Blog / OKI: Kekerasan Agama Tak Mencerminkan Islam

Apa yang hari ini ditawarkan oleh para reformator Islam (seperti Irshad Manji. Red.), sesungguhnya bukanlah reformasi melainkan transformasi Islam. Berbeda dengan para reformator yang disebut di atas, para reformator baru ini tidak mau kembali pada Islam sebagaimana aslinya, sebaliknya mereka ingin menyingkirkan sejumlah bagian Quran dan keseluruhan Syariah, kemudian membangun sebuah agama yang sepenuhnya berbeda, namun masih disebut agama Islam. Ini adalah sebuah pemikiran yang delusional dan tidak bisa dipraktekkan, baik secara logis dan logistik. Di samping itu, hal tersebut ditentang keras oleh Quran Ali Sina

 

Ratusan massa yang menamakan diri Gerakan Rakyat Yogyakarta Anti Kekerasan (GERAYAK) menggelar aksi orasi di kawasan Nol Kilometer, Yogyakarta, Jumat (11/05). Massa gabungan dari berbagai elemen masyarakat Yogyakarta ini mengecam keras dan menuntut supaya pelaku kekerasan terhadap diskusi buku Allah: Liberty and Love karya Irshad Manji di Yayasan Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS), Rabu malam (09 Mei) lalu...ditangkap dan diadili.



Perisai.net - KETUA Ad Interim Komisi Independen Hak Asasi Manusia, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Siti Ruhaini Dzuhayatin, menyatakan kekerasan atas nama Islam yang terjadi belakangan ini tidak bisa dilegitimasi sebagai pendapat seluruh umat Islam. Kekerasan tersebut hanya bagian kecil pemaknaan sebagian umat terhadap nilai-nilai Islam.


Bukan merupakan cerminan Islam itu sendiri, ujar Siti Ruhaini di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Senin, 14 Mei 2012.


Sejumlah peristiwa di Indonesia yang mengarah pada tindakan intoleransi, diskriminasi, dan kekerasan, terjadi belakangan ini. Yang teranyar, pelarangan pendirian rumah ibadah di Bogor dan Bekasi serta kekerasan terhadap aktivis penggiat keberagaman, Irshad Manji.


Menurut Ruhaini, sikap ekstrem yang ditunjukkan sebagian umat Islam melalui kekerasan di Indonesia memunculkan pandangan islamphobia dari umat beragama lain. Padahal, kata Ruhaini, di belahan dunia lain, komunitas muslim sedang memperbaiki citra Islam.


Wajah Islam, Ruhaini melanjutkan, ditampilkan dengan ramah. Melalui program aksi sepuluh tahun, dari 2005 hingga 2015, OKI menargetkan tak ada lagi islamphobia.

Ruhaini menjelaskan, dalam program tersebut, OKI mendorong dialog antaragama serta antarkeyakinan untuk mencari titik temu. Ia menyatakan OKI mengecam ekstremisme agama serta tindakan saling mengkafirkan antar-umat beragama. Deklarasi HAM Islam Kairo 1990, kata dia, harus jadi pedoman umat Islam di seluruh dunia.


Pasal 18 deklarasi tersebut menyebutkan setiap manusia memiliki hak rasa aman atas dirinya sendiri, agamanya, kemerdekaannya, kehormatannya, dan harta bendanya.
Citra baik Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar jangan sampai rusak, ujar Ruhaini. Kekerasan, kata dia, hanya akan merusak citra Islam. Mungkinkah hal ini terjadi? Bisakah wajah Islam berubah menjadi ramah? Bisakah Islam direformasi?


Baca artikel terkait: ILUSI MEREFORMASI ISLAM


Selengkapnya di:
Perisai.net


Add a Comment
| 15
Nabil
Reply| 28 May 2012 21:04:40
@ ALL MUSLIM
ALLAHU AKBAR KOK MUKUL?"

YA, Saya ex-Muslim yang dicerahi.
Hari ini di Kompas terdapat dua pernyataan dari dua wanita terkemuka yang turut menjustifikasi kemurtadan saya. Saya rasa ini perlu direnungkan dalam2 bagi setiap Muslim.

1.Pernyataan Lady Gaga menanggapi kebencian Muslim Solehterhadap dirinya: “THERE IS NOTHING HOLY ABOUT HATREAD”
[Tak ada apapun yang soleh (kudus) dalam sebuah kebencian].
Tak ada Allah dalam setiap takbir ‘Allahu Akbar’ yang diikuti dengan
pembunuhan orang2 Ahmadiyah dan perusakan gereja2 Nasrani!

2.Pernyataan Ibu Any SBY: “WANITA LEBIH TANGGUH KETIMBANG LELAKI”
Padahal Muhammad mengkatagorikan perempuan sebagai mahkluk yang
TEKOR OTAK dan IBADAH, sehingga banyak (mayoritas) mereka yang terlempar ke neraka. Bila tekor otak dan ibadah, lalu apanya yang bisa diunggulkan secara kemanusiaan yang utuh?
alayboz
Reply| 28 May 2012 05:07:56
buat semua saudaraku muslim lihatlah gambar demo yg dibawa anak kecil tesebut. apa kesan anda terhadap pernyataan cara berpikir anak kecil tersebut.dapatkah anda menilai dan tidak terpukulkah batin anda yg terdalam dengan pernyataan tsb.
anak sekecil itu sudah dapat membedakan dalam menilai jikalau kita mengusung nama Tuhan yang maha Esa kita tidak boleh sekali-kali menggunakn kekerasan atas nama Tuhan yg sejati.karena nama Allah yg sejatiyg disebut tidak pernah memerintahkan kita untuk mengaiaya orang lain.saya berharap agar kita yg dewasa ini mau secara terbuka meng acungkan jempol terhadap anak kecil tsb.
setyawan
Reply| 23 May 2012 02:12:26
Lihat saja kelakuan FPI, MMI & FBR ngakunya Islam membawa Damai kepada semua makluk tetapi tindakan Anarkis & mengajarkan kekerasan atas nama agama.
Cempluk
Reply| 22 May 2012 01:13:55
@optimis

islam direformasi? islam ditransformasi? ha..ha..ho..ho..ho...
tapi itu bukan mimpi siang bolong, asaallll...

TULIS ULANG QUR'AN....!!!
ajisoko
Reply| 21 May 2012 08:50:39
@lontong
apakah islam bisa tanpa kekerasan?sara ragu.
@abraham faith.
abraham oarang yahudi.paulus orang yahudi,lagi gaga adalah utusan yahudi.islam mah dari situ mlulu.
alayboz
Reply| 20 May 2012 11:53:38
@ abrahamic
aPAKAH ANDA SDH MEMBACA SAMAPAI HABIS AJARAN PAULUS TSB DI ALKITAB sehingga kamu menyatakan paulus menghilangkan hukum allah untuk membangun kerajaan lucifer. apakh bukan sebaliknya atau apakah anda tlh lupa tentang apa yg dinyatakan oleh salman rusdi tentang lucifer itu.hati2 dlm menyatakan.merupakan tindakan seorang ksatria hingga kelak anda menjadi orang yg patut dicontoh oleh setidaK-tidaknya OLEH KETURUNAB AND.bukan mengajarkan hal2 yg membuat anda jadi terlihat bodoh.

@ lontong
dengan pengakuan anda ini kami jadi mengerti kalau anda adalh islam sejati. sdhkah anda mendengar pernyataan dari SDR UMAR PATEK bahwa Ia menyesal dan meminta maaf kepada para korban yg terbunuh.jangan melakukan tindakan itu kawan sebagaimana anda tidak ingin diperlakukan seperti itu.penyesalan selalu datang setelahnya.teman non muslim melakukan itu sebagai kekesalan yg selama ini selalu terjadi. sebenarnya mereka sayang terhadap anda dan muslim lainnya bahwa tindakan semacam itu sungguh melukai perasaan kemanusiaan.mungkin pedis terdengar tetapi mungkin itu cara terbaik menjadarkan anda.
lontong
Reply| 20 May 2012 06:12:56
kaum muslimin dan muslimat mari kita bersabar jgn melakukan kekerasan supaya gk jd santapan lezat org2 kafir dlm pemberitaan mereka, mereka makin senang jika kita menambah citra buruk islam dan muslim dgn kekerasan. Padahal mereka org2 kafir itu melakukan dlm kekerasan lbh dr kemampuan muslim melakukannya, mereka lbh canggih dlm hal peralatan untk melakukan kekerasan dan propaganda. Tanpa kita yg muslim ini peralatan perang yg canggih buatan mereka tak ada gunanya. Kita adalah objek penyesatan dan pembunuhan kaum kafirin. Tetaplah jd org muslim biar mereka tetap ada pekerjaan di dunia ini. Mereka perlu musuh. Mereka menjajah kita dan kita melawan jdilah kita teroris. Bersabarlah saudara2.
Abrahamic faith
Reply| 19 May 2012 23:36:17
Islam ya Islam, tak ada moderat atapun radikal... tetapi semuanya harus berserah diri pada Allah dan RasulNya, sebagai konsekuensi orang yang hidup dalam Kerajaan Allah, maka harus melaksanakan segala hukum2 Allah. Tidak spt kristen paulus yang justru menghilangkan hukum2 Allah, menggantinya dengan hukum2 lucifer yang ditemui dan mengutus paulus untuk membangun kerajaan setan.
antiunta
Reply| 19 May 2012 12:02:54
islam dipecah menjadi 72 aliran sekalipun tidak akan merubah esensi mereka sebagai pengikut muhammad. adakah keberanian untuk merubah Tauhid sebagai inti dari islam? apakah mau mengakui kitab alquran tidaklah sempurna? keinginan untuk membangun kalifah menjadikan pengikut islam berlomba untuk menjadi kaffah dengan menafikan golongan lain. dan percaya bahwa golongan lain adalah bidaah. budaya lain adalah kafir dan najis. jadi islam damai adalah utopia. dalam islam dilarang bermimpi.
Jack
Reply| 19 May 2012 07:44:09
hahahaha... Omong kosong menurut gw!! Lebih mudah nyari jarum ditengah laut daripada elo (OKI) ngubah citra Islam...
optimis
Reply| 19 May 2012 05:23:36
dengan budaya indonesia yang berbudi pekertiluhur

aku yakin islam bisa direformasi agar terlihat damai

semoga islam di indonesia tercinta nantinya beda dengan islam aslinya

paling tidak, semoga islam tak mengkafirkan umat lain...

jika mereka bisa menerima perbedaan, itu saja sudah bagus

saya tak berharap terlalu banyak

asal gereja dibolehkan ibadah

itu saja sudah bagus

asal ada kebebasan berpikir berelspresi dan berpendapat
itu saja sudah bagus

semoga...
mamadbudek
Reply| 18 May 2012 21:21:57
setuju mantan m, top markotop dah....mosok ada mereformasi dan mentranformasi gank kejahatan, yg ada dibubarkan sekaligus dgn AD ARTnya....
Mantan M
Reply| 18 May 2012 20:55:30
Islam tidak bisa direformasi. Mereka mencobanya dengan semua cara yang bisa dibayangkan. Kelompok Mutazelis sudah mencobanya, orang-orang Sufi pun sudah mencobanya; ratusan lembaga pendidikan baik yang tua maupun yang masih muda pun sudah melakukannya, dan mereka semuanya gagal.

Jika anda tidak bisa menelan Syariah, mengapa anda masih mau menjadi pengikut Islam? Islam adalah bagian dari toilet sejarah. Buang dan bilaslah (flush). Singkirkan dan jangan membodohi diri anda sendiri dengan hal yang tak masuk akal. Terimalah kebenaran. Ya, yang utama itu adalah kebenaran.

Islam adalah sebuah kebohongan. Muhammad adalah seorang yang sakit mental. Singkirkan dia dari hidup anda dan hentikan lelucon tentang reformasi yang menggelikan seperti itu.
Mantan M
Reply| 18 May 2012 20:54:42
Anda tidak bisa mereformasi Islam dan anda pun tak bisa mentransformasikannya. Yang bisa dan harus anda lakukan hanyalah membuangnya ke tempat sampah.

Marilah kita menghentikan tebak-tebakan seperti ini. Apakah menjadi seorang Muslim dan melakukan seperti yang dikatakan oleh Muhammad atau meninggalkan Islam serta menolak untuk menjadi perisai yang melindungi para teroris.
Mantan M
Reply| 18 May 2012 20:46:25
Di permukaan, ada banyak kemiripan antara Kristen dan Islam. Keduanya sama-sama percaya pada satu Tuhan, keduanya bersandar pada seorang pengantara antara manusia dan Tuhan, kedua iman ini mengajarkan eskatologi – punya konsep tentang surga, neraka dan hidup sesudah mati, dsb.

Namun demikian, inti dari keduanya sangatlah berbeda, pada kenyataannya bertentangan satu sama lain. Para reformator kedua keyakinan ini mengambil jalan yang sama, namun saat mereka kembali ke iman mereka yang paling murni, mereka berjalan di jalan yang berbeda.

Islam bukanlah sebuah kelanjutan dari Kekristenan, sebagaimana yang diklaim oleh Muhammad dan para pengikutnya. Melainkan inti dari ajaran Islam sesungguhnya merupakan anti dari keyakinan Kristen. Kekristenan menganjurkan kemerdekaan manusia, Islam menganjurkan perbudakan manusia. Yang satu membawa pesan pembebasan, yang lain, kepatuhan/tunduk.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top