Blog / VIDEO TANDINGAN: INNOCENCE CHRISTIANS

Muslim misalnya SELALU MERASA sudah menghormati Yesus dan karenanya menuntut penghormatan balik dari kaum Kristiani terhadap Muhammad. Baru-baru ini ada talk-show di TV One dimana Amin Rais berkata bahwa Muslim menghormati semua nabi-nabi Israel, termasuk Musa, Harun hingga Isa. Tetapi Amin Rais dan Muslim salah besar disini! Muslim sungguh tidak menghormati Yesus Kristus dimata orang-orang Kristen, melainkan justru sebesar-besarnya MENGHUJAT YESUS yang dikatakan bukan Tuhan, bukan Anak Allah, bukan Juru Selamat umat manusia (!) melawan apa yang secara otentik telah dimaklumatkan oleh Malaikat/ Gabriel kepada Maria dan para gembala, dalam Injil (Lukas 1:32,34,35, 2:11)


VIDEO: Jesus - At first I was afraid, I was pertified!!!!! LOL

 

 

Diteriakkan dimana-mana bahwa film “The Innocence of Muslims” telah menghina habis-habisan Islam dan Muhammad. Maka terjadilah amok yang tak terkendali, sampai berdampak begitu luas di seluruh dunia dengan jatuhnya korban sia-sia yang begitu banyak. Tentu saja kebrutalan ini turut membuktikan kebenaran “innocence”nya para Muslim yang amok di jalanan. Tetapi banyak Muslim “in the street” tidak begitu sadar bahwa sebenarnya mereka telah terprovokasi oleh permainan politik para pemimpin Islamist dibelakangnya. Para Islamist memakai kesempatan ini untuk menuntut penggeseran hak kebebasan berbicara (yang merupakan esensi HAM sedunia), untuk digantikan dengan implementasi DEFAKTO syariat Islam, yang dikaitkan dengan penghujatan Islam, khususnya untuk mengkerdilkan konstitusi dan nilai-nilai berekspresi dari negara-negara Barat dan Amerika.

 

Akan tetapi, yang paling salah dipahami para Muslim adalah mereka merasa bahwa orang-orang non-Muslim-lah yang memulai menghujat, dan bukan sebaliknya! Muslim samasekali tidak merasa bahwa sumber Islam sendiri, yaitu Muhammad, itulah yang memulai penghujatan-awal terhadap orang-orang non-Muslim, khususnya kafir-kafir Yahudi dan Kristen secara KESELURUHAN! Isi Quran mencatat 61% isu-isu tentang non-Muslim atau kafir, dimana didalamnya termuat sebanyak 527 pasal/ayat tentang intoleransi, permusuhan dan penghujatan telanjang terhadap para kafir dan keimanannya. (http://dttj.blogspot.com/2010/08/intolerance-toward-non-muslims-in-quran.html). Ini seharusnya memberi pencerahan kepada setiap Muslim bahwa mereka harus lebih terukur ketika merasa tersinggung dikala merasa terhujat! Muslim samasekali bukan pihak yang didzalimi sebagaimana yang sering didengung-dengungkan, namun sungguh merupakan pendzalim dari akarnya Islam...

MENGHUJAT DAN MENDUSTAKAN KRISTUS
Muslim misalnya SELALU MERASA sudah menghormati Yesus dan karenanya menuntut penghormatan balik dari kaum Kristiani terhadap Muhammad. Baru-baru ini ada talk-show di TV One dimana Amin Rais berkata bahwa Muslim menghormati semua nabi-nabi israel, termasuk Musa, Harun hingga Isa. Tetapi Amin Rais dan Muslim salah besar disini! Muslim sungguh tidak menghormati Yesus Kristus dimata orang-orang Kristen, melainkan justru sebesar-besarnya MENGHUJAT YESUS yang dikatakan bukan Tuhan, bukan Anak Allah, bukan Juru Selamat umat manusia (!) melawan apa yang secara otentik telah dimaklumatkan oleh Malaikat/ Gabriel kepada Maria dan para gembala, dalam Injil (Lukas 1:32,34,35, 2:11). Sejujurnya, Muslim tidak pernah menghormati YESUS -- Kristus-nya orang Kristiani -- melainkan HANYA “menghormati” nabi Islam ciptaan Muhammad sendiri yang dinamakannya ISA.


Yesus (nama sorgawi yang disampaikan Gabriel) yang bermakna dan bersifat Ilahi (Putera Allah) itu jelas bukan Isa (Putera Maryam). Baik nama Isa maupun gelar Putra Maryam, kedua istilah yang dicetuskan Muhammad ini tidak pernah ada dalam Injil. Disepanjang tradisi Yahudi, tak pernah dikenal sebutan seseorang anak mengikuti nama ibunya! Yesus sehari-hari memang dikenal sebagai anak Yusuf (Lukas 4:22, ”anak” keluarga sang bapa). Dan sebagai orang Yahudi, Yesus tak pernah dipanggil sebagai anak Maria seperti yang disodorkan Muhammad dalam Qurannya: “(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" (Qs.5:112). Ini pastilah keliru wahyu kalau tidak mau disebut sebagai menghujat.


Lebih jauh lagi, nama Yesus (artinya: “Yahweh Menyelamatkan”) yang bersifat Ilahi itu telah juga digantikan oleh Muhammad secara lancang menjadi nama yang samasekali KOSONG ARTI. Bahkan Muhammad melaknati kaum Nasrani yang men-Tuhankan Yesus (QS. 9:30; 5:17, 72-78). Dan yang paling keji adalah cara Muhammad “meminjam mulut Yesus sendiri” untuk mendustakan jati-diri keilahian Yesus demi meneguhkan “dalilnya” kepada umat Muslimnya! (5:116). Ini adalah hujatan-hujatan yang melebihi apapun yang bisa dibandingkan!


Jadi, jikalau para Islamist kini membabi buta meng-amoki pelbagai kelompok agama lain, warganegara tertentu, kedutaan-kedutaan besar, restoran-restoran, perusahaan dan kaitan bisnis, kendaraan dan gedung-gedung, gereja-gereja, dan bahkan melukai para polisi setempat, maka bagaimana Anda mempertanggung jawabkan moral dan amok Anda atas PENGHUJATAN Islamik terhadap Yesus dan umat Kristiani yang tiada taranya itu? Buanglah hujatan-intrinsik dalam Quran-mu terlebih dahulu jikalau Anda tidak mau dihujat!

TANDINGAN BARU TERHADAP AMOK YANG TAK BERADAB
Dengan mata telanjang, dunia disuguhi Amok Islamik yang tak satupun terhitung beradab. Seseorang yang menggambar sebuah kartun Muhammad di Denmark misalnya bisa dijadikan alasan absah untuk membunuh sejumlah jemaat innocent Kristen di Nigeria. Dan selanjutnya lebih absah lagi meng-amoki setan besar Amerika atau menjarah property para kafir yang tidak tahu apa-apa. Disepanjang interaksi bermasyarakat, Muslim senantiasa meneriakkan tuntutan atas dua hal: yaitu agar non-Muslim lebih bertoleransi dan agar Muslim (Islam, Quran dan Muhammad) dihormati, dihormati, dan dihormati. Akan tetapi justru kedua tuntutan itu tidak bisa dituntutkan sebaliknya kepada Muslim. Ini semua hanyalah one way traffic belaka. Kapan mereka sungguh menghormati Yesus Kristus, Alkitab, Salib, Gereja dan JemaatNya?

Tantangan frontal tercatat sudah begitu menyesakkan dan tidak adil sehingga semut pun, apalagi non-Muslim, tidak bisa mundur terus-terusan lagi. Ini pada gilirannya akan memberi Non-Muslims inspirasi untuk memicu munculnya ribuan “Terry Jones” dengan “Burn A Quran Day” nya (BAQ Day), serta ribuan kartunis yang menggelarkan “Everybody Draw Mohammed Day” (EDM Day). Atau bahkan para amatir video-makers dengan programnya ‘Make Your Own Mohammed Movie Month’. (MOMM Month). Tidakkah perbenturan akan berakhir begitu?

Sangat mungkin! Sebab non-Muslim mulai sadar bahwa intimidasi dan amok Islamist selama ini sepertinya berhasil ketika menghadapi si penghujat perorangan lepas perorangan. Namun intimidasi dan amok yang biadab justru akan kehilangan bobotnya begitu ada ribuan-non-Muslim serentak mulai masuk dalam gerakan BAQ, EDM, MOMM dimana-mana, seperti yang dapat kita cium dan pantau saat ini. Sisa dunia mana lagi yang mampu Muslim hancurkan dengan hukum rimba ini, tanpa berbalik lebih buruk bagi Islam yang “rahmatan lil alamin”?

Akhirnya Muslim harus belajar dari cara hidup berdampingan dalam masyarakat yang plural yang beradab. Bahwa toleransi yang benar tidak boleh menafikan fondasinya yang paling dasar, yaitu Golden Rule yang universal:

“Do to others what you would like others do to you”!

Siapkan golden rule dari dasarnya, dan masuklah kepada kemuliaan adab yang saling memberi pengampunan. Lihatlah apa yang dilakukan Yesus diatas kayu salib: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." 

Contoh video yang menghujat Kristiani sengaja kita tampilkan disini, walau sangat menyakitkan. http://www.youtube.com/watch?v=POiMC6igWKY&NR=1&feature=endscreen 

Sengaja ditampilkan walau sangat merugikan para pengikut Yesus, demi memberi suatu perbandingan kepada para Islamist yang sedikit-sedikit mau amok saja sebagai solusi yang mengatas-namakan Allah. Sengaja ditampilkan agar Anda Muslim bisa berdialog dalam hati sendiri: “Bagaimana bila si pembuat video itu  menggantikan sosok Yesus itu menjadi Muhammad?”. Disini kita pasti sesalkan ulah si penoda yang menjadikan YESUS itu orang gila yang berbuat onar di jalanan dan berakhir dengan ditabrak mati. Tetapi Yesus yang Ilahi tidak akan mudah dibuat lelucon yang dapat bekerja (efektif) atas diriNya. Kita tidak meng-amoki si penghujat (dan golongannya) yang akan menjadikan kita lebih biadab daripadanya. Biarlah kita berdoa untuk keinsyafannya. Bagaimanapun, Tuhan yang Mahakuasa tahu cara-cara untuk menegurnya, atau akan memanggilnya kelak dalam segala keadilanNya. Amin.

 

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top