasai SEPENUHNYA (possessed) oleh ruh ajaib yang tanpa jati-diri, tetapi yang oleh Muslim itu diartikannya terbalik sebagai “tanda pengurapan dan pemeteraian kenabian Islam” oleh ruh Utusan Allah dari surga!

 

Nama “Jibril” tidak pernah muncul di Quran hingga belasan tahun kemudian. Dan itu hanya terjadi setelah Muhammad hijrah ke Medinah. Wahyu ruh terus turun hingga 2/3 Quran. Dan dikatakan bahwa disetiap malam Ramadan ruh ini selalu mereview Quran bersama dengan Muhammad berduaan, namun aneh, nama “Jibril” tetap tersembunyi. Agaknya Muhammad takut bertanya kepada Ruh yang justru tidak berkenan jikalau jatidirinya diutak-atik. Ruh memperingatkan Muhammad maupun para penyidik  kafir dengan berkata:

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit." (17:85).

 

Ini adalah ayat yang menunjukkan ketidak-senangan ruh (Jibril) untuk disidik dirinya, total berlawanan dengan Alkitab yang justru mendorong orang untuk TIDAK OTOMATIS percaya ruh yang menampakkan diri, melainkan sangat perlu menguji setiap ROH, agar tidak tertipu penyamarannya!  

“Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Tuhan”…

“Sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang” (1Yohanes 4:1; 2Kor 11:14).

 

Muhammad take for granted bahwa ruh yang datang kepadanya adalah Jibril yang berasal dari Tuhan Semesta. Namun tak ada siapa dan otoritas mana yang telah menguji keabsahan ruh-ajaib ini sebagai utusan Tuhan dan bukan setan. Hanya ide testing yang digagas oleh Siti Khadijah saja yang dapat dijadikan acuan Islam, walau sungguh menghina kemuliaan Tuhan Semesta. Soalnya testing-ruh ala Khadijah ini dilakukan dengan pendekatan “seksual jasmaniah” yang sangat memalukan: Ketika Muhammad melaporkan bahwa “Jibril” datang kepadanya, maka buru-buru Khadijah mendudukkan suaminya ke paha kirinya, lalu pindah ke paha kanannya, lalu pindah kedekapan pangkuannya (versi lain mengatakan dibawah kain Khadijah), namun sang Jibril tetap saja tak beranjak pergi. Ketika Khadijah mengeluh dan langsung melemparkan jilbab-nya (dalam posisi siap sanggama?), maka ketika itulah si Jibril menghilang karena tidak mau melihat adegan seks yang jorok! Khadijah-pun bersorak: “Horee… demi Allah itu sungguh malaikat, bukan setan!” Dengan asumsi naïf Khadijah bahwa kalau ruh itu setan, ia justru tidak akan lari dari adegan yang syuur (Sirat Ibn Ishaq, p.154).

 

Testing Islamik yang sungguh konyol. Tetapi yang lebih konyol lagi, hasil testing ini disetujui Muhammad, seorang Nabi Allah, dan kini disetujui oleh semua Muslim!

 

Alangkah bedanya Jibril ini dengan Gabriel Tuhan yang berkata penuh KUASA OTORITAS untuk berbicara tentang dirinya kepada Zakharia:

“Akulah Gabriel yang melayani Elohim dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu … karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.” (Lukas 1:19-20)

Kebenarannya langsung terjadi, untuk Zakharia, isterinya, dan disaksikan oleh seluruh komunitasnya!

 

Oleh Yahweh, tak ada yang disamar-samarkan, diplintir, dibengkok dan ditipu dayakan, ketika Ia harus menyatakan diri-Nya secara agung. Semuanya terbuka untuk disimak dan diuji. Setan berhasil mengecoh banyak Muslim karena satu hal: terlalu larut (kesirep) mempelajari dan mengangungi sosok ALLAH, namun terlalu sedikit menguji RUH yang mengatas-namakan allahnya. Maka lahirlah kredo terbesar Islam yang paling mengecoh Muslim: Tiada Tuhan selain Allah!


Dari pengakuan Al-Azhar Al-Sharif Islamic Research Academy di Cairo dan bukti-bukti kekosongan sosok Allah SWT, maka kredo setepatnya hanyalah tinggal: Tiada Allah selain Tuhan (Yahweh)!

 

 




Add a Comment
| 566
Bert
Reply| 11 Jul 2013 19:17:41
@Hedi Sopian

Burung beo yang mengucapkan kalimat syahadat, jadi mahal lho harganya. Karena kebesaran alloh swt burung beo jadi islam.
subhanallah...



+++++
Alloh SWT bukanlah Allah yang sama yang sudah memberikan Taurat pada zaman musa.Karena Alloh SWT justru mendukung pelanggaran Taurat yang dilakukan muhamad.

Alloh SWT bergelar "Sebesar-besar pembalas tipu daya"
Iblis bergelar "Bapa segala tipu daya (dusta)"
Iblis tempatnya di neraka
Alloh SWT memastikan umat muslim mendatangi neraka. (Qs19:71)

Setan alias iblis adalah teman sekerja Alloh SWT:
QS 19. 83.
Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan- syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?,
QS 43.36.
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
Qs21:82
Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah "Kami memelihara mereka(setan-setan) itu."



----------------
Bagi yang mencari keselamatan, jangan mau mendatangi neraka (QS19:71) walau dengan alasan apapun karena neraka pusatnya kuasa kegelapan/setan/iblis.

Bagi yang mementingkan urusan bawah perut, alloh swt sudah buka jalan...(cara licik). Tidak masalah lagi walau yang diincar sudah memiliki suami. QS[33:37]
Bert
Reply| 11 Jul 2013 19:17:39
@Hedi Sopian

Burung beo yang mengucapkan kalimat syahadat, jadi mahal lho harganya. Karena kebesaran alloh swt burung beo jadi islam.
subhanallah...



+++++
Alloh SWT bukanlah Allah yang sama yang sudah memberikan Taurat pada zaman musa.Karena Alloh SWT justru mendukung pelanggaran Taurat yang dilakukan muhamad.

Alloh SWT bergelar "Sebesar-besar pembalas tipu daya"
Iblis bergelar "Bapa segala tipu daya (dusta)"
Iblis tempatnya di neraka
Alloh SWT memastikan umat muslim mendatangi neraka. (Qs19:71)

Setan alias iblis adalah teman sekerja Alloh SWT:
QS 19. 83.
Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan- syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?,
QS 43.36.
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
Qs21:82
Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah "Kami memelihara mereka(setan-setan) itu."



----------------
Bagi yang mencari keselamatan, jangan mau mendatangi neraka (QS19:71) walau dengan alasan apapun karena neraka pusatnya kuasa kegelapan/setan/iblis.

Bagi yang mementingkan urusan bawah perut, alloh swt sudah buka jalan...(cara licik). Tidak masalah lagi walau yang diincar sudah memiliki suami. QS[33:37]
Hedi Sopian
Reply| 11 Jul 2013 16:17:57
Laa Illaha Illallah...
Tiada Tuhan Selain Allah (Allah SWT)

Muhammadurrosululloh...
Muhammad Utusan Allah (Allah SWT)
1
Reply| 07 Oct 2012 12:12:50
wahai orang-orang yang briman.
tdakah kalian sadar apa yang telah kalian lakukan,
berdosalah jika engkau menghina/menjolimi agama orng lain
ada baiknya kita pelajari kitab suci kita masing2, untuk mengetahui kebenaran yang sempurna, dari pada harus mencaci/menghina satu sama lain.....itu bukanlah jalan kebenaran, melainkan perintah setan...
ahmad
Reply| 01 Oct 2012 07:00:21
Dan sesungguhnya sekalipun mereka berteriak mengutuk, di sisi lain mereka juga menyukai hal itu, karena dg itu mereka bisa mempropagandakan Islam sebagai agama kekerasan yg mengajarkan terorisme, dan menjadikannya alasan untuk membenarkan tindakan mereka dalam melakukan tindakan terorisme massal yg brutal seperti membunuhi penduduk Palestina, Afganistan & Irak, merusak & menjajahnya, tanpa peduli dg alasan penyerangan yg tidak pernah terbukti.

Dan belakangan makin nyata terbukti mulut manis mereka untuk membebaskan rakyat Afganistan & Irak hanyalah bualan belaka. Yg terjadi malah ditebarkannya adu domba agar kelompok2x muslim saling bertikai seperti yg saat ini sukses mereka lakukan terhadap Palestina dg mengadu kelompok Hamas & Fatah, dan di Irak dg mengadu kelompok Islam Sunni dg Syiah. Mana mungkin dapat mengusir penjajah kalau energi umat Islam sudah dihabiskan untuk saling membunuh sesamanya? Dan tertawalah kaum zionis di singgasananya… Relakah kita melihat wajah carut-marut umat Islam seperti itu?

Sesungguhnya umat Islam dilahirkan sebagai umat terbaik di muka bumi ini, yg tidak lain adalah karena umat Islam mempunyai tuntunan mulia berupa Qur’an & hadits, yg bila diterapkan dg benar dapat membuat umat Islam menjadi sebuah kekuatan tiada banding yg sangat disegani & ditakuti oleh siapa saja musuh2x Islam. Umat Islam pernah disegani & ditakuti oleh semua musuhnya pada jaman Rasulullah Muhammad SAW, khalifah Umar bin Khattab, dan panglima pemenang perang salib Salahuddin Al-Ayubi. Dunia pernah mengakui kehebatan ilmuwan2x Islam seperti Al-Khemi, Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dll. Dan tidaklah mustahil untuk mewujudkan masa keemasan itu kembali.

Satu hal yg harus kita lakukan adalah bersatu & membangun diri dg dijiwai semangat Islam. Musuh2x Islam selalu berusaha memfitnah & mengadu domba adalah agar umat Islam selalu bercitra buruk, selalu bertikai sendiri sehingga terpecah belah, dan tidak sempat untuk membangun diri, sehingga tetap bodoh & mudah untuk dikuasai.
ahmad
Reply| 01 Oct 2012 06:54:49
, jawabannya juga : ya. Lantas kalau kita mengetahui perbuatan mereka itu adalah biadab, apakah kita juga harus membalas mereka dg melakukan hal yg sama? Apakah kita harus membalas kebiadaban dg kebiadaban baru? Apakah kita rela menjadi orang biadab dg alasan untuk membalas pada orang2x biadab? Butuh pemikiran yg jernih untuk menjawabnya dg benar…

Kita juga tidak bisa mengatakan para terorist itu adalah pejuang2x jihad Islam hanya dari atribut yg dipakai spt memakai pakaian jubah arab yg banyak dipakai umat Islam, menyimpan Al-Qur’an, memelihara jenggot, memakai peci, dll. tapi mempunyai doktrin yg mendidik mereka untuk melakukan kegiatan terorist. Apakah kalau seorang anak sekolah yg mengenakan seragam sekolahnya lalu terlibat tawuran di luar sekolah sambil meneriakkan nama sekolahnya, lantas kita berpikir bahwa ia memang mewakili sekolahnya & memang diajari untuk tawuran di sekolahnya? Apakah kalau seseorang mengenakan “atribut” yg sering digunakan oleh orang2x Islam, lantas melakukan kegiatan terorisme, itu berarti mereka orang Islam, mewakili Islam, dan memang diajari untuk melakukan kegiatan terorisme? Anda bisa menjawabnya dg hati nurani & pikiran yg jernih.

Di sisi lain media barat seolah tidak peduli (dan memang tidak peduli). Standar ganda yg diterapkan oleh negara2x barat seperti Amerika Serikat & sekutu2xnya yg membela & melindungi habis-habisan kepentingan Israel dalam apapun yg mereka lakukan, baik ataupun buruk, telah menyuburkan munculnya teroris2x baru yg menyatakan berjuang melawan mereka. 32 kali veto yg dilakukan Amerika Serikat sebagai anggota tetap dewan keamanan PBB khusus untuk meloloskan Israel dari resolusi hukuman PBB atas kebrutalannya membunuhi penduduk di Palestina adalah bukti yg terlalu nyata untuk dibantah.
ahmad
Reply| 01 Oct 2012 06:47:03
Dari sini bisa kita ketahui bahwa para terorist yg siap mengacau dg bom bunuh diri-nya itu adalah sangat bertentangan dg ajaran & semangat Islam. Bila Islam melarang membunuh orang tak bersalah dan melarang melakukan bunuh diri, bagaimana mungkin ada orang-orang yg mengenakan topeng, membawa bom, lalu mendemonstrasikan cara menarik picu bom sambil mengucapkan “Allahu Akbar” sbg persiapan melakukan peledakan bom bunuh diri untuk membunuh orang2x tak bersalah (seperti isi rekaman video milik Nurdin M. Top yg sempat ditayangkan di TV beberapa waktu lalu), menyatakan mereka sedang berjihad atas nama Tuhan atau agama?

Mungkin bisa kita renungkan komentar yg dulu sering diucapkan oleh tokoh2x Islam tentang terorist, yaitu : Tidak peduli KTPnya Islam, Kristen, Hindu, Budha, dll, yg jelas teroris itu adalah bukan orang beragama!

Memang sejak jaman nabi Muhammad sampai sekarang, banyak orang Islam yg terjun ke dalam medan pertempuran melawan kebatilan untuk mengejar kemenangan atau mati syahid. Kita harus dapat membedakan mana kematian syahid dalam pertempuran dan mana kematian bunuh diri yg dilarang agama, mana bom syahid dan mana bom teror. Hal ini sangat penting sebagai pemahaman mendasar agar tidak mudah terprovokasi dg isu terorisme yg gencar dilancarkan media2x barat. Perbedaan keduanya yg dg mudah terlihat adalah : kematian syahid dilakukan di medan pertempuran dan/atau melawan musuh yg sedang dihadapi, sedangkan bom bunuh diri teroris dilakukan pada masyarakat awam yg tidak bersalah, tidak bersenjata, dan tidak sedang berperang.

Mungkin para pelaku terorisme yg mengaku beragama Islam itu bisa saja beralasan : “Lho, tentara2x mereka saja (Israel, Amerika & konco2xnya) membunuhi umat Islam dg semena-mena, jadi kita harus membalas mereka!”. Ya, itu memang benar, tapi bila ditanyakan apakah yg mereka lakukan itu adalah perbuatan biadab, jawabannya juga :
ahmad
Reply| 01 Oct 2012 03:51:00
Beberapa ayat di al-Qur’an menyatakan (dalam terjemahan) :

QS : Al Maidah 32 : “…barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena ia membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”

QS : Al-Baqarah 190 : “dan perangilah di jalan Allah orang2 yg memerangimu, tapi jangan melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang2 yg melampaui batas.”

QS : Al-Baqarah 193 : “dan perangilah mereka itu hingga tak ada fitnah lagi…”

QS : Al-Hajj 39 : “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”

Jadi jelas Islam sangat menghargai kehidupan. Islam melarang membunuh orang tak bersalah. Islam membolehkan memerangi orang di jalan Allah hanya kalau diperangi & dianiaya, itupun tidak boleh melampaui batas dan hanya dilakukan hingga tak ada fitnah lagi, tidak boleh terus2xan tanpa aturan.

Sedangkan beberapa ketentuan dari Al-Qur’an & Hadist dalam melakukan peperangan di jalan Allah, yaitu : dilarang menyakiti perempuan, anak2x, orang2x tua di rumah, masuk tempat ibadah, menyakiti orang saleh, membakar/menebang pohon, dan membunuh binatang. Jadi ada aturan mana yg boleh & tidak boleh.

Islam juga sangat melarang umatnya untuk melakukan bunuh diri.
ahmad
Reply| 01 Oct 2012 03:44:46
.




“Jihad yg terbaik adalah melaksanakan ibadah haji yg sempurna”,

“Jihad yg terbaik bagimu adalah melayani orang tua-mu”,

“Jihad yg terbaik adalah mengatakan yg sebenarnya dalam melawan kebatilan”,

“Orang yg berjihad adalah orang yg berjuang melawan nafsu dirimya sendiri”.

Jadi jihad yg terbaik adalah tergantung dari tipe, niat, dan posisi orang itu sendiri.

Salah satu Jihad yg terbaik bagi seorang muslim adalah : Berdakwah menyampaikan ajaran & kebenaran Islam pada yg belum mengetahuinya.

Jadi jihad bukanlah perang suci seperti yg banyak dikira orang, walaupun dalam posisi tertentu jihad bisa diartikan sbg berperang, yaitu bila seorang harus maju ke medan perang utk melawan kebatilan & ketidakadilan. Perang suci dalam bahasa arab tidak pernah disebutkan dalam Al-Qur’an ataupun hadist nabi. Kata perang suci justru pertama kali dipakai oleh para pejuang perang salib dari Eropa saat menyerbu Yerussalem yg saat itu merupakan bagian dari wilayah jazirah arab Islam sejak jaman khalifah Umar bin Khatab. Kemudian kata jihad sebagai perang suci mulai dipopulerkan oleh para orientalist (orang di barat yg mempelajari ilmu2x ketimuran) saat menulis tentang Islam, baru kemudian secara salah kaprah banyak diikuti oleh orang2x non muslim maupun orang2x muslim sendiri.

Saat ini orang2x di “barat” banyak mempropagandakan Islam sebagai agama kekerasan yg tidak mencintai perdamaian, baik untuk tujuan & kepentingan tertentu maupun hanya berdasarkan ketidaktahuan & ketidaksukaan saja. Tentu saja pendapat itu sangat tidak benar. Islam sangat mencintai perdamaian. Kata “Islam” sendiri berasal dari kata “wassalam” yg artinya : damai. Islam memperbolehkan perang dan membunuh adalah sebagai cara terakhir dalam upaya untuk melawan kebathilan dan pihak2x yg tidak menginginkan adanya kedamaian. Untuk itupun ada aturan2x yg harus dijalankan.
ahmad
Reply| 01 Oct 2012 03:32:18
Seringkali kita dengar berita di televisi tentang perburuan para terorist, di mana ada suatu kata yg sering kita dengar diseputar pemberitaan tersebut, yaitu kata “JIHAD”. Pemerintah & para ulama banyak yg memperingatkan masyarakat agar jangan sampai mendapat pemahaman yg salah dg kata “Jihad” ini. Sebenarnya apakah yg dimaksud dg Jihad?

Jihad bukanlah perang suci atau perang apapun yg dilakukan oleh orang muslim, seperti yg banyak dikeliru-artikan oleh kalangan non muslim, bahkan juga oleh kalangan muslim sendiri. Jihad berasal dari kata bahasa Arab : Jahadah, yg artinya adalah : berusaha keras atau berjuang. Berjuang di sini konteksnya bisa bermacam-macam dan berbeda-beda tergantung dari siapa yg melaksanakan, dan apa tujuannya. Yg melakukan juga bisa seorang muslim maupun non muslim. Seorang siswa yg berusaha keras untuk menguasai pelajaran dan mendapat nilai yg baik, adalah berjihad. Seorang karyawan yg berusaha keras untuk memberikan hasil kerja yg terbaik adalah juga berjihad.

Jihad juga bisa dibedakan dari niat dan tujuannya. Jihad yg dilakukan di jalan Tuhan disebut Jihad Fisabilillah, dan jihad yg dilakukan bukan dijalan Tuhan berarti melakukannya di jalan syaitan, yaitu Jihad Fisabisyaitan. Bila tidak dispesifikasikan, secara umum dalam Islam jihad yg dimaksud adalah Jihad Fisabilillah.

Lalu, kalau ada bermacam-macam jihad, jihad apa yg terbaik?

Jihad yg terbaik adalah tergantung dari posisi tiap-tiap orang itu sendiri.

Hal ini dapat dilihat pada beberapa hadist nabi Muhammad SAW saat menjelaskan pada beberapa sahabat yg bertanya dg jawaban2x yg juga berbeda-beda :

“Jihad yg terbaik adalah melaksanakan ibadah haji yg sempurna”,

“Jihad yg terbaik bagimu adalah melayani orang tua-mu”,

“Jihad yg terbaik adalah mengatakan yg sebenarnya dalam melawan kebatilan”,

“Orang yg berjihad adalah orang yg berjuang melawan nafsu dirimya sendiri”.
bejo
Reply| 01 Oct 2012 00:35:30
Makna sebenar ANAK TUHAN. SUPAYA LEBIH JELAS, MAKNA ANAK ALLAH DALAM BAHASA IBRANI IALAH KEKASIH ALLAH ATAU MEREKA YANG TAATKAN PERINTAH ALLAH SEPERTI PARA NABI DAN RASUL. BAPA ITU DIPAKAI BUAT TUHAN. Sebagai contoh:-

Daud Anak Allah yang sulung [Mazmur 89:27] Iapun akan memanggil akan Daku: Engkau juga Bapaku! Allahku dan gunung batu selamatku!
Yakub Anak Allah yang sulung. [Keluaran 4:23] Maka firman-Ku kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia berbuat ibadat kepada-Ku; jikalau engganlah engkau memberi akan dia pergi, bahwa sesungguhnya Aku akan membunuh anakmu laki-laki yang sulung. [Keluaran 4:24] Kalakian, maka pada tengah jalan, dalam rumah wakaf, datanglah Tuhan atas Musa, hendak membunuh dia.
Erayim Anak Allah yang sulung [Yeremia 31:9] Maka mereka itu datang sambil menangis, dan Aku menghantar akan mereka itu sambil membujuk-bujuk; bahwa Allahku memimpin mereka itu menyusur sungai-sungai yang berair pada jalan yang rata, padanya tiada terantuk kakinya, karena Akulah bagi Israel akan bapa, dan Efrayim itulah anak-Ku yang sulung.

[Matius 5:9] Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah.

Jesus mengakui ALLAH itu tuhan yang esa, dia hanya utusan , anak manusia

Jesus mengakui Allah Tuhan yang Esa, Jesus pesuruh Allah
Perjanjian Lama (Old Testament)
Yahya(Yohanes) 17:3 Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu
bejo
Reply| 30 Sep 2012 23:33:51
Kalau Jesus itu anak Tuhan, ramai lagi anak Tuhan yang lain

[Matius 5:9] Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah.
[Matius 5:45] supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga; karena Ia menerbitkan matahari-Nya bagi orang yang jahat dan yang baik, dan Ia menurunkan hujan ke atas orang yang benar dan yang tiada benar.
[Matius 7:21] Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.
[Keluaran 4:22] Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;

Betulkah Jesus itu anak tuhan?

Hujah Jesus Anak manusia (bukan anak tuhan)

[Matius 1:16] dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maryam; ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus.
[Matius 1:21] Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Dia Yesus, karena Ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya.”
[Matius 16:27] Karena Anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.
[Matius 26:2] “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Pasah, dan Anak manusia akan diserahkan, supaya Ia disalibkan.”
[Yohanes (Yahya) 3:13] Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
jhones
Reply| 29 Sep 2012 19:38:27
Wajarkah Tuhan digoda iblis , merasa lapar?
sambungan (Lukas 4-1)

[Lukas 4:2] Di situ Ia dicobai oleh Iblis empat puluh hari lamanya. Sepanjang waktu itu, Ia tidak makan apa-apa. Jadi pada akhirnya Ia merasa lapar.


Wajarkah Tuhan diikat oleh manusia?
[Matius 27:1] Setelah hari siang, maka segala kepala imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuhkan Dia.
[Matius 27:2] Maka diikatnya Dia serta dibawa pergi, lalu diserahkannya kepada Pilatus, yaitu wakil pemerintah.
Wajarkah Tuhan disunat? [Lukas 2:21] Sesudah berumur delapan hari, anak itu disunat. Dan mereka menamakannya Yesus, nama yang diberikan malaikat kepada-Nya sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Kalau Jesus itu anak Tuhan…

Hujah Kristian mengatakan Jesus anak tuhan [Matius 3:17] Maka suatu suara dari langit mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya pun Aku berkenan.” [Lukas 4:41] Roh-roh jahat pun keluar dari banyak orang, sambil berteriak-teriak, “Engkaulah Anak Allah!” Tetapi Yesus membentak mereka dan tidak mengizinkan mereka berbicara, sebab mereka tahu bahwa Dialah Raja Penyelamat.
TETAPI, kalau Jesus itu anak Tuhan, kenapa Jesus tidak tahu bila qiamat walaupun dia anak tuhan?
[Markus 13:31] Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
[Markus 13:32] Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.”
jhones
Reply| 29 Sep 2012 19:24:41
Patutkah Manusia merancang membunuh Tuhan? (Jesus) [Matius 27:1] Setelah hari siang, maka segala kepala imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuhkan Dia.
Patutkan Tuhan (Jesus) berdukacita? [Matius 26:38] Kemudian kata Yesus kepada mereka itu, “Hati-Ku amat sangat berdukacita, hampir mati rasa-Ku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah serta-Ku.”
Wajarkah Tuhan dilahirkan oleh manusia? [Lukas 2:11] Hari ini di kota Daud telah lahir Raja Penyelamatmu yaitu Kristus, Tuhan.
Wajarkah Tuhan tidak berkuasa?[Yahya (Yohanes) 5:30] Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri;

Mustahil Tuhan menjadi utusan Tuhan[Yahya (Yohanes) 5:30] Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Mustahil Tuhan (Jesus) mengutuk makhluk (pohon) yang diciptakannya sendiri

[Matius 21:18] Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali ke negeri itu, Ia berasa lapar.
[Matius 21:19] Serta dipandang-Nya sepohon ara di sisi jalan, pergilah Ia ke situ, dan didapati-Nya satu apa pun tiada di pohon itu, melainkan daun sahaja. Lalu berkatalah Ia kepadanya, “Janganlah jadi buah daripadamu lagi selama-lamanya.” Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu.

Wajarkah Tuhan digoda iblis , merasa lapar?
[Lukas 4:1 Yesus] dikuasai oleh Roh Allah pada waktu Ia meninggalkan Sungai Yordan. Roh Allah memimpin Dia ke padang gurun.
danil
Reply| 29 Sep 2012 19:08:59
Kalau Jesus dianggap Tuhan kerana boleh menghidupkan orang mati , Elisa (Ilyas) juga boleh menghidupkan orang mati [Raja-Raja 2 13:21] Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri. Malah Elisa lebih hebat kerana tulang beliau boleh menghidupkan orang mati
Mr.Nunusaku
Reply| 31 Jul 2012 10:15:34
ISA ALMASIH BERKATA PADA MUSLIM SEDUNIA;
-----------------------------------------
Tiap hari 5x sehari muslim berkata;
'TUNJUKANLAH KAMI YA ALLAH JALAN YANG LURUS' : AKU TELAH BERKATA KEPADAMU,

HEI MUSLIM : ISA ALMSIH ITULAH JALAN YANG
LURUS, DAN IKUTILAH AKU...?
TETAPI KARENA KERAS HATIMU...?
DAN AKU BERKATA KEPADAMU MUSLIM, ENYALAH
KAMU DARI HADAPANMU !

Karena kamu hanya mengikuti 'BAPAMU SEGALA PEMBOHONG...? (MUHAMMAD)DAN ENYALAH KAMU HEI MUSLIM, AKU TIDAK MENGENAL....KAMU
Mr.Nunusaku
Reply| 31 Jul 2012 10:12:05
ISA ALMASIH BERKATA PADA MUSLIM SEDUNIA;
-----------------------------------------
Tiap hari 5x sehari muslim berkata;
'TUNJUKANLAH KAMI YA ALLAH JALAN YANG LURUS' : AKU TELAH BERKATA KEPADAMU,

HEI MUSLIM : ISA ALMSIH ITULAH JALAN YANG
LURUS, DAN IKUTILAH AKU...?
TETAPI KARENA KERAS HATIMU...?
DAN AKU BERKATA KEPADAMU MUSLIM, ENYALAH
KAMU DARI HADAPANMU !

Karena kamu hanya mengikuti 'BAPAMU SEGALA PEMBOHONG...? (MUHAMMAD)DAN ENYALAH KAMU HEI MUSLIM, AKU TIDAK MENGENAL.
kebenaran
Reply| 28 Jun 2012 04:42:55
@ resapi & all
mungkin ini kesaksian dukun yg dmaksud chantaldela

http://smsmanager.co.id/download/lainnya/mukendi-direbut-dari-cengkeraman-iblis.pdf

bacalah, semoga beroleh kebenaran sejati.

ada pula kesaksian ttg neraka di

ttp://www.jesusismygroom.blogspot.com/2011/04/buku-pewahyuan-dari-neraka-by-mary.htm

bacalah sebelum terlambat...Allah sangat mengasihi ciptaanNya....Dia sangat mengasihi manusia, sampai rela mati untuk dosa manusia...jangan sia-siakan pengorbananNYa...
sadar
Reply| 28 Jun 2012 01:21:56
resapi http://www.youtube.com/watch?v=XRBCeo7wb3k&feature=related
Chrisman
Reply| 06 Jun 2012 23:53:43
Nih, yang begini gw suka.
Yahudi bego' mulai lagi.
Gw kagak mikirin orang yang ngaku Kristen atau Khatolik, karena Jesus bukan untuk mereka tapi untuk orang Yahudi.
Ali Sina lu jadi-in patokan, dia kan anak buahnya yahweh (YHWH, suwer gw ribet ngebacanya)
Fetching more Comments...
↑ Back to Top