Blog / Irshad Manji: Para Penyerang Itu Pengecut!
“Empat tahun lalu, negara ini penuh toleransi, keterbukaan, dan pluralisme.”
Ditolak di UGM, Ini Tanggapan Irshad Manji
Bagus Kurniawan – detikNews, Rabu, 09/05/2012 12:45 WIB
Yogyakarta – Bedah buku ‘Allah, Liberty and Love‘ karya Irshad Manji urung digelar di UGM Yogyakarta, Rabu (9/5/2012). Ormas dan aktivis mahasiwa menolak acara itu. Apa tanggapan Irshad Manji?
Warga Kanada itu mengaku kecewa dan mempertanyakan mengapa UGM sebagai tempat para intelektual membatalkan acara tersebut. Itu diungkapkan Irshad Manji dalam bahasa Inggris di hadapan para peserta yang sedianya akan mengikuti diskusi di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM di Jl. Teknika Utara, Yogyakarta.
“Mengapa pimpinan di sini mengeluarkan surat itu. Ini seharusnya bisa berlanjut. Sultan sendiri saja bisa berdialog,” kata Irshad sebelum meninggalkan ruang diskusi.
Irshad berterima kasih kepada para peserta/mahasiswa yang hadir, meski kegiatan yang diselenggarakan Center of Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) urung digelar.
Menurut dia, pelarangan diskusi itu patut disayangkan. Sebab di Indonesia saat ini sudah ada kebebasan sehingga seharusnya hal itu bisa dimanfaatkan dengan baik atau berlanjut. Namun kenyataannya ada pelarangan kegiatan yang bersifat intelektual.
“Seharusnya bukan pelarangan tapi berdialog. Kalau tidak ada dialog itu hanya indoktrinasi,” kata Irshad langsung disambut dengan tepuk tangan.
Dia juga meminta peserta peserta untuk tetap fight, memperjuangkan hak-haknya dan jangan berhenti. “Saya akan pulang besok, tapi setelah ini bila berlanjut. Anda semua yang harus menanggungnya sendiri dan saya tidak ingin itu,” kata Irshad.
Seusai memberikan sambutan Irshad kemudian meninggalkan gedung Sekolah Pascasarjana melalui pintu belakang menggunakan mobil yang sama saat datang. Sebab pintu utama atau depan masih berlangsung aksi demo menolak kedatangannya oleh organisasi dakwah kampus se-UGM.
Sementara itu, Direktur Program Studi CRCS UGM, Dr Zainal Abidin Bagir menyayangkan adanya pembatalan diskusi yang akan diselenggarakan oleh lembaganya. Dia mengakui pembatalan acara itu karena adanya ancaman ormas, meski tidak jelas nama dan keberadaan ormas tersebut.
“Ini memang agak menyedihkan, kesan yang muncul kewibawaan lembaga akedemik dikalahkan oleh ancaman,” jelas Zainal.
Sebelumnya diskusi Irshad Manji terkait bukunya ‘Allah, Liberty and Love‘ dibubarkan FPI di Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, pada Jumat (4/5). Irshad dituding FPI menyebarkan paham gay dan lesbian.
Direktur Pascasarjana UGM Prof Dr Hartono menyatakan, pembatalan diskusi Irshad Manji karena paham penulis asal Kanada itu tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur UGM. Diskusi itu juga dinilai lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya. Paham Irshad, menurut Hartono, bisa jadi baru cocok 50 tahun mendatang.
Irshad Manji: Para Penyerang Itu Pengecut!
“Empat tahun lalu, negara ini penuh toleransi, keterbukaan, dan pluralisme.”
VIVAnews – Penulis ‘Allah, Liberty, and Love’ Irshad
Manji menyatakan Indonesia saat ini berbeda dengan Indonesia empat tahun lalu. Aksi penyerangan terhadap peserta diskusi bukunya di kantor Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LkiS) Yogyakarta, Rabu malam 9 Mei 2012, menurut dia menjadi buktinya.
“Empat tahun yang lalu, saya datang ke Indonesia dan merasakan sebuah negara yang penuh dengan toleransi, keterbukaan, dan pluralisme,” kata Manji dalam pernyataan persnya, Kamis 10 Mei 2012.
Suasana damai itu pula yang membuat dirinya menyebut Indonesia sebagai contoh yang patut ditiru di negara-negara muslim lainnya dalam buku barunya, ‘Allah, Liberty, and Love‘. Tak dinyana, ujar Manji “banyak hal berubah” di negeri ini.
Dia lantas menceritakan kengerian yang dilihatnya semalam ketika dia bilang “sekelompok orang berjubah menyerang 150 peserta diskusi sampai terluka, termasuk di antaranya asisten saya, Emily Rees”.
Rees, tutur Manji, dipukuli berkali-kali dengan besi panjang dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dua peserta diskusi lain, lanjutnya, juga mengalami luka cukup parah di kepala. “Saya mengatakan kepada mereka, dengan rahmat Allah, mereka akan segera pulih,” kata perempuan berkewarganegaraan Kanada itu.
“Tapi tidak demikian dengan para penyerang yang menyembunyikan wajah mereka di balik masker dan helm, sambil memukuli orang-orang tak bersalah dan melakukan perusakan. Mereka adalah pengecut!” ujar Manji, geram.
Di sisi lain, Direktur Moral Courage Project, New York University itu menyatakan menaruh hormat kepada pihak-pihak yang rela berkorban menyelamatkan nyawanya.
“Di saat para kriminal tersebut berteriak-teriak: Mana Manji? Mana Manji? Orang-orang berjiwa pemberani tersebut menjadikan tubuh mereka sebagai perisai melindungi saya. Saya sangat terharu dengan keberanian mereka. Mereka telah memperlihatkan betapa orang- orang Indonesia bisa bersatu demi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Dia lantas mengatakan kerap mendengar pernyataan yang menyebut polisi dan pemerintah Indonesia tunduk begitu saja kepada kelompok-kelompok ini. “Tapi masyarakat Indonesia tidak boleh ikut tunduk kepada mereka!
Semoga seluruh masyarakat Indonesia bangga dengan– dan belajar dari–para pahlawan perdamaian mereka,” Manji berharap.
Semalam, ratusan orang yang membawa pentungan, memecahkan kaca dan mengobrak-abrik lokasi diskusi buku Manji di kantor LKIS di Jalan Sorowajan Baru, Bantul, DIY.
Massa membawa selebaran bertuliskan “Majelis Mujahidin Indonesia menolak propagandis lesbianis Irshad Manji di Indonesia”. Isi selebaran itu menuding Manji telah menistakan agama Islam dan membawa agenda atheisme terselubung ke Indonesia. (kd) © VIVAnews
Baca juga Resensi Buku ini
Add a Comment
Fetching more Comments...


Bangkai Busuk Koloran aja disembah2!!
Ajaran Bajingan Yesus tuh ajaran Iblis!
Ngajarin membunuh! ngajarin Mesum! jangan memutarbalikan fakta deh para Kristener Guoblok!!!
Marilah kita baca Alkitab I Samuel 15 : 2 � 3 yang berbunyi sebagai berikut :
�2. Beginilah firman Tuhan semesta alam : Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalangi mereka, ketika orang Israel pergidari Mesir. 3. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.�
Kalau kita cermati ayat tersebut, betapa kejam dan sadisnya Tuhan yang digambarkan dalam Alkitab tersbeut. Kalau benar Tuhan mengajarkan ajaran kasih, mengapa justru Tuhan menyuruh membunuh tanpa belas kasihan? Dimanakah ajaran kasih yang selama ini selalu digembar-gemborkan, sementara Tuhan sendiri yang memerintahkan untuk menumpas tanpa belas kasihan terhadap perempuan, anak-anak, dan bahkan terhadap anak yang menyusu?
Tuhan menulis sepuluh perintah Allah (Ten Comandments) di dalam Alkitab, diantaranya yaitu �jangan membunuh� (Ulangan 5 : 17), tetapi mengapa Dia sendiri yang menyuruh dan memerintahkan untuk membunuh dengan kejam dan sadis bahkan tanpa belas kasihan? Bukankah ini merupakan ayat-ayat teroris? Hanya para teroris yang melakukan seperti itu! Kalau begitu darimana asal mula ,sumber ajaran teroris tersebut? Jelas itu Propaganda Para Bajingan Kriestener!!!
Kecuali anda mau jadi istri kesekian dari Habib Rizieq.
emang ada orang jual kecap no 3 mas?
kalau islam versi quran;
islam =teror
islam =peperangan,perkosaan,perbudakan
islam = mengijinkan poligami
islam = memebritahu kalau kitab injil palsu meski tak sanggup menunjukan yang asli
islam =mengatakan mohamad adalah nabi meski tingkah lakukanya kayak preman.
islam= akeh banget tapi sing olo2
koq gada tuh org China or Jepang yg tiba tiba jadi islam semenjado daro kandungan? dan mereka kalo memang terdorong mengakui islam, lah sampe sekarang mereka gak mudeng tuh atas keindahan islam. Sama, org org Kristen tuh gak mudeng dgn keindahan Islam soalnya keindahan itu cuman pengakuan sepihak dari slim slim semnetara kenyataannya memperlihatkan sebaliknya: brutalisme Islam krn rendah diri agamanya memang gak bagus...heheeee