Blog / NONSENSE: Kisah Baitullah Mekah Yang Dibangun Nabi Ibrahim (Part-1)

Daerah ini (Padang Gurun Bersyeba) masih sangat jauh dari tanah Mekah (berjarak lebih dari 1000 mil) yang belum eksis dan dikenal oleh manusia pada masa itu. Sedemikian jauh dan sulitnya Ibrahim masuk ke Mekah (dan terlebih masuk keakal), sehingga Muslim harus menteorikan kedatangan sebuah binatang ajaib “Buraq” dari Allah, yang dipakai untuk menerbangkan Ibrahim ke “Mekah”entah dimana. Tentu saja teori sempalan ini dihadirkan agar dapat “menjembatani” sebuah kisah kemustahilan yang dikait-kaitkan dengan Allah.

Oleh: Ram Kampas

Muslim merasa sangat bersyukur mewarisi sebuah terusan sejarah yang menghubungkan surga dan bumi secara kekal, yaitu Baitullah yang paling awal dan sakral dibumi, sebuah Ka’bah yang berisi Batu Suci Hajar Aswad, yang dibangun oleh moyang Nabi Ibrahim dan Ismail untuk tempat ibadah seluruh umat manusia, serta mengerjakan ibadah haji yang dinyatakan wajib,

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…

”Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”…

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami … jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan(jadikanlah)diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami…

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,…(Qs 3:96, 97; 2:125, 127, 128; QS.22:26-27).

Itulah retelling story dari Muhammad untuk sebuah legenda Ibrahim 26 abad yang lalu. Dan ibadah Haji-pun mulai diberlakukan wajib oleh Muhammad dengan dekrit Allah dalam QS.3:97, “… mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

Namun anehnya seluruh bukti ilmiah, jejak sejarah, arkeologi, dan semua manuskrip yang ada justru menampik bahwa kisah besar Ibrahim ini pernah eksis didunia! Tidak ada sumber lain yang mencatat tertulis lebih duluan, lebih detail, lebih otentik, dan lebih berotoritas daripada Alkitab ketika kita berbicara tentang Abraham. Dan tidak ada pihak yang membantahinya sejak moyang para nabi-nabi. Tetapi setelah ribuan tahun berlalu, tiba-tiba datanglah klaim Quran yang sangat bertolak belakang (lihat kutiban ayat-ayat diatas) tentang munculnya sosok Ibrahim dan Ismail yang diutus Allah SWT untuk mendirikan Baitullah pertama di Mekah. Dengan tujuan sebagai pusat millat Ibrahim untuk penyembahan dan pelaksanaan haji, dalam monoteisme Islam yang berintikan Tawhid. Sayangnya pesan Allah yang begitu penting itu TANPA disertai dengan PRE-TEXT dan CONTEXT yang mewahyukan kenapa, bagaimana,kapan dan dari mana Ibrahim dan Ismail berdua berasal sehingga tiba-tiba bisa dimunculkan Allah di Mekkah?  Tak ada itu di Quran, kecuali disinggung dalam tradisi secara bias/sepihak tentang cemburunya Sarah atas Hagar, lalu Ibrahim langsung membawa Hagar dan anaknya sehingga mereka dapat tiba secara ajaib ke Mekah.

Muhammad tidak tahu Ibrahim memulai perjalanannya dari mana.Apakah sudah ada infra strukturnya, dan berapa jauh perjalanan yang akan mereka tempuh sehingga mereka dapat mempersiapkan persediaan air minum yang memadai? Maka muncullah tradisi oral yang sangat banyak versinya, variasi dan cacatnya, disepanjang ribuan tahun mengarungi arus “kisah-bebas-hambatan” yang tidak sedikitpun didukung oleh secarik catatan!

Tidakkah semua kita -- non-Muslim dan Muslim-- patut terpanggil untuk secara lebih terbuka menyidik dan mendiskusikannya secara lebih kritis dan menyeluruh?

(A). Tak Dikenal Oleh Catatan Sejarah, Ilmu dan Arkeologi

Kita tahu dari ilmu dan catatan sejarah bahwa walaupun orang-orang Arab telah disebutkan ribuan tahun yang lalu, namun Mekah pertama kalinya baru muncul dikenal dunia pada abad ke-4 M. Untuk Mekah, semua kisah tentang masa sebelum itu hanyalah mitos yang diklaim dari mulut kemulut. Analoginya, kita tentu bisa bermitos-ria misalnya tentang Bandung, dengan kisah Sangkuriang yang dikaitkan sedikit dengan fakta geologi sehingga terciptanya danau Bandung dan gunung Tangkuban Perahu. Dan ini serentak dikaitkan juga dengan peran “Allah” Sang Hyang Tunggal yang menyelamatkan Dayang Sumbi, ibunda Sangkuriang…

Tapi marilah kita telusuri secara kritis peta perjalanan Abraham dari sumber otoritasnya (Taurat/Pentateuch) yang ditulis oleh Musa, dibandingkan dengan kisah tandingannya yang dibawa oleh Muhammad ribuan tahun kemudian. Kita harus menelusuri sampai dapat melihat tanah dan wilayah yang manakah yang Tuhan sebenarnya rencanakan bagi Abraham (dan keturunannya) sejak semula, dan tidak sekedar terasimilasi dalam legenda yang dicoba ditiupkan secara meyakinkan.

Beginilah Abraham dipanggil Tuhan untuk meninggalkan kampung halamannya di Ur-Kasdim untuk pergi ketanah yang dijanjikanNya dengan berkata:

Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;…


Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat…

 

“… mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya…” (Kej.12:1,2,5,6,7)

 

Peta perjalanan Abraham sejak ia berangkat dari Ur Kasdim hingga tiba di Tanah Perjanjian

 

Semula, tanah atau negeri yang dijanjikan Tuhan tidak dijelaskan melainkan bahwa Tuhan hanya menjanjikan, “negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu”. Namun setibanya perjalanan iman Abraham ini ketanah Kanaan, maka Tuhan memberitahukan negeri yang Dia maksudkan. Bukan lewat mimpi atau suara malaikat melainkan konfirmasi dengan dua cara simultan yang dahsyat: Tuhan berkenan menampakkan diriNya kepada Abraham, dan sekaligus  bersabda langsung (ayat 7):

"Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu."

Dan itulah Kanaan, tanah perjanjianNya kepada Abraham, bukan tanah Mesir, Arab apalagi Mekah yang belum eksis dimasa itu!

 

Itu sebabnya Abraham merasa perlu mendirikan diwilayah itu sebuah mezbah batu bagi Tuhan, tempat dimana terjadi perjumpaan dirinya dengan Tuhannya. Dan itulah mezbah penyembahan kurban yang didirikannya pertama-tama di Kanaan walau bukan permanen seperti Bat Suci di Yerusalem atau Ka’bah. Itulah ayat-ayat awal yang paling otentik tentang panggilan Tuhan kepada Abraham yang dihilangkan dari Quran.

 

Dan selanjutnya, Alkitab mengisahkan perjalanan Abraham secara detail lokasi per lokasi dan kejadian per kejadian. Maka menjadi sangat jelas bahwa,

(1) Tuhan tidak menyinggung tanah Arab, apalagi memaksudkannya sebagai tanah-perjanjian bagi Abraham. [Itulah sebabnya Quran hanya mampu mencangkokkan ketibaan Ibrahim di Mekah tanpa pre-teks dan konteksnya, karena detail detailnya pasti akan berbenturan mengkusuti dirinya sendiri secara tidak terselesaikan melebih yang sekarang ada. Ini akan diperlihatkan sebentar lagi]. Dan,

(2) bahwa tidak ada setapak kaki Abraham pun yang bisa dibuktikan terbawa ke Arabia dan Mekah, walau Muhammad mencoba mendalilkan “maqam Ibrahim” sebagai bukti utamanya. Ini akan kita kupas dalam diskusi susulan dibawah.

Dikisahkan Alkitab selanjutnya bagaimana asal muasal sampai Hagar (hamba Sarah yang menjadi istri Abraham) serta anaknya Ismael terusir dari tanah Kanaan dan berakhir dengan menetapnya mereka di padang Paran, utara gurun Sinai.

Muslim dari sumber Islam tidak tahu bahwa Hagar sempat terusir sebanyak dua kali karena Sarah (tradisi Islam mendongengkan satu pengusiran telah terjadi, dan Hagar serta Ismail dibawa Ibrahim langsung mengungsi ke tanah Arab, Mekah, dan menetap seterusnya disana). Pengusiran pertama bukanlah sebuah pengusiran, melainkan Hagar yang melarikan dirinya sendirian (tanpa pamit dengan Abraham!), karena tidak tahan dengan penindasan yang dilakukan Sarah akibat kesalahan Hagar sendiri. Karena merasa dirinya hamil, lalu ia menyombongkan diri dan memandang rendah akan nyonyanya Sarah (yang mandul). Dipadang gurun, Tuhan menjumpai Hagar dekat mata air yang terkenal disebut sumur Lahai-Roi (bukan sumur Zamzam yang membuat Hagar menjadi ‘gila dan lari-lari 7x Shafa-Marwah untuk mendapatkan air bagi anaknya). Tuhan yang Mahatahu melawat Hagar dan merekonsiliasikan perdamaian. Demi kebenaran-Nya, Ia menyuruh Hagar untuk kembali kepada Sarah, nyonyanya, (baca: untuk minta maaf) dan siap untuk menerima penindasan yang adil (karena kesombongannya terdahulu): "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya."

 

Tuhan Yang Mahakasih tetap menjanjikan Hagar mendapat seorang anak, Ismail, yang daripadanya kelak akan mendapat keturunan yang sangat banyak (Kejadian pasal 16).

Pengusiran kedua terjadi karena over-sensitivitas Sarah terhadap kehadiran Ismael yang dianggap akan mengancam status hak-waris Ishak. Dan ini dipicu oleh ulah Ismael yang sedang “bermain” (mengolok-olok, lihat terjemahan NIV) dengan Ishak yang masih bayi (masa sapih, 2-3 tahun), dan ini kepergok oleh Sarah sehingga menuntut suaminya untuk MENGUSIR mereka. Tuhan tetap membela Sarah dan ini yang Muslim tidak tahu sehingga menyalah-nyalahkan Sarah – dengan berkata kepada Abraham yang sedang kesal hati:

"Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak (Kejadian 21:12).

Catatan: Ini adalah teguran pedas dari Tuhan buat Abraham! Tuhan telah berkali-kali menegaskan kepada Abraham bahwa Ia akan memberi anak-perjanjian kepadanya dari rahim Sara (Kejadian 17:16-19). Dan bahkan Sara akan diberkati Tuhan menjadi ibu bangsa-bangsa! Dan janji ini seharusnya dipegang secara mutlak oleh Abraham dan tidak dikendorkan dengan membaurkan posisi kedua anak sesukanya! Maka tatkala terjadi kesebalan hati Abraham karena masalah anak, Tuhanpun turun tangan untuk membenarkan Sara: “…sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak  

Maka terusirlah kedua anak beranak itu dari keluarga Abraham untuk seterusnya. Abraham hanya menyediakan bekal roti dan sekirbat air bagi Hagar lalu disuruhnya mereka pergi sendiri dan mengembara dipadang gurun Bersyeba (ayat 14), BUKAN membawa mereka berdua ke Mekah antah berantah! Ya, itulah persediaan sang ibu dan anak yang hanya cukup sampai di padang Paran, utara gurun Sinai. Dan disitulah mereka menetap, dan kelak Hagar budak Mesir itu mengambil seorang istri Mesir pula bagi Ismail (Kej.21:14-21). Islam belakangan mendongeng bahwa istri Ismail adalah orang Arab Jumhur, sambil menuding bhw lokasi padang Paran itu dekat Mekah (bukan di Sinai) sehingga klop dengan kehadiran Ibrahim ke Mekah. Tapi mereka dipermalukan oleh ayat-ayat dari Kitab Musa dll yang semuanya merujuk kepada Paran-Sinai dan bukan Paran-Mekah (Keluaran 1:1, Bilangan 10:12; 13:26, juga 1Sam 25:1, 1Raja 11:18).  

Padang Bersyeba, tempat kemana Hagar mengembara setelah disuruh pergi oleh Abraham, masih berada di wilayah Israel dan hanya berjarak beberapa puluh kilometer dari kota Hebron, tempat dimana Abraham menetap.

Daerah ini (Bersyeba)masih sangat jauh dari tanah Mekah (berjarak lebih dari 1000 mil) yang belum eksis dan dikenal oleh manusia pada masa itu. Sedemikian jauh dan sulitnya Ibrahim masuk ke Mekah (dan terlebih masuk keakal), sehingga Muslim harus menteorikan kedatangan sebuah binatang ajaib “Buraq” dari Allah, yang dipakai untuk menerbangkan Ibrahim ke “Mekah”entah dimana. Tentu saja teori sempalan ini dihadirkan agar dapat “menjembatani” sebuah kisah kemustahilan yang dikaitkan dengan Allah. Dan Allah yang tahu segalanya tentu akan berpihak pada Muslim ketimbang para kafir! Contohnya, Tafsir Ibn Katsir menjelaskan sesuatu yang tak masuk akal sehat, tapi oleh pihak Muslim kemustahilan islamik itu dibungkamkannya dengan frasa “Allahyang tahu segalanya”,

“…for Ibrahim used to go every so often to check on his son and his mother in the land of Faran (i.e., Makkah), to see how they were doing. It was said that he used to ride on Al-Buraq, traveling there swiftly, and Allah knows best(Tafsir pasal penyembelihan Ismail).

Terjemahan: “Karena Ibrahim selalu pergi untuk mengecek anak laki-lakinya (Ismail) dan ibunya di negeri Faran (Mekah), untuk melihat keadaan mereka. Dikatakan bahwa ia biasanya mengendarai Al-Buraq, pergi ke sana dengan sangat cepat, dan Allah tahu yang terbaik/semuanya”  

Sudah kita ketahui bersama bahwa Quran dan Hadist terkenal paling tak berdaya untuk membela kebenaran dirinya dengan mendetailkan fakta sejarah nabi-nabi. Semakin Quran dan hadis berani mengungkapkan spesifikasi tempat, waktu, nama, ukuran, kejadian, kronologi dan apa saja detail-detail lainnya, semakin ia akan rawan terperangkap dalam inkonsistensi dan kontradiksi narasi. Misalnya, terdapat puluhan periwayatan yang saling berbeda-beda tentang umur Ibrahim. Namun tak ada satu riwayatpun yang mengisahkan siapa-siapa yang menguburkan jenazah sosok Khalilullah ini. Untunglah Alkitab ada memberitakan bahwa Ismael masih sempat diberi kabar dan turut hadir menguburkan Abraham di gua Makhpela di Hebron (Kejadian 25:9) bersama Ishak. Nah, secuil kisah tentang hadirnya Ismael ini telah dapat menjadi alat bukti bahwa pemukiman Ismael (di padang Paran) pasti relatif masih dekat dengan Hebron (kediaman keluarga Abraham). Memang sungguh tidak mungkin ada klaim-klaim islamik yang lain. Sebab kehadiran Ismael kekuburan Hebron akan menjadi nonsense besar jikalauIsmael terisolasi jauh ditanah “Mekah” yang rute dan akses danexistensinyapun tidak pernah dikenal orang ditahun 2000 Sebelum Masehi! Dengan data ini terkuaklah bukti bahwa Hagar dan Ismael sesungguhnya tidak menetap terlalu jauh dari Hebron ketika keduanya diusir oleh Sarah. Dengan perkataan lain, tak ada kunjungan imaginer Ibrahim-Hagar-Ismail ke Mekah yang tiada! Tidakkah Quran meng-klaim geografi yang kosong dan sejarah yang hampa?

 

(B). Ka’bah-Baitullah Tidak Melahirkan Monoteisme Abraham

Entah bagaimana tambalan puzzle sejarahnya, tiba-tiba Muhammad mengumandangkan wahyuNya yang mendekritkan fungsi Baitullah sebagai pusat ibadah haji dan monotheisme yang suci:

”… Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,…

Adakah Bait yang dibangun Ibrahim itu lalu menjadirumah peribadatan monoteistis yang tersucikan? Dan tempat yang diberkahi? (3:96). Ataukah malah menjadi tempatnajispemberhalaan yang paling subur bagi para pagan yang memasukkan ratusan berhala-berhala mereka. Dan ini berjalan terus hingga Muhammad sudah menjadi nabi Islam, bahkan hingga tahun 630 M(!)sebelum Mekah ditaklukkan Islam dan Ka’bah dibersihkan?! (Shahih Bukhari 59, no.583).

Dalam buku biografi Muhammad karangan MH. Haekal, diakui kegagalan proyek Baitullah (proyeknya Allah) tanpa ada jawaban yang dapat diberikan oleh Muslim: “Bagaimana Ibrahim mendirikan Rumah itu sebagai tempat tujuan dan tempat yang aman, untuk mengantarkan manusia supaya beriman hanya kepada Allah Yang Tunggal lalu kemudian menjadi tempat berhala dan pusat penyembahannya?Hal ini tidak diceritakan kepada kita oleh sejarah yang kita kenal” (p.29).

Berlainan dengan Ibn Katsir yang mendalilkan “God knows best” untuk meredam kemustahilan islamik, kali ini MH. Haekal seolah menyalahkan historians (orang sejarawan) yang lalai mencatat sejarah kegagalan proyek Baitullah. Wah! Jangan gampang salahkan sejarah atau sejarawan, dan jangan gampang mengatas-namakan Allah. Jika Kalimat Allah (Quran) dapat Allah selamatkan dari tangan-tangan jahil, maka sejarah pembangunan Baitullah yang berkaitan dengan agama Ibrahim yang lurus (QS.2:135 dll) pasti akan terjaga juga. Yang sejarah dan Allah tidak bisa menceritakannya adalah semata-mata karena Proyek Baitullah IbrahimMEMANG NON- EKSIS dalam sejarah kenabian Allah! Tak ada orang yang bisa menggali sejarah dalam ruang kosong!

Tampaknya, sebegitu Ka’bah selesai “disucikan” oleh Ibrahim dan ketika beliau menitipkan pusaka-surgawi itu kepada sang anak, maka Ka’bahpun mulai diserbu oleh keberhalaan yang dahsyat sehingga runtuhlah semua “monoteisme agama Ibrahim yang lurus”.

1.    Jejak Ibrahim di Mekah tidak pernah ditemukandalam sejarah.

2.    Penyucian Bait Allah entah bagaimana metode yang telah dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail sehingga tak ada apa-apa yang tampak tersucikan.

3.    Tapi monoteisme Ibrahim tidak berbekas di Ka’bah disepanjang masa pra-Islam dan ditengah-tengah masa kenabian Muhammad sebelum tahun 630.

4.    Baitullah di Bakkah yang tadinya dinyatakan Allah sebagai “tempat yang diberkahi” justru terbalik menjadi sarang najis dari kerajaan berhala!

Ibn Katsir dan Haekal (dan lain-lain Muslim) semua pandai berdalil meredam kemustahilan-islamik dengan menyodorkan sebentuk pelipur lara yang “bisa diterima-akal”. Namun semuanya ini adalah pembodohan yang tidak berguna bahkan absurd. Tuhan mau umatNya memakai akal budi yang telah diberikanNya kepada kita untuk mendengar dan melihat dan menyidik secara kritis terhadap sejarah, ilmu, arkeologi, manuskrip yang makin terbuka dewasa ini. Namun bilamana semuanya itu terkosongkan bagi sebuah “Baitullah Ibrahim di Mekah”, maka memang tak ada legitimasi apapun yang dunia mau paksakan terhadap eksistensinya!

 

(C).Baitullah Ibrahim-IsmailHanya Sebuah Hiruk-Pikuk Story Besar yang Kosong
Itulah story yang mudah dikisahkan dan dicocok-cocokkan untuk kepentingan “darah kenabian” Muhammad, namun mudah tergelincir pada bukti yang kosong, inkonsistensi dan kontra-logika yang absurd. Dimana kosongnya? Banyak, antara lain:

a). Pertama, kosong dari fakta geografi, sejarah, arkeologi, bahkan logika dan akal sehat, seperti yang telah disebutkan dimuka. Mekah kosong, rute akses ke Arabia kosong sehingga harus meminjam Al-Buraq dari Surga, penemuan artefak yang kosong kecuali kuil-kuil berhala yang justru sekaligus “mengosongkan” keabsahan Baitullah sebagai pusat monoteisme agama Ibrahim yang lurus…

b). Kosong dari konfirmasi Abraham dan semua nabi-nabi Israel, termasuk Yesus.

Allah memerintahkan Ibrahim sambil menjaminkan sabdaNya dengan keniscayaan IlahiNya, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (22:27).

Tetapi sungguh tak ada satupun “keniscayaan” dari keturunan bebas Ibrahim yang datang ke Baitullah. Kalau Allah sudah memastikan begitu, setidak-tidaknya harus ada sebutan, otorisasi dan endorsemen dari para nabi untuk datang juga ke Mekah dan beribadat di Baitullah. Setidak-tidaknya Ibrahim pastilah tidak memberontak kepada Allahnya dengan mengajak Ishaq dan Yakub dll. untuk bersama berhaji ke Mekah. Tetapi, siapa dari keluarganya di Kanaan yang sudah Ibrahim ajak ke Mekah? Berapa orang yang sudah diserukan Ibrahim untuk melaksanakan haji? Bukankah semua anak-anaknya diklaim oleh Quran sebagai mahkluk Islam? (QS 2:131-133). Faktanya semua janji dan penegasan Allah adalah KOSONG bahkan PALSU! Bahkan “Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (3:96) berbalik menjadi tempat terkutuk yang dihuni oleh ratusan berhala-berhala yang menajisi kekudusan Allah!

Yesus yang tahu akan hal-hal yang tersembunyi (QS.3:49, Yohanes 2:25, 16:30), juga tahu apa yang dilakukan Abraham dan Ismail. Namun tak pernah Yesus menyinggung Ismail, dan tidak memberi sinyal adanya proyek BAPA-ELOHIM di Baitullah oleh Abraham. Sebaliknya, Yesus menyaksikan kebesaran diriNya melebihi kedua sosok yang ramai dipertentangkan orang: Abraham dan Bait Suci Yerusalem. Dia berkata:

 

“Aku berkata kepadamu: Di sini (Yesus) ada yang melebihi Bait Tuhan”. (Matius 12:6).

 

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." ("before Abraham was born, I AM!") (Yohanes 8:58).

 

"Rombak Bait Tuhan ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." (Yohanes 2:19), dan disini Yesus merujukkan diriNya sendiri sebagai Bait Suci Tuhan (ayat 21), yang sempurna melebihi semua.

 

Ini bukanlah kalimat kesombongan. Kita tahu Yesus mengambil status kenabian-hambawi yang paling rendah, walau hakekatNya sendiri adalah Lordship yang paling tinggi. Pernyataan tentang diriNya yang melebihi Bait Tuhan dan Abraham dan bahkan Waktu (yang mendahului Abraham dan Baitullahnya), sungguh harus disimak oleh Muslim yang tersandera oleh mitos Baitullah. Karena ini adalah kesaksian ilahiah yang terpercayabagi Muslim untuk tidak mempercayai begitu saja akan mitos Baitullah yang terbukti PALSU ditingkat janji Allah-nya!


Kuat dugaan para ahli bahwa ayat tentang kedatangan keturunan Ibrahim sebagai “pe
jalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (22:27) itu adalah ayat sempalan yang kemudian disisipkan kedalam Quran! (lihat sub E).

 

c). Kosong wahyu tentang Hajar Aswad.

Muhammad sendirilah yang menjadikan Hajar Aswad begitu keramat melebihi Quraisy pagan, sehingga ia harus diusap, dicium dan diucapkan kalimat mantera atasnya yang justru tidak dilakukan oleh kaum pagan sendiri. Muslim kurang awas, bahwa batu misterius ini tidak ada dalam Quran. Namun untuk justifikasi garis kenabian Arabik Muhammad, maka  batu dengan kekeramatannya  harus dimunculkannya walau tanpa signifikansi teologis apapun! Pemuliaan Hajar Aswad yang tanpa dalil, makna, dan bobot quranik ini telah membuat Umar ibn Khattab bingung dan tak memahami maksud pemujaan atasnya. Ia berkata: “Memang aku tahu bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat mendatangkan manfaat atau mudharat. Jika bukan karena aku melihat Nabi saw menciummu, aku tentu tidak akan menciummu.” (Shahih Bukhari 1597 dan Muslim1270).

No Good reason, whatsoever! Namun kekeramatan Batu Hitam perlu diciptakan dan diperkuat dengan usaha “mencocokkannya” kepada ritual Ibrahim agar tidak berbau syirik. Maka – seperti biasa muncullah tradisi pencocokannya setelah fakta, sebagai berikut,

“batu hitam tersebut pernah terkubur pasir selama beberapa lamadan secara ajaib ditemukan oleh Ismail ketika sedang membangun Ka’bah. Batu yang ditemukan inilah rupanya yang sedang dicari oleh Nabi Ibrahim, yang serta merta menciumi batu tersebut dengan gembira. Batu tak segera diletakkan di tempatnya di Ka’bah, melainkan kedua Nabi itu menggotong batu itu sambil memutari Ka’bah 7 putaran”.

Narasi yang klop untuk memuluskan legenda haji!

Namun “klop” nya keterusan, sehingga akhirnya kesyirikan diam-diam menerobos keluar ketika Batu tersebut juga disebut sebagaiyamin Allah” (tangan Allah) dan dijadikan Muhammad sebagai agen kuasa ilahi yang mampu mengampuni dosa, "Sesungguhnya mengusap kedua-nya (Hajar Aswad dan Rukun Yamani) akan menghapus dosa". (Hadits shahih riwayat an Nasaa-i. Dishahihkan oleh al Albani. Lihat Shahih Sunan an Nasaa-i, no. 2919).

d). Kosong jejak-asli kaki Abraham (diistilahkan dengan Maqam Ibrahim).
Satu lagi batu yang harus pula dikeramatkan dan dislogankan dengan gencar sebagai tempat shalat (QS.2:125). Maqam diabadikan kedalam Quran sebagai TANDA ILAHI yang “klop” bahwa Ibrahim memang pernah hadir untuk berurusan dengan Baitullah,
 “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim…” (QS.3:97).

 

 

Itulah the “power of legend” Islamik yang mampu menyihir akal-sehat hanya dengan mengkaitkan satu fenomena geologi yang arbiter. Bagaimanapun, banyak contoh-contoh kepercayaan/cult didunia yang mensakralkan pelbagai jenis batu aneh yang menyemarakkan ritual magis mereka kepada roh-roh tertentu. Tapi apakah Allah begitu tak berdaya sehingga hanya bisa memakai batu maqam ini untuk membuktikan sebuah misi-besarNya bagi kemanusiaan? Dimanakah kuasa mukjizat Allah Islam dalam pembuktian kisah Nabi Ibrahim dan Baitullah? Kenapa Ibrahim dan Ismail tidak Allah utus-balik dari Mekah ke Kanaan untuk memberi peneguhan kepada seluruh kaumnya bahwa… bla-bla-bla ada Baitullah Pertama tempat shalat, tawaf, iktikaf, rukuk, sujud dan ibadah haji yang wajib disana!

Yang isi dikosongkan, yang kosong diisi! Termasuk  batu maqam! Tidakkah ini analogous dengan apa yang telah kita singgung didepan, bahwa gunung dan nama Tangkuban Perahu (fakta geologi) juga telah dilegendakan sangat semarak sebagai bekas/jejak perahu terbalik yang ditendang oleh “pahlawan” Sangkuriang yang kesiangan?

Dunia mau tahu, bagaimana Allah membuktikan bahwa jejak maqam ini adalah benar-benar asli dari kakinya Ibrahim Nabi Tuhan (dan bukan Muhammad yang asal mencomot dari nama “Ibrahim” jalanan)? Dan bagaimana Allah membenarkan ukuran kaki Ibrahim yang ada disitu sama persis sebesar ukuran kaki Muhammad (Ibn Sa’d, Tabaqat, I,11)?Dan bagaimana  kaki Ibrahim bisa “terbenam” kedalam batu-surgawi sedalam 10 cm, yang mana berarti Ibrahim sepertinya menginjak lempung lumpur dan bukan batu super keras dari “Firdaus” yang bisa bertahan jejaknya tanpa terkikis melewati dua setengah millennium?

Dimana-mana, power of Legend selalu perlu diteriakkan berulang-ulang untuk menjadikannya bernyawa. Maka dimana-mana kitapun mendengar berulang-ulang, gema teriakan Aisyah: “Maqam diturunkan dari Firdaus” (Al-Suyuti, al-Durr I, 119).

NB. Bandingkan dengan apa yang ditradisikan oleh masing-masing kaum agama di Sri Lanka terhadap situs suci Adam's Peak (atau Sri Pada, puncak gunung di Sri Lanka). Masing-masing tradisi mempercayai bahwa tanda lubang khusus yang “memahkotai” puncak gunungnya adalah jejak kaki raksasa (1,8 m) dari nabinya. ItulahfootprintBuddha bagi tradisi Buddis, footprint Shiva bagi Hindu, dan footprint Adam bagi tradisi Islam dan Kristen Portugis. (Encyclopedia Britannica, Vol.5. University press. p.778). Jadi siapakah yang dapat membuktikan sesuatu halmelalui jejak-kaki legenda yang dislogankan selangit?

Bagi Islam, jawaban kosong yang terakhir adalah “Allah knows best”, dan selesailah pembuktian apapun yang berkaitan dengan mitos-mitos Islamik.

 


Add a Comment
| 74
CarterMangar
Reply| 07 Nov 2016 21:28:49
anda sedang menghayal....
Kristen ngigau
Reply| 12 Dec 2015 01:00:02
Hanya bermodal alkitab bahasa indonesia sudah merasa yakin dan berkoar seolah paling benar :v

PERGI KE SELATAN MESIR

Kejadian 13:1
וַיַּעַל אַבְרָם מִמִּצְרַיִם הוּא וְאִשְׁתֹּו וְכָל־אֲשֶׁר־לֹו וְלֹוט עִמֹּו הַנֶּֽגְבָּה׃

(Ibrani) wayya‘al ’abərām mimmisərayim hû’ wə’išətwō wəkāl-’ăšer-lwō wəlwōt ‘immwō hannegəbâ.

(Bishops 1568) “And so Abram gat hym vp out of Egypt, he and his wife, and al that he had, and Lot with hym, toward the SOUTH”.

(DRB 1899) “And Abram went up out of Egypt, he and his wife, and all that he had, and Lot with him INTO THE SOUTH”.

(KJV 1611) “And Abram went up out of Egypt, he, and his wife, and all that he had, and Lot with him, INTO THE SOUTH”.

Negeb (bahasa Ibrani) artinya adalah “SELATAN” yaitu arah geografi selatan.

LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) yang menerjemahkan Negeb menjadi Tanah Negeb (Kanaan Selatan-wilayah Palestina Selatan); 3 Bible kuno yaitu King James Version (KJV) 1611; Bible Bishops tahun (Bishops) 1568; dan Douay-Rheims Bible (DRB) 1899 justru menerjemahkan Negeb dengan baik dan benar yaitu SELATAN.

Palestina Selatan (Gurun Negeb) terletak di Timur Mesir, sedangkan Semenanjung Arabia terletak di SELATAN Mesir.

Jika Taurat menyebut “Tanah Negeb” (Palestina Selatan) maka Taurat berbahasa Ibrani harus mencatat “Erets Negeb“, karena jika hanya menulis “Negeb” (tanpa embel-embel “erets”), maka artinya menjadi “selatan” (arah geografi selatan).

-‘Erets (ארצ): tanah, negeri.
-Negeb (נגב) : selatan. Negeb (selatan) adalah lawan kata dari tsāpōn(utara).
anakcerdas
Reply| 06 Dec 2015 21:24:54
@afrizal : bisa kawan... kristen jg mengenal roh dan bs jg mengendalikan dan menghancurkan Jin islam mu.....
maria hamil karena dia dipilih Allah untuk mengandung Roh Allah... spt alquranmu kawan.... Isa adalah rohullah / Kalimatulah dia adalah Allah sendiri.....
contoh gini kawan, omongan kamu adalah kamu.... roh mu jg adalah kamu kawan.....
alquran bny di pengaruhi kitab2 gnostic... yg memang melenceng dari sejarah kristen....
Kawan mari kit asaling mengasihi dan mari kita banyak belajar.... sejarah bukan tahyul atau dongeng, sejarah pny bukti dan peniggalan yg bisa di lihat...spt borobudur kawan...kita bs lihat dan menyentuhnya
Ari
Reply| 24 Nov 2015 21:32:44
Untuk unat kristiani:
http://wp.me/p6jAyV-BS
Silakan klik link diatas mengenai tahapan2 pembangunan ka'bah. Silakan mencaci saya jika anda ingin mencaci.
Saya hanya menyampaikan apa yang saya yakini.

Untuk umat muslim:
Kewajiban kalian hanya menyampaikan. Bukan menghina, bukan mencaci, bukan memaksa. Hanya menyampaikan!

Ini komentar saya pertama dan terakhir.
Terimakasih.
orang
Reply| 16 Oct 2015 09:32:19
Kesimpulan dari artikel ini adalag IBRAHIM ISLAM TIDAK SAMA DENGAN ABRAHAM

Qushay adalah pendiri bani quraisy dan menempatkan berhala batu hajar aswad di kabah pada tahun 400 M

Qushay merupakan kakek buyut dari muhammad dan datang dari Yaman dan kemudian menguasai kabah
Bila dikatakan muhammad keturunan nabi ismael islam maka tentu saja qushay dan seluruh pagan qurasiy adalah keturunan ismael islam
Tapi nyatanya kaum pagan quraisy menyembah berhala batu hajar aswad yang di bawa oleh qushay dari yaman
Dengan demikian berarti nabi ismael islam berasal dari yaman dan tidak pernah mendirikan kabah dan tidak pernah menemukan berhala hajar aswad
afrizal
Reply| 15 Oct 2015 20:28:15
@Jack
kLo umat kristen suka meneliti teliti hal ini ( bagaimana maryam hamil )
dan telitilah kitab" sbLm aL qur'an... 1 Lagi apakah kondisi bumi atau daratan tetap sama steLah skian ribu tahun... bisakah kita teliti hantu atau syaiton (itu gaib kawan)... apa kau bisa Lihat TUHAN mu... dan aku jawab aku tidak bisa meLihat TUHANKU... berikan jawaban bagaimana maryam hamil ? hanya itu...
USTADZ MENJAWAB
Reply| 01 Jul 2014 22:33:31
@d alamsy,

RAM-KAMPAS MENGHIMBAU ANDA-ANDA untuk menyidik puasa anda:
"DALAM BULAN SUCI RAMADHAN, MARILAH KITA MENCARI & MENEMUKAN KEBENARAN PUASA YANG SEBENAR-BENARNYA. BACA ARTIKEL RAM KAMPAS:

http://buktidansaksi.com/blogs/1184/2013/07/9-Fakta-Kenapa-Puasa-Ramadhan-Hanyalah-Akal-Akalan-Muhammad-Belaka-
Margono
Reply| 28 Jun 2014 23:27:21
@d alamsy: yang dibicarakan itu jejak sejarah Ibrahim, bukan membahas ibadah orang Eropa. Banyak muslim yang belajar kristologi, baguslah itu. Tapi bisa kagak mereka membantah tulisan di atas, bisa kagak mereka membawa bukti sejarah berupa apa saja yang membuktikan Ibrahim pernah ke Mekkah. Bisa kagak ahli Islam membutikan bahwa sudah ada peradaban di zaman Ibrahim tahun 2.166 s/d 1991 sebelum Masehi di Mekkah.

Para muslim ahli kristologi itu mestinya sudah tau jejak Ibrahim mulai dari Urkasdim (Ur) sampai ke Kanaan. Terus dari Kanaan ke Mekkah ada kagak peta napak tilasnya, peninggalan sejarahnya, pernah kagak diteliti ahli sejarah Islam jejak Ibrahim di batu, makamnya di Mekkah, Ibrahim meninggal sekitar tahun 1.991 sebelum Masehi, mana bukti bahwa sudah ada peradaban manusia saat itu di Mekkah, sudah pasti tidak ada karena semuanya itu hanya klaim sepihak.

Kristen selalu meneliti sejarah di Alkitabnya secara ilmiah. Peristiwa Sodom dan Gomorah pun diteliti, apakah benar Tuhan mereka pernah menurunkan hujan belerang di desa Sodom dan Gomorah.

Apakah Islam melakukan hal yang sama?, apakah ahli Islam meneliti batu Hajar Aswad itu secara ilmiah?, sudah pasti tidak. Semua muslim percaya batu tersebut akan berubah menjadi mahluk yang bersaksi tentang umat Islam kepada Aulloh, batu koq bisa berubah jadi mahluk (goib?) dan bersaksi pula lagi, benar2 menghayal seperti dongeng anak TK.

Tulisan di atas hanya untuk membuktikan secara logika, bahwa Ibrahim tidak mungkin sampai ke Mekkah berjarak 1000 mil dari Kanaan karena tidak ada jalan yang mendukung untuk dilalui manusia agar sampai dari Kanaan ke Mekkah dalam keadaan hidup. Peninggalan sejarahnya juga tidak ada kecuali klaim sepihak tanpa penelitian. Kecuali Nabi Ibrahim waktu itu naik Bouraq Air Lines dari Kanaan ke Mekkah.
d alamsy
Reply| 27 Jun 2014 20:58:41
Kalian harus juga berhati legowo pula, bahwa, mengapa "gereja gereja eropa" sudah 90 persen terbengkalai....Tutup...!!? Coba yuo teliti dengan, yang katanya, kalian berpendirian teliti itu... Sangat realistic kan...... Nyata lho... Nah tuh knapa, cari sumbernya infonya kesana....
Sorry, saran ini untuk saling mengingatkan kita lakukan dengan rasional kok...
d alamsy
Reply| 27 Jun 2014 20:41:40
Agar kalian paham apa isi injil dan Al-Qur-an secara solid maka sebelum mengomentari kitab tersebut maka cobalah sekali lagi kalian untuk kesediannya secara ikhlas mendalami lagi injil kalian berikut Al-Qur-an. Itu lakukan dengan bener bener super teliti, sementara ini kalian masih belum pintar, belum pintar mengerti apa dalamnya isi kitab yang kalian sucikan dan Al-Qur-an yang kalian anggap negatif itu. Di Indonesia sudah banyak kristenmologi yang udah lama beliau beliau itu secara terbuka menanti pertanyaan pertanyaan dari kalian tentang "Islam" yang menurut hemat kami, kalian tampak masih berwawasan rendah itu.
M TipuM
Reply| 19 Jun 2014 23:14:13
@Jack,
@all muslim kena tipu

Alkitab kita tak ada urusannya dengan Quran!
Tapi Muhammad lah yang ngarang-ngarang seolah dia nabi terakhir dari nabi-nabi alkitab.
DAN INILAH YANG DIBANTAH OLEH ARTIKEL RAM KAMPAS DI ATAS, karena Ibrahim ke Mekah sungguh hanya dongengan Muhammad!
Dan muslim-muslim goblok ketipu semua!
Jack
Reply| 19 Jun 2014 13:51:02
Perlu diingat, bro & sis... Tujuan dari blog, website, forum...apapun ini, bukanlah untuk mengajak kalian para muslim masuk ke dalam agama Kristen atau agama apapun, tp utk membantu menyembuhkan kalian dari suatu "penyakit" yang akan terus menjalar tanpa henti. Mau masuk agama Kristen, Buddha, Hindu, atau menjadi atheis sekalipun, itu terserah individunya. Mau atau tidak mau disembuhkan, itu terserah.

Mengapa semua isi blog ini selalu membandingkan Islam dengan Kristen?
Hanya karena membandingkannya dengan Kristen, bukan berarti mengajak para Muslim untuk masuk Kristen. Perlu diingat bahwa hanya Kristen yang bisa dibandingkan dengan Islam, karena ada keterikatan/ hubungan satu sama lain dalam isi Kitab sucinya, mskipun saya tidak setuju jika Alkitab disamakan isinya dengan Alquran atau sebaliknya.

"Tp mengapa tetap terus dilanjutkan membanding-bandingkannya dgn Kristen jika memang tidak sama?" Krn Muslimer selalu beranggapan bahwa Al quran sama isinya dengan Alkitab, bahwa Muslimer selalu menganggap Tuhan dalam Al quran sama dengan Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Dengan TERPAKSA Islam harus dibandingkan dengan Kristen.

#Mikir... (cak lontong)
KEBENARAN SEJATI
Reply| 19 Jun 2014 08:51:10
TUHAN ALLAH 1 atau TUHAN ALLAH 3 tetapi 1 ( Trinitas ) tidak masalah...............karena iman kepercayaan adalah HAK ASASI setiap manusia. Tapi yang mempunyai HATI NURANI dan PIKIRAN YANG WARAS tahu bahwa TUHAN ALLAH itu penuh KASIH, tidak akan mengajarkan KEKERASAN dan PEMBUNUHAN ORANG TAK BERDOSA YANG TIDAK SEIMAN / SEALIRAN !!! ALLAH MAHA KUASA........................tidak akan minta pertolongan manusia untuk memberi hukuman ! ALLAH mampu mendatangkan AZAB untuk menghukum ..........................Jadi ALLAH tidak butuh bantuan TERORIS.....................................NO NAME, pernahkah anda membayangkan Anak, Istri /Suami anda, orang tua anda atau siapapun yang anda sayangi.........................menjadi KORBAN BOM TERORIS ???????
Margono
Reply| 18 Jun 2014 22:05:05
@No name, yang nyuruh elu masuk kristen siapaaaa. Mau Tuhannya mereka 3, 4, 5 atau sejuta yang pastikan tidak ada firmanNya yang suruh penggal kepala muslim.

Muslim ngaku agama tauhid tapi suruh penggal kepala Yahudi dan Nashrani, jangan dijadikan teman atau penolong, itu jelas merugikan pihak lain yang tak seiman.

Lagian kamu bilang kamu punya 1 Aulloh, tapi kenapa nyembah batu. berani kagak kamu sholat menghadap utara...kenapa harus menghadap ke batu yang di Arab sono. Bisa saja kamu menjawab itu hanya untuk menyamakan arah sholat, itulah alasan klasik para muslim.

Kalau itu hanya untuk menyamakan arah sholat saja, ya sudah samakan saja semua arahnya tidak perlu ada batu itu disitu, buang saja. Jangankan kamu buang kamu ludahi saja batu itu, aku jamin tak sampai 5 menit, ususmu akan terburai ditebas muslim lainnya. Karena kau telah meludahi tuhan kalian. Batu Hajar Aswad adalah tuhanya para muslim, kau tidak akan pernah mengakui itu tapi realitanya 5 kali sehari kalian sembah batu tersebut. Hayatilah kenyataan itu, hatimu tidak bisa terima tulisan saya, tetapi faktanya kamu penyembah batu.
No name
Reply| 18 Jun 2014 18:52:10
Gimana mau masuk Kristen wong belum apa-apa udah gak masuk akal,Tuhannya tiga itupun hanya dugaan manusia.Yesus diangkat jadi Tuhan tanpa sepengetahuan dia,diangkat jadi Tuhan 300 tahun setelah kasus penyaliban.itupun karena peristiwa pengkhianatan Yudas yang sangat insidental. Yesus dijadikan Tuhan hanya rekayasa manusia aja dan tindakan Yudas sungguh berjasa karena bisa dijadikan alasan dan dirasa pas untuk alasan penahanan Yesus,yang klo tau sungguh makin miris karena dia tidak pernah ngajarin untuk nyembahnya.makanya besok pas hari kiamat dia mau datang mau membantah semua yang keliru itu.tuhan itu ya hanya satu siang pencipta.gak bisa diwujudkan dengan apapun.mereka-reka Tuhan sebagai manusia sungguh sangat mengecilkan arti kebesaranNya.jadi klo disuruh-suruh masuk Kristen,nonsense karena begitu masuk ke Hal yang paling hakiki,langsung mental ga masuk akal,,jadi tuhan itu ya satu.ga serupa dengan apa pun.yaitu sang pencipta.
KAPOKJADIMUSLIM
Reply| 18 Jun 2014 13:53:09
@Anti Static,
@ All visitors,

TOLONG PERHATIKAN, perilaku si Anti Statik/Septik,
Dia coba tusuk saya dari samping. Tapi tatkala saya TANGKIS, dia kewalahan, lalu lari dan tak berani Hadapi saya lagi, hingga cari kesempatan lain kalo-kalo bisa tusuk saya yg lain lagi.

AKIBATNYA SCORE LARINYA SUDAH 54- 0. CES-PLENG! SEPTIK NYA MUNTAH SENDIRI!!
ikben
Reply| 17 Jun 2014 13:49:10
@ antistatic, ternyata anda masih tetap ngotot agar saya menerima penjelasan (uraian) seukuwah anda David Benjamin Keldani sebagai pembenaran seperti yang anda kehendaki.

SAYA TEGASKAN bahwa seukuwah anda David Benjamin Keldani, B.D MENOLAK ajaran keilahian Yesus dan ketritunggalan Allah, karena itu saya tidak tertarik membahasnya, sebab hanya cocok-cocokkan.

Bila mau membuat pembenaran tentang nabi junjungan anda, bahwa ia terdapat dalam perjanjian lama, maka saya sarankan buka http://www.sarapanpagi.org/62-muhammad-dalam-perjanjian-lama-vt729.html. Disana anda akan mendapat mengetahui makna dari Hagai 2 ayat 7-8, dalam bahasa Ibrani yang benar dan juga mengetahui apakah Muhammad benar tergenapi.
noname
Reply| 17 Jun 2014 11:07:19
@Anti Static
terpuji gimana toh, wong kelakuan nabi anda koyo setan sekarang
anak buahnya juga ngga jauh-jauh, bapanya setan yo anak e sama anak setan
lha wong mikir toh om masa
KEBENARAN SEJATI
Reply| 17 Jun 2014 08:55:43
MENCARI JALAN KESELAMATAN

Jika Anda hendak mencari KESELAMATAN di AKHIR ZAMAN dan INGIN MASUK SURGA, dimana semua manusia akan DI ADILI atas perbuatannya selama hidup di dunia, Mengapa harus MEMBUNUH ORANG TIDAK BERDOSA DAN TIDAK SEIMAN / SEALIRAN DENGAN MELALUI JIHAD ????. Mengapa anda tidak mencari KESELAMATAN dengan mengikuti JALAN YANG LURUS.
INJIL, QURAN dan HADIS menyebutkan : ISA PUTRA MARYAM / YESUS KRISTUSLAH yang akan DATANG UNTUK KEDUAKALINYA DI DUNIA UNTUK MENGADILI SEMUA ORANG TIDAK TERKECUALI, TERMASUK SEMUA NABI YANG PERNAH ADA DI DUNIA.......................................SURGA dan KESELAMATAN ADA DI TANGAN ISA / YESUS KRISTUS...................TIDAK PERLU MENGOTORI TANGAN ANDA DENGAN DARAH ORANG TIDAK BERDOSA........!!!!! SADARLAH MUMPUNG BELUM TERLAMBAT !!!!
ALLAH ITU KASIH...................................ALLAH TIDAK MUNGKIN MENGAJARKAN MANUSIA UNTUK MEMBUNUH DAN MENGHANCURKAN YANG LAIN................................................!!!!! SEMUA UMAT MANUSIA BERSATU , BERDOA UNTUK KEDAMAIAN DUNIA !!!!
Anti Static
Reply| 17 Jun 2014 00:05:29
@ikben

http://www.akhirzaman.info/nashrani/49-cat-kristen/2277-apa-yang-harus-diketahui-oleh-umat-kristen-dan-yahudi-.html

Mari kita simak Hagai 2:7
(2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah k kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah l ini dengan kemegahan, m firman TUHAN semesta alam.

Kita fokus di ayat Haggai dr sumber berbeda,

"Dan Aku akan menyalami semua bangsa, dan Himdah semua bangsa akan datang; dan Aku akan memenuhi rumah ini dengan keagungan, firman Tuhan rumah itu. Milikku adalah perak, milikKu adalah emas, firman Tuhan rumah itu, keagungan rumahKu yang terakhir akan lebih besar daripada rumahKu sebelumnya, firman Tuhan rumah itu; dan di tempat ini Aku akan memberikan Shalom, firman Tuhan rumah itu." (Haggai, ii.7)

"Saya telah menterjemahkan ayat di atas dari satu-satunya copy Injil yang ada pada saya yang seorang sepupu wanita saya, seorang Asiria, telah meminjamkan Kitab tersebut yang berbahasa asli logat wanita itu. Tetapi marilah kita konsultasikan dengan Injil versi bahasa Inggris yang kita dapati telah menterjemahkan kata Ibrani asli "himda dan shalom" sebagai "ingin" (desire) dan "damai" (peace).
Sebelum mencoba untuk membutkikan telah terpenuhinya ramalan ini, ada baiknya untuk menerangkan etimologi dari dua kata itu - himda dan shalom - seringkas mungkin".
a." Himda - Ayat dalam teks asli bahasa Ibrani itu berbunyi: "ve yavu himdath kol haggoyim," yang secara harfiah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris akan berbunyi: "will come the Himda of all nations." Huruf akhir hi dalam bahasa Ibrani seperti juga dalam bahasa Arab, diganti dengan th, atau t, bila dalam kasus kata empunya (genitive case). Kata itu berasal dari bahasa Ibrani kuno atau lebih tepat bahasa Aramia, akar kata "hmd" (konsonan diucapkan "hemed"). Dalam bahasa Ibrani biasanya hemed dipergunakan dalam arti hasrat, merindukan, selera, gairah".

Kesimpulan, Islam mengajarkan nama Muhammad berarti yang terpuji, dari akar kata "hmd" bukankah tergenapi.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top