Blog / Sodomi "Demi Islam"
Setelah memuji Allah, fatwa sheikh itu dimulai dengan mengatakan bahwa sodomi dilarang dalam Islam. Namun demikian, jihad harus diutamakan, karena jihad adalah kewajiban yang dianggap paling tinggi/utama dalam Islam. Dan jika hal yang tertinggi dalam Islam hanya dapat dicapai melalui sodomi, maka praktik itu sama sekali tidak salah.

Oleh Raymond Ibrahim
12 Juli 2012 pada pukul 4:30
http://www.gatestoneinstitute.org/3158/islam-sodomy
Cara terbaik untuk merasionalisasi apa yang diinginkan seseorang dan tetap merasa “suci” adalah segala sesuatu yang awalnya dilarang kemudian diperbolehkan. Yang terpenting adalah niat orang itu atau niyya.
Abdullah Hassan al-Asiri sang “pengebom pakaian dalam” tidak hanya menyembunyikan bahan peledaknya di dalam rectum (saluran yang menghubungkan usus besar dengan dubur) untuk membunuh Pangeran Saudi Muhammad bin Nayef – mereka bertemu pada tahun 2009 setelah sang pejuang suci yang berusia 22 tahun tersebut “memalsukan pertobatan berkenaan dengan pandangan-pandangan jihadnya” (lihat:"feigned repentance for his jihadi views") — tetapi nampaknya al-Asiri telah meminta sesama rekan jihadnya untuk berulangkali menyodominya untuk “memperlebar”duburnya agar dapat memuat bahan peledak – semua ini dilakukan sesuai dengan fatwa-fatwa [keputusan-keputusan religius] yang dikeluarkan para ulama Islam.
Sebuah berita video Arab (lihat: Arabic news video ) di tahun 2010 menceritakan hal ini secara terperinci di internet. Seorang ulama, yaitu Abu al-Dema al-Qasab, menginformasikan kepada para jihadis mengenai sebuah “cara yang inovatif dan baru untuk melaksanakan operasi-operasi kemartiran, yaitu dengan memasukkan kapsul-kapsil peledak dalam dubur anda. Namun demikian, untuk melaksanakan pendekatan jihadi ini anda harus setuju untuk disodomi sejenak untuk memperlebar dubur anda sehingga dubur anda dapat menyimpan bahan peledak tersebut”.
Yang lainnya menginginkan penjelasan lebih lanjut dengan meminta dikeluarkannya fatwa-fatwa formal. Oleh karena hasratnya akan “kemartiran dan para perawan di firdaus”, seorang jihadi (kemungkinan al-Asiri sendiri) bertanya kepada sheikh lainnya, “Apakah saya diijinkan untuk memperbolehkan seorang saudara jihadi lainnya untuk menyodomi saya agar memperlebar dubur saya jika niatnya baik?”
Setelah memuji Allah, fatwa sheikh itu dimulai dengan mengatakan bahwa sodomi dilarang dalam Islam.
Namun demikian, jihad harus diutamakan, karena jihad adalah kewajiban yang dianggap paling tinggi/utama dalam Islam. Dan jika hal yang tertinggi dalam Islam hanya dapat dicapai melalui sodomi, maka praktik itu sama sekali tidak salah. Oleh karena yurisprudensi Islam mengatakan bahwa “kebutuhan mengijinkan hal yang dilarang”. Dan jika kewajiban hanya dapat dipenuhi dengan melaksanakan apa yang dilarang, maka wajib hukumnya untuk melakukan apa yang dilarang itu, dan tidak ada kewajiban yang lebih besar daripada jihad. Setelah ia menyodomi engkau, engkau harus meminta pengampunan dari Allah dan memuji-Nya lebih banyak lagi. Dan ketahuilah bahwa Allah akan memberi pahala kepada para jihadis pada Hari Kebangkitan, berdasarkan niat mereka – dan niatmu, sesuai kehendak Allah, yaitu kemenangan Islam, dan agar Allah menerimanya daripadamu.
Ada dua poin penting dan yang bertindak sebagai pelengkap, yang timbul dari pandangan ini:
1) jihad adalah “yang terutama” dalam Islam – karena itulah yang menjadikan Islam unggul (berdasarkan pada sebuah hadith, yaitu sejarah oral pertama mengenai kehidupan Muhammad);
2) “kebutuhan memperbolehkan yang dilarang”. Aksioma-aksioma ini tidak dibatasi pada fatwa-fatwa yang dikeluarkan pada masa kini, karena kenyataannya fatwa-fatwa tersebut telah dikristalisasikan berabad-abad yang lalu oleh para ulama [para pemimpin religius Islam]. Hasilnya adalah – oleh karena membuat Islam menempati posisi yang unggul melalui jihad adalah prioritas yang tertinggi – maka segala sesuatu yang tadinya dilarang kini diperbolehkan. Yang paling penting adalah niat orang yang melaksanakannya, atau niyya.
Berdasarkan hal ini kita dapat memahami banyaknya kekusutan dalam sejarah Islam: berdusta dilarang – tetapi diijinkan (lihat: permissible ) dalam rangka memperkuat Islam; dilarang membunuh wanita dan anak-anak dengan sengaja – tetapi hal itu pun diperbolehkan jika dilakukan dalam perang suci, atau jihad; dilarang melakukan bunuh diri – tetapi itu pun diperbolehkan selama jihad, dan tindakan itu disebut “kemartiran/syahid”.
Sesungguhnya, kelima Rukun/Pilar Islam – termasuk sembahyang dan berpuasa – dapat diabaikan selama jihad. Sedemikian pentingnya kewajiban berjihad sehingga para sultan Ottoman – yang seringkali menghabiskan separuh masa hidup mereka di medan perang – tidak diijinkan untuk melakukan ibadah haji (lihat: not permitted to perform the obligatory pilgrimage ) ke Mekkah.
Belum lama ini, gagasan-gagasan ini muncul dalam bentuk yang berbeda dalam PEMILU Mesir, ketika para pemimpin Islam menggambarkan pemberian suara/voting sebagai suatu bentuk jihad (lihat: form of jihad ) dan membenarkan apapun – termasuk berlaku curang, yang dipandang sebagai “kewajiban” dalam rangka memperkuat Islam.
Berdasarkan kedua doktrin ini – yang memuncak dalam memperkuat Islam, tidak peduli bagaimana caranya – kita akan mendapatkan apapun dari orang-orang yang akan berjihad, tak peduli seaneh apa usaha yang dilakukan untuk itu ... menurut kita.
Ironisnya, mentalitas ini, yang jelas terlihat di seluruh dunia Islam, adalah mentalitas yang sama yang menurut para politisi dan pemimpin Barat dapat dijinakkan hanya dengan memberi penghargaan sedikit lebih banyak, mengharapkan yang baik, dan konsesi-konsesi dari Barat.
Raymond Ibrahim is a Shillman Fellow at the David Horowitz Freedom Center and an Associate Fellow at the Middle East Forum.
Sumber: http://www.gatestoneinstitute.org/3158/islam-sodomy

Artikel Terkait: "Dubur teroris asal Malaysia (Noordin Mohammed Top) ternyata berbentuk corong, seperti orang yang biasa disodomi"
Add a Comment
Fetching more Comments...Semakin dekat saja waktu
kedatanganNya untuk kedua
kali, untuk menjemput...
mengklaim bahwa Islam rahmat
bagi sekalian alam? Cara-cara
barbar dan ...



emangnya setiap debat lo bilang kristen kalah. otak lo yg longsor itu dibuka dikit napa. lo liat setiap debat berbondong-bondong jihadis penuhi itu acara debat.kalo didebat yg merugikan langsung aja naik pitam.kami kristen mengalah aja.bkn berarti kalah longsor!! dari pada timbul keributan ya udah mengalah aja. emang lo liat setiap debat langsung di vonis kalah?
longsor agama lain tdk pernah melakukan kejahatan yg mengatasnamakan agama. lo liat kah ada agama lain memprovokasikan agamanya buat ngebantai agama lain? otak lo jangan ditaruh didubur lo ya makanya komentnya gak mutu dan siapa juga mau ngakuin agama barbar ini. gini aja lo suruh buat polling buat agama/keprecayaan lain dan suruh milih mana agama yg diakui lebih bagus dan menghormati hak2 asasi manusia yg sama kedudukannya dimata yang maha kuasa dari 2 agama terbesar ini? coba lo buat gua mau liat.omong kosong lo otak longsor
ayo bunyikan genderangmu,jangan cuma provokasi saja.kalau di indonesia ini para non muslim bersatu bukan hal yg mustahil untuk mencincang kamu sekalian. kamu sangka kami takut dengan ancamanmu hah?? basi kamu.sekarang ni di indonesia kalau mau distatistik beda jumlah tinggal sedikit bung. kami pribumu non muslim tidak akan gentar menghadapi cecunguk macam kamu ini.dan tidak semua muslim di indonesia ini sependapat dengan otak jihad mu itu. camkan baik2 itu.dan kalau berani satu2 jangan bawa nama agama. kucincang kamu sampai kesurga kamu sana jumpa bidadari surga Mu.ingat jangan provokasi perdebatan ini.
muke gile loe gimana juga kalau orang2 kristen memerangi slimer2 di benua amerika, di benua eropa, di australia mau apa loe!! tapi sih slimer2 kagak tau malu mereka melarikan diri dari negeri2 asal mereka yg nggak tahan dengan pertikaian sesama muslim, nggak tahan dengan peraturan syariah, kok larinya ke negara2 kafir ya? dasar munafik slim2 ini!!!! pakai iptek temuan kafir kagak malu ente!!! jojon otak ente longsor ya!!!
ya sudah sono perangi tu kafir dengan bom bunuh diri. jangan lupa masukkan pada lubang pantatmu supaya seperti corong juga kayak nurdin m top.
tapi ngomong-ngomong mending digunakan sodomi dulu sama ustad asegaf atau yang lain.
kan di sorga esek-esek dapat bidadari bermata jeli 72.
nunggu apa lagi ....
ayo sono lakukan...
tapi kalau sorga esek-esek itu ternyata semua omong kosong jangan salahkan aku ya.
Kaya Blue Film Gitu ?
Jadi perempuan itu seperti tanah garapan ?
Inalilahi!!
Berita sex-dubur begini membuat Ilmu Islam-ku ketinggalan.
Dulu saya masih muslim pernah bedebat dg teman ustadz,dan saya bilang sesuatu yang mengagetkan dia, bahwa Islam
mengizinkan suami melakukan sex-dubur thd istrinya! Yang diharamkan Islam hanyalah sex sesama lelaki, yg disebut liwath(lihat homosex dizaman nabi Luth (QS 7:80-81).
Namun Liwath Sodomi boleh dilakukan antara suami thd istrinya, karena tak ada ayat manapun yang melarangnya. Sebaliknya saya bisa sodorkan ayat2 pendukungnya, yg membuat Ustadz tak berdaya:
“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam,
maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana
aja kamu kehendaki…” (QS 2:223)
Basi dengernya...
Pasti tujuannya bukan lagi utk 'niat suci'/jihad (menyimpan bom di dubur), tapi emang doyan kalee....
Misal :
-Katanya Babi Haram tapi dalam keadaan tertentu itu Halal.
- Merampok dosa, tapi merampok di jalan tuhan itu tidak salah.
- Membunuh dosa tapi dalam kepepet bisa membunuh bakan orang tua sekalipun.
- Memperkosa dosa tapi memperkosa budak halal.
- Dilarang memegang perempuan yang bukan muhrimya, tapi kalau sedang sakit atau mau melahirkan tidak salah dan masih banyak ayat2 karet lainnya.
Jadi semua ayat-ayat tergantung situasi dan kondisi dan bisa dikompromikan.
Kasian sekali para slimer sy percaya mereka tahu hal2 seperti ini tapi mereka dibutakan, mereka dituntut tunduk dan tidak bisa protes. itulah Iman buta islam.
DI MANA ADA MUSLIM DI SITU ADA JIHAD = JAHAT. DI MANA ADA ISLAM DI SITU ADA TEROR BOM, TERORIS & BOM BUNUH DIRI ATAS NAMA JIHAD.
UPAH JIHAD ADALAH SURGA. SURGANYA ISLAM ( TEMPAT MESUM)DI MANA PARA SAHID/SUHADA DAPAT NGESEKS DENGAN 72 BIDADARI.......ASTAGHFIRULAH