Blog / Anggota Kongres Menyerukan Untuk Mendengar “Radikalisasi” Terhadap Kaum Wanita Kristen Kulit Putih

Sudah tentu, jika seseorang dengan warna kulit apapun melakukan penembakan acak, maka kita bersikap rasis jika mengkambinghitamkan rasnya. Tetapi jika seseorang dengan warna kulit apapun melakukan penembakan acak – sambil melambai-lambaikan Quran, dan meneriakkan seruan jihadi “Allahu Akbar!” atau merasionalisasi tindakan-tindakannya dalam kriteria-kriteria islami seperti yang dilakukan Nidal Hasan  – maka kita berbicara mengenai tindakan penembakan yang dimotivasi oleh ideologi atau “worldview” yang dipelajari yang sama sekali tidak berkaitan dengan ras si pembunuh.


 

Oleh: Raymond Ibrahim
 

FrontPage Magazine
June 25, 2012
 

http://www.raymondibrahim.com/11907/congressman-calls-for-hearings-on-radicalization 

 

Dalam acara dengar pendapat yang dilakukan oleh Komite Keamanan Dalam Negeri, minggu lalu, mengenai “Radikalisasi Muslim-Amerika”,  anggota kongres Texas Al Green (D) mengkritik acara dengar pendapat itu sebagai sesuatu yang bias dan tidak adil terhadap orang-orang Muslim, dan karena itu menyarankan bahwa satu-satunya cara untuk membenarkan acara seperti itu adalah jika para anggota kongres juga melaksanakan sebuah “dengar pendapat mengenai radikalisasi orang-orang Kristen.”

Meskipun posisinya boleh jadi tidak seimbang, kenyataannya ini memperlihatkan sebuah percampuran berbahaya dari irasionalitas, relativisme moral, dan emosionalisme – semuanya merupakan ciri yang bisa merugikan dalam diri seorang anggota kongres Amerika Serikat. Perhatikan beberapa hal yang dituntut oleh Green:

 

Saya tidak beranggapan bahwa kebanyakan orang menentang dengar pendapat mengenai radikalisasi. Saya sendiri juga tidak menentang diadakannya acara dengar pendapat mengenai radikalisasi. Yang saya tentang adalah jika kita tidak memfokuskan pembahasan mengenai keseluruhan radikalisasi ... Mengapa kita merasa perlu melakukan dengar pendapat mengenai radikalisasi yang dilakukan oleh orang-orang Kristen? ...Orang-orang yang menyaksikan dengar pendapat ini dan tidak pernah mendengar mengenai dengar pendapat tentang radikalisasi orang-orang Kristen, harus bertanya pada diri mereka sendiri,”Bagaimana hal ini bisa sampai hilang?”


Pertanyaan yang adil – “Mengapa tidak melakukan dengar pendapat mengenai radikalisasi orang-orang Kristen?” Sebelum merespons, kita harus mengenali bahwa kata “radikalisasi” secara sederhana berarti “berpaling pada akar asli dari suatu hal,” dalam kasus ini, agama. Seorang Muslim radikal berpaling pada akar pengajaran Islam, seorang Kristen berpaling pada akar pengajaran Kristen. Dengan demikian, di Amerika bisa dipastikan ada “orang-orang Kristen radikal.” Pertanyaannya adalah, apakah mereka akan menimbulkan risiko yang sama pada Amerika sebagaimana halnya yang ditimbulkan oleh orang-orang radikal Muslim?

 

Green dan semua dari para relativis moral, secara natural tidak ingin mengejar pertanyaan seperti ini, memilih untuk berpura-pura bahwa setiap bentuk “radikalisasi” – tak peduli apapun akar ajaran-ajarannya – adalah hal yang jahat. Tentu saja mereka tidak tertarik untuk menentukan perbedaan antara fundamentalisme Kristen dengan Islam, dan apakah keduanya sama-sama melakukan kekerasan, terorisme, penaklukan dsb.

 

Sementara ini bukanlah tempatnya untuk mengkontraskan sikap apolitik Kekristenan dan naturnya yang pasif dibandingkan dengan politik Islam modern dan naturnya yang agresif – sebuah tema dielaborasi di sini – cukuplah untuk mengatakan bahwa, ketika ribuan pemimpin Muslim modern dicatat telah mengutip ayat-ayat dari kitab suci Islam untuk membenarkan kekerasan dan kebencian, maka orang akan kesulitan untuk menemukan contoh-contoh dari para pemimpin Kristen modern yang mengkotbahkan kekerasan dan kebencian – dan membenarkannya melalui Alkitab.

 

Mufti Agung, yaitu ulama tertinggi Arab Saudi, yang adalah bangsa islami yang tersuci, menyerukan penghancuran semua gereja yang ada di Timur Tengah (lihat link: called on the destruction of all regional churches ), mengutip teks-teks islami. Dapatkah Green menemukan contoh yang sama: adakah seorang tokoh Kristen yang berotoritas yang menghimbau agar umat kristiani melakukan penghancuran terhadap mesjid-mesjid – dan mendapatkan dukungan untuk himbauannya itu dari Alkitab?

 

Green melanjutkan pertanyaannya “Mengapa kita tidak melanjutkan ke tahap berikutnya dan bertanya, bagaimana  seorang wanita kulit putih bermata biru dan berambut pirang, di Amerika Serikat dapat menjadi sangat radikal hingga ingin melakukan kejahatan kepada negara ini? Kita tidak melakukan dengar pendapat untuk hal ini. Itulah masalahnya”.


Dengan demikian, tidak hanya si Anggota Kongres secara tidak rasional mempertentangkan pengajaran-pengajaran semua agama sekaligus, tetapi ia juga mempertentangkan agama dengan ras (dan jender), mengemukakan bahwa satu-satunya alasan dilakukannya dengar pendapat berkenaan dengan radikalisasi Muslim adalah karena orang Muslim tidak berkulit putih, sedangkan wanita Kristen “radikal” berambut pirang dan bermata biru yang “sama berbahayanya” nampaknya mempunyai kemudahan untuk meneror Amerika.


Logika ini cacat dalam banyak hal. Islam bukanlah sebuah ras; ada banyak orang Muslim dengan berbagai warna kulit, demikian pula dengan orang Kristen. Tambahan lagi, memang benar ada para teroris “bermata biru, berambut pirang” di dunia, termasuk kaum wanita – dan mereka juga sungguh-sungguh orang Muslim. Green telah bersikap tidak jujur dengan mencoba mengalihkan fokus dari radikalisasi Islam dan mengkambinghitamkan setan “rasisme”.

 

Walau demikian, argumen bahwa Islam adalah sebuah ras sudah menjadi populer, dan sebagai contoh, digunakan oleh Anggota Kongres  Jackie Speier, yang juga menyebut dengar pendapat ini rasis. Demikian pula, seorang veteran tentara Amerika (lihat American soldier) ketika mendiskusikan penembakan-penembakan di Fort Hood meratap dengan mengatakan “Ketika seorang pria kulit putih menembaki kantor pos, mereka tidak terlalu mempermasalahkannya. Tetapi ketika seorang Muslim [yaitu Nidal Hasan] melakukan hal itu, mereka menyebutnya sebagai jihad”.

  

Perhatikanlah kekacauan yang ada; seakan-akan  “seorang pria kulit putih” dan seorang “Muslim” merepresentasikan ras yang berbeda. Sudah tentu, jika seseorang dengan warna kulit apapun melakukan penembakan acak, maka kita bersikap rasis jika mengkambinghitamkan rasnya. Tetapi jika seseorang dengan warna kulit apapun melakukan penembakan acak – sambil melambai-lambaikan Quran, dan meneriakkan seruan jihadi “Allahu Akbar!” atau merasionalisasi tindakan-tindakannya dalam kriteria-kriteria islami seperti yang dilakukan Nidal Hasan  – maka kita berbicara mengenai tindakan penembakan yang dimotivasi oleh ideologi atau “worldview” yang dipelajari yang sama sekali tidak berkaitan dengan ras si pembunuh.

 

Sejak awal sampai akhir, Green – sebagaimana koleganya anggota kongres Keith Ellison, yang berkeberatan terhadap dengar pendapat ini hingga memuncak pada meneteskan air mata (lihat  teary-eyed breakdown) – mendasarkan pendapatnya pada emosionalisme: ia membuka pernyataannya dengan mengucapkan salam islami assalamualaikum kepada para hadirin yang Muslim, dan bermulut manis mengatakan: “Bukankah indah melihat cucu seorang pendeta Kristen dapat duduk dalam “Homeland Security Committee” dan mengatakan assalamualaikum?” – poin yang tidak bermakna yang tidak mengubah fakta bahwa dalam Islam, hanyalah orang Muslim yang diijinkan mengatakan “damai bagimu” kepada sesamanya Muslim, dan tidak pernah mengucapkannya kepada orang-orang kafir non Muslim, yang secara naturnya tidak layak mendapatkan sapaan Muslim.

 

Akhirnya, Green menyimpulkan serangan-seangannya dengan mengatakan “Saya mengetahui bagaimana rasanya terlihat seperti seorang Muslim di benak beberapa orang dan diremehkan dalam sebuah pertemuan publik ... Saya menantikan hari dimana kita akan mempunyai dengar pendapat yang berurusan dengan radikalisasi Kristen di Amerika” – sekali lagi, semua retorika yang tidak bermakna yang berkaitan dengan ras dan relativisme moral, nilai mendasar yang tidak berkaitan dengan isu yang sedang dibicarakan, yaitu ancaman nyata adanya “radikalisasi orang-orang Muslim Amerika”.

 

http://www.raymondibrahim.com/11907/congressman-calls-for-hearings-on-radicalization


Add a Comment
| 56
kyt
Reply| 08 Aug 2012 20:09:50
Teduh@mau nanya ni d akkitb ad tertulis tgl 25 hri lhirnya jesus ngak?
teduh
Reply| 17 Jul 2012 19:48:57
@kristentelahkalah

tanggapin komen ana masalah pernyataan quran ente yg barbar itu jg lari kemana2 ente!! dasar dongo!!!
kristentelahkalah
Reply| 17 Jul 2012 08:12:50
Richard Elliot Friedman, dalam bukunya, Who Wrote the Bible, menulis :

"It is a strange fact that we have never known with certainty who produced the book that has played a central role in our civilization".

wakakakaka...Sarjana kristen pakar bible yang ngomong lho!

xixixixi..siapa yg nulis bible masih misteri. dasar bego lu.
teduh
Reply| 16 Jul 2012 20:12:13
@ kristentelahkalah

siapa yg barbar goblok ini baca anjuran alquran ente yg katanya rahmatan lil kelamin nih : pancung dan penggalah batang leher kafir yahudi dan nasrani dimanapun kalaian (muslim) temui!! bahkan pahon2 dan batu2 bisa berbicara membantu muslim ngasih tahu kalau ada yahudi dan nasrani dan kafir lainnya bersembuni di balik batu dan pohon2!!! sudah ajaran gila dan lebih daripada barbar! lebih songong lagi masa ada batu bisa berbicara!! ngo2 pakai tuh otak!!!
kristentelahkalah
Reply| 16 Jul 2012 08:27:22
hihihihi..kristen koplak.

Masa ada SK Bunda Maria sebagai Ibu Tuhan.

Ayo ten, reformasi ajaran koplak itu. Reformasi atau sekarat!

wakakakaka..kata uskup (bukan mualaf) ajaran kristen Barbar, Primitif dan Sekarat.
kristentelahkalah
Reply| 16 Jul 2012 08:07:44
Ralph Edward Woodrow (seorang kristen bukan mualaf), dalam bukunya Babylon Mystery Religion, 1966, Kaisar Romawi, Theodosius II bersama para pemimpin Gereja yang bersidang di Efesus Juni 431 AD ,mengeluarkan SK Bunda Maria sebagai Ibu Tuhan (theotokos) yang disembah.

"Yet, within just a few more years, Mary worship was not on(y condoned but become an o f f icial doctrine at the Council o f Ephesus in 431 AD".

xixixixi manusia memutuskan Maria sebagai IBU TUHAN.
kristentelahkalah
Reply| 16 Jul 2012 07:50:44
John S. Spong, seorang Uskup Episkopal dari Newark, USA, menulis 12 tesis berjudul SERUAN UNTUK REFORMASI BARU. Dalam tesisnya yang ke-6 ia mengungkapkan bahwa:

"YESUS TIDAK MATI UNTUK MENEBUS DOSA".

"Tanpa reformasi masa depan Kristen sekarat!".

"Paham KAYU SALIB sebagai pengorbanan bagi dosa-dosa dunia adalah IDE BARBAR yang didasarkan pada suatu konsep PRIMITIF tentang Tuhan, harus DITOLAK!".

Bukan muslim atau mualaf yang ngomong tapi Uskup.

wakakakaka..bukti Kristen ajaran Barbar, Primitif dan Sekarat.
setyawan
Reply| 13 Jul 2012 22:33:59
@ BOB-99
Jihad di perintah oleh si Muhammad utk membunuh Kafir, Yahudi & Murtad.

Jihad berarti berperang melawan orang2 kafir yg tdk mau menerima islam sebagai kekuasaan Superior.Muslim yg tewas berperang di sebut Shahid/ Suhada. Upah dari Jihad Surga Islam ( Tempat Mesum) + Bonus 72 Bidadari.

Islam bukan agama tetapi ideologi yang ingin menguasai dunia dgn hukum Syariah Islam.
setyawan
Reply| 13 Jul 2012 22:18:23
@BOB-999
Kaum Muslim bisa sholat di Mesjid di mana saja BULL SHIT, buktinya Mesjid Syiah di klaim Sesat di Sampang Madura lalu di bakar.

Lihat kelakuan Muslim Sunni & Muslim Syiah di Irak & Suriah, sesama Muslim saling berperang merasa paling benar, Muslim Sunni klaim Muslim Syiah Sesat begitupun sebaliknya Muslim Syiah klaim Muslim Sunni Sesat.

Teruslah berperang sesama Muslim Muhahaha.... mengurangi Muslim memusuhi Non Muslim.

Muslim selalu berkoar-koar menjunjung tinggi Toleransi & Menurut Hasyim Muzadi Indonesia negara yg paling Toleran, Taqqiya lagi.....Taqqiya lagi

NB.TAQQIYA seorang Muslim boleh Berbohong, Menipu,Membunuh Kafir, mencuri harta milik Kafir asal berguna bagi Islam.

Siapa yang menjarah & membakar Toko2 milik etnis Tionghoa pada kerusuhan 13 Mei...!!!. Siapa yg merusak/ menyegel & menutup Gereja2 di NKRI.

Siapa yang melakukan Genosida Armenia sehingga 1,5 juta orang Armenia tewas di bantai oleh Muslim Ottoman Turki.
teduh
Reply| 13 Jul 2012 19:58:22
@BOB-99

ada yg menarik di point 2 yg ente tulis!!!

2. mereka melecehkan ayat-ayat alloh

aduh kasihan bener si alloh nih sampai2 untuk membinasakan manusia yg melecehkan ayat2nya nggak bisa harus menyuruh dan meminjam tangan seluruh muslim untuk membunuh mereka2 yg melecehkan ayat2nya!!! allohnya yg dodol atau bob-99 yg dodol!!!
BOB-99
Reply| 13 Jul 2012 13:44:13
SYARAT2 MEMERANGI KAFIR SESUAI TUNTUNAN AL-QUR'AN.


1. apabila mereka berusaha / berdaya upaya untuk mengusir/ memenjarakan /membunuh (ayat 30)

2. mereka melecehkan ayat-ayat Allah (ayat 31)

3 mereka melecehkan dan menantang Allah (ayat 32-34)

4. mereka menjalankan ibadah tetapi hanya untuk melecehkan (ayat 35)

5 mereka manafkahkan hartanya untuk menghalang-halangi (ayat 36)

6. mereka perlu dipisahkan lebih dahulu ,barangkali diantara merka masih ada orang yang baik (ayat 37)

7. di ingatkan agar berhenti dari tindakan-tindakan (yang sudah diuraikan sebelumnya),dan kalau mereka berhenti maka akan di maafkan / diampuni,tetapi kalau mereka tetap tidak mau berhenti masih diingatkan apa-apa yang pernah terjadi orang-orang terdahulu
(ayat 3


8. barulah diperintah berperang (ayat 39)

9. dan diingatkan bahwa Allah sebaik-baiknya penolong dan pelindung.(ayat 40)

Kesimpulannya adalah perintah berperang adalah harus memenuhi syarat-syarat seperti di atas, dan menyikapinya harus melalui proses bertahap! = tidak asal-asalan atau tergesa-gesa.

Dan paling perlu diingat adalah “persoalan pertama dan utama” yaitu mereka dahulu yang memulai bersikap memusuhi!

ADA KAFIR NYANG MAO MEMULAI???
BOB-99
Reply| 13 Jul 2012 13:12:27
“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.” (QS. Ali Imran: 19-22).

kehkehkeh....para kafirun laknatullah yang tidak menerima ISLAM, akan menerima siksa yang pedih!!!

Kalo kafir kagak nyerang duluan...no problemo! tapi kalo nyerang duluan....kehkehkeh hanya orang TOLOL dan DUNGU yang mengatakan 'kalo pipi kananmu dipukul berikanlah pipi kirimu!". Jadi umat itu jangan munafik lah....baru dibilang kafir masuk neraka jahanam saja udah sewot, pegimane kalo ditampar?? mao??
BOB-99
Reply| 13 Jul 2012 12:55:09
kehkehkeh....begenelah kalo kafir berilusi.

1. Mana bukti kalo Arab Saudi mengaku negara yang toleransi. wong...maulud nabi aja dilarang!

2. Baca potingan ane."Umat muslim bisa saja membuat data, berapa ribu masjid dan mushola yang dirusak dan digusur oleh developer Kristen!". Tapi itu tidak kami lakukan karena harus ditunjang suatau analisa yg komfrehensif. Tapi kafir koar2 tanpa analisa yg konfrehensif. kehkehkeh....ente katarax ya...

3. Semua kafir PASTI masuk NERAKA dan itu janji Allah SWT!!! Terus apa dalam ajaran Kristen kalo Muslim itu akan masuk surga?? kagak kan!! dan itu kagak masalah bagi kami!! kenapa ente sewot kalo kami mengatakan KAFIR masuk NERAKA??? Masalah buat ente???

4. apa hubungannya Mesjid sbg sarana umat islam beribadah dgn pesantren?? kalo komen ntu nyang cerdas! Pesantren jadi sarang teroris?? kate siape?? kate mbokmu?? kalo emang iye...kenapa kagak ditutup?? tutup aje...gitu aja kok repot!

5. kehkehkeh.....siapa nyang membasmi DI/TII?? kristen kah?? baca sejarah ye...! Siapa yang menggali dan melahirkan Pancasila?? Kristenkah?? baca sejarah ye...! Siapa yang MENJAJAH Indonesia SELAMA 350 TAHUN?? Islam kah? Baca sejarah ye...!
setyawan
Reply| 12 Jul 2012 23:40:08
@BOB-99
Secar terang-terang Al-Quran menyatakan kebencian & permusuhan dgn Kafir,Musyrik & Yahudi.Dalam Al-Quran tertulis bila saatnya tiba, bila islam sudah cukup kuat pengaruhnya (menjadi agama Mayoritas)& kekuatan persenjatannya, seluruh Muslim di wajibkan memerangi orang2 Kafir (JIHAD) atas perintah Alloh & Rasulnya Muhammad SAW, di manapun Kafir berada termasuk para tetangga sendiri yg tdk memeiliki permusuhan apapun.

Di mata Muslim, semua orang yg menolak Islam di anggap musuh Allah SWT & Rasulnya Muhammad SAW. kafir, musyrik & Yahudi di bakar api Nerka Jahanam mereka kekal di dalamnya.

Islam bukanya mengajarkan kedamaian & menyayangi mereka justru memerintahkan utk membantai & menyiksa mereka sbg siksa dunia sebelum mengalami siksa akhirat.Darah Kafir & Murtad halal di bunuh (ditumpahkan).

Dimanapun Muslim datang, di situlah konflik dgn penduduk asli.Terom Bom, Teroris, Bom Bunuh Diri atas nama JIHAD = Jahat & menculik warga asing (negara Barat) menjadi ciri khas Muslim.

Hanya karena menyatakan hal sebenarnya tentang islam (wajah Islam sebenarnya) di bilang penistaan agama oleh Muslim.
setyawan
Reply| 12 Jul 2012 23:12:53
@BOB-99
Bagi kaum Muslim, Mesjid di gunakan Shalat lima waktu dalam sehari,tetapi perlu di ingat, banyak Pesantren di NKRI jadikan JARINGAN TERORIS.
Muslim ingin mengganti Pancasila lalu mendirikan Negara Islam Indonesia (NII), dengan hukum tertinggi Al-Quran & Hadits.Contohnya Darul Islam (DI)/ Tentara Islam Indonesia (TII). Pemimpinnya Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo
WASPADA...!!! GERAKAN STRATEGI ISLAMISASI & DAKWA ISLAM DI TANAH PAPUA, FLORES (NTT) & SULAWESI UTARA.
setyawan
Reply| 12 Jul 2012 22:16:42
@BOB-99
bBerapa ribu Mesjid & Mushola yg di rusak & di gusur oleh Developer Kristen inilah ciri khas Muslim selalu memfitnah tanpa bukti yg valid.Muslim selalu menjelekan & memusuhi Kafir,Musyrik & Yahudi. Ini bukti ayatnya, sesungguhnya orang2 Kafir yakni (Ahli Kitab) dgn orang2 Musyrik akan masuk ke Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya.Mereka (Kafir, Musyrirk & Yahudi) itu seburuk2nya makluk (QS Al- Bayyinah 6). Yang menentukan Kafir masuk Neraka Jahanam hanya Allah, bukan manusia ( jangan kamu menghakimi orang lain, supaya kamu juga tdk di hakimi oleh Allah).
setyawan
Reply| 12 Jul 2012 21:50:55
@BOB-99
Kaca mata kuda
Loe ruch yang ngaca! ngapain juga pahami postongan Loe sebelumnya yang penuh tipu daya (taqqiya).
Islam selalu menggembar -gemborkan RAHMATAN LIL ALAMIN, Islam sebagai agama pembawa damai kepada semua makluk di muka bumi hanya BULL SHIT.Muhammad saw Sok2an menjunjung tinggi toleransi sesuai Piagam Madinah hanya pepesan kosong. Arab Saudi ngakunya negara toleransi ternyata Diskriminasi & Rasis terhadap Non Muslim.

MUAHAHAHA......DASAR MUSLIM TERORIS
BOB-99
Reply| 12 Jul 2012 12:19:31
WASPADA !!! GRAND DESIGN STRATEGI KRISTENISASI dan PEMURTADAN di INDONESIA

Dalam sidang Luar Biasa Dewan Gereja Indonesia di Hotel Sahid Surabaya tanggal 8-10 Juni 2001, kaum Kristen memutuskan tahapan strategi Kristenisasi di Indonesia.

1. Strategi Jangka Panjang.

a. Mewujudkan pemerintahan yang diisi oleh pejabat kristen,
b. Mewujudkan agama Kristen sebagai komunitas mayoritas,
c. Mewujudkan negara Kristen di Indonesia.

2. Strategi Jangka Menengah.

a. Mungupayakan pendirian gereja di seluruh pelosok tanah air,
b. Membentuk pasukan yang siap untuk menghadapi musuh Kristen,
c. Mewujudkan sistem ekonomi terpusat di setiap daerah di Indonesia.

3. Strategi jangka pendek.

a. Merekrut jama’ah Kristen dengan jalan pemurtadan atau dengan kekayaan/uang,
b. Membuat Posko pengaduan segala macam kasus.

Rapatkan barisan....Saudaraku!!!
BOB-99
Reply| 12 Jul 2012 11:05:11
Wahai...Saudaraku! Forumer Muslim dimanapun ente berada....

Menghadapi serbuan kaum misionaris tersebut, seharusnya kaum Muslim di Indonesia tidak perlu berkecil hati.

Sudah saatnya umat Islam tidak bersikap menunggu dan defensif.

Sudah tiba masanya, organisasi-organisasi Islam mencetak dai-dai yang tangguh, MUJAHID-MUJAHID PENA, cerdas, berani, santun, dan ramah, untuk menyadarkan para pendeta Kristen dan tokoh-tokohnya, bahwa mereka sedang memeluk keyakinan yang salah (sesat/adh-dhalliin).

Ajaklah mereka untuk menyembah Allah semata-mata, tidak menserikatkan Allah dengan yang lain, dan mengakui kenabian Muhammad saw.

Jangan menyatakan Allah punya anak!!!

Kibarkan panji-panji Islam dimanapun kalian berada saudaraku!!

LEBIH BAIK HIDUP SATU HARI SEBAGAI MACAN DARI PADA HIDUP SERIBU TAHUN SEBAGAI DOMBA!!

InsyaAllah....kemenangan dan kejayaan Islam sudah diambang fajar!!
BOB-99
Reply| 12 Jul 2012 10:57:02
Inilah tekad kaum misionaris Kristen untuk meng-kristenkan Indonesia.
Segala daya upaya mereka kerahkan. Gereja-gereja terus dibangun di mana-mana untuk memuluskan misi mereka.

Gereja-gereja dan gerakan misi terus bergerak untuk meraih tujuan, yang ditegaskan pada sampul belakang buku ini:

”Supaya semua gereja yang ada di Indonesia dapat bersatu sehingga Indonesia dapat mengalami transformasi dan dimenangkan bagi Kristus.”
Fetching more Comments...
↑ Back to Top