Blog / Menggugat Kalimat Syahadat: Siapa Itu Allah Yang Meniadakan Tuhan Selainnya? (BAGIAN KEDUA)
Dengan memasukkan nama absah Allah yang keseratus ini, Khairul Maakiriin, maka yakinlah kita siapakah Dia Allah yang satu ini. Sebab sosok yang mau menipu hanyalah sosok yang terbatas (tekor) sumber daya dan kuasanya, sehingga ia terpaksa harus memilih jalan dusta untuk mencapai tujuannya. Padahal kehendak Tuhan tidak bisa dihalangi (48:11) atau dipaksa menjadi berdusta oleh kekuatan/kemuskilan apapun. Ia cukup berkata “KUN” (‘Jadi!’) dan musnahlah semua musuh dan halangan yang ada, dan jadilah apa yang mau dijadikanNya. Maka Khairul Maakiriin bukan siapa-siapa melainkan Si Jahat yang juga menghilangkan nama YAHWEH demi menampilkan ALLAH!
Oleh: RAM KAMPAS

MENGGUGAT 99 NAMA ALLAH
Apa kebesaran essensial yang terdapat dalam nama Allah yang berarti The God? Semua tuhan pastilah juga dianggap The God. Teriakan “Tuhan kami satu dan mahakuasa” yang diteriakkan pelbagai agama tidak menjadikan tuhannya istimewa. Semuanya memang dianggap (walau samasekali tidak terbukti) sama-sama mahakuasa secara generik, yang turut mengatur kehidupan manusia secara generik, sehingga Ia harus disembah agar manusia mendapatkan berkat dunia akhirat dan terhindar dari petaka. Ya, itu semua adalah hal-hal generik belaka dari semua allah The God. Oleh karena itu Ulama Islam merasa perlu menambahkannya dengan “allah-plus” dengan melekatkan 99 Al-Asma Al-Husna kepada diri Allah. Maka terhimpunlah 99 nama atau sifat-sifat Allah yang dikeramatkan bagi setiap penyembahan Muslim. Akan tetapi adakah mualaf dan Muslim diberitahukan oleh Ulamanya kalau-kalau Muhammad pernah bertanya kepada Tuhannya: “Siapa nama-Mu”? Tidak pernah! Tetapi kenapa dalam Alkitab, Musa dan Manoah dapat menanyakan hal itu kepada Tuhannya? (lihat Keluaran 3:13, Hakim 13:18). Dan sudahkan diberitahukan Ulama bahwa ke-99 nama itu bukan semuanya asli berasal dari Quran, dan tidak semuanya dikutip asli apa adanya dari teks Quran (verbatim)? Melainkan sebagian nama-nama tersebut juga diturunkan dari bentuk-bentuk kata-kerja, atau didasarkan pada sebutan-sebutan teologis semata? Jadi, absahkah nama-nama Allah yang ditetapkan itu, dan dari mana asalnya bilangan misterius 99 itu? Ini semua perlu dikritisi ulang terlebih-lebih tentang aspek-aspek mendasar yang tidak dijelaskan utuh kepada para mualaf:
(a) Bahwa 99 nama agung itu tidak berasal dari satu ayat atau satu surat wahyu yang sekaligus menyebutkan 99 nama/sifat diri-Nya. Bilangan 99 itu melainkan hanyalah hasil himpunan, penggalian dan pencaharian teolog-teolog Islam dari pelbagai ayat dan surat yang terserak dari Quran (terambil 72 atau 73 nama saja) dan sisanya terambil dari Hadis.
(b) Bahwa setiap nama-nama tersebut tidak terambil dari jumlah (frekuensi) sebutan yang sama dalam Quran (atau lainnya). Beberapa nama disebutkan lebih dari seratus kali dalam Quran (seperti Ar-Rahman, Al-Rahim, Al-Alim). Yang lain bisa disebut hanya 1 atau 2 kali, atau bahkan tidak tersebut secara eksklusif melainkan hanya secara implisit digali diantara ayat yang bersangkutan.
(c) Bilangan ajaib 99 hanya bilangan akrobat yang dimainkan oleh para penghimpun Asmaul Husna. Padahal mudah sekali untuk menemukan nama dan sifat-sifat Allah yang lebih banyak lagi dalam Quran. Misalnya Redhouse di tahun 1880 justru sudah mempublikasikan daftar yang memuat 552 nama Allah. Sedangkan Muhammad Ibn al Nawawi menulis: “Sebuah sekte dari Sufi berkata, Allah mempunyai 1000 nama” (Abd al-Masih, Who is Allah in Islam? p.83-84).
(d) Tetapi untuk memberikan landasan teguh seolah-olah hanya ke- 99 nama itulah keseluruhan jumlah sifat dan nama yang melekat dalam diri Allah secara utuh (pas tasbih 3x33), maka dijanjikanlah bonus “masuk surga” sebagaimana diriwayatkan Abu Huraira dalam hadis:
“Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, yaitu 100 dikurangi 1. Barangsiapa menghafalkannya, akan masuk surga. Sesungguhnya itu witir (angka ganjil). Dia menyukai witir itu” (HR. Imam Baihaqi). Ini jelas merupakan penipuan berlapis dengan mendalilkan hadis. Baik menipu jumlah angkanya, menipu witir sebagai bilangan kesukaan Allah, dan menipu umat dengan mengobral “jaminan masuk ke surga” dengan menjadikan 99 nama-nama Allah itu sebuah mantera yang dihafalkan.
(e) Dikatakan bahwa “Allah memiliki 99 nama, yaitu 100 dikurangi 1”, jelas itu adalah angka acakan manusia, BUKAN Allah. Andaikata Allah sendiri yang mengatakannya, maka Ia sedikitnya akan berkata: “Aku Allah, memiliki SERATUS nama!” Dan setelah itu Allah akan menegor keras: “Siapa diantara kalian Muslim yang berani-beraninya mengurangi satu dari jumlah nama-KU?” Kenapa begitu?
(e) YA, ada satu nama yang sangat gamblang muhkamat ditampilkan Quran berulang-kali (!), namun tetap “disingkirkan” orang dari kelompok 99 al-Asma al-Husna. Itulah nama dan gelar hebat Khairul Maakiriin (Pendusta Terbesar, Qs 3:54, 8:30) untuk menjadikan diri-Nya genap “Sang Empunya 100 Nama”. Muslim memahami bahwa Allah SWT terpaksa melakukan tipu-daya tersebut demi hendak menyelamatkan Isa al-Masih dari salib terkutuk! Dan Dia yang Maha Benar, telah terus terang mengaku diriNya sebagai Sang Penipu, juga Penyesat. Karena Dia bebas melakukan apa saja yang Dia kehendaki (QS.48:11, 74:31). Jadi kenapa ada para ulama yang merasa berhak mengkortingkan jumlah nama Allah dari 100 menjadi 99?

Silahkan download dan bacalah artikel selengkapnya di SINI
Add a Comment
Fetching more Comments...misionaris!! Ajaran cabul dan
kitab pornonya yang merusak
moral manusia.......
bang! Saya search digoogle
ternyata ajaran kristen gila
ini mengajark...
bang! Saya search digoogle
ternyata ajaran kristen gila
ini mengajark...
umat2 kristen yang sedih
karena banyak anak anak me
diperkosa,dicabuli ...
Iblis pun tidak tinggal diam,
diapun menggunakan ISLAM untuk
membungkam...
Yesus? Jawabnya adalah: Iblis!
Siapakah yang membenci
pengikut Kristus...



Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Indonesia, Jalaluddin Rakhmat, menyayangkan adanya peristiwa tersebut. Padahal menurutnya, kaum syiah tidak pernah mencari perkara dengan sunni. "Sepanjang sejarah belum pernah ada cerita syiah menyerang sunnni, kecuali dalam dongeng ulama-ulama di Sampang," ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kawasan Kemang, Jakarta, Rabu (29/8).
Kaum syiah selalu diimbau agar jangan melakukan kekerasan. Namun jika dalam keadaan terdesak, tidak salah jika mereka melindungi dirinya.
Dalam Al-quran, kata Jalan, diizinkan untuk orang-orang yang diperangi untuk memerangi. "Masak kalau kita diserang, rumah kita dibakar, kita cuma bilang 'thank you, you're so good'. Bisa-bisa semua mati," katanya. Namun begitu, bukan berarti syiah diperbolehkan membalas dendam.
Ia pun menganggap apa yang diucapkan MUI adalah hal mengada-ada. "MUI bilang punya data lapangan syiah sudah sering menyerang sunni. Itu bukan data di lapangan, tapi data imajinasi mereka," bantahnya. Karena menurutnya, warga syiah selalu diajarkan tetap bersikap ramah kecuali dalam keadaan terpaksa.
Pria ,yang akrab disapa Kang Jalal ini, menyebut gagasan relokasi sebaiknya tidak dilakukan. "Tidak perlu dilakukan karena relokasi adalah dua langkah terakhir sebelum genosida," ujarnya. Dikhawatirkan jika relokasi dilakukan, maka begitu terjadi konflik, masyarakat akan dengan mudahnya mengusir kaum syiah. "Hak mereka tinggal di sana, kenapa harus direlokasi karena perbedaan keyakinan," ucapnya.
imam anda goyang.. jd suruh temen islam yang lain jgn baca..
goyang dangdut imam anda.. kasian..
fakta berbicara,tp ngeless kalen..
di zaman gini masi maw nipu kek mamad..
mana bs lagi..
teknologi makin canggih.. fakta bs menjawab keraguan semua org..
kebohongan quran mamad bakal di babat tuntas..
masa isi quran blg bumi itu datar..
dodol alloh lu..
ciptain bumi pun masi gk taw kalo itu bulat..
ketahuan boong nya..
sampeyan kalau ndak tahu sejarah jangan sok tahu lah!siapa yang memberontak kepada majapahit kalau bukan raden patah orang yang sudah di cuci otak ama para wali untuk memberontak.sudah tahu cuman anak "suguhan" masih ngarep jadi raja.memang siapapun dia kalau sudah jadi islam.otaknya pada sakit.di indonesia ada aturan tidak boleh menyebarkan agama kepada orang yang sudah beragama.jadi islam dakwah kepada siapa?islam,sing mboten-mboten wae.
lo bolang lagi islam aja yg dijelekkan. lo itu liat sedikit dan belajar memahami apa sebenarnya yg membuat kami nasrani sakit hati? sebenarnya kami ga sakit hati tapi itu lo liat fatwa2 baik hadis dan isi quran lo yg menghalalkan pembunuhan dimana saja terhadap yahudi dan nasrani. lo mau ngeles dengan isi quran lo dan fatwa atau hadist itu. MUNAFIK LO LONGSOR
ente bilang Tuhan kami tiga! Yesus adalah Elohim yg menjelma menjadi manusia bagaimana ente menjelaskan surah maryam 17: maka ia mengadakan tabir(yang melindunginya) dari mereka; lalu kami mengutus roh kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. ana ulangi kata2 terakhir "Manusia yang Sempurna" kita semua tahu anak kecil juga tahu bahwa manusia biasa tidak ada yg sempurna hanya Tuhan satu2nya yg sempurna! kalau Yesus itu manusia yang sempurna berarti "DIA" = TUHAN"
ente sudah melihat videonya ahmad dedat saat2 menjelang kematiannya!! lihat ahmad dedat yg kerjanya menghujat Elohim dan Roh Kudus akhirnya tergeletak tak berdaya ditempat tidur bahkan membuka mata dan mulutnya yg sering digunakan utuk menghujat Elohim itu tidak bisa dibuka, berkata2 pun tak bisa!! ulama2 yg sering menghujat Elohim akan mendapat nasib yg sama seperti ahmad dedat!!
OHO! Hebat, dapat tantangan debat! Gayung bersambut!
Cuma kok saya yg disuruh mengupas (?) “beda Rabb dan Allah menurut Quran”?
What for? Kalau beda (atau tidak beda) SO WHAT? Alangkah tidak berbobotnya isyu debat ini bagi kemaslahatan kemanusiaan.
Saya Ex-Muslim yg kapok dg omong kosong Islam, bukan malah mau ceramah ttg teologi Quran, tetapi mau MENGKRITISI apa pandangan Anda Muslim tentang hebat/ SEMPURNANYA Quran, Sunnah dan Islam yg saya anggap penipuan dan pembodohan itu!
Oke, tak apa, saya terima tema yg anda telah pilih ini, tapi tolong Anda mulai dg memberi deskripsi ringkas ttg Rabb dan Allah menurut "Quran" Anda. Barulah saya mendebat Anda dari pandangan "Quran Saya" yang SAYA TAHU Quran Anda itu selalu rancu dan keliru itu!
Bolak balik debat kita cukup 3 ROUND saja, ( ilmiah didukung dg fakta/ referensi) dan pemirsa akan tahu seberapa dalam ilmu islam dan otak anda. Tapi anda harus janji dulu utk HARUS menjawab pertanyaan/ Isyu yang nanti akan saya sodorkan kpd Anda pada giliran kedua (berikut pandangan ringkas saya), OKE?
Saya tahu topic yg kau pilih itu adalah bagian yg amat kau kuasai, mungkin anda “KYAI” yg sering riset dan mengajar-kannya kpd santri2. Tapi saya sambut saja, demi menjajal nyalimu, dan membuka perspektif baru bagimu ttg KEBENARAN yg asali (yg dulu saya dibutakan)!
Mari, monggo, kita mulai! (saya usulkan didebatkan di thread terdepan, spt yg saya ulangi disana)
ayo dengan saya saja.
ISSUE : Perbedaan Allah dan Rabb dalam Al Quran...
monggo dijawab.
Aku Ex-Muslim, sdh menjawab kalian di artikel depan. Bila ada yang mau debat dg aku Ex-Muslim, maka tetapkanlah satu isyu paling pokok anda, dan aku akan ajukan satu pokok paling mematikan anda yg masih muslim.
Kenapa aku begitu yakin? Ya, karena aku dulu2 sdh spt posisi kalian... dan selalu terkurung tak ada jalan keluar, kecuali ancam dan teror non- Muslim!
apa jangan-jangan kalian emang bukan kristen yang mau menghancurkan kristen?
kasian sekali bapamu di surga
dimana ada ISLAM disitu ada terror?
Ente di jawa mayoritas Muslim banyak perang gak?
Di ambon mayoritas Kristen, perang mulu ama Umat Muslim yang minoritas?
jawab tuh.
anda tidak memahami alquran karena anda hanya menggunakan otak anda. pake hati dunk bos...
klo memang anda saudara Ex Muslim yang sudah MENGKLAIM telah memperlajari Alquran
tolong anda jawab ini
1. Tolong jelaskan konsep QS Al Alaq ayat 1
2. Tolong jelaskan perbedaan penggunaan kata2 ALLAH, AKU, dan KAMI di dalam Alquran
3. Tolong jelaskan perbedaan Allah dan Rabb di dalam Alquran
4. Tolong jelaskan ayat ini "Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (arsy) DI ATAS AIR" QS huud ayat : 7
5. Yang ini juga "Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, " QS Al Waqiah : 17 Baca yang lengkap ya dari ayat 12-17
itu semua ada di dalam Alquran
AYO jangan cuma berani ngomong klo anda sudah KHATAM mempelajari Al QURAN
gk usahlah kalian semua itu memperdebatkan hal2 yang berbau logika
udah gini aja...
1. apa tujuan anda, saudara ex muslim, diciptakan di dunia sesuai dengan ajaran agama baru anda?
2. seperti apa prinsip salvation dalam agama baru anda? tx
http://himynameisfitrah.multiply.com/journal/item/22/Prof.Dr.-Barbara-theiring-yesus-berpoligami-?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
Anda akan dapat barokah Ramadhan bila mencoba mencari Tuhan Sejati dg bertanya dan menjawab se-khusyuk2nya 8 isyu inti Allah SWT:
1.Dari mana Muhammad tahu nama ALLAH?
(dari Allah sendiri atau manusia pagan?)
2.Apa makna nama-pribadi tsb menurut Yang Empunya nama?
3.Kapan nama surga itu diperkenalkan Allah kepadanya?
4.Kapan Allah berwahyu kepada Muhammad:
“Aku ini Tuhan langit dan bumi, nama-Ku ALLAH,(bukan YAHWEH yang dulu pernah AKu katakan kepada Musa dll nabi”?)
5.Mana ayat Quran paling pertama yang menyebut diriNya “Allah” kepada Muhammad? Al Fatihah? Al-Alaq? Allah-lah yang tahu?
6.Kenapa nama ini sama dengan nama Tuhannya orang2 pagan pra-Islam,
termasuk ilah dari ayah-ibunya Muhammad yang pagan, sehingga nasib
kepaganan ortunya ditangisi oleh Muhammad dikuburnya?
7.Kenapa Nama ini terkesan sangat picisan & pasaran (al-Ilah, the god), padahal sosok dan setiap sifatNya adalah transcendental tak terjangkau dan tiada yang setara denganNya? (QS.112).
8.Adakah ALLAH itu ADA? Pernahkah Ia menunjukkan existensi/ manifestasi diriNya kepada Muhammad dan umat Arab?