Daily Devotional - Kebenaran Dalam Kata Dan Karakter

Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.”

(Yakobus 5:12)

Bersumpah bukanlah dosa karena “mengutuki,” tetapi dosa karena menggunakan sumpah untuk memperkuat sebuah pernyataan, atau dukungan bahwa apa yang dikatakan seseorang itu benar. Orang-orang Farisi menggunakan berbagai macam akal muslihat untuk mengesampingkan kebenaran, dan bersumpah adalah salah satu dari sekian banyak akal muslihat itu. Mereka bisa saja menghindari penggunaan nama Tuhan dalam sumpahnya, tetapi mereka menggantikannya dengan kata-kata lain yang dekat dengan Sang Pencipta, seperti: Yerusalem, sorga, bumi, atau beberapa bagian tubuh.

Yesus mengajarkan bahwa pembicaraan kita haruslah sangat jujur, dan karakter kita sangat benar dan apa adanya, sehingga kita tidak perlu “topangan” untuk membuat orang lain percaya kepada kita. Kepercayaan tergantung pada karakter, dan segala macam sumpah tidak dapat menggantikan karakter yang buruk. “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran; tetapi siapa yang menahan bibirnya berakal budi.” (Amsal 10:19). Makin banyak kata-kata yang diucapkan seseorang untuk meyakinkan kita, kita perlu makin waspada dan curiga terhadapnya.

 


↑ Back to Top