Blog / ORANG YANG DILAHIRKAN DARI ROH ADALAH ROH (Yohanes 3:6)
Kalimat yang menarik:”Orang yang dilahirkan dari Roh adalah roh”, diucapkan oleh Putera Maria, karena sesungguhnya Ia sendiri dilahirkan dari Roh Tuhan. Karena itu Ia memenuhi syarat untuk membuat statement yang sangat impresif seperti itu.
Qur’an sendiri menegaskan misteri Kristus beberapa kali. Ketika Jibril menampakkan diri kepada Sang Perawan Maria, ia menegaskan padanya bahwa Tuhan mengutusnya hanya dengan satu tujuan, yaitu untuk memberikan padanya seorang anak laki-laki yang tidak berdosa dan yang baik: Ia (Jibril) berkata,”Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (Sura Maryam 19:19)
قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا
Perawan Maria menjawab malaikat itu, bahwa tak seorang laki-laki pun pernah menyentuhnya, ia sendiri juga belum menikah, juga tak ada yang pernah memperkosanya. Ia menegaskan bahwa ia benar-benar masih seorang perawan; sebab itu adalah mustahil baginya untuk mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Kesaksian ini muncul 2 kali dalam Qur’an. Keperawanan Maria adalah sebuah keyakinan yang tidak bisa disingkirkan dalam Islam: “Maryam berkata,’Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina!” (Sura Maryam 19:20; lihat juga Al ‘Imran 3:47)
قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا
Ia yang membaca ayat ini bisa mempercayai bahwa Maria adalah benar-benar seorang perawan ketika ia menerima Puteranya dari Roh Allah. Dari Sura al-Anbiya, kita bisa menarik lebih banyak detil-detil tentang bagaimana Kristus dikandung dalam diri seorang Perawan Maria: “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. “ (Sura al-Anbiya 21:91)
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ
Ayat yang terkenal ini menyingkirkan beberapa kesalah-pahaman dan mengklarifikasikan bahwa Kristus tidak dilahirkan dari Maria melalui Jibril, sebagaimana diklaim oleh sejumlah penghujat, tetapi Allah sendirilah yang meniupkan RohNya ke dalam diri Maria!
Roh Allah tidak menurunkan Kristus melalui kontak seksual, melainkan spiritual. Yang Maha Kuasa tidak meniupkan Jibril, roh yang diutusnya, ke dalam Maria, melainkan dari RohNya sendiri. Merupakan sesuatu yang bisa diterima untuk membuat kesimpulan dari ayat ini bahwa Putera Maria pada saat yang sama adalah seorang Putera melalui Roh Allah, atau merupakan Anak “spiritual” dari Allah.
Merupakan sebuah penghujatan dan tidak beralasan memikirkan mengenai sebuah konsepsi seksual dari Kristus dalam diri Maria. Tak ada satu pun orang percaya yang bisa menerima hujatan seperti itu. Qur’an menyatakan sebanyak 16 kali bahwa Allah tidak memiliki anak, dan hal ini adalah benar, selama yang dimaksudkan adalah bahwa Ia tidak memiliki anak secara seksual: “Dia (Allah) tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia” (Sura al-Ikhlas 112:3-4)
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Keberadaan Putera Maria dalam kandungan ibunya adalah sebuah tindakan spiritual dan bukan seksual; karena itu, Ia dilahirkan suci dan murni. Qur’an dan tradisi-tradisi menegaskan bahwa Kristus dilahirkan dengan tiada bernoda (imakulata) dan tanpa dosa (Sura Maryam 19:19; bandingkan juga dengan Sura al-‘Imran 3:36) "Lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya Ruh dari Kami Dan Kami jadikan dia dan anakNya (untuk menjadi) Sebuah tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam (Sura al-anbiya 21:91)
Kesaksian Injil Tentang Kelahiran Putera Maria Ia yang mengenali ayat-ayat Qur’an yang disebutkan di atas, juga sebaiknya membaca teks-teks Injil mengenai kelahiran Kristus, sebagaimana yang dicatat oleh seorang dokter Yunani, Lukas, 600 tahun sebelum Qur’an ditulis. Lukas ditanya oleh seorang penguasa Romawi di Antiokia, bernama Theophilus, untuk mencari dengan seksama di Tanah Suci bagaimana Yesus dilahirkan, apa yang Ia pernah ucapkan, apa yang pernah Ia lakukan, dan bagaimana terjadinya peristiwa kematian dan kebangkitanNya (Lukas 1:1-4).
Lukas pun pergi dan bertanya kepada para saksi mata, khususnya Maria, sebab sebagai seorang dokter, ia tidak bisa mengerti bagaimana seorang perawan bisa melahirkan tanpa seorang pria. Maria memberitahukan kepadanya secara detil bagaimana malaikat menampakkan diri dan berkata kepadanya:
28 “Salam, hai engkau yang dilimpahi anugerah, YAHWEH besertamu, hai engkau yang diberkati di antara para wanita!”
29 Namun setelah melihatnya, dia dibuat bingung oleh perkataannya itu dan dia bertanya-tanya apa maksud salam ini.
30 Dan malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut Maria, sebab engkau telah mendapat anugerah dari Elohim.
31 Dan lihatlah, engkau akan mengandung di dalam rahimmu, dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau akan menyebut Nama-Nya YESUS.
32 Dia akan menjadi besar dan akan disebut PUTRA YANG MAHA TINGGI, dan YAHWEH, Elohim, akan mengaruniakan kepada-NYA takhta Daud, leluhur-Nya.
33 Dan Dia akan memerintah atas keturunan Yakub sampai selamanya, dan kerajaan-Nya tidak akan berakhir.”
34 Dan Maria berkata kepada malaikat itu, “Bagaimana hal ini akan terjadi karena aku belum mengenal laki-laki?”
35 Dan sambil menjawab, malaikat itu berkata kepadanya, “ROH KUDUS akan turun ke atasmu dan KUASA YANG MAHA TINGGI akan menaungi engkau; karena itu pula, yang dilahirkan itu KUDUS, Dia akan disebut PUTRA ELOHIM. (Injil tentang Kristus dari Penginjil Lukas 1:28-35, KSILT)
Ia yang membaca laporan dalam Injil ini, dengan penjelasan dari malaikat Gabriel, bisa memilih dari situ beberapa gelar dan karakteristik dari Putra Maria: NamaNya adalah YESUS, yang secara literal artinya,”YAHWEH yang menyelamatkan”, karena ia menyelamatkan umatNya yang terhilang dan berdosa dari dosa-dosa mereka (Matius 1:21)
Ia adalah pribadi yang luar biasa, dan akan disebut PUTRA YANG MAHA TINGGI.
Ia akan menjadi seorang RAJA yang memerintah, dan akan diberikan tahta Daud bapaNya.
KerajaanNya adalah kerajaan yang kekal dan merupakan kerajaan spiritual.
ROH KUDUS akan datang kepada ibunya dan KUASA DARI YANG MAHA TINGGI akan menaunginya.
Karena itu, orang yang akan dilahirkan daripadanya akan disebut PUTRA TUHAN “spiritual”.
Nubuatan-nubuatan ini secara literal tidak ditemukan dalam Qur’an, tetapi Jibril merangkum realitas ini ke dalam satu ayat: “...Sesungguhnya Al Masih, Isa Putera Maryam itu, adalah utusan Allah (rasul) dan (yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam, dan sebuah Roh dariNya...” (Sura al-Nisa 4:171)
إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ
Qur’an menyebut Putera Maria sebagai “Roh Dari Allah”. Istilah ini memperlihatkan bahwa Kristus bukanlah seorang manusia biasa, yang dilahirkan dari seorang ayah dan ibu, tetapi Ia adalah inkarnasi dari Roh Allah. Yang Maha Kuasa mempercayakan Firman dan RohNya kepada Perawan Maria; karena itu, PuteraNya adalah “Roh Yang Berjalan”, sebagaimana Ia sendiri nyatakan di dalam Injil: “Orang yang dilahirkan dari Roh adalah roh” (Yohanes 3:6)
Banyak orang yang tidak bisa dengan gampang memahami rahasia ini, sebab Roh Tuhan masih belum membuka mata batin mereka akan realitas spiritual ini. Ia yang meminta Tuhan untuk mengurapi hatinya dengan Roh Kebenaran dan agar Tuhan mengaruniakan kepadanya karunia untuk membedakan roh, dengan cepat akan bisa mengenali bahwa Kristus datang dengan banyak tanda-tanda ajaib yang mempelihatkan akan kuasa keilahianNya.
Putera Maria bukan hanya inkarnasi dari Roh Tuhan, tetapi bahwa Ia juga bekerjasama denganNya secara dekat untuk menyembuhkan yang sakit, mengusir setan-setan, membangkitkan orang mati dan untuk memperdamaikan dunia dengan Tuhan (2 Korintus 5:18-21). Tak ada seorang pun yang sanggup melakukan hal-hal besar ini kecuali Roh Tuhan ada di dalam dirinya. Ia yang ingin memahami hakekat, cara, tindakan-tindakan dan tujuan dari Kristus harus memohon kepada Tuhan untuk mengurapiNya dengan Roh Yang Memberkati ini, yang olehNya Kristus dilahirkan, sehingga ia bisa memahami realitas Putera Tuhan “spiritual”.
“ROH KUDUS akan turun ke atasmu dan KUASA YANG MAHA TINGGI akan menaungi engkau; karena itu pula, yang dilahirkan itu KUDUS, Dia akan disebut PUTRA ELOHIM.
“...Sesungguhnya Al Masih, Isa Putera Maryam itu, adalah utusan Allah (rasul) dan (yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam, dan sebuah Roh dariNya...” (Sura al-Nisa 4:171)
Add a Comment
Fetching more Comments...sehingga tidak mampu berfikir
sedikit waras bagaimana
melakukan sex ya...



Yesus adalah Firman yang menjadi manusia.
Pada Mulanya Firman, Firman itu bersama-sama Allah, Firman itu adalah Allah.(YOH 1: 1-4).Segla sesuatu di jadikan oleh dia & tanpa dia tidak ada sesuatupun yang telah jadi dari segala yang telah di jadikan.Dalam dia ada hidup & hidup itu adalah terang manusia.
Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita, & kita telah melihat kemuliannya yaitu kemulian yang diberikannya sebagai anak tunggal Bapa yaitu 9Isa Almasih dari Roh Allah), penuh kasih karunia & kebenaran. (Yoh 1 : 14)
JANGAN BACA/NARUH AYAT SETENGAH - SETENGAH BOS
dan yg terpenting dalam surah maryam (19)
34: itulah isa putra maryam,(yg mengatakan)perkataan yg benar,yang mereka ragukan kebenaranya.
35:Tidak patut bagi Allah mempunyai anak,Mahasuci Dia.Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu,maka Dia hanya berkata kepadanya,"Jadilah!"Maka jadilah sesuatu itu.
36:(Isa berkata),"Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu,maka sembahlah Dia.ini adalah jalan yang lurus."
BACALAH PERKATAAN ISA
KALAU AL'QURAN DIBILANG PENDUSTA KENAPA KALIAN MENGUTIPNYA LAGI. .....NELAN MUNTAH SENDIRI
28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
29. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud
ternyata surat Al Hijr juga mengatakan bahwa adam juga berasal dari Roh Allah