Blog / Talk to Al Jazeera: Mengapa Wanita-Wanita Arab Masih “Belum Juga Bisa Bersuara”?

“Kami tidak punya suara. Kami bahkan tidak terlihat…Dan saya katakan padamu, inilah alasan mengapa hak-hak kaum wanita harus dilembagakan, ini tidak boleh dikekang oleh para pemimpin politik yang bisa merubahnya hanya dalam sedetik, bukankah demikian? Pemerintah harus bertanggungjawab untuk kesetaraan perlakuan bagi pria maupun wanita.”

Amal al-Malki, seorang penulis Qatar, mengatakan bahwa Arab Springs telah melupakan kaum wanita dalam perjuangan mereka bagi kesetaraan jender.

 

Apakah Arab Springs adalah sebuah gerakan yang membawa pada lebih banyak kebebasan dan persamaan hak?

Tidak bagi kaum wanita, mengutip pendapat Amal al-Malki, seorang penulis Qatar, juga merupakan tokoh yang sangat kuat memperjuangkan hak-hak kaum wanita di dunia Arab.

 

Ia sangat skeptic dengan perkembangan yang terjadi belakangan ini dan mengatakan, jikapun ada, Arab Springs hanya meneruskan tradisi di wilayah ini, bahwa kaum wanita hanyalah “warga negara kelas dua”.

 

Ia berpendapat bahwa meskipun ada sejumlah kemajuan yang dibuat, tetapi kaum wanita Arab masih absen dalam arena publik.

“Kami tidak punya suara. Kami bahkan tidak terlihat…Dan saya katakan padamu, inilah alasan mengapa hak-hak kaum wanita harus dilembagakan, ini tidak boleh dikekang oleh para pemimpin politik yang bisa merubahnya hanya dalam sedetik, bukankah demikian? Pemerintah harus bertanggungjawab untuk kesetaraan dalam perlakukan bagi pria maupun wanita.”


Akankah Arab Springs akan melaksanakan apa yang telah ia janjikan pada setiap orang? Atau, apakah ada alasan untuk meyakini bahwa kaum wanita akan ditinggalkan di belakang (diabaikan. Red)? Apa yang sudah berubah untuk kaum wanita di dunia Arab?

 

Dalam episode Talk to Al Jazeera, kami berdialog dengan Amal al-Malki, seorang wanita yang tidak takut untuk membunyikan bel peringatan, mengenai hak-hak kaum wanita di dunia Arab, juga tentang pemberdayaan politik dan sosial serta feminisme Islam.

 

Sumber: www.aljazeera.com/programmes/talktojazeera


Add a Comment
| 11
Nabil
Reply| 26 Apr 2012 06:36:01
SOELTAN,hA-hA-hA! Kini kau kutangkap!

Kamu tuduh saya kasih ayat fiktif dibawah ini? Tapi Kalau saya bisa tunjukkan bhw ISI ayat yang konyol itu tsb ADA DAN SHAHIH di Sunan Ibn Majah, maka bersediakah engkau bertobat? Istriku dan dua lagi temanku telah murtad karena AYAT YANG BEGITU MENGHINAKAN PEREMPUAN! Haow about this bet?
Faiz
Reply| 25 Apr 2012 08:26:18
@alayboz

percuma di kasih tau.
toh nnati dia kabur jg, klo udah tersudut.

bntar lg, dia bakalan nyanggah pke alibi2 primitifnya.
Faiz
Reply| 25 Apr 2012 08:21:12
@soeltan

[QS 6:68] Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
ini adalah referensi yg kamu berikan tadi.

loh kog muncul disini?
berarti, kamu lagi dibuat lupa sama syaitan.

jgn nunjukin kemunafikan d depan umum dong.
gk malu, apa, sama hadis yg bru d tunjukin k kita2, tadi?

istigfaar
alayboz
Reply| 25 Apr 2012 05:42:36
@ sultan
anda itu jangan berkilah bahwa hadits itu palsu.buktikan kalau hadits2 tsb palsu.apa alasannya? kamu itu sdh jelas2 asli/sahih masih saja mengelak. benar2 manusia taqiya ini orang.
SOELTAN
Reply| 25 Apr 2012 05:10:23
nabil ngasih hadits palsu tuh
Nabil
Reply| 25 Apr 2012 04:18:11
TEMAN2 MUSLIM-KU, CATAT Dan renungkan BAIK2 HADIST ISTIMEWA INI, KHUSUSNYA MUSLIMAH! Isteri saya ikut murtad/ bertobat ketika membaca hadis suci ini,

"Demi Dia yang dalam tanganNya hidupku terletak, seorang perempuan tidak dapat hak apapun dari Tuhannya sebelum ia mendapat hak dari suaminya!
Dan jikalau suaminya memintanya untuk menyerahkan dirinya (untuk hubungan sex) maka istrinya tidak boleh menolak suaminya, bahkan sekalipun sang istri itu sedang menunggang unta!” (Ibnu Majah 1854).
Zakaria
Reply| 25 Apr 2012 03:54:01
@ arya onik
person yang kamu maksud melaksanakan ajaran apa,nabinya siapa dan tuhannya apa?
Masyaallah
Reply| 24 Apr 2012 19:34:42
Wanita Islam berharga separuh thd lelaki.
Ya, dia hanya berharga dari puser kebawah!
superboy...
Reply| 24 Apr 2012 09:10:06
Kita doakan saja agar di tanah Arab kaum wanita semakin berani untuk memperoleh hak-haknya...yg tdnya dikekang oleh Islam, jangan hanya dibuat kelas dua saja serta pelampiasan nafsu ajaran yg krg baik!!! maju terus Amal al-Malki!!!,,, hancurkan tirani2 islami yg mengekang hak-hak kaum wanita!!!...
arya onik
Reply| 24 Apr 2012 05:36:04
jika kalian kaum yahudi atau nasrani mau mnyalahkan sesuatu.. jangan salahkan agama kami..jangan salahkan Tuhan kami.. jangan salahkan Nabi kami.., dan Jangan salahkan ajaranya.,., klau mau salahin..salah kan ke personnya.. karna stiap orang itu amal dan ilmunya berbeda..
sesungguhnya Islam itu sesempurna sempurnanya agama di dunia ini..
Apa-Aja
Reply| 23 Apr 2012 23:35:51
@ PARA-MUSLIM,
Kenapa kau bermunafik?
Disatu pihak berslogan ria: "PRIA-WANITA ITU DITELAPAK KAKI IBU",
Dilain pihak Islammu berkata:
"HAK WANITA ITU HANYA SEPARUH PRIA, DI WARISAN MAUPUN NILAI KESAKSIAN DI MATA-HUKUM".
Fetching more Comments...
↑ Back to Top