Blog / Wapres: Pengeras Suara Azan Perlu Diatur
"Namun demikian, apa yang saya rasakan barangkali juga dirasakan oleh orang lain, yaitu bahwa suara azan yang terdengar sayup-sayup dari jauh terasa lebih merasuk ke sanubari kita dibanding suara yang terlalu keras, menyentak, dan terlalu dekat ke telinga kita," jelasnya.

Pidato Wakil Presiden Boediono mengenai aturan pengeras suara di masjid disebut salah tempat. Negara tidak dalam kapasitas mengurus pengeras suara masjid.
"Saya keberatan, pidato itu saya keberatan. Untuk apa? Tidak si sini dia ngomong hal itu," ujar Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia, Ali Mocthar Ngabalin di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (27/4/2012).
Menurut Ngabalin, pidato aturan pengeras suara bukan zamannya lagi karena masyarakat dapat melakukannya tanpa aturan yang mengikat.
"Bukan lagi zamannya angkat masalah itu. Itu urusan tetangga dengan pengurus masjid dan bisa berkomunikasi," terangnya.
Selain itu, tidak pada tempatnya negara masuk ke wilayah agama. "Karena pemerintah tidak boleh mengurus itu," kata Ngabalin.

4 Speaker Toa dan 4 Speaker Salon membunyikan Musik Padang Pasir dengan suara KERAS yang diarahkan kepada kebaktian Jemaat HKBP Filadelphia Bekasi. (insert nomor 2)
Ngabalin pun mengaku terkejut dengan pidato dari Biedono tersebut dan mempertanyakan pembuat naskah pidato Boediono. "Tidak tahu di mana Pak Wapres ambil sampel. Kaget saya, siapa yang memasukkan pikiran itu ke Pak Boediono. Ini kan orang santun," terangnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono meminta Dewan Masjid Indonesia dapat membahas soal pengaturan pengeras suara di masjid. Masjid juga diminta sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat Indonesia.
"Dewan Masjid Indonesia kiranya juga dapat mulai membahas, umpamanya, tentang pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid-masjid," ujar Boediono dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar VI Dewan Masjid Indonesia.
Boediono memahami bawah azan adalah panggilan suci bagi umat Islam untuk melaksanakan kewajiban salat.
"Namun demikian, apa yang saya rasakan barangkali juga dirasakan oleh orang lain, yaitu bahwa suara azan yang terdengar sayup-sayup dari jauh terasa lebih merasuk ke sanubari kita dibanding suara yang terlalu keras, menyentak, dan terlalu dekat ke telinga kita," jelasnya.(Detiknews - fiq/ndr)
Wakil Presiden Boediono meminta Dewan Masjid Indonesia dapat membahas soal pengaturan pengeras suara di masjid. Masjid juga diminta sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat Indonesia. "Dewan Masjid Indonesia kiranya juga dapat mulai membahas, umpamanya, tentang pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid-masjid," ujar Boediono dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar VI Dewan Masjid Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (27/4/2012).
Boediono memahami bawah azan adalah panggilan suci bagi umat Islam untuk melaksanakan kewajiban salat.
"Namun demikian, apa yang saya rasakan barangkali juga dirasakan oleh orang lain, yaitu bahwa suara azan yang terdengar sayup-sayup dari jauh terasa lebih merasuk ke sanubari kita dibanding suara yang terlalu keras, menyentak, dan terlalu dekat ke telinga kita," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Boediono berharap Dewan Masjid Indonesia dapat memberdayakan masjid untuk melakukan upaya edukasi kepada umat muslim.
"Melalui dakwah dalam rangka peningkatan karakter dan moral umat muslim dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat utamanya kepada generasi muda," kata Boediono.
Tidak hanya itu, penggunaan masjid tidak hanya untuk ibadah namun menjadi sarana pendidikan, baik pendidikan Tahfidzul Qur’an (hapalan Qur’an) dan Tahsinul Qur’an (memperbaiki kualitas bacaan Quran) maupun pendidikan dasar formal seperti TK, SD, dan SMP.
"Memberdayakan Masjid sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan minat, bakat, dan keterampilan generasi muda melalui pelatihan kepemimpinan, manajemen dan keterampilan bagi pemuda remaja masjid," terangnya.
"Mampu mendorong Masjid dalam penciptaan kemakmuran umat muslim melalui optimalisasi zakat, infaq, shadaqah bekerjasama dengan BAZNAS serta melalui pengembangan usaha yang berbasis syariah," tambahnya.
Pidato Lengkap Wapres Boediono kepada Dewan Masjid Indonesia
Add a Comment
Fetching more Comments...Tuhan pastilah doanya meminta
berkat baik bagi dirinya
maupun orang lain....
bagaimana seorang muslim
berpikir mengenai perempuan..
selangkangan!. jenggo...
KAFIR TAK PERNAH TIDAK AKAL2AN
BUSUK! ORANG MUSLIM TAK PUNYA
SENJATA RO...



Dan mengenai kebahagiaan dan rasa syukur.
Hari2 yg dilalui umat Islam adalah hari2 yng mengandung pelajaran rasa syukur thd karnia nimat yng diberikan Allah SWT.
sementara orang mencari kebahagiaan dengn banyak metode.
Islam mengajarkan shalat 5 waktu untuk memperoleh kebahagiaan,ketenangan,kesehatan,rizki dll.
Bagaimana umat ISlam belajar dan meyakini kebenaran melalui bacaan yng dia lafalkan dan ia pahami dalam shalat.
-bgmn umat Islam mengenal Tuhannya dengan membaca surat Qs.ikhlas dan memohon perlindungan dg membaca Qs.Annas
-bgmn umat Islam memahami bekerja dng sungguh2 dng membaca Qs.Al Insyirah.
-bgmn umat Islam memahami untuk sukses dunia akhirat dng membaca Qs.Adhuha.
-bgmn umat Islam memahami untuk tidak terlena dng kehidupan dunia setlah sukses dg membaca Qs.Attakatsur.
-bgmn umat Islam memahami untuk tdk lalai dalam shalat dan selalu membantu orang lain dg membaca Qs.Almaa'uun.
-dan banyak doa2 yng dibaca serta difahamkan untuk membentuk manusia untk selalu Ingat Allah dan memohon
sgala permasalahan hidup hanya kpd Allah.shinga menghunjam membentuk suatu kepribadian mulia.
-Dan bagaimana kita melatih disiplin untk melaksanakan shalat berjamaah di masjid dng segera stelah mendengar adzan.(disiplin & istiqomah merupakan bagian kesuksesan dunia/akhirat)
semua itu dikerjakan diulang2 terus menerus shnnga menjadi metode yng sempurna untuk mengatasi semua permasalahan hidup dngan mendekat kpd Sang Pemilik dunia.
Itulah suatu keni'matan luar biasa yng diberi Allah kpd hamba-NYa yng bersegera melakukan kebaikan.
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)
maaf saya harus menngatakan bahwa keimanan yng anda yakini sungguh rumit,
Bagaimana Tuhan sbg sang pencipta harus bertarung dengan seorang pesuruh-Nya (nabi),bahkan dikabarkan Tuhan telah kalah (yng menurut iman anda Tuhan mengalah sbg seorang mempelai lelaki).
Keimanan yng sangat rumit dan tdk bisa diterima oleh akal manusia sbg mahluk Tuhan yng paling sempurna.
Mahluq yng telah diberi akal oleh Tuhan untk berpikir.Yng dengan berpikir itu bisa menemukan jalan kebenaran.
Allah sbg Tuhan yng Maha Kuasa yng tdk ada satupun mahluq yng bisa menyamainya.Dan tentu tdk ada satupun mahluq yng bisa mengalahkan-Nya.
Allah yng apabila melaksanakan kehendak tinggal berfirman kun fayakun (jadilah! maka jadilah)
Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti (kejadian) Nabi Adam. Allah telah menciptakan Adam dari tanah lalu berfirman kepadanya: Jadilah engkau! Maka menjadilah ia. (Qs.ali Imran ayat 59)
Jadi, hubungan Allah & manusia adalah bagai suami dgn istri. Itulah mngapa dlm Kristen, pernikahan bersifat sakral, harus dilandasi kasih setia, krn hal ini merupakan cerminan hubungan Allah dgn umatNYa. Sama halnya dgn suami-istri yg hrs menjaga kemurnian cinta & kesetiaan, begitu jg kita dgn Allah. Tak boleh “berzinah” dgn menyembah yg lain selain Allah. Sbg umatNYA, kita hrs menaati firmanNYa agar tingkah laku kita kudus dan tidak bercela.
4. Tidak ada indikasi bani Israil ingin melemahkan sifat Allah dan memfitnah Yakub yng melawan Allah dng menulis ayat tsb. Sudah sy jelaskan sebelumnya bahwa Yakub tidak menyadari sedari awal bahwa ia bergumul dgn perwujudan Allah.
5. Saya setuju manusia sbg mahluq yng paling sempurna yg diberi akal pikiran oleh Allah yng bisa memilah-milah mana yng benar mana yng salah. Dan tentunya atas pertolongan Allah juga kita mendapatkan hidayah. Yakni jalan yg benar. Tentu, Saudaraku. Mari kita mencari jalan yg benar, yg sesuai kehendak Allah. Terkadang apa yg dianggap lurus oleh manusia tak sesuai dgn kehendak Allah, jd marilah kita tunduk pada kebenaran Allah saja. Nabi Sulaeman dlm kitab Hikmah (Amsal) menuliskan “setiap jalan orang adalah lurus pemurut pandangannya sendiri tetapi Tuhanlah yg menguji hati” (Amsal 21:2). Jadi mari kita memohon Allah menguji hati kita, supaya hati kita dibersihkan agar dapat beroleh kebenaran. Demikian Bung, sy undur diri dulu, mau beroleh mujizat melalui tayangan globalTV hari ini jam2…sungguh memulihkan & menyembuhkan.
Marilah kita senantiasa berhati-hati dlm menafsirkan kitab suci krn “ada jalan yg disangka orang lurus tp ujungnya menuju maut” (Amsal 14:12)
Salam kerukunan antar umat beragama
Sebagai “mempelai lelaki” terhadap “kekasihNYa”, atau sbg “Bapa” terhadap “anakNYA”, Allah mengasihi manusia shg Dia menurunkan hukum-hukumNYA spy manusia tidak berbuat dosa shg layak kembali kepadaNYA dlm kekudusan. Sama halnya perempuan hrs taat pada suaminya, begitu pula manusia hrs tunduk pada hukum Allah. Seorang istri tak boleh melanggar kesetiaan pada suaminya, begitu pula manusia tak boleh melanggar kesetiaan pada hukum Allah. Itulah mengapa dlm alkitab pelanggaran terhadap perintah Tuhan dikiaskan dengan istilah “berzinah”.
Ttg hukum Allah, pada mulanya DIA membimbing Musa melalui hukum Taurat. Pada tanggal 4 Sivan 2448 (kalender Ibrani, kurang lebih tahun 1312 SM) Musa mulai menuliskan bagian pertama dari Taurat. Dua hari kemudian pada tanggal 6 Sivan 2448, dua loh batu dengan 10 perintah TUHAN turun di Gunung Sinai. Hari itu adalah hari dimana bangsa yang menyembah YHWH merayakan Hari Raya Shavuot.
Ajaibnya, ribuan tahun kemudian, DIA menggenapi janjiNYA menurunkan penjelmaanNYA dlm wujud manusia yg disalib, mati, dan bangkit, dan naik ke surga…sang kalimat Allah yg menggenapi hukum Taurat Musa dengan hukum KASIH dlm Injil.
Tercatat dlm Injil bahwa Yashua menjanjikan penolong yg lain yaitu Roh Kudus. Dan bukan kebetulan jika terjadi pada hari raya Shavout jugalah pencurahan Roh Kudus di Yerusalem, 50 hari setelah kebangkitan Yahushua dari kematian, ribuan tahun setelah Musa meninggal…sungguh bukan kebetulan DIA memilih hari…luar biasa Allah yg dahsyat.
Inilah perjalanan masa Allah menguji kekudusan kekasihNYA, sejak masa penciptaan sampai ke masa akhir jaman. Dan sebentar lagi di masa akhir jaman ini, Yahushua akan datang ke bumi untuk ke dua kalinya sbg hakim yg adil.
Apakah Yakub sebelumnya telah menyadari bahwa laki2 yg bergumul dgn dia adalah perwujudan Allah? Tidak bukan? Andai Yakub menyadari pastilah Yakub akan sujud menyembahNYA. Tapi Allah membiarkan hal itu terjadi krn memang IA telah merencanakan kelahiran bangsa Israel sbg umat pilihanNYA. Sampai skrng kita dpt melihat betapa bangsa Israel sangat diberkati, banyak penemuan teknologi yg membangun peradaban manusia berasal dari bangsa Israel.
3. Hanya 1 point yg berbeda yaitu ttg dimensi hubungan Allah dgn manusia. Tp tentu saja perbedaan pndapat itu wajar sepanjang kita dpt saling mghormati. Hubungan Allah & manusia sbg mempelai lelaki & perempuan mrpkn kiasan dlm alkitab…tentu ini bukanlah hubungan biologis/seksual tp hubungan spiritual. Sebenarnya inilah yg membuat sy mantap memilih mengikut Allah dlm alkitab, krn IA menunjukkan kasih setiaNYA pada manusia, layaknya seorang kekasih pria kpd kekasih wanitanya.
Allah yg perkasa bagaikan lelaki yg senantiasa membela kekasihNYA. Siapakah manusia sampai ia merasa mampu membela Allahnya? Tidak, Allah tidak perlu dibela, justru Allah lah yg membela umatNYA.
Manusia berharga di mataNYA layaknya seorang kekasih. Andai DIA menganggap manusia hamba, maka sungguh tak berharga kita di hadapanNYA.
Allah memang tidak membutuhkan manusia tetapi DIA sungguh mengasihi ciptaanNYa sehingga DIA rela menjelma sbg manusia untuk disalibkan demi manusia yg dikasihiNYA.
1. Saya setuju bahwa Allah maha perkasa,maha suci dari segala kelemahan. Mari kita cermati Kejadian 32:24-30 yg Sdr pertanyakan.
26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
Lihatlah fakta bahwa Yakub meminta diberkati, justru ini menunjukkan bahwa Allah tetaplah Allah yg jauh lebih perkasa daripada manusia shg Yakub meminta diberkati. Jika Allah tidak maha perkasa (lemah), tentunya Yakub tak mungkin meminta diberkati kan?
28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
Justru di sinilah esensi teologis kisah ini. Ini adalah tonggak sejarah lahirnya Israel. Sekali lagi, kemenangan Yakub melawan “orang itu” (yaitu Allah dlm wujud Allah & manusia) bukan berarti Allah kalah, tetapi seperti yg telah sy jelaskan sebelumnya bahwa Allah mengalah terhadap manusia.
29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"
Lihatlah 2 ayt itu. Allah memberkati Yakub, & Yakub bersyukur bahwa nyawanya tertolong. Dengan ayat ini, dapatkah disimpulkan Allah lemah? Tidak, Saudaraku. Allah maha perkasa.
yng ke 4.
Pada Genesis 32:25-28 adalah indikasi bani Israil ingin melemahkan sifat Allah dan memfitnah nabi Yakub yng melawan Allah dng menulis ayat tsb
dalam Al qur'an jg disebutkan bani israil berani mengucapkan kata-kata yang tidak pantas untuk Allah
"Al-Quran merekam perkataan dan perilaku buruk mereka ini, "Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah terbelenggu'. Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat sebab apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan Allah terbuka. Dia menafkahkan sesuai kehendak-Nya. "(QS. Al-Ma'idah: 64)
yng ke 5.
Pada akhirnya kita manusia sbg mahluq yng paling sempurna yg diberi akal pikiran oleh Allah yng bisa memilah-milah mana yng benar mana yng salah.Dan tentunya atas pertolongan Allah
juga kita mendapatkan hidayah. Yakni jalan yg benar
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (Attiin :4-6)
yng ke 3.
mengenai pernyataan anda bahwa :Dimensi hubungan Allah dengan manusia bagaikan mempelai laki-laki dengan mempelai perempuan.
sangat tdk tepat memisalkan hubungan Allah dng manusia bagaikan mempelai laki-laki dengan mempelai perempuan. Manusia sangat butuh Allah,tapi Allah tidak butuh manusia.sedang kan memepelai laki2 dan perempuan saling membutuhkan.
Hubungan Allah dengan manusia adalah hubungan Tuhan dengan hamba-Nya.
Masuklah ke dalam kelompok hamba-hamba-Ku dan masuklahke dalam surga-Ku (QS Al-Fajr [89]: 29-30).
Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,maka sesungguhnya Aku dekat (Al baqarah 186)
Wahai hamba-hamba-Ku yang bergelimang dalam dosa (dan telah menyadari dosanya sehingga ingin kembali),janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah (QS Al-Zumar [39]: 53)
ada beberapa hal sangat penting yng perlu saya tanngapi mengenai postingan anda (mr.Numpang lewat)
Pada Genesis 32:25-28
disebutkan Yakub berkelahi melawan Allah sejak malam hingga fajar menyingsing. Karena Allah tak dapat mengalahkan Yakub, maka Allah memukul sendi pangkal paha Yakub dan berkata bahwa Yakub telah melawan Allah dan Manusia dan Yakub menang.
yng ke 1.
Allah adalah Tuhan Yang Maha Perkasa, maha suci Allah dari segala kelemahan.
Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS.64 At-Thagabun)
yng ke 2.
Yakub adalah salah satu utusan Allah (Nabi Allah) dia termasuk orang shaleh,Nabi Teladan,Nabi yng mengajarkan menyembah dan taat kpd Allah.tidak mungkin Nabi Yakub menentang atau melawan Allah.
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya" [QS. Al-Baqarah [2] : ayat 132-133].
Begitulah Bung, Allah sangat dekat dengan umatNYA..DIA mampu menjangkau umatNYA.
Dia yang ada dlm kemuliaan yg tak terhampiri, rela meninggalkanNYA untuk berada dekat dengan manusia.
Jadi saran saya, mohon bacalah alkitab dengan mata terbuka shg tidak salah tafsir....tidak memotong sepenggal sampai menghilangkan makna, apalagi sampai mengatakan bahwa Keluaran adalah Injil, tentu itu salah besar.
Bung, terkait pertanyaan ttg nabi Zakaria, ada baiknya mempelajari sejarah. Bukan hanya sejarah versi islam atau kristen, tapi jg versi yahudi sebab versi yahudilah yang netral, lepas dari pertentangan sejarah menurut islam dan kristen.
Kebenaran akan menghampiri jika kita terbuka untuk menerimanya. Salam perdamaian
10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:
14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,
15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
Apakah ada yg salah dgn perikop ini? Ini adalah nubuat tentang akhir jaman, ketika Yesus turun kedua kali sbg hakim yg adil. Adalah suatu kebenaran bahwa Allah bersemayam dlm terang yg tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat DIA dan memang manusia tak dapat melihat DIA jika manusia tak beroleh karuniaNYA. Tapi tentu saja ketika IA berkehendak memperlihatkan kemuliaanNYA pada manusia, maka terjadilah kehendakNYA.
Mengenai ayat Yohanes yg Anda kutip sepenggal shg menghilangkan makna, inilah bunyinya secara utuh:
15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Jadi ayat di atas adalah tentang nubuatan Yohanes mengenai turunnya Anak Tunggal Allah (tentu saja bukan anak biologis) yaitu Yesus. Tak ada seorangpun yg pernah melihat Allah jika Allah tidak menyatakan diriNYA pada manusia. Tetapi tentu saja manusia dapat merasakan kemuliaanNYA apabila IA menyatakan diriNYA. Maka Yesuslah yg menyatakanNYA dengan turun ke bumi sbg manusia. Sekali lagi, simaklah Yesus berkata dlm Injil Yoh 14:9 "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa"
Tentu saja Allah tidak akan kalah krn DIA lah yg maha perkasa.Dimensi hubungan Allah dengan manusia bagaikan mempelai laki-laki dengan mempelai perempuan. Sama seperti mempelai perempuan harus tunduk pada suaminya, maka demikianlah manusia harus tunduk kepada Allah. Dlm ayat yg Anda kutip, Allah menunjukkan diriNYA sbg Allah dan sbg manusia shg dapat bergumul dgn Yakub. Sesuai dengan dimensi hubungan Allah & manusia yg telah sy jelaskan di atas, apakah mungkin "mempelai laki-laki" akan membiarkan diriNYA "menang dlm pergumulan" melawan "mempelai perempuanNYa?" Tentu tidak kan? Jika anda bergumul dengan istri anda, apakah itu adalah pergumulan dlm arti yg sebenarnya? saya rasa tidak. lalu apakah anda akan membiarkan diri anda menang? Saya rasa pasti anda dengan ikhlas mengalah meski sebenarnya dengan mudah anda dapat menang. Begitu juga Allah. DIA membiarkan Yakub menang dlm pergumulan itu.
Mengenai ayat Keluaran yg anda kutip, tentu saja YHWH tidak memperlihatkan wajahNYA yg maha agung pada Musa, tapi IA memperlihatkan kemuliaanNYA. 1 yg perlu anda catat bung: salah besar apabila anda mengatakan Keluaran adalah Injil.
Kitab Keluaran BUKANLAH Injil, melainkan Taurat. Dalam kitab Taurat, YHWH ada dlm kemuliaan kekal yg tak terhampiri, tapi krn DIA mengasihi manusia, maka nantinya IA akan turun ke bumi dlm wujud manusia Yesus Kristus, shg manusia dapat memandang wajahNYA.
mungkin anda terpengaruh pda ayat
Genesis 32:25-28 disebutkan Yakub berkelahi melawan Allah sejak malam hingga fajar menyingsing. Karena Allah tak dapat mengalahkan Yakub, maka Allah memukul sendi pangkal paha Yakub dan berkata bahwa Yakub telah melawan Allah dan Manusia dan Yakub menang.
sehingga menurut anda tuhan bisa dilihat.
tapi yng sebenarnya Tuhan tdk bisa dilihat spt pd ayat dibawah ini:
Injil -Yohanes 1: 18 : “Tak seorangpun pernah melihat Tuhan.”
Injil – 1 Timotius 6: 16 : “Tuhan tidak pernah dilihat manusia, dan manusia memang tidak dapat melihat-Nya….”
Injil – Keluaran 33: 20 : “Dan Tuhan berfirman: Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.”
dan Al Qur'an sbg Kitabullah yng terakhir diturunkan Allah jg memperkuatnya bahwa Dia Allah tdk akan mampu dilihat oleh mahluq nya
Dia (Allah) tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. [Al An’aam:103]
Mungkin xman ndak brmaksud memfitnah, hnya brtanya saja. Aku jg heran kok kisah nabi musa beda dgn yg di dlm kitab taurat ya. Pdhal mnurut teman2 muslim yg dipalsukan itu injil, bkn taurat. Iya sih, kalo taurat mnurutku jg gak mngkin dpalsukan, soalnya seluruh kitab perjanjian lama (trmasuk taurat) kan udah jadi kitabnya org yahudi dari jaman purba. Pas Yesus turun ke bumi, pngikutnya mematuhi perintah Yesus dlm prjanjian baru, tp tetep kitab perjanjian lama ada di alkitab. Nah, wkt itu kan org Yahudi memusuhi pngkut Yesus, jd pastinya org Yahudi “ngecing” org2 kristen, jngan sampai kitab sucinya (perjanjian lama) dpalsukan. Kedua pihak saling mengawasi agar tak ada yg memalsukan alkitab. Gt kan? Trus jadinya sampe skrng kitab perjanjian lama (trmasuk taurat) yg dbaca org Kristen tetap sama persis dgn kitab sucinya org Yudaisme (yahudi). Jd, tentu ga palsu kan? Kalo gt kok beda ma Quran ya? Bnyak sejarah yg beda loh mas….misalnya nabi Zakaria…kan saksi sejarah pun mngakui beliau hidup 500 thn sblm Yesus turun ke bumi. Yahudi, Kristen, & sejarawan non agama pun mngakui ini. Tp di Quran kok nabi Zakaria hdpnya bareng2 Yesus ya? Apa itu bukan ksalahan sejarah mas? Maaf ndak brmaksud buruk, Cuma sekedar brtanya aja.
Ttg wujud Allah, kl d alkitab memang kemuliaan Tuhan membuat manusia tersungkur di hadapanNya…tp TUHAN sungguh baik. Spy manusia mngenal pribadiNYA, DIA rela mninggalkan kemuliaanNYA, Dia rela turun ke bumi sbg manusia. Smpe skrng bnyak yg brtemu DIA scara langsung mll mimpi, pnglihatan, dll. Bnyak pula yg brtemu Allah dlm wujud Roh Kudus, yg tak terlihat tp manifestasi kehadiranNYA membuat kita tersungkur sujud menyembahNYA.
hati hati man!!, otakmu penuh dngn ilusi setan. makanya kalimatmu bayk mengandung fitnah.
jangn kau buat matimu jadi tukang fitnah!!
Kamu lihat malaikat aja ndak bisa!!, pa lagi mo lihat yng menciptakan malaikat.
melihat tsunami aja kamu gentar, koq mau lihat yng nyiptain tsunami!!
Dia (Allah) tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. [Al An’aam:103]
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan, dan Rabb telah berfirman (langsung kepadanya), berkatalah Musa:"Ya Rabbku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku, agar aku dapat melihat kepada Engkau". Rabb berfirman:"Kamu sekali-kali tak sanggup untuk melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata:"Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang pertama-tama beriman". [Al A’raf :143]